Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Urban

Alasan Pasangan Muda Beli Rumah di Surabaya Pinggiran daripada Sidoarjo: Kena Imbas Pembangunan Perkotaan

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
12 Agustus 2026
A A
Mending Beli Rumah di Menganti, Surabaya Pinggiran daripada Sidoarjo. MOJOK.CO

ilustrasi - mending beli rumah di Surabaya pinggiran daripada Sidoarjo. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Memiliki rumah sendiri sebelum usia 30 tahun adalah impian banyak pasangan muda, tak terkecuali bagi Khalfun (27). Alih-alih berburu rumah di Sidoarjo, pasangan Gen Z ini justru menemukan bahwa kawasan pinggiran Surabaya seperti Menganti adalah pilihan yang jauh lebih realistis dan strategis daripada Sidoarjo.

Rumah mungil di Surabaya pinggiran, Menganti

Salah satu keinginan Khalfun setelah menikah adalah bisa punya rumah sendiri untuk ditinggali keluarga kecilnya. Usai menikah di tahun 2021, Khalfun bersama suaminya berusaha menabung untuk beli rumah di pinggiran Kota Surabaya.

Iklan

Meski hanya berukuran 5 kali 12 meter atau total 60 meter persegi, Khalfun merasa puas karena bisa beli rumah sebagai investasi jangka panjang. Selain itu, dia sudah tidak perlu lagi membayar sewa tahunan untuk kontrakan di Surabaya.

“Kami memutuskan beli di Menganti karena lokasi dan letak yang sangat kami pertimbangkan,” kata Khalfun kepada Mojok, Selasa (11/8/2026).

Sebelum memutuskan beli rumah di pinggiran Kota Surabaya, Khalfun mengaku punya opsi lain, yakni membeli rumah di Sidoarjo yang masih tak jauh dari Kota Surabaya. Namun setelah menyurvei beberapa tempat, Khalfun dan suaminya merasa semua pilihannya tidak masuk kriteria. 

Pilih beli rumah di Surabaya pinggiran

Secara administratif, wilayah Menganti masuk Kabupaten Gresik. Melansir dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gresik 2016, Menganti awalnya didominasi oleh lahan pertanian yang subur. 

Namun kini mengalami alih fungsi menjadi kawasan permukiman dan industri seiring dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk di Kabupaten Gresik.

“Di sisi lain, di sini tidak terlalu pelosok sehingga masih terjangkau jika ingin pergi ke kota,” ucapnya.

Selain itu, kawasan ini juga menjadi penyangga atau buffer zone yang strategis. Khalfun dan suaminya juga tak perlu menempuh jarak jauh jika ingin pergi ke pusat kota untuk bekerja.

“Karena berbatasan langsung dengan daerah Surabaya Barat seperti Wiyung, Lakarsantri, dan Pakal, aku berharap tempat tinggalku nanti masih kena imbas pembangunan, karena dengar-dengar sudah ada wacana pelebaran jalan,” ucap Khalfun.

Dan benar saja, saat Khalfun mengecek calon rumahnya, pelebaran jalan di daerah Menganti sudah dikerjakan. Sementara Sidoarjo lebih unggul untuk akses wilayah Surabaya selatan dan timur. Jalur utama yang bisa dilewati adalah Jalan Ahmad Yani, Waru, Bandara Juanda, hingga jalan tol.

Harga rumah di Menganti versus Sidoarjo

Di sisi lain, harga rumah di Menganti lebih sesuai dengan budget keluarga Khalfun daripada harga rumah di Sidoarjo. Di Menganti, perumahan skala menengah dipatok harga mulai dari Rp300 juta, sementara rumah di Sidoarjo terutama di area dekat perbatasan Surabaya seperti Waru dipatok harga mulai dari Rp450 juta.

“Yang pasti menyesuaikan anggaran ya dengan rumah ukuran 5 kali 12 atau luas total 60 meter persegi,” kata Khalfun. 

Sementara untuk desain, Khalfun mengaku tidak perlu standar yang muluk-muluk. Dia berharap rumahnya dapat dibangun secara open space dengan style minimalis modern yang lebih mengarah ke industrial Japan.

Iklan

“Kami berencana membuat rumah tumbuh dengan skema nyicil bangun rumah. Jadi ketika tanah sudah dibeli, kami mencicil pembangunan rumahnya setiap tahun hingga siap ditempati,” jelasnya.

“Kami berdua sering berdiskusi mengenai rumah, kami saling mencatat kebutuhan karena rumah yang kami bangun ditempatin berdua, kami selalu menyelaraskan keinginan bersama,” kata Khalfun.

