Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Otomojok

Pengalaman Saya Ditipu Showroom Motor Bekas nan Laknat Saat Membeli Honda Vario 125

Alfath Ramadhan oleh Alfath Ramadhan
22 Maret 2021
A A
Pengalaman Saya Ditipu Showroom Motor Bekas nan Laknat Saat Membeli Honda Vario 125 MOJOK.CO

Pengalaman Saya Ditipu Showroom Motor Bekas nan Laknat Saat Membeli Honda Vario 125 MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Berkat kepolosan saya soal otomotif, bakul motor bekas itu sukses menipu saya ketika membeli Honda Vario 125 bekas. Nyesek banget.

Sebagai madesu kesiangan yang udah muak bepergian naik motor pinjamana milik saudara, suatu hari saya memutuskan untuk beli motor baru hasil dari menabung. Buat saya, motornya memang baru. Tapi, bagi motornya, dia bekas pakai orang lain. maklum, duitnya cuma cukup beli yang bekas.

Siang itu, saya berjalan sambil membusungkan dada menuju showroom motor bekas. Gaya berjalan saya kayak orang kaya padahal cuma megang duit sejuta rupiah. Dan showroom  yang saya tuju adalah warung semi-permanen lebih mirip warung soto ketimbang tempat jualan motor bekas di pinggir jalan. Kita sebut aja showroom biar agak keren.

Di barisan depan berderet motor sport. Di belakangnya, motor matik dijejer rapi. Dan saya sendiri langsung jatuh cinta ketika kali pertama melihat Honda Vario 125 tahun 2017. Harganya cuma Rp6 juta lebih dikit. Kenapa saya pilih motor itu? Ya karena duit saya cuma cukup buat ambil Honda Vario 125.

Karena nggak paham otomotif, bincang-bincang saya dengan orang showroom perihal Honda Vario 125 bekas itu nggak berlangsung lama, dan nggak mendetail pula. Orang showroom cuma bilang kalau Honda Vario 125 ini adalah pilihan tepat. Body mulus, mesin bagus, dan belum ada kerusakan berarti.

Satu omongan bakul motor bekas yang paling bikin saya percaya adalah ketika bilang, “Motor bekas ini punya teman dekat saya, Mas. Teman saya itu telaten merawat motor ini.” Kayak dihipnotis, saya iya-iya aja. Kayak cowok yang manut ketika dinasehati pacar, tapi ngambek kalau dibilangin sama ibunya.

Saat itu, saya sempat mencoba Honda Vario 125 itu. Saya, yang nggak ngerti otomotif, merasa nggak ada masalah dengan motor bekas ini. Rasanya kayak sama aja seperti saya mengendarai motor saudara saya yang mesinnya tokcer itu. Tolong kegoblokan laki-laki polos ini jangan ditiru.

Merasa sudah nyaman, dengan polosnya, saya bayarin tuh Honda Vario 125 bekas. Pergi jalan kaki, pulang bawa motor. Udah berasa crazy rich.

Satu minggu kemudian, saudara saya iseng pengin nyobain motor baru saya. Setelah test drive melewati tiga kecamatan, akhirnya dia kembali lalu bilang:

“Kamu yakin motor ini sehat?”

“Loh emang kenapa? Ada yang salah?”

Saudara saya tidak menjelaskan lebih lanjut. Bukan karena malas, tapi saya yang nggak bakal paham soal permesinan Honda Vario 125. Dia mengajak saya untuk ganti oli di bengkel resmi.

Kembali, saya iya-iya aja.

Di bengkel resmi Honda, setelah ganti oli, pak montir geleng-geleng ketika berjalan ke arah saya. Dia menyuruh saya untuk mencoba motor bekas itu. Setelah saya coba, gimana ya, nyesek deh kalau diceritain.

Iklan

Saya yang nggak paham otomotif saja langsung ngerasa motor bekas ini nggak sehat. Saya ketipu sama tampilan body sementara mesinnya ancur parah.

Jadi, setelah diperiksa, ternyata motor bekas ini punya banyak masalah. Pak montir mendirikan motor ini dengan standar ganda, nah ketika mesin dinyalakan, roda belakang Honda Vario 125 ini berputar terlalu kencang menandakan ada komponen per puli dalam CVT sudah kendur. Selain itu, oli shockbreaker Honda Vario 125 ini ternyata bocor. Dan masih ada beberapa masalah lainnya yang saya nggak paham istilahnya.

Pak montir menyarankan saya untuk mengajukan garansi. Namun, sayangnya, showroom laknat itu tidak memberikan garansi. Jangankan memberi, membahas pun tidak.

Setelah itu, pak montir yang budiman itu memberikan penjelasan tentang “belangnya” beberapa showroom. Saya tuliskan di sini biar kalian juga bisa belajar dari kesalahan saya.

Pertama, ada banyak penjual motor bekas yang cuma mikirin keuntungan. Mereka sengaja menghaluskan suara motor agar pembeli yang polos macam saya mudah percaya.

