Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sekolahan

ASN Lulus S2 UGM dengan IPK 4, Bahagia Wisuda tapi Miris Tanpa Kehadiran Ibu yang Berpulang karena Kanker

Shofiatunnisa Azizah oleh Shofiatunnisa Azizah
24 April 2026
A A
ASN Lulus S2 UGM dengan IPK 4, Bahagia Wisuda tapi Miris Tanpa Kehadiran Ibu yang Berpulang karena Kanker MOJOK.CO

Ilustrasi ASN Lulus S2 UGM dengan IPK 4, Bahagia Wisuda tapi Miris Tanpa Kehadiran Ibu yang Berpulang karena Kanker (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Wisuda seharusnya menjadi momen paling membahagiakan bagi mahasiswa yang telah berjuang mati-matian untuk lulus dari bangku kuliah. Tak terkecuali, bagi pekerja ASN yang telah diberikan kesempatan melanjutkan S2 di UGM. Namun sayang, kebahagiaan yang dirasakan tidak lengkap karena ibu lebih dulu pergi.

Berhasil lulus S2 dengan IPK 4, tetapi tidak ada ibu saat wisuda

Cerita ini datang dari Buono Aji Santoso (3). Pemuda yang akrab disapa Buono ini merupakan salah satu mahasiswa di Program Studi Magister Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM. Ia bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) sejak 2018.

Buono mengawali karier sebagai auditor. Ia bertugas dalam pengawasan pengelolaan keuangan negara, serta konsultan yang memastikan penggunaan anggaran publik.

Menyadari pekerjaannya yang perlu dioptimalkan agar dapat memberikan manfaat yang lebih baik bagi masyarakat, Buono berkeinginan meningkatkan kapasitas diri melalui kuliah kembali.

Keinginan ini mengantarkannya untuk menelusuri berbagai tawaran kuliah S2 dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia. Ia kemudian menemukan Prodi Magister Akuntansi UGM yang selaras dengan tujuannya untuk menjadi lebih baik sebagai ASN, tepatnya auditor.

“Saya menemukan fakta bahwa prodi ini memiliki bidang yang fokus pada bidang akuntansi publik dan memiliki kerja sama dengan BPKP untuk meningkatkan kualitas auditor internal pemerintah,” kata dia, dikutip dari laman UGM, Jumat (24/4/2026).

Maka, pada Agustus 2024 lalu, Buono resmi memulai perkuliahan S2 dengan kesempatan cuti belajar dari instansinya. Tak lama kemudian, pekerja ASN ini berhasil menuntaskan kuliah S2 di UGM dalam waktu yang terbilang cepat.

Buono Aji Santoso, wisudawan S2 UGM dengan IPK 4,00 (dok. UGM)
Buono Aji Santoso, wisudawan S2 UGM dengan IPK 4,00 (dok. UGM)

Buono menyelesaikan kuliah S2 dalam waktu 1 tahun 6 bulan 21 hari. Kecepatan kuliahnya ini melebihi rata-rata masa kuliah lulusan S2 UGM pada periode ini yang berkisar 2 tahun 1 bulan dengan IPK 3,75.

Sementara itu, Buono berhasil mendapatkan IPK sempurna. Ia menjadi salah satu dari 17 lulusan S2 yang meraih IPK 4,00.

Namun, kebahagiaan dirinya sebagai salah satu lulusan dengan nilai sempurna juga hadir bersama perasaan sedih. Buono merasa bersyukur dengan pencapaiannya, tetapi di sisi lain, dirinya berduka dengan ketidakhadiran sang ibu.

Pasalnya, Ibu Buono telah berpulang pada akhir Maret lalu.

Mengerjakan tesis sambil mendampingi ibu yang divonis kanker stadium 4

Buono mengakui, kekosongan dari perasaannya karena ibu yang absen pada hari wisuda—hari yang dinanti-nantikan oleh dia dan keluarga. Namun, Buono mengatakan, ia meyakini ibunya akan senang mengetahui bahwa dirinya telah mengikuti wisuda.

