Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Urban

PNS Pekerjaan Paling Menjanjikan, tapi Ada Orang yang Memilih Tak Menjadi Abdi Negara karena Tidak Mau Menggadaikan Kebebasan

Shofiatunnisa Azizah oleh Shofiatunnisa Azizah
14 April 2026
A A
Tidak mau ikut CPNS karena tidak mau jadi PNS/ASN atau abdi negara

Ilustrasi - Tidak mau jadi PNS (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau ASN menjadi cita-cita sebagian orang. Pekerjaan ini dianggap mampu menjamin kehidupan masa kini dan masa depan, bahkan digadang-gadang sebagai pekerjaan paling stabil di Indonesia. Namun, di antara banyaknya yang mengejar pekerjaan abdi negara ini, ada yang tidak menginginkannya sama sekali.

Lahir dan tumbuh di keluarga ASN, tapi tidak ingin jadi PNS

Ahmad, bukan nama asli, (28) mengatakan tidak pernah terlintas sekalipun ingin menjadi PNS atau ASN. Terlepas dari orang-orang yang mengatakan pekerjaan ini sangat menjanjikan, ia tidak pernah memasukkan PNS ke dalam daftar pekerjaan yang ingin dirinya tekuni.

Karena alasan itu, Ahmad tidak pernah mencoba untuk mengikuti seleksi CPNS. 

Padahal, situasi yang terjadi dalam keluarga Ahmad berbanding terbalik dengan ketidakinginan dirinya untuk menjadi seorang abdi negara. Ia lahir dan tumbuh di keluarga yang bekerja sebagai PNS.

Pekerjaan dua anggota keluarganya di instansi pemerintahan ini memberikan motivasi, sekaligus tekanan, untuk anggota keluarga lainnya mengikuti jejak langkah pendahulunya. “Padahal di lingkaran keluarga besarku ada dua yang jadi PNS,” kata dia kepada Mojok, Kamis (9/4/2026).

Selain itu, mayoritas keluarga yang tinggal di desa memberikan peningkatan terhadap tuntutan menjadi PNS. Di desa, pekerjaan berseragam dianggap mapan dan lebih stabil, sementara pekerja swasta dipandang sebelah mata. Anggapan ini membuat bekerja sebagai PNS menjadi cita-cita kebanyakan orang di desa.

Terkecuali, Ahmad.

“Dan standar pekerjaan mapan di desa itu PNS,” kata dia.

“Itu kan ironi ya, tapi aku nggak mau,” tambahnya.

Menolak kultur kerja “pengekangan”

Selain tidak ingin bekerja karena tekanan sosial, Ahmad bilang, dirinya tidak menyukai kultur pekerjaan PNS. Budaya kerja di instansi pemerintahan cenderung mengekang pekerjanya. 

Dalam hal kebebasan berpakaian, misal, PNS harus mengenakan seragam yang telah diatur. Sementara itu, pekerja swasta bisa mengenakan pakaian lebih bebas sesuai dengan keyakinan masing-masing. Katakanlah, kaos juga masih dapat dikategorikan sopan dan rapi.

Pekerja instansi pemerintah ini juga kerap melakukan pekerjaan berulang. Menurut dia, pekerjaan berulang dalam urusan administrasi semacam itu tidak cocok untuk seseorang yang menyukai kebebasan sepertinya.

“Aku udah tahu kultur kerja mereka jadi melihat kayak untuk orang setipe aku, nggak suka dikekang, nggak ingin pekerjaan yang birokratis, berulang-ulang gitu,” kata dia.

Istilah “mengekang” merujuk pada keharusan pekerja hanya melakukan pekerjaannya, tanpa ada peluang untuk menginisiasi hal-hal di luar pekerjaan. Mudahnya. mereka tidak bisa bereksplorasi karena harus patuh terhadap pekerjaannya saja.

Iklan

Aturan ini, kata Ahmad, tidak sesuai dengan kepribadiannya yang ingin mendapatkan lebih banyak kesempatan dalam bekerja. 

