Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Urban

Bagi Pelari Kalcer, Kesehatan Tak Penting: Gengsi dan Diterima Sirkel Elite Jadi Prioritas Mereka

Shofiatunnisa Azizah oleh Shofiatunnisa Azizah
27 April 2026
A A
Pelari kalcer, fenomena olahraga lari

Ilustrasi - Pelari kalcer (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Lari dulunya hanyalah aktivitas olahraga biasa. Kini, lari dianggap olahraga “culture” dengan adanya fenomena pelari kalcer. Olahraga lari beralih dari tujuan kesehatan menjadi gaya hidup dan gengsi. 

***

Menurut aplikasi ekosistem perangkat Garmin, Garmin Connect, jumlah pelaku aktivitas lari meningkat sekitar 3 sampai 4 kali pada tahun 2024 hingga 2025 jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Peningkatan ini tidak hanya menunjukkan banyaknya orang yang berolahraga lari, melainkan juga mencerminkan olahraga lari yang kembali dipopulerkan. 

Di balik popularitas itu, fenomena yang disebut dengan pelari kalcer memegang peranan penting. Pelari kalcer merujuk pada fenomena gaya hidup yang tidak hanya melakukan aktivitas lari untuk kesehatan, tetapi difokuskan pada penampilan, outfit  yang bernilai mahal atau branded, dan eksistensi di media sosial.

Berbeda dengan olahraga lari biasa yang boleh pakai apa saja, pelari kalcer memiliki standar dan pakemnya tersendiri. Sebab yang utama bukan lari, melainkan gayanya.

Yang penting gaya, performa lari nomor dua

Salah satu pelari kalcer, Raufan (24) mengatakan, pelari kalcer merupakan sekumpulan orang-orang yang tidak hanya gemar berlari.

Mahasiswa di salah satu PTN di Jogja ini mengatakan, pelari kalcer menyukai aktivitas lari, tetapi tidak mau mengesampingkan kebutuhan gaya. Berkaca dari klub lari yang diikutinya di Jogja, ia menyebut, mereka lebih mengutamakan penampilan dibandingkan dengan performa lari.

“Definisi pelari kalcer menurut aku tuh ya orang-orang yang gemar berlari, tapi lebih ke memperhatikan outfit dibanding performa larinya,” kata dia kepada Mojok, Jumat (24/4/2026).

Menjelaskan lebih rinci, Raufan mengatakan, performa merujuk pada latihan rutin atau kebutuhan penunjang lari yang dilakukan oleh pelari umumnya. Dari sudut pandang pelari kalcer sepertinya, performa ini tidak lebih penting dari penampilan.

Ibaratnya, tampil dulu, hasil lari kemudian.

“Performa yang kumaksud itu tuh kayak seperti latihan rutin atau minum suplemen penunjang aktivitas lari, yang hal ini kan biasanya dilakukan dan dikonsumsi oleh orang-orang yang ahli di bidang itu,” kata dia.

“Mungkin lebih gampang dalam memahaminya tuh, pelari kalcer adalah orang yang berlari, namun memperhatikan estetika penampilan dan eksistensi di ruang digital,” tambahnya.

Salah satu contohnya, Strava menjadi aplikasi yang marak digunakan untuk mempertegas identitas pelari kalcer. Aplikasi berbasis GPS ini melacak, menganalisis, dan membagikan aktivitas lari. 

Iklan

Berdasarkan laporan Strava 2025, klub lari mengalami peningkatan hingga 3,5 kali lipat pada 2025. Laporan Strava juga menunjukkan peningkatan jumlah klub lari di Indonesia sebanyak 6 kali lipat pada tahun 2025. Pertumbuhan ini diikuti dengan jumlah pelari setiap bulannya.

Tren kalcer menarik lebih banyak pelari di Indonesia

Pertumbuhan jumlah pelari di Indonesia
Pertumbuhan jumlah pelari di Indonesia (Sumber: GoodStats)

Berdasarkan data, jumlah pelari di Indonesia mengalami tren kenaikan signifikan, meski fluktuatif. Dibandingkan enam bulan sebelumnya, pada Januari 2024, olahraga ini setidaknya mengalami 330 persen kenaikan. Totalnya, terdapat 242 ribu jumlah pelari per Mei 2025.

Peningkatan ini terjadi bersamaan dengan peningkatan partisipasi pada ajang lari, serta penyelenggaraan ajang itu sendiri. Asosiasi Lari Indonesia mencatat keikutsertaan dalam ajang lari meningkat hingga 30 persen pada 2025.

