Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sekolahan

Aksi Green Flag Dosen UGM, Bimbing Mahasiswa KKN di Kampung Kumuh hingga Inovasinya Diakui PBB

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
19 Agustus 2026
A A
Kiprah dosen pembimbing mahasiswa KKN UGM di Sangurejo. MOJOK.CO

ilustrasi - Dosen pembimbing mahasiswa KKN UGM, Atus Syahbudin (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Padukuhan Sangurejo dulunya lekat dengan citra PaKuMis alias padat, kumuh, dan miskin. Kini, kampung yang terletak di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta itu telah berbenah lewat bantuan dosen pembimbing mahasiswa KKN Universitas Gadjah Mada (UGM).

Tak tanggung-tanggung, Padukuhan Sangurejo bahkan memperoleh penghargaan Program Kampung Iklim (ProKlim) Lestari 2026 yang ditetapkan Kementerian Lingkungan Hidup. 

Iklan

Kiprah dosen pembimbing KKN UGM di Sangurejo

Dosen Fakultas Kehutanan UGM, Atus Syahbudin, ikut terlibat langsung dalam pengembangan program kampung iklim di padukuhan Sangurejo. 

Atus, sapaan akrabnya, sudah lama mendengar soal kondisi Sangurejo yang terkenal sebagai kawasan kumuh dan berjuang berbenah, hingga mendeklarasikan diri sebagai kampung ProKlim tahun 2023.

Setelah mengeksplorasi kampung itu lebih jauh, semangat Atus untuk menyalurkan ilmunya pun muncul, mulai dari aspek pengelolaan lingkungan, konservasi air, pengembangan desa wisata, dan pengelolaan sampah hingga kegiatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. 

“Berbagai pembenahan melalui pengelolaan lingkungan, konservasi air, pengembangan desa wisata, pengelolaan sampah, serta kegiatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim dilakukan oleh Sangurejo,” katanya dikutip dari laman resmi UGM, Rabu (19/8/2026).

Maka dari itu, dalam pendampingan ProKlim Sangurejo, Atus memfokuskan pada penguatan kolaborasi akademik, penelitian, pemberdayaan masyarakat. Sebagai dosen pembimbing mahasiswa KKN, Atus juga memberikan pembekalan dan praktikum kurator keanekaragaman hayati di kampung iklim. 

Inovasi dosen pembimbing KKN yang telah diakui Belanda

Salah satu inovasi yang Atus kembangkan untuk mewujudkan Sangurejo ProKlim adalah pemanfaatan limbah kulit salak sebagai bahan ecoprint.

Produk yang dikembangkan masyarakat melalui ECSA (Ecoprint & Craft Sangurejo) tersebut telah mengikuti berbagai pameran dan menjadi koleksi di Hortus Botanicus Leiden, sebuah kebun raya tertua di Belanda. 

Pengelolaan sampah juga menjadi bagian penting dari gerakan masyarakat. Berbagai kegiatan dilakukan melalui edukasi, pengurangan dan pemanfaatan sampah, serta penguatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan lingkungan dari tingkat rumah tangga.

Tak hanya pendekatan teknis, pengembangan ProKlim Sangurejo juga mengintegrasikan pendekatan sosial dan keagamaan. Nilai-nilai ekoteologi atau dakwah ekologi digunakan untuk mendorong kesadaran, bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab manusia. 

Pendekatan tersebut menempatkan prinsip amanah, keseimbangan (mizan), dan larangan melakukan kerusakan (fasad) sebagai landasan moral dalam pengelolaan lingkungan. 

“Implementasinya dilakukan melalui edukasi, penanaman pohon, pengelolaan sampah, konservasi air, dan berbagai aksi lingkungan berbasis masyarakat,” ujar dosen pembimbing mahasiswa KKN UGM tersebut.

Kembalikan marwah program mahasiswa KKN 

Semua itu, kata Atus, tak mungkin terwujud tanpa ada partisipasi dari pemerintah, perguruan tinggi, komunitas, dan organisasi kemasyarakatan untuk mendukung program lingkungan di Sangurejo.

Dosen pembimbing mahasiswa KKN UGM. MOJOK.CO
Dosen Fakultas Kehutanan UGM, Atus Syahbudin berbaju batik. (sumber: UGM)

“Ini bukan pekerjaan satu orang. Banyak potensi dan banyak pihak yang selama ini sudah bergerak. Energi dan semangat tersebut perlu disatukan agar gerakan lingkungan di Sangurejo semakin kuat dan berkelanjutan,” ujar Atus.

Atus juga menyentil aksi nyata yang seharusnya dilakukan oleh mahasiswa KKN. Di bawah pengawasan Atus sebagai dosen pembimbing KKN UGM, mahasiswa diikutsertakan dalam aksi mengubah wajah baru Sangurejo menjadi kawasan asri. 

Bagi Atus, perjalanan Sangurejo menuju ProKlim Lestari menjadi bukti jika pengelolaan lingkungan yang dibarengi oleh keterlibatan masyarakat dapat berkembang, bila didukung oleh beberapa sektor. 

Kini, status Sangurejo berubah dari PaKuMis menjadi salah satu kampung yang masuk 32 nominasi ProKlim Lestari 2026, serta menjadi perwakilan utama Dewan Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa (UN-ECOSOC).

Iklan

Menurut Atus, penghargaan itu tak hanya berdampak bagi akamsi tapi juga mahasiswa KKN bimbingannya. Sesuai dengan tujuan dan marwah KKN, Atus berharap mahasiswa tidak hanya berfokus pada kegiatan pengabdian, tetapi belajar untuk mengidentifikasi potensi lokal. 

