Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Mahasiswa Malang Sewakan Kos ke Teman buat Mesum Tanpa Modal, Dibayar Sebungkus Rokok dan Jaga Citra Alim

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
14 Januari 2026
A A
Sewakan kos bebas ke teman sesama mahasiswa Malang yang ingin enak-enak tapi tak punya modal MOJOK.CO

Ilustrasi - Sewakan kos bebas ke teman sesama mahasiswa Malang yang ingin enak-enak tapi tak punya modal. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Persewaan kos bebas, saksi mahasiswa Malang menjaga citra kealiman

Jika teman Mako yang di Surabaya saja sampai jauh-jauh ke Malang untuk menyewa kos bebas yang Mako tempati, apalagi temannya sesama mahasiswa Malang sendiri. 

Bahkan, teman-temannya (mahasiswa Malang) terbilang amat sering menyewa. Tak harus untuk menginap semalam, tapi kalau sedang “ingin” dan hanya butuh dalam hitungan jam. Bisa di siang hari (di sela-sela jam jeda mata kuliah) atau awal petang selepas kuliah. 

Dari situ Mako menjadi saksi bagaimana seorang mahasiswa mencoba menjaga citra kealimannya, tapi diam-diam melepaskan jubah tersebut demi hasrat tubuhnya. 

“Aku bukan mahasiswa kampus berlabel “Islam”, tapi aku ada teman yang kuliah di kampus Islam. Di kampus dan organisasinya, ia dikenal alim. Dalam arti pinter ilmu agama,” ungkap Mako. “Tapi kalau bilang ke saya, itu dirinya yang lain. Dia tetap menusia dengan nafsu yang tertanam dalam dirinya.”

Rela ngemper kalau kos dipakai

“Kalau kosmu disewa, kamu biasanya ke mana? Apalagi kalau dipakai nginep semalaman,” tanya saya. 

Mako mengaku sering ngemper. Kalau tidak numpang di sekretariat organisasi kampus yang ia ikuti, ya numpang tidur di mess kedai kopi milik kenalannya. Simpel saja. 

Mako sudah menikah sejak 2022 lalu. Ia mengontrak sebuah rumah sembari menjalankan bisnis online shop di Malang. 

Sampai saat ini, ia mengaku masih mendapati banyak mahasiswa di Malang yang menggunakan keleluasaan kos bebas. Bahkan kini ia mengaku melihat kohabitasi alias kumpul kebo menjadi sebuah kelumrahan. 

“Kalau ingat nakalnya masa muda, ada nyeselnya, tapi juga ada lucunya,” kata Mako. 

“Tapi kutegaskan perilaku itu nggak bener. Karena sejak punya anak, kupikir-pikir, kayaknya aku nggak bakal bisa terima kalau anakku kelak berbuat hal yang sama sepertiku. Dulu di masa mahasiswa aku bisa menormalisasi tindakanku. Tapi punya anak membuat aku melihat, ternyata itu nggak boleh dinormalisasi,” tegasnya. Apalagi setelah melihat data betapa seriusnya dampak “kebebasan” tersebut. 

Mereka tanpa pengawasan, HIV/AIDS alami lonjakan

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mencatat, sepanjang 2025 ada 355 kasus positif HIV/AIDS dari sekitar 17.000 orang yang menjalani pemeriksaan (screening).

Anggota DPRD Kota Malang, Arief Wahyudi menyebut, data itu hanya bagian kecil saja dari realitas. Ia percaya masih banyak kasus yang belum terungkap, sebagaimana mengutip kanal Disway Malang dan Malang Pariwara. 

Bagi Arief, lonjakan HIV/AIDS di Kota Malang salah satunya disebabkan karena kurang ketatnya pengawasan di rumah-rumah kos. Terutama yang ditempati oleh mahasiswa, pekerja, dan pendatang. 

“Akhirnya kos-kosan jadi bebas, laki-laki membawa perempuan atau sebaliknya. Ini salah satu faktor yang memicu munculnya penyakit berbahaya seperti HIV/AIDS. Akibat aktivitas kumpul kebo dan bergonta-ganti pasangan,” ungkap Arief.

Iklan

Kota Malang sebenarnya punya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2006 tentang Rumah Kos. Isinya mengatur tanggung jawab pemilik kos, termasuk larangan kos campur bagi pasangan yang tidak memiliki ikatan pernikahan.

