Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Urban

Gagal CPNS karena Dipaksa Orang Tua usai Lulus dari Unair, Pilih “Melarikan Diri” ke Bali daripada Overthinking dan Hidup Bahagia

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
13 April 2026
A A
Gagal daftar CPNS usai lulus Unair, pilih slow living di Bali. MOJOK.CO

ilustrasi - gagal cpns dan pilih kerja di Bali. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

“Kamu tuh lulusan Unair loh, kenapa nggak masuk CPNS?” tiru Mega saat orang tuanya mulai menyindir, “aku marah banget rasanya, kayak kesal dibanding-bandingin terus,” lanjutnya.

Saking putus asanya mendapat kerja sekaligus jengah mendengar hal itu, Mega pun menuruti permintaan orang tuanya untuk daftar CPNS tapi gagal. Untungnya, Mega punya saudara yang menjadi support system di rumahnya. 

Saudaranya ini juga menyarankan Mega untuk mengikuti MT di salah satu tempat kerjanya. Mega mau-mau saja mengikuti saran tersebut. Ia tak mau tebang pilih. Toh, selama ini ia sudah mengirim ratusan lamaran kerja tapi tak kunjung berhasil.

Masalahnya, Mega tak menyangka kalau tes seleksi MT itu bakal full menggunakan Bahasa Inggris, sementara ia merasa kemampuannya masih kurang. Begitu pula saat wawancara bersama HRD. 

“Akhirnya aku gagal karena cuma bisa komat-kamit. Bahasa Inggrisku compang-camping,” kata Mega.

Bukannya sedih karena gagal, pengalaman itu malah bikin Mega semangat untuk melatih Bahasa Inggrisnya, mengingat mimpinya yang juga ingin kerja di Bali. Dibantu kakaknya, Mega akhirnya les Bahasa Inggris di sebuah lembaga kursus selama beberapa bulan.

Bisa kerja di Bali dan hidup bahagia

Setelah merasa Bahasa Inggrisnya lancar, Mega akhirnya mencoba daftar kerja di Bali. Beruntung, saat itu ia mendapatkan kesempatan dari kakak tingkatnya Unair yang kerja di bidang perhotelan. 

“Aku lumayan dekat dengan dia, karena dari SMP sampai kuliah di Unair selalu bareng,” kata Mega.

Pada akhirnya, Mega pun memutuskan untuk merintis kariernya di Bali, dan bekerja di salah satu hospitality business di sana. Ia mengaku lebih bahagia dengan pekerjaannya yang sekarang alih-alih menjadi PNS. 

Ia juga bersyukur karena ilmu yang didapatkan dari Unair tidak sia-sia. Bahkan di Bali, ia bertemu banyak orang yang memiliki perspektif unik. Sesekali ia juga bisa main ke alam, salah satunya pantai, spot favoritnya untuk beristirahat.

“Aku yang dulunya sempat menyesal masuk Unair di jurusan kurang top, sekarang malah bersyukur karena ilmu itu sangat bermanfaat ketika aku kerja di Bali,” kata Mega.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi dan artikel liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 21 April 2026 oleh

Tags: alumnus Unairbudaya kerjaDaftar CPNSgagal CPNSkerja di baliPNSunair
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Job Hugging: Upaya Pegawai Merusak Perusahaan Toxic. MOJOK.CO
Urban

Bahaya Laten Pegawai Job Hugging: Kelihatannya Nurut dan Setia, padahal Menghancurkan Produktivitas di Tempat Kerja

21 Mei 2026
Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS
Pojokan

Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS

28 April 2026
Tapak Suci Unair. MOJOK.CO
Sehari-hari

Saat Pencak Silat Dianggap Biang Kerok, Saya Bersyukur Jadi Bagian Tapak Suci Unair yang Anti Tawuran

21 April 2026
Atlet pencak silat Unair, Faryska Ozi Faradika. MOJOK.CO
Kampus

UKM Pencak Silat Unair Selamatkan Mimpi Atlet PSHT, Gelanggang Pertandingan Lebih “Menyeramkan” daripada Ruang Kelas Kuliah

20 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pegawai Bank Jualan Mie Ayam Malam Hari, Istri Bahagia dan Rumah Idaman jadi Tujuan MOJOK.CO

Kisah Pegawai Bank Jualan Mie Ayam Malam Hari, demi Istri Bahagia dan Rumah Idaman

21 Mei 2026
Harga Kopi dan Ketakutan Dosen Bergelar Doktor pada Portal Error Menjelang Deadline MOJOK.CO

Harga Kopi dan Ketakutan Dosen Bergelar Doktor pada Portal Error Menjelang Deadline

25 Mei 2026
Lulus S3 Jurusan Rekayasa Nuklir di ITB. MOJOK.CO

Pesan dari Lulusan ITB yang Raih Gelar S3 di Usia 62 Tahun: Jangan Lupa Menikmati Hidup

25 Mei 2026
Horor Pendidikan di Jogja: Balita Dianiaya, Mahasiswa Dilecehkan MOJOK.CO

Horor Pendidikan di Jogja: Balita Dianiaya, Mahasiswa Dilecehkan

25 Mei 2026
Saat ini kita sangat butuh sentuhan rasa manusia dalam komunikasi digital sehari-hari MOJOK.CO

Komunikasi Digital Sangat Butuh “Sentuhan Rasa Manusia”: Agar Tak Cuma Perbincangan Datar tapi Juga Merasa Didengar, Dihargai dan Dipahami

19 Mei 2026
Gedebage, Bandung.MOJOK.CO

Bandung Kota Overrated dan Penuh Masalah, Anak Mudanya Tetap Waras karena Persib

24 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.