Jumlah ajang lari di Indonesia
Jumlah ajang lari di Indonesia (Sumber: GoodStats)

Ajang lari di Indonesia mencapai total yang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya, yakni sebanyak 558 acara yang tersebar di berbagai daerah, seperti Jakarta, Semarang, Jogja, Riau, Makassar, Palembang, dan kota-kota besar lainnya.

Jumlah ajang lari diperkirakan naik sebanyak 100 event pada tahun 2025, dibandingkan tahun 2024 sebanyak 458 acara terselenggara. Ajang lari seolah-olah menjadi salah satu kesempatan pelari kalcer untuk tampil. 

Tidak hanya berpartisipasi, ajang lari memungkinkan mereka untuk berjejaring dengan sesama pelari kalcer. Melacak performa melalui Strava untuk diunggah ke Instagram, dengan tidak luput menyertakan postingan outfit yang dikenakan.

Baca halaman selanjutnya…

Harga mahal yang harus dibayar untuk beli outfil demi disebut pelari kalcer

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 28 April 2026 oleh

Tags: cabang olahragafomogarminkomunitas larikomunitas lari jogjaolahragaolahraga laripelari kalcerrekomendasi sepatu laristravatren lari
Shofiatunnisa Azizah

Shofiatunnisa Azizah

Artikel Terkait

Tren kalcer dan monopoli olahraga bikin gowes (bersepeda) jadi terlalu ambisius MOJOK.CO
Urban

Tren Kalcer dan Monopoli Olahraga bikin Gowes Jadi Terlalu Ambisius, Mau Sekadar Bersepeda tapi Malu Dicap Cupu

3 Juni 2026
tren olahraga kalcer.MOJOK.CO
Urban

Tren dan FOMO Olahraga “Kalcer” yang Mahal Lahir karena Minimnya Fasilitas Publik di Perkotaan

29 Mei 2026
Cara Gen Z memulihkan hati dengan lari dan menanam bibit pohon lewat program OAOT. MOJOK.CO
Jagat

Obati Patah Hati dengan Lari 176 km: Cara Gen Z Menebus Dosa Lingkungan Sambil Jadi Pelari Kalcer

14 Februari 2026
FOMO Finansial: Akhir Bulan yang Cemas Karena Gaji Tak Cukup dan Rayuan Berinvestasi MOJOK.CO
Tajuk

FOMO Finansial: Akhir Bulan yang Cemas karena Gaji Tak Cukup dan Rayuan Berinvestasi

2 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kerja di Jakarta, Cara Terbaik Buat Melihat Sisi Buruk Manusia adalah Kerja di F&B.mojok.co

FnB di Jakarta Bikin Sengsara Pekerjanya: Bisnis Elite tapi Gaji Karyawannya Seuprit, yang Dimiliki Artis bahkan Lebih Tak Manusiawi

2 Juni 2026
Sebat Bareng menjadi upaya sederhana merespons kampanye Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS). Berlangsung di 16 daerah MOJOK.CO

Sebat Bareng di 16 Kabupaten/Kota: Cara Sederhana Tolak Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Pengingat Industri Kretek Masih Dibutuhkan Indonesia

31 Mei 2026
Pesona Gerabah Lukis Khas Klaten di Festival Sepeda Internasional, Sukseskan Misi Kebudayaan yang Memukau Bule.MOJOK.CO

Pesona Gerabah Lukis Khas Klaten di Festival Sepeda Internasional, Sukseskan Misi Kebudayaan yang Memukau Bule

4 Juni 2026
Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara MOJOK.CO

Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara

5 Juni 2026
Campus League Basketball 2026 Regional Jakarta Season 1 tidak hanya jadi panggung prestasi basket, tapi juga warna baru solusi mobilitas masa depan anak muda dengan motor listrik Polytron MOJOK.CO

Puncak Campus League Basketball 2026 Jakarta S1: Tak Hanya Jadi Panggung Basket tapi Juga Hadirkan Solusi Mobilitas Masa Depan Anak Muda

2 Juni 2026
Waisak 2026 di Candi Borobudur Magelang jadi momentum bagi sebuah keluarga Buddha asal Temanggung untuk meluruhkan ego diri MOJOK.CO

Waisak di Borobudur untuk Meluruhkan Ego Diri, Menerima Kesadaran atas Renungan “Hidup untuk Apa di Dunia Fana?”

31 Mei 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.