Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Terpaksa Jadi Buruh Pabrik di Batam karena Terusir dan Bapak Enggan Biayai Kuliah, Langsung Sombongkan Gaji ke Bapak yang Hidup Prihatin dengan Istri Baru

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
2 April 2024
A A
Kerja di Batam buat Sombong ke Bapak yang Tak Beri Nafkah MOJOK.CO

Ilustrasi - Kerja keras di Batam buat pamer ke bapak. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Masa remaja yang suram membuat Ayu* (26), nama samaran, ingin “menyombongkan diri” ke bapaknya. Perempuan yang kini tinggal di Pasaman Barat, Sumatera Barat itu berhasrat ingin membuktikan pada bapaknya kalau ia bisa berdiri di kaki sendiri.

Ayu menghabiskan masa mudanya dengan kerja di Batam, Kepulauan Riau. Hal itu terpaksa ia lakukan lantaran ia tak mendapat nafkah dari sang bapak, meski bapaknya pun sebenarnya masih hidup.

Iklan

Orang tua cerai, terusir dari rumah bapak

Sejak SD, orang tua Ayu memutuskan berpisah. Terkait apa penyebabnya, Ayu tak bisa bercerita. Yang jelas, tak lama setelah perceraian itu, kedua orang tuanya sudah menemukan pasangan pengganti masing-masing; menikah lagi.

Setelah resmi bercerai, Ayu dan ibunya mau tidak mau herus angkat kaki dari rumah bapaknya di Padang. Keduanya lalu memutuskan pulang dan tinggal di Pasaman. Di sanalah Ayu kemudian menghabsikan masa remajanya, dari SD hingga masa SMA.

Dalam rentang SD-SMA tersebut, Ayu mengaku sudah tak pernah menerima uang lagi dari bapaknya. Bahkan, Ayu malah pernah terusir dari rumah bapaknya di Padang saat ia hendak ikut tinggal bersama sang bapak, beberapa bulan sebelum akhirnya Ayu berangkat kerja di Batam.

Setelah lulus SMA pada 2016, Ayu berniat lanjut kuliah Kebidanan di Padang. Oleh karena itu, ia berencana pula tinggal di rumah bapaknya.

“Mungkin dengan tinggal bersama bapak selama kuliah bisa mengurangi beban ibu untuk biaya kosan,” tutur Ayu kepada Mojok, Selasa (2/4/2024). Sayangnya, Ayu justru mendapat jawaban yang sangat menyakitkan. Ia merasa terusir secara halus.

“Istri barunya menjawab, ‘Rumah kami kecil, nggak mungkin kamu tinggal di sini’,” tutur Ayu.

Siswa berprestasi tapi terpaksa kerja di Batam

Kecewa berat. Itulah yang Ayu rasakan usai “terusir” dari rumah bapaknya sendiri yang sekaligus juga penolakan halus untuk membiayai Ayu kuliah Kebidanan di Padang.

Ayu pun hanya bisa memupus keinginannya untuk kuliah. Karena ia tidak mungkin minta bantuan biaya dari ibunya yang kehidupannya pas-pasan. Alhasil, Ayu pun kemudian mempertimbangkan ajakan dari tentenya untuk kerja di Batam.

“Tante ngajak saya kerja sebagai buruh di sebuah PT di Batam yang gajinya lumayan besar,” beber Ayu.

Keputusan hendak kerja di Batam tentu disayangkan oleh guru dan beberapa temannya. Mengingat, mereka semua tahu kalau Ayu adalah siswa berprestasi. Sehingga, sayang saja jika siswa berprestasi seperti Ayu justru tak lanjut kuliah.

Akan tetapi, Ayu punya alasan yang kemudian membuat guru dan teman-temannya maklum dan malah menyemangati Ayu untuk mewujudkan apa yang ia cita-citakan.

“Tawaran tante saya pertimbangkan karen saya bertekad ngumpulin uang buat tambahan biaya kuliah saya sendiri,” jelas Ayu.

Iklan

Kuliah sambil kerja di Batam

Perjalanan Ayu mencari kerja di Batam tidaklah mudah. Ia sempat tiga bulan nganggur dan menumpang tantenya lantaran tak kunjung mendapat panggilan kerja. Padahal sudah banyak lamaran pekerjaan yang ia kirim ke PT-PT yang ada di Batam.