Sering terjadi, motor bekas kayak Honda Vario 125 ini dijual dengan komponen mesin yang sudah aus. Untuk itu, beberapa pedagang motor bekas menambahkan oli yang tingkat kekentalannya tinggi. Dengan begitu suara bising dan kasar pada motor tidak terdengar lagi.

Kedua, mengganti suku cadang asli dengan yang palsu. Suku cadang yang asli dijual terpisah. Suku cadang yang sering diganti, biasanya adalah slebor, lampu, velg, dan yang paling sering adalah komponen pengapian dan mesin, serta spedometer.

Angka odometer pada spedometer sering diganti dengan yang angkanya lebih rendah. Main rendah angka odometer, harga jual motor bekas makin tinggi.

Pak montir juga memberikan tips memilih showroom motor bekas yang bisa dipercaya. Pertama, pilih showroom motor bekas yang terpercaya. Kamu bisa menemukan banyak ulasan showroom terpercaya di internet.

Kedua, pilih yang berani memberi garansi. Biasanya, pedagang yang jujur pasti berani kasih garansi bila ada kerusakan (kecuali human error). Rata-rata, garansi yang disediakan oleh pedagang itu selama dua bulan.

Ketiga, ajak orang lain yang ngerti motor. Jangan ketipu sama harga, tampilan luar, dan bacotan tipu muslihat pedagang motor bekas kayak saya. Dari luar, Honda Vario 125 ini terlihat keren. Eh, dalamnya udah uzur.

“Kasihan, kamu, Mas, kena tipu bakul motor bekas,” kata pak montir.

“Kalau Bapak kasihan, servisnya gratis, dong.”

“Ya nggak, toh, Mas. Habis banyak, lho, ini servisnya.”

Saya cuma bisa nyengir. Asudahlah.

BACA JUGA 5 Motor Bekas yang Paling Diburu dan tulisan lainnya di rubrik OTOMOJOK.

Terakhir diperbarui pada 22 Maret 2021 oleh

Tags: honda variokena tipuMotor Bekaspenipuanpenipuan motor bekasservis motorservis motor hondavario
Alfath Ramadhan

Alfath Ramadhan

Lahir di Bogor. Suka hujan-hujan.

Artikel Terkait

Supra Fit: Motor Honda yang Bikin Kecewa dan Gak Bikin Bangga MOJOK.CO
Otomojok

Supra Fit: Motor Honda yang Nggak Bisa Saya Banggakan Bahkan Sempat Bikin Kecewa, tapi Justru Paling Berjasa Sampai Sekarang

21 April 2026
Vario 160 Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Honda MOJOK.CO
Pojokan

Vario 160 Adalah Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Motor Honda, tapi Sejauh Ini Menjadi Matik Terbaik yang Tahan Siksaan

3 April 2026
Dihina dan dijauhi tongkrongan hanya karena naik motor Honda BeAT. Tidak memenuhi standar sinematik ala Yamaha Aerox, NMax, dan Vario MOJOK.CO
Sehari-hari

Standar Keren Kabupaten: Pakai Motor BeAT Dihina dan Dijauhi Circle Aerox, NMax, dan Vario karena Tak Masuk Konsep Sinematik

12 Maret 2026
Ilustrasi Honda Vario Sumber Derita dan Bikin Gila di Jalanan Surabaya (Wikimedia Commons)
Pojokan

Honda Vario Adalah Motor yang Paling Menderita di Surabaya: Mesin Loyo Itu Sengsara Dihajar Jalan Rusak

6 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Keresahan Ibu-Ibu Usai Terbongkarnya Kasus Daycare Little Aresha: Gaji Ortu Semungil itu Harus Berhadapan dengan Absennya Negara dan Sesama WNI Jahat MOJOK.CO

Keresahan Ibu-Ibu Usai Terbongkarnya Kasus Daycare Little Aresha: Gaji Ortu Semungil itu Harus Berhadapan dengan Absennya Negara dan Sesama WNI Jahat

27 April 2026
Minyak wangi cap lang lebih bagus dari FreshCare. MOJOK.CO

Anak Usia 30-an Tak Ingin FOMO Pakai FreshCare, Setia Pakai Minyak Angin Cap Lang meski Diejek “Bau Lansia”

27 April 2026
Kerja di Jakarta naik transum kereta KRL

KRL adalah “Arena Perjuangan” Pekerja Jakarta: Tak Semua Orang Sanggup, Hanya Manusia Kuat yang Bisa

29 April 2026
perubahan iklim, cuaca ekstrem mojok.co

Cuaca Ekstrem Tak Menentu, Pakar UGM: Bukti Nyata Perubahan Iklim

24 April 2026
Romantisasi bunuh diri di Jembatan Cangar Mojokerto harus dihentikan MOJOK.CO

Ironi Jembatan Cangar Mojokerto: Berubah Jadi Titik Bunuh Diri Gara-gara Salah Kaprah Diromantisasi hingga Menginspirasi

24 April 2026
Setelah Little Aresha, Mengapa Orang Tua Tetap Harus Percaya pada Daycare? MOJOK.CO

Setelah Little Aresha, Mengapa Orang Tua Tetap Harus Percaya pada Daycare?

29 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.