Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sehari-hari

Efek Gym: Dari Dihina “Babi” karena Gendut dan Jelek bikin Lawan Jenis Gampang Mendekat, Tapi Tetap Sulit Nemu yang Tulus

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
11 Mei 2026
A A
Efek rutin olahraga gym, dulu dihina gendut dan jelek kini banyak yang mendekat MOJOK.CO

Ilustrasi - Efek rutin olahraga gym, dulu dihina gendut dan jelek kini banyak yang mendekat. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Ada orang yang akhirnya rutin gym dengan alasan kesehatan dan kebugaran (menurunkan berat badan). Tapi ada juga yang melakukannya dengan motif “balas dendam” (mencapai tubuh ideal) karena muak dihina gendut dan jelek, seperti yang dilakukan oleh Ulin Nuha (25), laki-laki pekerja swasta di Surabaya, Jawa Timur. 

Kini, tiap kali bercermin di depan lemari kosannya, ada perasaan jumawa sekaligus ironis secara bersamaan. Jumawa karena tubuhnya telah berubah dari gendut ke kekar-berotot. Ironis karena ia semakin sulit mengidentifikasi siapa yang benar-benar tulus dekat dengannya. 

Sebelum gym: dipanggil “babi” hingga “gentong’ karena gendut 

Ulin awalnya kuliah di sebuah PTN di Malang dalam kondisi tubuh gendut. Itu membuatnya kesulitan mengikuti trend gaya berpakaian karena kesulitan mencari ukuran. 

Alhasil, Ulin hanya bisa mengenakan pakaian-pakaian dengan tolok ukur “asal muat”. Cara berpakaiannya sangat tidak kalcer dibanding mahasiswa-mahasiswa lain. 

Belum lagi, saat itu ia belum mengenal perawatan tubuh. Maka, hinaan gendut dan jelek pun tidak terhindarkan tersemat pada dirinya. 

“Kalau obesitas sih nggak. Cuma gendut aja memang. Ya dapat body shaming biasa lah, dipanggil bukan pakai nama (Ulin atau Nuha), tapi kata sifat seperti ‘Ndut’, ‘Bi (Babi)’, ‘Tong (Gentong)’, dan macem-macem lah,” beber Ulin berbagi cerita, Sabtu (9/5/2026). 

“Aku sampai insecure kalau upload foto sendiri di medsos. Nggak berani. Kalau pengin upload ya upload footage aja, tanpa aku nampang di sana,” imbuhnya. 

Upaya baik menurunkan berat badan selalu diremehkan dan “diasingkan”

Tidak hanya dihina, Ulin juga merasa terisolasi secara sosial. Tidak banyak mahasiswa yang mau berteman akrab dengan Ulin, meskipun Ulin sudah mencoba masuk dalam pergaulan mereka. Alhasil, teman kuliah Ulin di PTN Malang itu bisa dihitung jari. 

Tubuh gendut Ulih juga membuatnya kerapa kali diremehkan, membuatnya terhambat untuk mengikuti sejumlah kegiatan. 

Misalnya, ia ingin terlibat dalam rutinitas badminton. Tapi orang sudah beranggapan bahwa tubuhnya yang gendut tidak memungkinkan untuk gerak lincah. Ditakutkan menjadi beban tim. 

“Bahkan urusan bonceng-membonceng misalnya ada aktivitas jurusan keluar kampus, aku juga dilempar-lempar,” kata Ulin. 

Saat belum punya motor, mahasiswa lain pasti menghindar untuk memboncengkan Ulin. Alasannya, motornya tidak akan kuat. Sementara jika Ulin menawarkan diri yang akan membonceng, ada saja alasan untuk menolak. 

Karena situasi tersebut, Ulin sempat menjalani diet. Saat itu ia belum menemukan motivasi besar untuk melakukan olahraga seperti gym. Targetnya bukan mencapai bentuk tubuh ideal, tapi sekadar menurunkan berat badan. 

“Tapi upaya baik berupa diet itu juga diremehkan oleh beberapa orang. Dianggap gaya-gayaan diet, padahal kalau lihat makanan langsung kalap,” ujarnya. 

