Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kabar

Kampung Menari Hasta Budaya, Wadah Gratis Warga Gowongan Lestarikan Tari Klasik Jogja

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
6 Agustus 2026
A A
Kampung Menari Hasta Budaya, Wadah Gratis Warga Gowongan Lestarikan Tari Klasik Jogja.MOJOK.CO

Kampung Menari Hasta Budaya, Wadah Gratis Warga Gowongan Lestarikan Tari Klasik Jogja (dok. Jogjakota.go.id)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kini, warga di Kelurahan Gowongan, Kemantren Jetis, Kota Jogja, mempunyai tempat khusus untuk belajar sekaligus merawat tradisi tari klasik Jogja. Melalui inisiatif Kampung Menari Hasta Budaya, masyarakat dari segala rentang usia, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia, bisa mengikuti latihan tari secara rutin tanpa dipungut biaya sepeser pun.

Berdasarkan informasi dari situs resmi Pemkot Jogja, kegiatan latihan tari ini dijadwalkan secara rutin dua kali dalam seminggu, tepatnya pada Jumat sore dan Sabtu pagi di area Pendopo Kelurahan Gowongan.

Iklan

Di sana, para peserta diajarkan ragam tarian klasik khas keraton, seperti Tari Klana Topeng dan Golek Menak.

Terkait program ini, Lurah Gowongan, Tika Andriatiavita, menekankan bahwa kegiatan tersebut sangat inklusif dan merangkul semua kalangan.

“Latihan ini diperuntukkan bagi semua warga, dari anak-anak, remaja, dewasa hingga lansia. Semuanya gratis sehingga masyarakat bisa ikut belajar tanpa pusing memikirkan biaya,” ujar Tika, Minggu (2/8/2026).

Fasilitasi perlengkapan tari untuk warga

Pemerintah Kelurahan Gowongan sangat memahami bahwa ketiadaan perlengkapan sering kali membuat warga ragu untuk ikut serta. Oleh karena itu, pihak kelurahan mengambil langkah solutif dengan menyediakan sampur atau selendang tari yang bisa dipakai oleh para peserta selama sesi latihan berlangsung.

Menurut Tika, fasilitas peminjaman ini disiapkan agar warga yang belum memiliki selendang tetap percaya diri untuk berbaur dan menari bersama.

“Jadi, alasan belum atau tidak punya selendang tidak lagi menjadi penghalang bagi warga yang bersemangat ingin belajar menari,” tambahnya.

Praktis, Kampung Menari Hasta Budaya tidak sekadar menjadi pusat pelestarian gerakan seni, melainkan juga berfungsi sebagai ruang interaksi sosial lintas generasi. Rutinitas budaya ini diharapkan terus hidup sebagai denyut aktivitas warga, sekaligus membuka akses pendidikan seni yang setara tanpa terhalang tembok usia maupun kondisi finansial.

Dukungan pengembangan kampung wisata di Jogja

Aktivitas kebudayaan komunal seperti di Kelurahan Gowongan ini sangat sejalan dengan visi Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja.

Saat ini, pemerintah kota memang tengah gencar meningkatkan daya tarik pariwisata melalui pengembangan destinasi wisata berbasis komunitas atau kampung wisata.

Wakil Wali Kota Jogja, Wawan Harmawan, menyampaikan bahwa setiap kampung wisata pada dasarnya “menjual” potensinya masing-masing, dan hal tersebut sangat potensial untuk terus dikembangkan secara berkelanjutan.

“Kampung wisata dirasa mampu memberikan pengalaman yang berbeda kepada wisatawan, karena menyuguhkan kekhasan budaya asli dan keseharian masyarakat setempat,” jelas Wawan.

Ia juga mencatat kebanggaannya karena saat ini sudah ada beberapa kampung wisata di Kota Jogja yang pamornya meroket hingga tingkat nasional berkat suguhan atraksi budayanya yang otentik dan unik.

Iklan

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchmad Aly Reza

Sumber: Jogjakota.go.id

BACA JUGA: Cara Warga Wirobrajan Hadapi Keterbatasan Lahan: Mengubah Tembok Kampung Menjadi Kebun Sayur atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 6 Agustus 2026 oleh

Tags: Belajar tari klasik JogjaKampung Menari Hasta Budayakampung wisata jogjaKelurahan Gowongan JogjaLatihan tari gratis JogjaTari Golek Menak dan Klana Topeng
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Kampung wisata di Jogja, salah satunya Kampung Wisata Purbayan di Kotegede. MOJOK.Co
Kilas

5 Kampung Wisata di Jogja Cocok untuk Liburan

25 April 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Polemik IKAPI DIY dan toko buku Jogja perihal harga murah MOJOK.CO

Narasi “Harga Murah” Pameran Buku IKAPI DIY Singgung Toko Buku Jogja, Kalimat yang Tidak Seharusnya Keluar

5 Agustus 2026
Tangan-tanga pembuat apem ya qowiyyu: alasan kue tradisional khas Jatinom, Klaten, tak lekang waktu MOJOK.CO

Tangan-tangan Pembuat Apem Ya Qowiyyu: Alasan Kue Tradisional Jatinom Klaten Tak Lekang Waktu

4 Agustus 2026
Ilustrasi perantau dari desa.MOJOK.CO

Tangis Sunyi Para Perantau: Uang Habis Untuk Hidupi Keluarga, tapi Dicap Durhaka karena Jarang Pulang dan “Tak Hadir” di Orang Tua

3 Agustus 2026
Di Balik Lanyard Startup Jaksel: Digembleng Target Tinggi, Digaji Pas-pasan MOJOK.CO

Di Balik Lanyard Startup Jaksel: Digembleng Target Tinggi, Digaji Pas-pasan

3 Agustus 2026
Kemiskinan DIY menurun. MOJOK.CO

Jumlah Orang Miskin di Yogyakarta Berkurang, Penurunannya Jadi yang Tertinggi di Jawa pada Maret 2026

6 Agustus 2026
Pesan Menohok dari Ibu: Saat Doa Menjadi Satu-satunya Kuliah, Permintaan dan Jangan Sampai Tiang Itu Roboh di Perantauan MOJOK.CO

Ortu Rela Melepas Anaknya Kuliah Mengejar Mimpi, tapi Dihantui Rasa Takut Salah Pergaulan di Perantauan

31 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.