Baca halaman selanjutnya…

Gaji besar PNS percuma, kalau harus menggadaikan kebebasan diri

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 15 April 2026 oleh

Tags: Abdi NegaraASNCpnsgaji ASNgaji PNSpekerja swasta vs pnsPNSpns di desaseleksi CPNStips lolos cpns
Shofiatunnisa Azizah

Shofiatunnisa Azizah

Artikel Terkait

Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS
Pojokan

Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS

28 April 2026
ASN Lulus S2 UGM dengan IPK 4, Bahagia Wisuda tapi Miris Tanpa Kehadiran Ibu yang Berpulang karena Kanker MOJOK.CO
Sekolahan

ASN Lulus S2 UGM dengan IPK 4, Bahagia Wisuda tapi Miris Tanpa Kehadiran Ibu yang Berpulang karena Kanker

24 April 2026
pekerja, gen z, kerja, PNS di desa lebih menyenangkan. MOJOK.CO
Urban

Jadi PNS di Desa Luar Jawa Lebih Sejahtera daripada di Kota, Ilmu Nggak Sia-sia dan Nggak Makan Gaji Buta

20 April 2026
Orang Desa Nggak Cocok Jadi PNS Jika Tak Punya Ilmu Menjilat Atasan. MOJOK.CO
Urban

PNS Tinggalkan Suasana Slow Living di Desa karena Muak dengan Teman Kantor yang Suka Menjilat Atasan, Ujungnya Malah Bernasib Lebih Buruk

17 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Melihat semarak event lari Tidar Borobudur 10K yang diikuti 8000 pelari, Magelang punya potensi jadi jujukan sport tourisme MOJOK.CO

Rute Lari Sejuk dan Nyaman di Magelang, Jadi Destinasi Sport Tourism seperti Tidar Borobudur 10K yang Diminati Banyak Orang

24 Mei 2026
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, sebut budidaya udang di Kebumen punya prospek bagus. Presiden Prabowo puji hasil panennya yang melimpah MOJOK.CO

Budidaya Udang di Kebumen Punya Prospek Besar: Hasil Melimpah Harga Bagus, Serap Tenaga Kerja Lokal

23 Mei 2026
Skandal Kopenhagen dan Travel Grant: Mengapa Sistem Akademik Indonesia Justru Melahirkan Conference Hunter Palsu? MOJOK.CO

Skandal Kopenhagen dan Travel Grant: Mengapa Sistem Akademik Indonesia Justru Melahirkan Conference Hunter Palsu?

29 Mei 2026
Kompetisi Campus League 2026 - Basketball Regional Bandung Season 1 menjadi saksi terjalinnya kerja sama antara Campus League dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang bertujuan untuk membangun ekosistem olahraga jangka panjang dan pembentukan karakter mahasiswa MOJOK.CO

Campus League Basketball Season 1 Regional Jakarta: Jadi Ajang Pembuktian Diri di Level yang Berbeda

25 Mei 2026
Arca Unfinished Buddha yang ada di Candi Borobudur. MOJOK.CO

Ketika Patung “Cacat” Buddha di Lapangan Kenari Borobudur Justru Jadi Pusat Spiritual dan Magnet Doa Saat Waisak

27 Mei 2026
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi beri hadiah sapi kurban usai salat Iduladha bersama warga penghuni Huntara di Tegal MOJOK.CO

Salat Iduladha di Huntara Jatinegara Tegal: Hadiah Sapi 906 Kg dan Kebahagiaan di Tengah Situasi Sulit

27 Mei 2026

Video Terbaru

Antara Stabilitas Kerja dan Jalan Berkarya, Cerita Perunggu Menjadi Musisi Penuh Waktu

Antara Stabilitas Kerja dan Jalan Berkarya, Cerita Perunggu Menjadi Musisi Penuh Waktu

14 Mei 2026
Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.