Hanya memang, regulasi tersebut masih belum terimplementasi secara maksimal. “Sebagai contoh, operasi yang dilakukan Satpol PP beberapa bulan lalu, langsung menemukan 31 pasangan muda-mudi tanpa ikatan pernikahan tinggal satu kamar kos. Ini bukti bahwa Perda-nya bagus, tapi pelaksanaannya yang lemah, sehingga Pemkot Malang harus menangani serius,” beber Arief. 

Oleh karena itu, DPRD mendorong Pemerintah Kota Malang untuk memperkuat pengawasan terpadu dengan melibatkan Satpol PP, kelurahan, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. Perlu juga melakukan pendataan ulang terhadaprumah-rumah kos. 

Jika ada pengelola kos yang melanggar ketentuan, bagi Arife, harus dikenai sanksi administratif secara tegas. 

Penulis: Muchamad Aly Reza

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Kumpul Kebo Sesama Jenis di Malang-Surabaya: Tak Melulu Soal Seks, Merasa Bahagia meski Lukai Orang Tua atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 15 Januari 2026 oleh

Tags: info kos malangKos Bebaskos bebas malangkos malangmahasiswa malangMalang
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Kos di Jogja, kos campur, dapur.MOJOK.CO
Sehari-hari

Kos Induk Semang: Tempat Terbaik buat Mahasiswa Irit dan Kenyang, tapi Menyimpan Sisi Lain yang Bikin Penghuninya Tak Nyaman

13 Mei 2026
Efek rutin olahraga gym, dulu dihina gendut dan jelek kini banyak yang mendekat MOJOK.CO
Sehari-hari

Efek Gym: Dari Dihina “Babi” karena Gendut dan Jelek bikin Lawan Jenis Gampang Mendekat, Tapi Tetap Sulit Nemu yang Tulus

11 Mei 2026
Kuliah menjadi mahasiswa di PTN PTS Malang bikin merasa tersesat karena fenomena menginapkan pacar di kos hingga kumpul kebo MOJOK.CO
Urban

Kuliah di Malang karena Label Kota Pelajar: Berujung “Tersesat” karena Menormalkan Perilaku Tak Wajar Mahasiswa

4 Mei 2026
kos dekat kampus, kos murah.MOJOK.CO
Urban

Punya Kos Dekat Kampus Menguras Mental dan Finansial, Gara-Gara Teman Kuliah yang Sering Menginap tapi Tak Tahu Diri

29 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Vario 150, Motor Honda Terbaik Wujud (Cicilan dan) Kasih Ibu MOJOK.CO

Ada Kasih Ibu di Balik Cicilan Vario 150 yang Terancam Macet karena Jadi Pengangguran: Kisah dan Rasa Takut Saya Bersama Motor Honda Terbaik

21 Mei 2026
Mahasiswa dapat beasiswa KIP Kuliah bohongi orang tua demi uang saku dobel MOJOK.CO

Dapat Beasiswa KIP Kuliah Jalur FOMO, Bohongi Ortu biar Dobel Uang Saku karena Gaya Hidup Tak Cukup Rp750 Ribu

20 Mei 2026
Duta Besar Belanda. dan Jerman terkesan usai bersepeda menyusuri desa di Prambanan, Klaten MOJOK.CO

Bersepeda Susuri Desa di Prambanan Klaten bikin WNA Terkesan Ramahnya Warga Jateng, Sampai Usulkan Kota Ramah Sepeda

21 Mei 2026
Anak Muda Ogah Angkat Panggilan Telepon, Dianggap Ganggu dan Cuma Bikin Cemas Mojok.co

Anak Muda Ogah Angkat Panggilan Telepon, Dianggap Ganggu dan Cuma Bikin Cemas

18 Mei 2026
Catatan Getir Dosen Kalcer: Tampil Keren, tapi Cemas Mahasiswanya Jadi Sarjana Menganggur MOJOK.CO

Catatan Getir Dosen Kalcer: Tampil Keren, tapi Cemas Mahasiswanya Jadi Sarjana Menganggur

20 Mei 2026
Job Hugging: Upaya Pegawai Merusak Perusahaan Toxic. MOJOK.CO

Bahaya Laten Pegawai Job Hugging: Kelihatannya Nurut dan Setia, padahal Menghancurkan Produktivitas di Tempat Kerja

21 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.