Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sekolahan

Kena Mental Kuliah di Umsura dan Unair Sekaligus, Puluhan Kali Ingin Menyerah tapi Kuat karena Ajaran Muhammadiyah

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
5 Juni 2026
A A
Dhia Hana Putri Saraswati mahasiswa Umsura dan Unair. MOJOK.CO

Dhia Hana Putri Saraswati kuliah di 2 kampus. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Tak seperti mahasiswa lainnya, Dhia Hana Putri Saraswati berhasil menempuh kuliah di dua kampus sekaligus, yakni Jurusan Arsitektur di Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) dan Kedokteran Hewan di Universitas Airlangga (Unair). 

***

Iklan

Hana sendiri dikenal sebagai anak yang cerdas di sekolah. Di masa anak-anak, ia belajar di SD Muhammadiyah 4 Surabaya. Setelah lulus, ia melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 19 Surabaya dan SMA Negeri 20 Surabaya.

Namun sejak kecil, ia masih bingung dengan pilihan hidupnya. Di pagi hari, ia bisa saja ingin menjadi dokter, tapi di siang harinya ia ingin jadi guru. Lain lagi saat sore hari, Hana mengaku ingin menjadi arsitek dan menjadi penyanyi di malam hari.

Pada akhirnya, Hana harus memilih cita-citanya setelah lulus SMA. Namun kenyataannya, ia masih diselimuti kebingungan. Beruntung, ia lolos jalur undangan dan diterima di Unair sebagai mahasiswa kedokteran hewan setelah lulus SMA.

Pada tahun kedua dia kuliah di Unair, sebuah kesempatan pun datang dari kedua orang tuanya. Mereka menawarkan Hana untuk kuliah di Umsura Jurusan Arsitektur, mengingat cita-cita yang sempat ia lontarkan dulu.

Pagi di Unair, malamnya di Umsura

Setelah menerima tawaran dari orang tuanya, Hana pun menjalani kuliah di dua kampus yang berbeda. Keputusan itu tentu tidak mudah, apalagi kalau kedua mata kuliah yang berlangsung harus diikuti secara tatap muka. Alhasil, Hana harus membagi waktunya setengah hari di tiap kampus. 

“Pagi sampai sore saya berada di Unair, kemudian sore hingga tengah malam saya kuliah di Umsura,” ucap Hana dikutip dari laman resmi Umsura, Jumat (5/6/2026).

Tak berhenti sampai di situ, alih-alih sekadar datang dan mendengarkan dosen atau temannya presentasi, Hana harus mampu memahami ilmu Kedokteran Hewan dan Arsitektur. 

Jika di Fakultas Kedokteran Hewan ia terbiasa mempelajari penyakit, anatomi, kesehatan masyarakat veteriner, dan penularan penyakit dari hewan ke manusia, maka di Arsitektur ia harus memahami ketahanan bangunan, gubahan bentuk, estetika ruang, hingga detail penempatan pencahayaan.

Kedokteran maupun arsitektur adalah seni hidup

Walaupun disiplin ilmu di atas sekilas tampak berbeda, Hana berujar keduanya punya kesamaan yakni unsur seni yang membantu kehidupan. Misalnya, di dunia medis ada istilah medicine is an art, begitu pula dengan architecture is art. 

Dhia Hana Putri Saraswati. MOJOK.CO
Dhia Hana Putri Saraswati kuliah di 2 kampus. (sumber: Umsura)

“Kedokteran hewan berfokus pada kesehatan dan kesejahteraan hewan yang berdampak pada manusia, sedangkan arsitektur membantu menciptakan hunian yang sehat, nyaman, dan sesuai kebutuhan manusia,” jelasnya.

Dari cara pandang tersebut, Hana menyadari bahwa kedua ilmu tersebut sebetulnya dapat diintegrasikan dengan menghasilkan bangunan yang sehat dan ramah bagi manusia maupun hewan. 

Misalnya, saat ia mengikuti kuliah Arsitektur di Umsura. Ketika mahasiswa lain menggunakan stik es krim atau kayu sebagai bahan tugas tiga dimensi (trimatra), ia justru memanfaatkan tulang ayam yang telah dibersihkan dan diawetkan.

“Di Kedokteran Hewan, tulang biasanya digunakan sebagai media pembelajaran anatomi, tapi saya mencoba mengubahnya menjadi karya tiga dimensi untuk tugas arsitektur,” ujarnya.

Lelah fisik dan mental karena kuliah di Umsura dan Unair

Meski begitu, Hana mengaku tak jarang mengalami kelelahan fisik maupun mental, bahkan sempat ingin menyerah. Terlebih ketika dia harus menyelesaikan tugas akhir di Arsitektur bersamaan dengan pendidikan profesi yang dijalaninya.

“Tentu ada puluhan kali saya berpikir untuk berhenti. Biasanya saat tubuh dan pikiran sudah sangat lelah. Tetapi di balik pikiran untuk menyerah itu, ada ribuan doa dan semangat dari orang tua, keluarga, dan dosen yang membuat saya bertahan,” ujarnya.

Terutama karena prinsip hidup yang diajarkan oleh kedua orang tuanya. Hana berujar, ayah dan ibunya menjunjung tinggi pendidikan dan memegang teguh ajaran Islam, yakni memerintahkan muslim untuk menuntut ilmu.

Iklan

“Dalam Islam, lelahnya menuntut ilmu adalah sesuatu yang bernilai. Dari pendidikan, kita mendapatkan kebijaksanaan, keahlian, dan pemahaman yang tidak bisa dibeli dengan uang,” ujar Hana.