Meski dalam prosesnya, Khalfun tak terhindar dari hambatan. Setelah berhasil membeli rumah di Menganti tepatnya di pinggiran Surabaya, Khalfun sempat sulit mengakses jalan di musim penghujan, sebab truk besar tidak bisa masuk ke gang.

“Bagi kami itu jadi salah satu kendala, karena kami ada planning nyicil material,” ucap Khalfun.

Tips beli rumah di Surabaya pinggiran agar tidak ditipu

Agar impiannya tercapai yakni membeli rumah sebelum usia 30 tahun, Khalfun dan suaminya menggunakan konsep bayar lebih dulu dengan tabungan dari gaji yang ada. Sisa gaji itu tidak dia habiskan semua, tapi mereka sisihkan dalam bentuk logam mulia.

“Ketika anggaran yang kami butuhkan tercapai, maka langsung kami kerjakan sesuai planning kami di tahun itu,” jelas Khalfun. 

Sebelum membeli rumah, Khalfun tetap mempelajari lebih dahulu developer tanah dan lokasi yang dipilih. Sebagai jaminan, dia meminta identitas pemilik dan mengeceknya agar tidak kena tipu. Begitu pula saat memilih tukang. 

“Cari tukang yang berpengalaman dan bisa diajak kerja sama, bisa diajak tukar pendapat dan paham tentang bangunan,” ucapnya.  

Kini, proses pembangunan rumah Khalfun di Menganti alias pinggiran Kota Surabaya sudah di tahap finishing dan sudah bisa ditempati walaupun belum jadi 100 persen.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Punya Rumah di Desa Itu Perkara Mudah bagi Pasangan Muda, Yang Susah adalah Membeli Privasi dan Rasa Nyamannya atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 12 Agustus 2026 oleh

Tags: beli rumahharga rumahMengantipasangan mudarumah minimalisrumah sedeerhanaSidoarjoSurabayaSurabaya pinggiran
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Wisata Perahu Kalimas di Taman Prestasi Surabaya jadi liburan mewah. MOJOK.CO
Urban

Kemewahan Wisata Perahu Kalimas Menyelamatkan Orang Haven’t Surabaya sebelum Dilanda Stres

11 Agustus 2026
Olive Chicken di Jogja sama saja dengan Karen Chicken di Surabaya. MOJOK.CO
Urban

Olive Chicken Menyelamatkan Lidah Orang Surabaya dari Kuliner Khas Jogja yang Overrated

6 Agustus 2026
Dari Kebun Binatang Surabaya, Kita Belajar Cara Penguasa Melakukan Social Murder MOJOK.CO
Esai

Dari Kebun Binatang Surabaya, Kita Belajar Cara Penguasa Melakukan Social Murder

31 Juli 2026
Ratusan anak di Sidoarjo terpapar HIV AIDS dan pentingnya periksa kesehatan sebelum menikah MOJOK.CO
Kabar

Pentingnya Tes Kesehatan sebelum Menikah, Bukan untuk Ragukan Pasangan tapi Cegah HIV/AIDS seperti Kasus Ratusan Anak di Sidoarjo

29 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Perjuangan orang haven't ingin jadi mahasiswa baru (maba) tanpa sponsor orang tua melalui beasiswa KIP Kuliah MOJOK.CO

Nasib Orang Haven’t: Ingin Jadi Maba Tanpa Sponsor Orang Tua, Harus Alami Kerja di Warung Mie Ayam 16 Jam Upah 30 Ribu

7 Agustus 2026
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X bertemu dengan tim KKP membahas program budi daya ikan tematik. (Sumber: Humas Pemda DIY)

64 Lokasi di Kalurahan DIY Kecipratan Jatah Program Budi Daya Ikan Tematik dari KKP

5 Agustus 2026
Natalius Pigai Menyarankan Buku Karangan Orang Barat, Baiklah Saya Pilihkan MOJOK.CO

Natalius Pigai Menyarankan Buku Karangan Orang Barat, Baiklah Saya Pilihkan

10 Agustus 2026
Apa Salahnya ASN Jualan Nasi Kuning? Gaji Tetap, Kebutuhan Terus Bertambah MOJOK.CO

Apa Salahnya ASN Jualan Nasi Kuning? Gaji Tetap, Kebutuhan Terus Bertambah

12 Agustus 2026
Berkaca dari Kasus Yurizal, Kita Sibuk Mengajari Anak Menjadi Pintar sampai Lupa Mengajarinya punya empati MOJOK.CO

Berkaca dari Kasus Yurizal: Kita Sibuk Mengajari Anak Menjadi Pintar sampai Lupa Mengajarinya Berempati

7 Agustus 2026
ngaji al-qur'an.MOJOK.CO

Promosi Miras Pakai Hafalan Al-Qur’an: Diklaim Lecehkan Agama, Berpotensi Mengulang Blunder Hollywings 

11 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.