Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Urban

PNS Pekerjaan Paling Menjanjikan, tapi Ada Orang yang Memilih Tak Menjadi Abdi Negara karena Tidak Mau Menggadaikan Kebebasan

Shofiatunnisa Azizah oleh Shofiatunnisa Azizah
14 April 2026
A A
Tidak mau ikut CPNS karena tidak mau jadi PNS/ASN atau abdi negara

Ilustrasi - Tidak mau jadi PNS (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Gaji besar tidak setara dengan menahan diri karena bekerja sebagai PNS

Meskipun, Ahmad manyadari bahwa pekerjaan sebagai PNS tidaklah jauh berbeda dengan pekerja kantoran. Mereka berangkat pagi, kemudian pulang sore, sebagaimana pekerja pada umumnya.

Mereka juga bekerja sesuai dengan bidang masing-masing. Misal, pekerja pada bagian administrasi akan tinggal di kantor selama jam kerjanya. Lain hal dengan pekerja lapangan. 

Namun bagaimanapun, Ahmad menilai pengaturan dan penerapannya masih belum ideal. Pekerjaan ini tetap berbeda dari posisi pekerja swasta yang lebih fleksibel. 

“Meskipun di kantor ya, tapi kan beda-beda gitu,” kata dia.

Perbedaan lain ditunjukkan Ahmad melalui perubahan karakteristik pekerjanya. Ahmad bilang, teman-temannya yang bekerja sebagai ASN harus lebih menahan diri, padahal dahulunya tergolong orang-orang yang kritis terhadap berbagai kebijakan pemerintah.

Akan tetapi, setelah bergabung dengan pemerintahan, mereka justru lebih mendahan diri.

“Contohnya teman-temanku yang PNS, mereka itu awalnya kritis, memilih menahan diri,” kata dia.

Keharusan menahan diri bukan hanya karena desas-desus akan mendapatkan tindakan tegas. Sebab, terdapat klausul dalam pekerjaan yang mengharuskan PNS untuk tidak berbicara buruk mengenai negara. Mereka harus menjaga sikap sampai tutur sebagai pekerja pemerintah.

“Mereka jadi menahan diri karena ada klausul mereka nggak boleh menjelek-jelekan negara,” tambah dia.

Meskipun, Ahmad memahami bahwa pengorbanan ini tidak berarti sia-sia untuk sebagian orang. Mereka yang menahan diri dibayar dengan gaji yang lebih besar dibandingkan pekerja umumnya. Bandingkan saja, gaji PNS dengan penempatan salah satu instansi akan lebih tinggi daripada gaji pekerja swasta pada umumnya.

Mengira-ngira dari Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 15 Tahun 2019, PNS dengan latar belakang pendidikan S1 yang kerap memulai karier dari golongan III/a untuk jabatan fungsional tertentu atau pelaksana setidaknya akan mendapatkan besaran standar tambahan penghasilan senilai Rp5,2 juta per bulan.

Nominal ini, dibandingkan dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) Jawa Tengah pada 2026 saja tidak menyentuh angka tersebut. UMP hanya senilai Rp2,3 juta. 

Dari perbedaan penghasilan ini, Ahmad mengatakan memahami alasan orang-orang berbondong-bondong mendaftarkan diri mengikuti seleksi CPNS. Ia juga dapat mengerti alasan di balik PNS ditetapkan sebagai pekerjaan paling stabil. Akan tetapi, setidaknya untuk Ahmad, ia tetap menolak untuk menjadi seorang abdi negara.

“Meskipun paham PNS itu safety dibuktikan saat Covid, aku paham bahwa ada pekerjaan yang secara gaji lebih oke daripada PNS,” tandasnya.

Iklan

Penulis: Shofiatunnisa Azizah

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Derita Anak PNS: Baru Bahagia Diterima PTN Top, Malah “Disiksa” Beban UKT Tertinggi padahal Total Penghasilan Orang Tua Tak Seberapa dan artikel liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 15 April 2026 oleh

Tags: Abdi NegaraASNCpnsgaji ASNgaji PNSpekerja swasta vs pnsPNSpns di desaseleksi CPNStips lolos cpns
Shofiatunnisa Azizah

Shofiatunnisa Azizah

Artikel Terkait

Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS
Pojokan

Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS

28 April 2026
ASN Lulus S2 UGM dengan IPK 4, Bahagia Wisuda tapi Miris Tanpa Kehadiran Ibu yang Berpulang karena Kanker MOJOK.CO
Sekolahan

ASN Lulus S2 UGM dengan IPK 4, Bahagia Wisuda tapi Miris Tanpa Kehadiran Ibu yang Berpulang karena Kanker

24 April 2026
pekerja, gen z, kerja, PNS di desa lebih menyenangkan. MOJOK.CO
Urban

Jadi PNS di Desa Luar Jawa Lebih Sejahtera daripada di Kota, Ilmu Nggak Sia-sia dan Nggak Makan Gaji Buta

20 April 2026
Orang Desa Nggak Cocok Jadi PNS Jika Tak Punya Ilmu Menjilat Atasan. MOJOK.CO
Urban

PNS Tinggalkan Suasana Slow Living di Desa karena Muak dengan Teman Kantor yang Suka Menjilat Atasan, Ujungnya Malah Bernasib Lebih Buruk

17 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Saat anak bangga jadi mahasiswa abadi (tak kunjung lulus kuliah karena sibuk organisasi hingga lupa skripsi) ternyata bikin orang tua terbebani MOJOK.CO

Anak Betah Jadi Mahasiswa Abadi karena Sibuk Organisasi dan Ogah Garap Skripsi, Ortu di Rumah Pura-pura Memahami padahal Terbebani

4 Mei 2026
pertemanan di usia 30.MOJOK.CO

Pertemanan di Usia 30 Memuakkan: Transaksional dan Isinya Cuma Adu Nasib, tapi Paling Mengajarkan Arti Ketulusan

7 Mei 2026
WHV di Australia ternyata berat. MOJOK.CO

Kerja Mati-matian di Australia, Tabungan Sampai Setengah Miliar tapi Nggak Bisa Dinikmati dan Terpaksa Pulang usai Kena Mental

4 Mei 2026
Petani di Delanggu, Klaten maju berkat sistem permakultur. MOJOK.CO

Belajar Bertani dari Dasar, Akhirnya Hidupkan Ketahanan Pangan dari Lahan Kosong di Delanggu Klaten

6 Mei 2026
Anak Indonesia bicara soal isu perkawinan anak dan kekerasan di forum dunia. MOJOK.CO

Anak-anak Indonesia Muak Dipaksa Kawin tapi Jarang Didengar, Kini Kesal dan Mengadu ke Forum Dunia

8 Mei 2026
Kos di Jogja, kos campur.MOJOK.CO

Tinggal di Kos Campur: Lebih Murah dan Layak, tapi Harus Kuat dengan Kelakuan Minus Penghuninya, Jorok dan Berisik

5 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.