Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Malam Jumat

Arwah Penasaran Korban Tumbal Meneror Satu Kampung

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
27 Februari 2020
A A
hantu arwah penasaran ceruta horor cerita hantu cerita seram korban tumbal meneror mojok.co

hantu arwah penasaran ceruta horor cerita hantu cerita seram korban tumbal meneror mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO –  Ada rumor Joko menjadi arwah penasaran karena kematiannya akibat dijadikan tumbal. Namun, Bambang tak memercayainya.

Raut wajah Bambang saat itu terlihat tidak menyenangkan. Duduk di bangku parkiran rumah sakit, Bambang tidak mengucap sepatah kata pun meski di tempat itu dia tidak sendiri. Bambang lalu mengambil rokok yang tergeletak dan ia sulut. Setelah satu sedotan, dia terlihat agak tenang.

Iklan

“He, Pak, itu tadi rokoknya siapa, asal ambil aja,” protes Soni Sempak.

“Nggak tahu, pokoknya aku isep aja. Anggap aja sila kelima Pancasila,” balas Bambang.

Tak mau berdebat, Soni memilih untuk bertanya kenapa Bambang terlihat lesu. Bambang tadinya semangat ketika katanya ada perintah untuk menjemput pasien. Tapi pulangnya dia malah tampak lesu.

“Son, aku tadi jemput Melati tetanggaku. Dia gantung diri di kamar, tapi untung selamat gara-gara ditemuin sama Bapaknya dan aku nganter ke rumah sakit ditemani Bowo pakdenya Melati. Kampungku lagi gawat, Son. Dalam waktu berdekatan hampir ada dua orang meninggal, yang satu malah jadi arwah penasaran.”

“Lho, si Joko jadi arwah gentayangan, Pak? Jadi rumor itu ternyata si Joko?”

“Iya, Son. Dia meninggalnya juga bunuh diri. Tapi, rumor yang beredar, dia meninggal karena jadi tumbal. Ada yang ketemu hantunya dan arwah Joko itu minta tolong. Tapi menurutku itu bohong, Son. Orang-orang paling nggak mau ikhlasin utangnya si Joko. Aku nggak percaya kalau belum ketemu sendiri.”

Joko meninggal gantung diri di rumahnya. Rumahnya akhirnya kosong tak berpenghuni. Tidak satu pun orang berani lewat rumah Joko setelah jam 9 malam. Kampung yang sebenarnya ramai jadi sepi semenjak kematian Joko. Beredar kabar Joko gentayangan dan sering menakuti orang yang melewati rumahnya.

Sif Bambang berakhir jam 9, namun karena keasyikan main samgong, dia pulang jam 11 setelah dimarahi istrinya. Dia pulang naik motor pelan-pelan. Sesampainya di gapura kampung, Bambang mulai kepikiran untuk iseng. Dia ingin membuktikan kalau orang kampung itu hanya bohong tentang cerita arwah penasaran Joko. Maka Bambang dengan membelokkan motor ke arah rumah Almarhum Joko.

Baru jam 11, suasana sudah sepi. Biasanya masih ada anak muda madesu yang mabuk-mabukan, tapi sekarang warga memilih menutup pintu rumahnya rapat-rapat. Bambang jadi teringat game yang dimainkan anaknya, kalau nggak salah namanya Residen Avril.

Kediaman Joko tinggal 3 rumah lagi, dan sejauh ini baik-baik saja.

“Arwah penasaran mah kecil. Jenazah aja sering kuajak ngobrol,” gumam Bambang.

Tiba-tiba motor Bambang mogok, Jupiter Z kreditan itu mendadak mati. Bambang mulai bergidik, masak orang gentayangan bisa matiin mesin. Kok sangar. Tapi Bambang tak ambil pusing, dorong saja toh sudah dekat ini.

Iklan

Mendekati rumah Joko, Bambang melihat seseorang berdiri di depan pagar. Bambang lalu memanggil orang tersebut. “Mas, mau nagih utang swargi Joko ya? Besok aja, jam segini masak nagih utang.”

Orang tersebut tidak menengok ke arah Bambang. Karena gelap Bambang pun tidak bisa melihat dengan jelas muka orang tersebut. Tapi apa yang diucapkan orang itulah yang membuat Bambang gemetaran.

“Aku Joko, Pak Bambang. Tolong aku, Pak.”

Bambang akhirnya melihat siapa orang itu. Ternyata rumor arwah penasaran itu benar, orang itu ternyata Joko. Joko mendekati Bambang perlahan, yang masih mematung karena ketakutan. Tiba-tiba saja kepala Joko putus dan belatung keluar dari leher Joko. Leher almarhum Joko memang patah sewaktu dimakamkan.