Iklan

Cinta ditolak karena gendut menjadi trigger besar

Semasa itu, Ulin mencoba tidak mengambil hati terlalu dalam. Yang ia lakukan adalah fokus pada upaya untuk menurunkan badan, meski bertahap sedikit demi sedikit. Namun, sebuah penolakan memberi trigger besar pada Ulin. 

Ulin jatuh hati pada seorang mahasiswi sekelasnya. Ia merasa si mahasiswi juga merasakan hal serupa karena selama ini mereka kerap berbincang akrab—terlebih karena sering satu kelompok. 

Akan tetapi Ulin salah paham. Pada hari ketika Ulin menyatakan perasaannya, ia menerima penolakan tegas. 

“Alasannya normatif aja, bilang aku bukan tipenya untuk dijadikan pacar, tapi lebih cocok jadi teman,” kata Ulin. 

“Tapi aku akhirnya tahu kalau aku ditolak perkara gendut. Sebab, dia akhirnya pacaran sama mahasiswa sejurusan yang tubuhnya ramping lah,” sambung Ulin. 

Dari situ Ulin lantas mulai mendaftar sebagai member sebuah tempat gym. Ia mulai merutinkan aktivitas gym. Tidak hanya untuk menurunkan berat badan, tapi juga agar mencapai bentuk tubuh ideal. 

Efek gym: media sosial tiba-tiba ramai komentar dan DM

Ulin mulai rutin gym sejak penghujung 2020. Hasilnya, tubuhnya benar-benar menjadi kekar-berotot. Dengan bentuk tubuh yang ideal, Ulin akhirnya percaya diri mengunggah foto dirinya di media sosial (Instagram dan X). 

Agak mengagetkan karena kolom komentarnya, terutama di X, tiba-tiba dipenuhi oleh akun-akun perempuan. Rata-rata menuliskan: “Keren, Mas”, “Semangat, Bang”, dan sejenisnya. 

Di hari-hari berikutnya, Ulin semakin rutin mengunggah aktivitasnya di tempat gym. Selain foto juga berupa video. 

“Ada lah yang DM, ngajak mutual,” ujar Ulin. “Pokoknya, setelah itu, apapun yang ku-upload mesti rame. Apalagi setelah itu pun aku mengubah penampilan juga.” 

Banyak yang mendekat, semakin mudah cari pacar, tapi tetap saja direndahkan

Ulin mengaku sempat iseng mengirim DM ke salah satu akun. Karena sama-sama kuliah di Malang, Ulin mengajaknya bertemu di sebuah coffee shop. 

Singkat cerita, setelah pertemuan itu, Ulin langsung mengajaknya menjalin hubungan pacaran. Tidak dinyana, ternyata ia langsung diterima. Mereka kemudian pacaran. 

“Waktu masih kuliah itu, aku nggak pernah lama pacarannya. Berapa bulan, ganti. Semudah itu. Aku bahkan pernah menembak ulang mahasiswi yang pernah nolak aku, karena dia habis putus. Dan, ya, diterima,” beber Ulin. 

Meski begitu, Ulin tetap saja direndahkan oleh teman laki-laki di PTN Malang tempatnya kuliah. Jika sebelumnya menghina Ulin “babi” karena gendut, setelah tubuh Ulin berubah efek aktivitas gym, mereka malah membercandai Ulin dengan narasi “gay” atau “boti”. Seiring anggapan kalau cowok-cowok gym itu kalau tidak jadi incaran boti ya dia lah gay-nya. Walaupun, sejak aktif di media sosial setelah aktif gym, Ulin mengakui menerima DM aneh-aneh dari cowok-cowok boti. 

Bahkan, dari yang Ulin dengar dari teman baiknya, ada saja teman sejurusan—mungkin karena iri—menilai Ulin dengan nyinyir: sekarang sok-sokan dan suka main perempuan, hanya karena Ulin sering unggah foto tubuh kekar-berotot dan gonta-ganti pacar. 

Ragu siapa yang benar-benar tulus

Sejak lulus kuliah dari PTN di Malang, Ulin diterima kerja di Surabaya. Penampilannya semakin glow up. Ia pun masih rutin menjalani aktivitas gym. Kini bahkan bertambah dengan aktivitas olahraga lain seperti lari hingga badminton. 

Selama kerja di Surabaya, Ulin mengaku baru pacaran sekali dan belum mencari pacar lagi setelah putus. Meskipun kalau ia coba-coba mendekati calon pacar baru, amat mudah tanpa hambatan. 

