Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
28 April 2026
A A
Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS

Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS (Shutterstock)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Masalah yang saya hadapi itu klasik banget: orang tua ingin saya jadi PNS, saya tidak. Masalah ini saya bilang klasik karena jelas saya nggak sendiri perkara ini. Kayaknya, generasi milenial rata-rata mengalami ini, dan kebanyakan ya melawan dengan jadi sejahtera lewat cara yang mereka temukan sendiri.

Kalau saya, melawannya dengan membuktikan saya bisa dapat kerja dengan penghasilan yang mirip-mirip PNS dengan ilmu yang saya punya. Alhamdulillah, saya berhasil. Saya bisa membuktikan omongan dan prinsip saya. Harusnya, masalah kelar dong. Realitasnya, tidak.

Sebagaimana debat kusir dua orang, pihak yang terbukti salah belum tentu akan mengaku kalah. Sampai sekarang, ternyata masalah saya tidak mau jadi PNS itu nggak benar-benar kelar. Selalu ada argumen baru yang dilontarkan orang tua saya, yang meski kebanyakan itu tak masuk akal, tapi lama-lama capek juga dengerinnya.

Tidak menggubrisnya adalah cara terbaik yang bisa saya lakukan. Tapi manusia punya batasnya, dan terkadang, ini yang orang-orang tak tahu, betapa beratnya tidak jadi anak yang tidak sesuai dengan keinginan orang tua.

BACA JUGA: PNS Dianggap Pekerjaan Mapan karena Bisa Makan Gaji “Buta”, tapi Aslinya Mengoyak Hati Nurani

PNS masih seksi, sekalipun rezim ini tak berpihak

Apa yang di pikiran orang tua kalian tentang PNS? Pasti SK, gaji tetap, tunjangan besar, sama privilese-privilese lain kan? Ya sama. Saya mendengarnya sampai muntah.

Tapi memang hal-hal di atas ini amat seksi. Saya yang nggak tertarik jadi abdi negara saja silau sama benefit ini kok. Di hidup yang serba brengsek ini, kepastian terkait ekonomi jadi satu hal yang tak boleh ditawar. Miliaran manusia di dunia ini pasti bermimpi tentang hal yang sama, kepastian ekonomi.

Dan saya ya nggak bisa menyalahkan orang tua saya kalau pengin saya punya stabilitas seperti itu. Orang tua mana yang pengin anaknya menderita kan. Yang jadi masalah adalah, orang tua zaman dulu berpikir hal seperti itu hanya bisa dicapai dengan satu cara.

Bahkan setelah saya memberi slip gaji, pencapaian, how much I make a year, ya tidak bergeming. Bagi mereka, itu temporary. Padahal buat PNS, sekarang hal tersebut juga sama saja: sementara, dan bisa saja besok tak ada.

Silakan cari berita tentang dipotongnya tunjangan, gaji PPPK yang tak lagi besar, serta pos-pos yang dipotong. Stabilitas yang dulu jadi jualan, sekarang malah seakan jadi bualan.

Harus siap dengan rasa sedih

Kalian pernah tidak melihat orang tua kalian membanggakan saudara, sedangkan nama kalian sama sekali tak disebut?

Saya amat familiar dengan rasa tersebut. Lebaran kemarin, saat kumpul keluarga, Bapak saya menggebu-gebu menceritakan salah satu saudara bisa beli Yamaha XMAX hasil dari jadi supplier salah satu program pemerintah. Sedangkan saya tidak sekali pun disebut, bahkan mungkin beliau lupa saya ada di situ.

Apakah saya anak yang gagal? Well, I wouldn’t say so. Cuma ketika cerita tentang anggota keluarga yang lain, yang PNS selalu yang disebut. Sedangkan saya, yah, begitulah. Saya tahu orang tua saya tidak benci saya, tapi di pikiran mereka, yang sukses itu yang PNS.

Saya tidak sedang membuka aib keluarga. Saya hanya ingin menunjukkan ke kalian, bahwa jadi anak yang tidak sesuai harapan orang tua, sekalipun kau tidak gagal, itu tak pernah mudah. Mereka akan tetap membayangkan kamu jadi versi yang mereka inginkan.