Tangan Joko meraih kepalanya yang terjatuh dan memberikannya kepada Bambang. “Pak, tolong, Pak… kepalaku hilang, Pak….”

Bambang langsung mengumpat. “Cocotmu suwek! Aku ra weruh ndasmu neng endi. Mbok tulung, Jok, aku ojo diwedeni. Jan dewe konco kentel. Jok, cicilanku akeeeh, Jok.”

Joko langsung mundur sembari masih memegangi kepalanya. Belatung-belatung gemuk yang berpesta berjatuhan dari leher Joko. Bambang tidak menyangka bahwa uji nyali iseng malah membuat dirinya bertemu arwah penasaran tetangga. Ia langsung mendorong motornya sambil setengah berlari. Dua rumah terlewat, tiba-tiba motornya hidup. Bambang pun langsung gas pol motornya.

Tapi dia masih bisa mendengar Joko teriak kepadanya, dan itu membuat dia bingung.

Esok harinya Bambang meminta kepala desa dan kepolisian untuk mengecek kuburan Joko sekali lagi. Ternyata setelah digali, yang dikatakan Joko semalam benar. Kepala Joko hilang, dan dia gentayangan untuk memberi tahu orang-orang.

Di ujung desa, Pak Busrowi membuka pintu. Bowo berdiri di depan pintu dan menatap tajam Busrowi. Mereka tidak membahas isu arwah penasaran, tapi mereka akan membahas sesuatu yang penting.

“Bowo, tumbalnya kurang satu. Ponakanmu, Melati, selamat.”

BACA JUGA Cerita Anak Indigo yang Menderita karena Bisa Melihat Masa Depan dan cerita syeram lainnya di MALAM JUMAT.

Terakhir diperbarui pada 27 Februari 2020 oleh

Tags: arwah penasarangantung diripesugihantumbal
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

Penjual Makanan Laris Dikit Dituduh Pesugihan, Kebodohan yang Kita Pelihara dan Rayakan
Pojokan

Penjual Makanan Laris Dikit Dituduh Pesugihan, Kebodohan yang Kita Pelihara dan Rayakan

18 Mei 2026
Toko Buah Horor di Sudut Kota Jogja MOJOK.CO
Malam Jumat

Toko Buah Horor di Sudut Kota Jogja: Tentang Sosok Hantu Perempuan yang Muncul dari Tempat yang Tidak Terduga

22 Mei 2025
Film Qodrat 2: Ketika Perempuan Buruh Pabrik Dieksploitasi Kapital sekaligus Jadi Tumbal.MOJOK.CO
Seni

Film Qodrat 2: Ketika Perempuan Buruh Pabrik Dieksploitasi Kapital sekaligus Jadi Tumbal

23 Maret 2025
Nasib Orang Wedi Kerja di Luar Negeri: Orang Tua di Klaten Malah Dianggap Punya Tuyul MOJOK.CO
Ragam

Nasib Orang Wedi Kerja di Luar Negeri: Orang Tua di Klaten Malah Dianggap Punya Tuyul

16 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Kisah sebuah desa di Kebumen, Jawa Tengah, yang bangkit dari kemiskinan MOJOK.CO

Cerita Desa di Kebumen Bangkit dari Kemiskinan: Punya Rumah Layak Huni, Modal Usaha, hingga Pengembangan Peternakan

14 Juli 2026
Anak miskin di Yogyakarta masuk Sekolah Rakyat. MOJOK.CO

Saat Kemiskinan Memaksa Anak Lebih Dewasa sebelum Waktunya, Sekolah Rakyat Jadi Pilihan Satu-satunya

20 Juli 2026
Mahindra Scorpio, mobil pick up mewahnya Koperasi Merah Putih MOJOK.CO

Pengalaman mengendarai dan mengomentari Mahindra Scorpio, mobil pick up Koperasi Merah Putih yang terlalu bagus di depan Pak Babinsa langsung

21 Juli 2026
Beli Saham karena Finfluencer, Rugi Ditanggung Sendiri? MOJOK.CO

Beli Saham karena Finfluencer, Rugi Ditanggung Sendiri?

20 Juli 2026
Konten Kreator Perjalanan dapat pelajaran hidup di Lombok. MOJOK.CO

Konten Kreator Perjalanan Nyaris Luntang-lantung karena Tak Punya Uang, Malah Menangis Saat Meninggalkan Lombok

21 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.