Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Urban

Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
8 April 2026
A A
Ribetnya lolos seleksi CPNS dan jadi PNS/ASN di desa: dibayangi standar hidup sukses yang merepotkan MOJOK.CO

Ilustrasi - Ribetnya lolos seleksi CPNS dan jadi PNS/ASN di desa: dibayangi standar hidup sukses yang merepotkan. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sejak lulus kuliah tahun 2018, Desi* sudah mencoba daftar CPNS atas saran dari orang tuanya. Di desanya yang memiliki sedikit lapangan kerja, orang tua Desi menyarankan dia untuk menjadi PNS atau ASN karena tampak menjanjikan.

Di tengah situasi ekonomi saat ini, PNS atau ASN masih dianggap sebagai pekerjaan stabil dengan jaminan pensiun, gaji tetap, dan tunjangan yang memadai. Setidaknya, begitulah harapan Desi pada mulanya, sampai dia mengalami sendiri susahnya melewati tahap seleksi CPNS.

Iklan

Agar lolos seleksi dan kerja di kampung halamannya, Desi harus melewati jatuh-bangun dengan mengikuti 4 kali seleksi di gelombang yang berbeda. Namun, bukannya senang karena lolos, ada salah satu keputusan yang membuatnya menyesal: salah pilih formasi CPNS.

“Buang-buang waktu” usai kuliah dan gagal

Perjalanan Desi daftar seleksi CPNS dimulai sejak ia lulus sarjana di salah satu kampus Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pada percobaan pertama, Desi mengaku kurang persiapan sehingga gugur di Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).

Namun, ia tak berhenti mencoba walaupun gagal seleksi CPNS untuk yang kedua kalinya. Menurut analisisnya, kegagalan itu terjadi karena instansi yang dia pilih cukup populer sehingga saingannya cukup banyak. 

“Nah, di percobaan ketiga aku sudah lolos administrasi tapi malah nggak berangkat tes SKD,” kata Desi dihubungi Mojok, Senin (6/4/2026).

Karena berbulan-bulan menganggur dan hanya fokus ke seleksi CPNS, Desi akhirnya menunda keinginannya tersebut dan mulai mendaftar pekerjaan lain. Beberapa bulan kemudian, ia akhirnya mendapat pekerjaan di salah satu perusahaan industri kreatif.

Hari-harinya pun disibukkan dengan tugas-tugas kantoran. Meski begitu, keinginannya sebagai PNS atau ASN tidak berubah. Saat mencari-cari informasi soal seleksi CPNS 2025, Desi merasa ada peluang untuk mendaftar tahun itu. 

“Waktu aku lihat formasi CPNS yang kupilih, saingannya cuma 5. Karena itu, muncullah rasa optimis,” ucapnya.

Sebagai informasi, formasi CPNS merupakan jumlah dan jenis jabatan yang ditetapkan pemerintah untuk menempati posisi kosong di instansi pusat maupun daerah. Pemilihan ini sangat krusial guna meningkatkan peluang kelulusan.

Andalkan ChatGPT untuk persiapan belajar seleksi CPNS

Masalahnya, ambisi Desi untuk ikut seleksi CPNS 2025 tidak berbanding lurus dengan intensitasnya belajar seperti saat mempersiapkan tes di tahun-tahun sebelumnya, mengingat kesibukan Desi saat itu.

Walaupun tak serajin dulu, Desi tetap menyempatkan waktunya untuk melihat video-video di TikTok soal tips mengerjakan SKD guna me-recall memorinya. Sesekali, ia juga mencoba mengerjakan beberapa latihan soal.

“Dan alhamdulillah, skor SKD-ku menempati urutan 1 dari 5 pesaingku tadi,” ucap Desi puas.

Tak berhenti sampai di situ, Desi harus melalui Seleksi Kompetensi Bidang (SKB), yaitu tes untuk menilai kesesuaian pengetahuan dan perilaku peserta dengan kebutuhan jabatan. Awalnya, Desi merasa ragu untuk melanjutkan tes karena pekerjaannya yang lama menuntut Desi untuk lembur, apalagi saat itu sudah akhir tahun. Makin susah lah dia membagi waktu antara kerja dan belajar.

Iklan

Baca Halaman Selanjutnya

Daftar formasi baru yang belum banyak informasinya

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 8 April 2026 oleh

Tags: Cpnsdaftar PNSformasi cpnsformasi sepi peminatPNSseleksi CPNSSKBSKD
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

PNS di desa.MOJOK.CO
Sehari-hari

Jadi PNS di Desa Memang Hidup Makmur, tapi Bikin Tak Berkembang karena Budayanya Toksik dan Membosankan

22 Juni 2026
Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS
Pojokan

Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS

28 April 2026
pekerja, gen z, kerja, PNS di desa lebih menyenangkan. MOJOK.CO
Urban

Jadi PNS di Desa Luar Jawa Lebih Sejahtera daripada di Kota, Ilmu Nggak Sia-sia dan Nggak Makan Gaji Buta

20 April 2026
Orang Desa Nggak Cocok Jadi PNS Jika Tak Punya Ilmu Menjilat Atasan. MOJOK.CO
Urban

PNS Tinggalkan Suasana Slow Living di Desa karena Muak dengan Teman Kantor yang Suka Menjilat Atasan, Ujungnya Malah Bernasib Lebih Buruk

17 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

gagal jastip saat war tiket konser BTS. MOJOK.CO

Pertama Kali War Tiket Konser BTS: Trust Issue Pakai Jastip karena Selalu Gagal, Justru Hoki Berkat Teman yang FOMO

23 Juni 2026
Umbul Wadon Plunyon, Kalikuning. MOJOK.CO

Umbul Wadon: Jantung Air Kota Jogja di Balik Panorama Indah Plunyon Kalikuning yang Terkesan Seram

26 Juni 2026
MLSC, Yogyakarta.MOJOK.CO

Redemsi Yogyakarta All Stars, Menolak Pulang Lebih Awal

26 Juni 2026
Gen Z Habiskan Gaji untuk Konser K-Pop. MOJOK.CO

Gen Z Habiskan Gaji demi Konser K-Pop: “Balas Dendam” Terbaik untuk Penuhi Inner Child

25 Juni 2026
Piala Dunia, Joachim Klement yang Tak Pernah Salah Ramal dan Skenario-Skenario Ajaib.MOJOK.CO

Joachim Klement yang Tak Pernah Salah Ramal dan Skenario-Skenario Ajaib Pildun

25 Juni 2026
AUBMO Selamatkan Hidup Mahasiswa penerima KIP-K di Unair. MOJOK.CO

Di Balik Skandal Korupsi Rp103 Juta, AUBMO Menyelamatkan Hidup Mahasiswa Penerima Beasiswa yang Merantau

23 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.