Iklan

Jadi, misalkan kalian tidak ingin jadi PNS, gas. Tidak semua orang mau kerja di pemerintahan. Tapi selalu ada harga yang dibayar atas setiap pilihan kalian. Mungkin bayaran kalian sama dengan saya, tidak dianggap, dan memilih membanggakan orang lain yang tak ada hubungannya. Atau mungkin bayaran kalian lebih indah, saya tak tahu.

Apa pun pilihan kalian, saya yakin kalian tahu yang terbaik. Yang jelas, di masa kini, tak ada yang punya kepastian selamat. Bahkan PNS sekalipun.

Penulis: Rizky Prasetya
Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA PNS Pekerjaan Paling Menjanjikan, tapi Ada Orang yang Memilih Tak Menjadi Abdi Negara karena Tidak Mau Menggadaikan Kebebasan dan catatan menarik lainnya di rubrik POJOKAN

Terakhir diperbarui pada 28 April 2026 oleh

Tags: cara jadi PNSgaji PNSPNStunjangan PNS
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

PNS di desa lebih menyenangkan. MOJOK.CO
Urban

Jadi PNS di Desa Luar Jawa Lebih Sejahtera daripada di Kota, Ilmu Nggak Sia-sia dan Nggak Makan Gaji Buta

20 April 2026
Orang Desa Nggak Cocok Jadi PNS Jika Tak Punya Ilmu Menjilat Atasan. MOJOK.CO
Urban

PNS Tinggalkan Suasana Slow Living di Desa karena Muak dengan Teman Kantor yang Suka Menjilat Atasan, Ujungnya Malah Bernasib Lebih Buruk

17 April 2026
Tidak bisa jadi PNS/ASN kalau tidak mau terima gaji buta sebagai CPNS
Sehari-hari

PNS Dianggap Pekerjaan Mapan karena Bisa Makan Gaji “Buta”, tapi Aslinya Mengoyak Hati Nurani

16 April 2026
kuliah, wisua, sarjana di desa.MOJOK.CO
Sekolahan

Jadi Sarjana di Desa, Bangga sekaligus Menderita: Dituntut Bisa Segalanya, tapi Juga Tak Dihargai Tetangga dan Dicap “Beban Keluarga”

15 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 Ciri Nasi Goreng di Jogja yang Biasanya Nggak Enak (Unsplash)

3 Ciri Nasi Goreng di Jogja yang Biasanya Nggak Enak: Cobain, deh, Kalau Kamu Nggak Percaya

22 April 2026
Minyak wangi cap lang lebih bagus dari FreshCare. MOJOK.CO

Anak Usia 30-an Tak Ingin FOMO Pakai FreshCare, Setia Pakai Minyak Angin Cap Lang meski Diejek “Bau Lansia”

27 April 2026
Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026 undang pecinta sepeda dari seluruh negeri hingga internasional MOJOK.CO

Klaten International Cycling Festival 2026: Gowes Asyik Sepeda Klasik di Klaten bareng Pencinta Sepeda Mancanegara

28 April 2026
Kerja di Jakarta.MOJOK.CO

Jakarta Tak Cocok bagi Fresh Graduate yang Cuma “Pengen Cari Pengalaman”: Bisa Bikin Finansial dan Mental Layu Sebelum Berkembang

26 April 2026
Jurusan kuliah di perguruan tinggi yang kerap disepelekan tapi jangan dihapus karena relevan. Ada ilmu komunikasi, sejarah, dakwah, dan manajemen MOJOK.CO

4 Jurusan Kuliah yang Kerap Disepelekan tapi Jangan Dihapus, Masih Relevan dan Dibutuhkan di Bisnis Rezim Manapun

27 April 2026
Pelari kalcer, fenomena olahraga lari

Bagi Pelari Kalcer, Kesehatan Tak Penting: Gengsi dan Diterima Sirkel Elite Jadi Prioritas Mereka

27 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.