Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Lulus SMA Hidup Makmur karena Kerja Gaji UMR Sidoarjo, Nekat Dilepas Demi Kuliah tapi Berujung Hidup Nelangsa karena Ijazah Kampus Nggak Laku

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
9 April 2024
A A
Nelangsa lepas kerja gaji UMR Sidoarjo demi kuliah yang berujung ijazah tak laku MOJOK.CO

Ilustrasi - Nelangsa lepas kerja gaji UMR Sidoarjo demi kuliah yang berujung ijazah tak laku. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sudah enak-enak bekerja dengan gaji UMR Sidoarjo, eh malah milih kuliah. Setelah lulus kuliah, ijazah kampus ternyata tak laku di dunia kerja. Alhasil, kini hidup nelangsa karena terpaksa menjadi guru honorer dengan gaji Rp700 ribu per bulan.

Situasi ngenes tersebut dialami oleh Shinta* (27), bukan nama asli, seorang perempuan asal Sidoarjo, Jawa Timur. Ia merasa relate dengan cerita-cerita ngenes nan sial yang menjejali website Mojok belakangan ini. Oleh karena itu, Shinta dengan sukarela membagikan cerita ngenesnya kepada Mojok, Senin, (8/4/2024) malam WIB.

“Dulu bayanganku kalau aku kuliah, ijazah sebagai sarjana bisa buat kerja yang gajinya gede. Ternyata malah membuat kondisi keuanganku memburuk,” keluh Shinta yang saat ini mengajar sebagai guru honorer di sebuah SMP swasta di Sidoarjo.

Di samping itu, saat ini Shinta juga membuka les privat di rumahnya seperti yang sudah ia jalankan sejak pertama kali kuliah pada 2017 silam. Lumayan lah buat pemasukan tambahan.

Lulus SMA kerja UMR Sidoarjo

Shinta sebenarnya lulus SMA di Sidoarjo pada tahun 2016. Ia memilih gap year terlebih dulu untuk mengumpulkan biaya kuliah. Saat itu ia bekerja di sebuah pabrik di Sidoarjo.

“Gajinya UMR Sidoarjo tahun 2016. Ya Rp3 jutaan lah,” ucap Shinta.

Sedari kelas 12 SMA, Shinta memang bertekad bisa kuliah sebagaimana teman-teman seangkatannya yang lain. Hanya saja berbeda dengan teman-temannya yang mendapat support biaya dari orang tua masing-masing, Shinta harus mengupayakan biaya kuliahnya sendiri.

Bapak Shinta sudah meninggal saat ia masih duduk di bangku SMP. Sementara Shinta tak mungkin meminta uang dari sang ibu yang sejak menjadi orang tua tunggal harus bekerja sebagai buruh pabrik bergaji kecil di Sidoarjo.

“Lulusan SMA dapat gaji Rp3 juta sudah gede banget. Jadi aku bagi-bagi lah. Tabungan buat kuliah, buat aku sendiri, dan buat nambahin ibu,” jelas Shinta.

Nekat kuliah meski sudah merasa makmur

Selama satu tahun bekerja dengan gaji UMR Sidoarjo tersebut, Shinta sebenarnya sudah merasa cukup makmur. Ia sempat berpikir, kalau lulusan SMA saja sudah bisa mendapat gaji sebesar itu, maka rasa-rasanya kok tidak perlu kuliah.

“Karena kalau kupikir, nanti kalau kuliah kan aku harus melepas pekerjaan itu. Aku harus fokus kuliah. Kalau kerja pun kan cuma sampingan, jelas hasilnya ga besar,” tutur Shinta.

Jika uang dari kerja sampingan kecil, masih kata Shinta, pastinya Shinta tak bisa seleluasa sebelumnya untuk memberi uang kepada ibunya. Tak seleluasa dulu pula saat Shinta bisa sewaktu-waktu mengajak ibunya jalan-jalan, sekadar makan di tempat makan mewah di Sidoarjo atau belanja di mal.

Namun setelah berdiskusi dengan sang ibu, Shinta akhirnya mantap berhenti kerja untuk lanjut kuliah. Shinta mencoba memperluas cara berpikirnya: jika lulusan SMA saja mendapat gaji sebesar itu, apalagi jika punya bekal ijazah sebagai sarjana. Tentu peluang kerjanya lebih besar.

Di awal-awal tahun 2017, media sosial memang belum semassif hari ini. Jadi isu seputar banyaknya sarjana yang berakhir nganggur masih tak terlalu mengganggu pikiran Shinta.

Iklan

“Saat itu aku ikut SBMPTN. Keterima di sebuah kampus negeri di Surabaya,” ucap perempuan asli Sidoarjo tersebut.