Bahkan, sang ibu, kata dia, telah menduga pencapaian Buono jauh-jauh hari. Ibu telah meminta maaf kepadanya jika tidak dapat hadir pada wisudanya di bulan April ini.

“Saya yakin Ibu senang mendengar kabar itu. Terlihat dari raut wajah beliau yang masih saya ingat sampai sekarang. Namun, Ibu juga meminta maaf jika tidak bisa hadir di wisuda saya nanti bulan April,” kata dia.

Iklan

Permintaan maaf ibu datang setelah menyaksikan sendiri perjuangan Buono yang mengerjakan tesis sembari mendampinginya. Sebagai anak, Buono terus menemani sang ibu yang divonis kanker tiroid stadium 4.

Kondisi ini jugalah yang memotivasi Buono untuk menyelesaikan kuliah S2 dengan maksimal dalam waktu secepat mungkin. Dalam harapnya, ibu dapat hadir pada hari wisuda. Meskipun berakhir tidak hadir, Buono mengatakan, ibu telah menitipkan pesan kepadanya untuk terus belajar sampai akhir hayatnya.

Buono dalam tasyakuran wisudawan FEB UGM
Buono dalam tasyakuran wisudawan FEB UGM (dok. UGM)

Meski menempuh jalan terjal, ingin terus berprestasi dan berkontribusi sebagai ASN setelah lulus S2

Tak hanya itu, Buono masih menghadapi tantangan lain selama perjalanan kuliahnya. Ia tidak hanya dihadapkan pada kesedihan karena kondisi sang ibu, tetapi juga harus berusaha mati-matian untuk menyeimbangkan berbagai peran dalam kehidupannya.

Status Buono sebagai pekerja ASN membuatnya mau tidak mau masih terlibat sebagai pekerja profesional. Selain itu, dirinya juga tidak dapat serta-merta melepaskan tanggung jawab dengan statusnya sebagai kepala keluarga.

Buono mengatakan, dirinya harus mengatur waktu dengan cermat, serta memanfaatkan setiap jeda untuk belajar dan mengerjakan tugas. Meski dalam beberapa kesempatan, rencananya tidak berjalan mulus.

Ia sempat mengalami kesulitan dalam membagi waktu antara kuliah S2 dan keluarga. “Memang terkadang sangat sulit untuk bisa membagi waktu belajar dan keluarga. Saya selalu ingin balance antara studi saya dan menjalankan peran sebagai seorang Bapak,” kata dia.

Ia mengaku, penyesuaian ini sempat mengakibatkan dirinya mengalami kegagalan pada awal semester perkuliahan. Buono gagal memperoleh hasil yang memuaskan pada salah satu ujian, sehingga dirinya khawatir tidak dapat lulus dengan predikat yang baik.

Namun dari kegagalan inilah, Buono belajar untuk berjuang lebih keras.

“Pelajaran paling berharga dari pengalaman tersebut yaitu saya belajar untuk tidak menyerah sampai akhir. Saya percaya bahwa ketika kita sudah berjuang dan bekerja keras maka apapun hasilnya saya akan lebih Ikhlas menerima daripada apabila saya menyerah di awal,” ungkapnya. 

Perjuangan ini mengantarkan Buono pada salah satu pencapaiannya sebagai presenter terbaik dalam konferensi mahasiswa berskala internasional yang diadakan oleh FEB Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya.

Meski merasa melakukan presentasinya dengan kemampuan berbahasa Inggris yang pas-pasan, Buono tidak menduga presentasi itulah yang memberikannya kesempatan dinobatkan sebagai salah satu peserta terbaik.

“Saya baru pertama kali mengikuti International Conference dan dengan bermodalkan kemampuan speaking Bahasa Inggris yang menurut saya pas-pasan, ternyata apa yang saya paparkan dapat diterima dengan baik dan memperoleh predikat Best Presenter,” kata dia.

