Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Program KKN yang Benar Terasa Manfaatnya dan Bisa Bikin Warga Nangis Kalau Mahasiswanya Pergi

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
24 Juli 2024
A A
program KKN.MOJOK.CO

Ilustrasi KKN (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Program tahunan KKN sedang jadi sorotan. Ada banyak yang berpendapat bahwa program ini tidak membawa manfaat. Bahkan, kegiatannya monoton dengan format yang sama dari tahun ke tahun.

Setidaknya, itulah yang diceritakan peserta maupun warga dalam tulisan “Warga Desa Sebenarnya Muak dengan KKN: Nggak Bantu Atasi Masalah Desa, Cuma Bisa bikin Les dan Acara 17 Agustusan”. Programnya itu-itu saja, salah satu andalannya yakni membuat les bagi warga.

Iklan

Namun, beberapa tahun terakhir tidak jarang pula ada berita perpisahan warga dengan peserta KKN yang dipenuhi isak tangis. Warga berat melepas kepergian para mahasiswa yang artinya mereka telah meninggalkan kesan positif dan kebermanfaatan selama menjalankan program-programnya.

Sebenarnya, masih ada beberapa program dan inisiatif para mahasiswa KKN yang benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat di desa. Programnya tepat, sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.

Ketika KKN benar-benar mengerti masalah warga dan hadirkan solusi meski sederhana

Terbaru, misalnya ada mahasiswa KKN UGM di Banyuwangi yang mencoba menjadi bagian dari pengentasan masalah pelik di daerah tersebut yakni stunting. KKN PPM UGM di Siliragung Banyuwangi mencoba melihat potensi di wilayah tersebut yang bisa jadi pengentasan masalah stunting.

Wilayah Siliragung Banyuwangi kebetulan merupakan sentra penghasil buah naga. Sehingga para mahasiswa mencoba membuat formulasi olahan dari buah tersebut untuk para balita.

Menurut Koordinat Unit Siliragung, Andini Lestari, puding buah naga adalah inovasi pangan olahan yang dibuat untuk memenuhi asupan buah lokal pada anak-anak di Posyandu.

“Puding dipilih karena teksturnya yang lunak dan mudah dicerna oleh balita,” kata Andini pada Jumat (18/7/2024) melansir laman resmi UGM .

Manfaat puding buah naga ini menjadi alternatif makanan tambahan bergizi dan dapat digunakan sebagai Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi anak usia Posyandu yang memanfaatkan buah lokal sebagi bahan utama.

“Gizinya misalnya kaya akan karbohidrat, protein, lemak, serat, vitamin dan mineral, ” katanya.

Ini merupakan salah satu contoh langkah nyata mahasiswa KKN bagi masyarakat. Sederhana, namun memberikan manfaat.

Memanfaatkan keilmuan yang dimiliki

Satu kelompok KKN biasanya terdiri dari mahasiswa beragam latar belakang jurusan. Setiap anggota bisa memberikan kontribusi sesuai dengan disiplin ilmu yang didalami selama sekolah.

Jika dilandasi dengan riset yang tepat maka bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat. Salah satu contohnya adalah inisiasi peserta KKN 2024 dari mahasiswa Program Studi Teknik Kimia UPN Veteran Jawa Timur di Desa Giripurno, Kota Batu.

Para mahasiswa menginisiasi produk turunan dari komoditas yang jadi andalan wilayah setempat. Mulai dari sayur-sayuran hingga buah-buahan. Diversifikasi produknya berupa cold pressed juice yang belakangan memang tren.

Iklan

Selain itu, bagi mahasiswa yang berlatarbelakang studi dengan kemampuan dan pengetahuan praktik yang bermanfaat juga bisa memberikan program yang langsung terasa manfaatnya. Contohnya mahasiswa KKN PPM UGM di Nitikan, Plaosan, Magetan.

Kiane Plano Jayatara, mahasiswa KKN-PPM dari Fakultas Kedokteran Gigi dalam keterangan kepada wartawan, Senin (22/7), mengatakan mahasiswa sengaja melakukan program Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut yang diikuti praktek langsung berupa sikat gigi bersama dan pemeriksaan gigi gratis untuk anak-anak sebagai langkah pencegahan karies sejak dini.