“Tapi rasa-rasanya aku salah kampus dan salah jurusan. Karena setelah lulus, ternyata nggak sesuai harapan,” sambung Shinta.

Keluar kerja demi kuliah bikin keuangan berubah

Baru semester pertama kuliah pada 2017, Shinta sebenarnya sudah merasakan perubahan drastis dalam kondisi keuangannya. Dari yang semula punya pegangan uang lebih, menjadi serba pas-pasan.

“Selain buka les privat, aku juga jualan kecil-kecilan di online shop. Kalau ada momen wisuda biasanya juga cari tambahan jualan bucket,” terang Shinta.

Hasilnya, kata Shinta, tentu hanya cukup untuk kebutuhannya sendiri. Alhasil, Shinta mulai jarang mengajak sang ibu jalan-jalan di tempat makan atau mal Sidoarjo. Momen yang semula bisa terjadi sebulan sekali, sejak 2017 akhirnya hanya bisa terjadi tiga sampai empat bulan sekali.

“Setiap bulan nyisain duit. Nah kalau sudah tiga atau empat bulan kan lumayan lah buat “nyenengin” ibu,” beber Shinta.

Baca halaman selanjutnya…

Berakhir jadi guru honorer bergaji kecil

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 18 April 2024 oleh

Tags: gaji sidoarjoguru honorerJawa Timurkampus di surabayaloker sidoarjolowongan kerja sidoarjomal di sidoarjopabrik di sidoarjopilihan redaksisalah jurusansalah kampussarjanasarjana nganggurSidoarjoSurabayaumr sidoarjo
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Reporter Mojok.co

Artikel Terkait

Jadi omongan saudara karena sarjana nganggur. MOJOK.CO
Ragam

Putus Asa usai Ditolak Kerja Ratusan Kali, Sampai Dihina Saudara karena Hanya Jadi Sarjana Nganggur

12 Desember 2025
Dalil Al-Qur'an dan Hadis agar manusia tak merusak alam, jawaban untuk tudingan wahabi lingkungan dari Gus Ulil ke orang-orang yang menjaga alam MOJOK.CO
Catatan

Dalil Al-Qur’an-Hadis agar Tak Merusak Alam buat Gus Ulil, Menjaga Alam bukan Wahabi Lingkungan tapi Perintah Allah dan Rasulullah

12 Desember 2025
Gen Z fresh graduate lulusan UGM pilih bisnis jualan keris dan barang antik di Jogja MOJOK.CO
Ragam

Gen Z Lulusan UGM Pilih Jualan Keris, Tepis Gengsi dari Kesan Kuno dan Kerja Kantoran karena Omzet Puluhan Juta

11 Desember 2025
Mitos kerukunan di desa bikin warga desa ingin merantau jauh dan hidup individualistik di perantauan demi hidup tenang MOJOK.CO
Ragam

Mitos Kerukunan dan Hidup Ayem di Desa: Aslinya Penuh Kepalsuan, Baik di Depan tapi Busuk di Belakang

11 Desember 2025
Muat Lebih Banyak
Tinggalkan Komentar

Terpopuler Sepekan

Derita Warga Bener Meriah di Aceh: Terisolir, Krisis Pangan, Ditipu. MOJOK.CO

Sepekan Lebih Warga di Bener Meriah Aceh Berjuang dengan Beras 1 Kilogram dan Harga BBM yang Selangit

9 Desember 2025
down for life, the betrayal.MOJOK.CO

Down For Life Rilis Video Musik “The Betrayal” di Hari HAM Sedunia, Anthem bagi Mereka yang Dikhianati Negara

10 Desember 2025
Makin ke sini pulang merantau dari perantauan makin tak ada ada waktu buat nongkrong. Karena rumah terasa amat sentimentil MOJOK.CO

Pulang dari Perantauan: Dulu Habiskan Waktu Nongkrong bareng Teman, Kini Menghindar dan Lebih Banyak di Rumah karena Takut Menyesal

12 Desember 2025
Innova Reborn Menolak Mati, Toyota Belum Percaya sama Zenix? MOJOK.CO

Innova Reborn Menolak Mati, Toyota Belum Siap Kehilangan Mobil Kesayangan yang Nggak Pernah Bikin Malu

12 Desember 2025
Olive Chicken Naik Harga, Warga Jogja Jadi Resah karena Ini (Unsplash)

Keresahan Warga Jogja di Balik Kabar Kenaikan Harga Olive Chicken di Januari 2026

12 Desember 2025
UB Kampus Liar, UGM Ajari Mahasiswa Gak Omong Kosong MOJOK.CO

Pengalaman Saya Menjadi Mahasiswa yang Jago Bertahan Hidup di UB, lalu Tiba-tiba Menjadi Pintar ketika Kuliah di UGM

9 Desember 2025
Summer Sale Banner
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.