Dari salah satu pencapaian ini, serta IPK sempurna yang berhasil diperoleh selama kuliah S2 di UGM, Buono mengatakan bahwa dirinya semakin terdorong untuk terus berprestasi. Ia juga berencana untuk kembali sebagai pekerja ASN, yakni auditor, di Kementerian PANRB berbekal dengan ilmu yang didapatkannya.

“Tentunya hal tersebut menjadi motivasi saya untuk terus berkembang ke depannya nanti,” tambahnya.

Penulis: Shofiatunnisa Azizah

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Penyandang Disabilitas Gagal Diterima PTN Jalur SNBT, Kini Lulus Sarjana Pendidikan di UNJ Berkat “Antar Jemput” Ayah dan artikel liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 24 April 2026 oleh

Tags: akuntansi ugmASNASN kuliah S2cuti belajarFEB UGMkuliah di UGMkuliah s2kuliah S2 UGMperjuangan kuliah di UGMs2 ugm
Shofiatunnisa Azizah

Shofiatunnisa Azizah

Artikel Terkait

Muhammad Rizky Perwira Zain, lulusan termuda S2 UGM kantongi gelar S2 Kesehatan Masyarakat dan S1 Kedokteran sebelum usia 25 tahun
Sekolahan

Cerita Lulusan Termuda S2 UGM, Berhasil Kantongi Gelar Sarjana Kedokteran dan Kesmas sebelum Usia 25 Tahun

1 Mei 2026
Guru CLC di Malaysia sejahtera daripada guru kontrak. MOJOK.CO
Sekolahan

WNI Pilih Jadi Guru di Luar Negeri dengan Gaji 2 Digit daripada Jadi Guru Kontrak di Indonesia yang Hidupnya Nggak Sejahtera

21 April 2026
Tidak bisa jadi PNS/ASN kalau tidak mau terima gaji buta sebagai CPNS
Sehari-hari

PNS Dianggap Pekerjaan Mapan karena Bisa Makan Gaji “Buta”, tapi Aslinya Mengoyak Hati Nurani

16 April 2026
Mahasiswa berkuliah S2 UGM. PTN terbaik, tapi pakai AI
Sekolahan

Menyayangkan Oknum Mahasiswa S2 yang Pakai AI buat Garap Tugas, Bukan Jadi Alat Bantu apalagi Mikir Sendiri

15 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Rasyiid, mahasiswa penerima Beasiswa KIP Kuliah UMSURA yang sisihkan uang untuk modal usaha MOJOK.CO

Sisihkan Uang Beasiswa KIP Kuliah buat Modal Usaha, Kuliah Sambil Topang Ekonomi Keluarga hingga bikin Ibu Bangga

2 Juni 2026
Dompet digital selamatkan pedagang UMKM. MOJOK.CO

4 Kiat Pedagang Es Campur dan Roti Kukus yang Tetap Laris di Tengah Situasi Pelik

3 Juni 2026
Fun Football, Cara Pria Dewasa untuk Tetap Waras dan Punya Alasan untuk Hidup Lebih Lama

Fun Football, Cara Pria Dewasa untuk Tetap Waras dan Punya Alasan untuk Hidup Lebih Lama

2 Juni 2026
tren olahraga kalcer.MOJOK.CO

Tren dan FOMO Olahraga “Kalcer” yang Mahal Lahir karena Minimnya Fasilitas Publik di Perkotaan

29 Mei 2026
Tren kalcer dan monopoli olahraga bikin gowes (bersepeda) jadi terlalu ambisius MOJOK.CO

Tren Kalcer dan Monopoli Olahraga bikin Gowes Jadi Terlalu Ambisius, Mau Sekadar Bersepeda tapi Malu Dicap Cupu

3 Juni 2026
Waisak 2026 di Candi Borobudur Magelang jadi momentum bagi sebuah keluarga Buddha asal Temanggung untuk meluruhkan ego diri MOJOK.CO

Waisak di Borobudur untuk Meluruhkan Ego Diri, Menerima Kesadaran atas Renungan “Hidup untuk Apa di Dunia Fana?”

31 Mei 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.