“Program ini merupakan bagian dari upaya untuk membantu meningkatkan kesadaran dan kesehatan gigi serta mulut di masyarakat,” kata Kiane.

Bagi warga desa, pemeriksaan kesehatan gigi barangkali masih menjadi hal yang jarang dilakukan. Sehingga, kehadiran mahasiswa dengan skil dan pengetahunan khusus pada bidang gigi dan mulut memberikan manfaat.

Jika benar-benar melakukan riset lapangan dan memanfaatkan keilmuan mahasiswa dengan baik, maka KKN terus berpotensi memberikan manfaat bagi warga. Bukan hanya menjalankan program rutin dengan template yang tidak sesuai dengan kebutuhan mereka.

Penulis: Hammam Izzuddin

Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Mahasiswa KKN: Nggak Bantu Atasi Masalah Desa, Cuma Bisa bikin Les dan Acara 17 Agustusan

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 24 Juli 2024 oleh

Tags: KKNpengabdian masyarakatprogram KKN
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Selain ke petugas Sensus Ekonomi, warga desa juga jengah dengan program sensus dari mahasiswa KKN MOJOK.CO
Catatan

Warga Desa Juga Jengah dengan Sensus dari Mahasiswa KKN: Tak Nemu Gunanya, Tak Srawung tapi Korek Privasi Orang

8 Juli 2026
Mahasiswa muak dengan KKN di desa. Mending magang saja MOJOK.CO
Sekolahan

Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu dan Tak Dibutuhkan Warga

9 April 2026
Mahasiswa KKN di desa
Catatan

KKN Itu Menyenangkan, yang Bikin Muak adalah Teman yang Jadi Beban Kelompok dan Warga Desa yang “Toxic”

9 April 2026
Riset dan pengabdian masyarakat perguruan tinggi/universitas di Indonesia masih belum optimal MOJOK.CO
Kampus

Universitas di Indonesia Ada 4.000 Lebih tapi Cuma 5% Berorientasi Riset, Pengabdian Masyarakat Mandek di Laporan

18 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Yang Melelahkan bagi Disabilitas Tak Tampak Bukan Penyakitnya, tetapi Harus Terus Membuktikan Diri Sakit MOJOK.CO

Yang Melelahkan bagi Disabilitas Tak Tampak Bukan Penyakitnya, tetapi Harus Terus Membuktikan Diri Sakit

13 Juli 2026
Caruban—sebagai ibu kota dari Madiun—barangkali terkesan tidak bagus-bagus amat. Tapi bikin jatuh hati lewat hal-hal sederhana MOJOK.CO

Caruban Madiun Memang Tidak Bagus-bagus Amat, Tapi bikin Jatuh Hati Lewat Hal-hal Sederhana

13 Juli 2026
Pelajaran mahal setelah menjual saham ANTM lalu membeli BBRI MOJOK.CO

Pelajaran mahal yang saya dapat setelah menjual saham ANTM lalu membeli BBRI: Saya pikir sudah berhitung dengan benar tapi pasar berpendapat lain

9 Juli 2026
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyerahkan hibah daerah ke ormas, tempat ibadah, dan para seniman MOJOK.CO

Hibah Pemkab Sleman untuk Ormas, Tempat Ibadah, dan Seniman: Serahkan Ratusan-Miliaran Juta untuk Dioptimalkan

10 Juli 2026
donasi ekonomi.MOJOK.CO

“Rakyat Bantu Rakyat” Menguat, tapi Jangan Jadi Alasan Pemerintah Lepas Tangan dan Abai Pada Nasib Masyarakat

14 Juli 2026
Pertama kali beli mesin cuci di rumah desa, kena julid tetangga MOJOK.CO

Pertama Kali Beli Mesin Cuci di Rumah Desa: Terharu Ringankan Beban Ibu hingga Dianggap Buang Duit oleh Tetangga Julid

10 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.