Selain keluarga, dukungan juga datang dari lingkungan kampus, khususnya di Fakultas Teknik UM Surabaya. Hana mengaku para dosen Arsitektur sangat terbuka terhadap berbagai kendala yang dihadapi mahasiswa.

Ketika mengalami burnout dan kelelahan, ia berusaha menjaga kesehatan dengan pola makan yang baik, mengonsumsi vitamin, serta memberikan ruang bagi dirinya untuk melakukan hal-hal yang disukai.

Kehidupan setelah lulus dari Umsura dan Unair

Berkat konsistensi, kedisiplinan, dan dukungan dari orang-orang di sekitarnya, Hana berhasil melewati kehidupan perkuliahan di Umsura dan Unair. Setelah lulus, ia berharap bisa membangun peternakan modern dan rumah sakit hewan yang terintegrasi dengan standar kesehatan serta desain bangunan yang optimal.

Sekaligus fasilitas yang tidak hanya nyaman dan aman bagi hewan, tetapi juga mampu mendukung ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat. Sebab menurutnya, kesehatan manusia dan hewan tak bisa dipisahkan. 

Sekitar 90 persen penyakit menular pada manusia, jelas Hana, berasal dari hewan. Karena itu, kesehatan hewan memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan masyarakat. Di sisi lain, desain bangunan yang baik juga memengaruhi kualitas hidup manusia maupun hewan.

“Hewan yang tinggal di lingkungan yang sehat akan menghasilkan kualitas pangan yang baik. Manusia yang tinggal di bangunan yang sehat akan menjadi pribadi yang lebih produktif,” katanya.

“Siapa tahu sebagai kader Muhammadiyah, saya juga bisa membantu menciptakan amal usaha yang menggabungkan dua bidang ini sehingga memberi manfaat yang lebih luas bagi umat,” lanjutnya. 

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Sisihkan Uang Beasiswa KIP Kuliah buat Modal Usaha, Kuliah Sambil Topang Ekonomi Keluarga hingga bikin Ibu Bangga atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 8 Juni 2026 oleh

Tags: arsitekturKedokteran Hewankuliah 2 jurusanmahasiswa Umsuramahasiswa unairSurabayaumsuraunair
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Mending Beli Rumah di Menganti, Surabaya Pinggiran daripada Sidoarjo. MOJOK.CO

Alasan Pasangan Muda Beli Rumah di Surabaya Pinggiran daripada Sidoarjo: Kena Imbas Pembangunan Perkotaan

12 Agustus 2026
Wisata Perahu Kalimas di Taman Prestasi Surabaya jadi liburan mewah. MOJOK.CO

Kemewahan Wisata Perahu Kalimas Menyelamatkan Orang Haven’t Surabaya sebelum Dilanda Stres

11 Agustus 2026
Olive Chicken di Jogja sama saja dengan Karen Chicken di Surabaya. MOJOK.CO

Olive Chicken Menyelamatkan Lidah Orang Surabaya dari Kuliner Khas Jogja yang Overrated

6 Agustus 2026
Dari Kebun Binatang Surabaya, Kita Belajar Cara Penguasa Melakukan Social Murder MOJOK.CO

Dari Kebun Binatang Surabaya, Kita Belajar Cara Penguasa Melakukan Social Murder

31 Juli 2026
Kedai Kopi Dinasty di Surabaya milik alumnus Unesa. MOJOK.CO

Bukan Sekadar Cari Cuan, Alumnus Unesa Ini Sukses Bikin Kedai Kopi Murah Sekaligus Berdayakan Ibu-ibu untuk Jual Kopi Keliling

30 Juni 2026
Kudus, Magis Kaki Kanan yang Mengirim Tangis bagi Srikandi Kota Pahlawan.MOJOK.CO

Magis Kaki Kanan yang Mengirim Tangis bagi Srikandi Kota Pahlawan 

27 Juni 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Sarjana BK Kebingungan Tentukan Arah Masa Depan: Tak Otomatis Jadi Guru BK, Jadi Dosen pun Susah

19 Agustus 2026
Garuda Pertiwi Diredam Thailand di Final: Satu Langkah Mundur, Seribu Langkah ke Depan

Garuda Pertiwi Diredam Thailand di Final: Satu Langkah Mundur, Seribu Langkah ke Depan

24 Agustus 2026
Nasib rentan warga pesisir Kabupaten Batang karena ancaman abrasi dan PLTU MOJOK.CO

Nasib Rentan Warga Pesisir Kabupaten Batang: Rumah Terancam Abrasi Sewaktu-waktu, Nafkah “Tersumbat” PLTU

19 Agustus 2026
Sisi lain blusukan kampung di Surabaya Pusat. MOJOK.CO

Sisi Lain Tren Blusukan Kampung: Nggak Seru seperti di Medsos, Malah Dicurigai Pencuri dan Dianggap Tak Tau Adab

20 Agustus 2026
Proyek Hutan Tanaman Energi (HTE) untuk co-firing biomassa di PLTU langgengkan praktik perampasan tanah ala kolonial MOJOK.CO

Proyek Bioenergi Kayu di Jawa Langgengkan Praktik Perampasan Lahan ala Kolonial

21 Agustus 2026
Karhutla Kalimantan: Permohonan Maaf kepada Anak-Cucu Sebab Warisan Satu-satunya adalah Asap dan Abu MOJOK.CO

Karhutla Kalimantan: Permohonan Maaf kepada Anak Cucu Sebab Warisan Satu-satunya adalah Asap dan Abu

24 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026
Bukan Sekadar Beternak Karang Taruna Bono dan Upaya Menghidupkan Ekonomi Warga

Dari Ternak untuk Desa: Geliat Karang Taruna Bono Menghidupkan Ekonomi Warga

31 Juli 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.