“Aku merasa ragu, siapa yang benar-benar tulus. Aku malah overthinking, jangan-jangan mereka mendekati aku cuma mandang fisik,” ucap Ulin. 

“Belakangan aku juga nemu cerita di medsos, ada cewek yang dulunya dihina gendut dan jelek. Setelah gym dan langsing, banyak cowok yang tiba-tiba mendekat. Itu bikin dia ragu juga buat nerima kalau ada cowok nembak,” tambahnya. 

Karena tidak menunjukkan ketertarikan secara serius ke perempuan, ujung-ujungnya Ulin didesas-desuskan sebagai seorang gay atau boti. Hadeh. 

Penulis: Muchamad Aly Reza

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Pengalaman Ngeri Nge-Gym di Malang, Jadi Incaran Cowok Gay Agresif hingga Dapat DM Membagongkan atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 11 Mei 2026 oleh

Tags: bentuk tubuh iedalgendutgymgym malanggym surabayakerja di surabayaMalangmanfaat gymmenurunkan berat badanolahraga turunkan berat badanptn malangtips menurunkan berat badan
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Kuliah menjadi mahasiswa di PTN PTS Malang bikin merasa tersesat karena fenomena menginapkan pacar di kos hingga kumpul kebo MOJOK.CO
Urban

Kuliah di Malang karena Label Kota Pelajar: Berujung “Tersesat” karena Menormalkan Perilaku Tak Wajar Mahasiswa

4 Mei 2026
Sigura-gura, Malang, slow living.MOJOK.CO
Urban

Omong Kosong Slow Living di Malang: Pindah Kerja Berniat Cari Ketenangan Malah Dibikin Stres, Nggak Ada Bedanya dengan Jakarta

11 April 2026
Sarjana Jurusan Agribisnis jualan keripik buah. MOJOK.CO
Sekolahan

Sibuk Jualan Sambil Kuliah daripada Jadi Mahasiswa “Kura-kura”, Lulusan Agribisnis Ini Sukses Dagang Keripik sampai Luar Negeri

11 Maret 2026
Orang Surabaya hina Malang. MOJOK.CO
Urban

Malang Dihina “Desa”, padahal Tempat Pelarian Terbaik bagi Orang Kota Surabaya yang Stres meski Punya Mal Mewah

5 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tangis haru Valentina di hadapan Gubernur Ahmad Luthfi karena bisa sekolah gratis lewat program Sekolah Kemitraan Pemprov Jawa Tengah MOJOK.CO

Sekolah Kemitraan di Jawa Tengah bikin Menangis Haru, Anak Miskin Bisa Sekolah Gratis dan Kejar Mimpi

8 Mei 2026
Efek rutin olahraga gym, dulu dihina gendut dan jelek kini banyak yang mendekat MOJOK.CO

Efek Gym: Dari Dihina “Babi” karena Gendut dan Jelek bikin Lawan Jenis Gampang Mendekat, Tapi Tetap Sulit Nemu yang Tulus

11 Mei 2026
Guru PPPK Paruh Waktu, guru honorer, pendidikan.MOJOK.CO

JPPI Kritik Aturan Baru SE Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026: Nasib 2,3 Juta Guru Non-ASN Terancam di Ujung Tanduk

8 Mei 2026
Semester 5 kuliah: Masa paling overthinking kepikiran ortu dan masa depan, percuma cari pelarian MOJOK.CO

Semester 5 Kuliah: Masa paling Overthinking bagi Mahasiswa karena Kepikiran Ortu dan Masa Depan, Percuma Cari Pelarian

5 Mei 2026
usaha mie ayam wonogiri.MOJOK.CO

Buka Usaha di Luar Pulau Jawa Kerap Gagal Bukan karena Klenik “Dikerjain” Akamsi, Ada Faktor Lain yang Lebih Masuk Akal

6 Mei 2026
Ketika Laki-laki Memakai V-neck, Dianggap Tebar Pesona dan Menentang Kodrat padahal Cuma Mau Modis MOJOK.CO

Ketika Laki-laki Memakai V-neck, Dianggap Tebar Pesona dan Menentang Kodrat padahal Cuma Mau Modis

5 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.