Tak lupa, sebagai dosen pembimbing KKN UGM, Atus juga meminta mahasiswanya untuk mendokumentasikan praktik pengelolaan lingkungan, mengembangkan edukasi masyarakat, serta mendukung kegiatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

Dosen pembimbing KKN UGM: Pengetahuan harus berdampak

Lewat pendekatan yang Atus lakukan, pertemuan antara pengetahuan akademik dan pengalaman masyarakat pun akhirnya terwujud. Keduanya bisa melihat potensi keanekaragaman hayati dan saling mengedukasi soal pengelolaan sampah.

Baik mahasiswa KKN maupun masyarakat dapat belajar soal konservasi tanah dan air, penghijauan, pengembangan ekonomi berbasis lingkungan. Penguatan kelembagaan masyarakat juga turut menjadi bagian dari proses pembelajaran dan pemberdayaan tersebut.

Menurut Atus, keterlibatan mahasiswa dalam ProKlim juga menjadi ruang bagi perguruan tinggi untuk memastikan, bahwa pengetahuan yang dikembangkan di kampus dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Program KKN menjadi jembatan antara pengetahuan akademik dan praktik di masyarakat. Mahasiswa dapat belajar dari masyarakat, sementara masyarakat memperoleh dukungan pengetahuan, dokumentasi, dan inovasi yang dapat memperkuat program lingkungan yang sudah berjalan,” jelas dosen pembimbing KKN UGM tersebut,

Lebih dari itu, menurutnya, capaian ProKlim Lestari bukan semata-mata tujuan akhir berupa penghargaan, melainkan kesempatan untuk memperkuat model pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat yang dapat dipelajari, dikembangkan, dan direplikasi di wilayah lain. 

“Yang terpenting bukan hanya predikatnya, tetapi bagaimana pengetahuan, praktik baik, dan jejaring yang sudah dibangun dapat terus tumbuh. Di sinilah perguruan tinggi, mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat dapat bekerja bersama untuk menjaga keberlanjutan lingkungan,” tuturnya.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Program KKN yang Benar Terasa Manfaatnya dan Bisa Bikin Warga Nangis Kalau Mahasiswanya Pergi atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 19 Agustus 2026 oleh

Tags: desa kumuhdosen pembimbing KKNdosen ugmkkn ugmmahasiswa kknprogram KKNProKlimSangurejotempat KKN
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Agustusan momen bikin mahasiswa KKN kelihatan jadi orang bingung, kalah pamor dengan anak muda Karang Taruna desa MOJOK.CO

Momen Agustusan bikin Mahasiswa KKN di Desa Jadi Orang Bingung, Lebih Sigap Karang Taruna

17 Agustus 2026
Mahasiswa KKN UGM dan LPS berkolaborasi hadirkan edukasi literasi keuangan di desa terluar Mentawai MOJOK.CO

Literasi Keuangan untuk Desa Terluar di Mentawai: Jadi Bekal Masyarakat Desa Hadapi Ragam Persoalan Finansial

10 Agustus 2026
Mahasiswa KKN di desa

Serba Salah KKN di Desa: Terlalu Pendiam Dianggap Nggak Guna, Banyak Omong Dicap Sok Tahu

24 Juli 2026
Selain ke petugas Sensus Ekonomi, warga desa juga jengah dengan program sensus dari mahasiswa KKN MOJOK.CO

Warga Desa Juga Jengah dengan Sensus dari Mahasiswa KKN: Tak Nemu Gunanya, Tak Srawung tapi Korek Privasi Orang

8 Juli 2026
dosen.MOJOK.CO

Butuh Biaya Puluhan Juta Demi Ijazah S2-S3, tapi Negara Malah “Melegalkan” Dosen Digaji di Bawah UMR

23 Juni 2026
Mahasiswa muak dengan KKN di desa. Mending magang saja MOJOK.CO

Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu dan Tak Dibutuhkan Warga

9 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Cuaca ekstrem, memanen air hujan.MOJOK.CO

Memanen Air Hujan Seperti Orang Desa Dianggap Budaya Jorok dan Terbelakang, padahal Bisa Menjadi Penyelamat Saat Kekeringan 

17 Agustus 2026
Saat adik saya jadi korban bullying (perundungan) di sekolah, pihak guru malah menganggapnya masalah biasa MOJOK.CO

Melabrak Guru usai Adik Jadi Korban Bullying di Sekolah hingga Cedera: Saya Justru Menerima Jawaban Memuakkan

18 Agustus 2026
Tercatat 1 juta lulusan S1 (sarjana) jadi pengangguran hingga terjebak pinjol karena hidup konsumtif MOJOK.CO

Banyak Lulusan S1-S3 Nganggur Bukan Cuma karena Lapangan Kerja, Tapi Ada Juga Dua Masalah yang Jarang Disadari

19 Agustus 2026
Kontingen Prambanan tunjukkan jejak Mataram Kuno di Karnaval Budaya Klaten 2026. MOJOK.CO

Potret Kejayaan Mataram Kuno dalam Karnaval Budaya Klaten, 26 Kecamatan Adu Keunggulan Wilayah

19 Agustus 2026
Kiprah dosen pembimbing mahasiswa KKN UGM di Sangurejo. MOJOK.CO

Aksi Green Flag Dosen UGM, Bimbing Mahasiswa KKN di Kampung Kumuh hingga Inovasinya Diakui PBB

19 Agustus 2026
Honda Beat adalah motor paling boring di indonesia

Honda Beat adalah motor paling boring di indonesia tapi justru karena itu saya sayang banget sama motor ini

18 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.