Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Urban

Bagi Pelari Kalcer, Kesehatan Tak Penting: Gengsi dan Diterima Sirkel Elite Jadi Prioritas Mereka

Shofiatunnisa Azizah oleh Shofiatunnisa Azizah
27 April 2026
A A
Pelari kalcer, fenomena olahraga lari

Ilustrasi - Pelari kalcer (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Harga mahal yang harus dibayar untuk disebut pelari kalcer

Kesempatan memamerkan lari menjadi penting apabila menggunakan sudut pandang pelari kalcer. Raufan mengatakan, pelari kalcer mengutamakan gengsi, utamanya dalam komunitas lari.

Ketika tergabung dalam komunitas pelari kalcer, kata dia, penampilan lari diperhatikan. Salah satunya, sepatu lari haruslah yang bernilai mahal dan “culture”.

“Menjadi penting itu karena gengsinya tinggi. Apalagi tergabung dalam komunitas dengan teman-teman yang menggunakan sepatu mahal dan bagus, kalcer,” kata Raufan.

Dia merincikan, rata-rata outfit yang digunakan oleh pelari  kalcer antara lain brand Asics, Adidas, dan New Balance untuk sepatu. Manta Liberta, SUVS, Duraking, Aspro, dan Asics untuk baju. Oakley dan Goodr untuk kacamata.

Namun demikian, outfit yang disebutkan tidak bersifat mutlak. Merek ini bersumber dari pengamatan Raufan dalam komunitas pelari kalcer. Pemuda asal Sumatra ini juga mengatakan, standar tersebut tidak diwajibkan dalam klub lari.

Hanya saja, pembahasan seputar itu tentu ada.

“Sebenarnya nggak ada peraturan kayak gitu yang tertulis. Cuma ketika ngumpul after lari, obrolan nggak jauh-jauh dari pembahasan outfit lari,” kata dia.

Akibatnya, mau tidak mau, pelari kalcer menjaga penampilan yang sama dengan titelnya. Ini juga berpengaruh dalam rasa percaya diri, meski terkesan mengikuti tuntutan tren yang berkembang.

“Semisal kita nggak pakai outfit kalcer, kita jadi minder mau ngumpul bareng komunitas. Kayak mau nggak mau dituntut oleh tren yang sedang viral,” tambahnya.

Dosen Antropologi FISIP Universitas Airlangga (Unair), Rizky Sugianto Putri, menilai tren ini positif. Meskipun memunculkan kesan fear of missing out atau FOMO di kalangan generasi muda, dosen muda yang dipanggil Kiki ini menyorotinya sebagai FOMO yang berpengaruh baik.

“Jadi aku membuat istilah ‘FOMO positivity’ yang mana generasi muda menilai FOMO dalam konteks membawa pengaruh baik bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar. FOMO dalam hal olahraga, tentu saja, adalah hal positif,” kata dia, dikutip dari laman Unair. 

Penulis: Shofiatunnisa Azizah

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Sempat “Ngangong” Saat Pertama Kali Nonton Olahraga Panahan, Ternyata Punya Teropong Sepenting Itu dan artikel liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 28 April 2026 oleh

Tags: cabang olahragafomogarminkomunitas larikomunitas lari jogjaolahragaolahraga laripelari kalcerrekomendasi sepatu laristravatren lari
Shofiatunnisa Azizah

Shofiatunnisa Azizah

Artikel Terkait

Cara Gen Z memulihkan hati dengan lari dan menanam bibit pohon lewat program OAOT. MOJOK.CO
Jagat

Obati Patah Hati dengan Lari 176 km: Cara Gen Z Menebus Dosa Lingkungan Sambil Jadi Pelari Kalcer

14 Februari 2026
FOMO Finansial: Akhir Bulan yang Cemas Karena Gaji Tak Cukup dan Rayuan Berinvestasi MOJOK.CO
Tajuk

FOMO Finansial: Akhir Bulan yang Cemas karena Gaji Tak Cukup dan Rayuan Berinvestasi

2 Februari 2026
Mohammad Turi, doktor termuda Unesa. MOJOK.CO
Kampus

Olahraga Jadi Alasan Hidup Pemuda Asal Madura Ini usai Ayah dan Ibu Tiada, hingga Raih Gelar Doktor Termuda di Unesa dengan IPK Sempurna

20 November 2025
Fitbar Mojok.co
Kilas

Lari Sambil Nikmati Kopi dan Pastry, Fitbar Hadirkan Shake Out Run Pertama di Indonesia

15 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman Mojok.co

Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman

27 April 2026
Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026 undang pecinta sepeda dari seluruh negeri hingga internasional MOJOK.CO

Klaten International Cycling Festival 2026: Gowes Asyik Sepeda Klasik di Klaten bareng Pencinta Sepeda Mancanegara

28 April 2026
kurir dan driver ShopeeFood. MOJOK.CO

Membiasakan Ngasih Tip Kurir ShopeeFood meski Kita Bukan Orang Mapan: Uang 5 Ribu Nggak Bikin Jatuh Miskin, Tapi Sangat Berarti buat Mereka

28 April 2026
Sulitnya menjadi orang dengan attachment style avoidant. MOJOK.CO

Sulitnya Menjadi “Avoidant” Menjelang Usia 25, Takut Terlalu Dekat dengan Orang Lain hingga Pesimis Menikah

24 April 2026
Hidup mati pekerja Jakarta harus tetap masuk, menerjang arus dari Bekasi

Menjadi Guru Honorer di Jakarta Tetap Sama Susahnya dengan di Daerah: Gajinya Cuma Seperempat UMR, Biaya Hidupnya 2 Kali Pendapatan

29 April 2026
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, akan beri pendampingan korban daycare Little Aresha dan akan lakukan sweeping MOJOK.CO

Sweeping Daycare di Kota Yogyakarta, Langkah Emergency yang Harus Dilakukan agar Kasus Serupa Little Aresha Tak Terulang

27 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.