“Alhamdulillah bulan keempatnya udah dapat kerja yang gajinya lumayan untuk nabung biaya masuk kuliah,” kata Ayu.

Ayu kemudian menghabiskan waktu selama dua tahun kerja di sebuah pabrik di Batam itu. Uang yang ia dapat dari kerja di Batam tersebut Ayu bagi untuk beberapa hal. Antara lain, nabung biaya kuliah, memberi kiriman ibu di Pasaman, dan memberi beberapa perangkat penunjang untuk kuliah dan aktivitas sehari-hari Ayu di Batam (seperti motor dan laptop).

Terpaksa Kerja di Batam karena Tak Dinafkahi Bapak MOJOK.CO
Ilustrasi buruh pabrik di Batam. (Paul Einerhand/Unsplash)

Uang tabungan selama dua tahun itu pun kemudian Ayu gunakan untuk mendaftar kuliah di salah satu PTN di Batam. Ayu keterima di program studi (prodi) Akuntansi.

“Ibu terharu karena memang pengin lihat anaknya sarjana. Soalnya di keluarga kami belum ada,” ucap Ayu. Terlebih, Ayu bisa kuliah atas perjuangannya sendiri. Ia menjalani masa kuliahnya pun dengan penuh perjuangan: kuliah sambil kerja.

Namun meski begitu, Ayu bisa menuntaskan kuliahnya tepat waktu (delapan semester). Ia lulus pada 2022 dan memutuskan pulang ke Pasaman Timur.

Pada dasarnya, pekerjaan di Batam gajinya lebih menjanjikan. Akan tetapi, karena ibunya mulai sakit-sakitan, Ayu mau tak mau harus pulang ke Pasaman untuk merawat sang ibu.

“Sekarang kerja sebagai pegawai honorer di instansi pemerintahan di Pasaman Barat. Gajinya bisa dibilang kecil. Jadi masih berusaha nyari-nyari kerjaan yang gajinya gede,” kata Ayu.

Baca halaman selanjutnya…

Sombongkan diri ke Bapak

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 3 April 2024 oleh

Tags: batamkerja di batamKuliah sambil kerjalowongan kerja di batampabrik di batampilihan redaksipt di batam
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Curhat kasir Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di jalanan desa sepi. Sepi pembeli, sekali ada pembeli bukan karena butuh tapi iseng dan bikin kesel MOJOK.CO
Sehari-hari

Derita Kasir Kopdes di Desa Pelosok: Hari-hari Sepi, Pembeli Datang Bukan karena Kebutuhan tapi Sengaja Bikin Kesal

21 Juli 2026
Cari kerja, lamaran kerja, Mahasiswa gap year kuliah di Unila. MOJOK.CO
Sehari-hari

Kesalahan Bikin CV dan Hal-Hal Sepele Lain yang Justru Bikin Jobseeker Ditolak Saat Melamar Kerja

16 Juli 2026
cari kerja, UGM.MOJOK.CO
Sehari-hari

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026
Derita Orang Rembang, Makan Mie Gacoan Harus ke Tuban MOJOK.CO
Catatan

Makan Mie Gacoan adalah Kemewahan bagi Anak Muda Desa, Rela Motoran 2 Jam Demi Makanan yang “Menyiksa” Mulut Mereka

14 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ilustrasi - Cerita bapak dulu bungah antar anak wisuda sarjana dari PTS Jogja, kini nelangsa antar anak susah cari kerja meski modal ijazah S1 MOJOK.CO

Cerita Bapak Dulu Bahagia Antar Anak Wisuda Sarjana, Kini Nelangsa Antar Cari Kerja Pakai Ijazah SMA karena S1 Tak Guna

19 Juli 2026
Cerita alumnus Unika, side hustle untuk temukan kebermaknaan. MOJOK.CO

Kisah Alumnus Unika Pilih Side Hustle dengan Mengubah Sampah Plastik Jadi Kerajinan agar Waras dari Kerjaan Freelance

15 Juli 2026
Sudah Berani Menyapa Teman-temannya, Murid ABK Malah Dianggap Tak Ada meski Berada di Sekolah Inklusif MOJOK.CO

Sudah Berani Menyapa Teman-temannya, Murid ABK Malah Dianggap Tak Ada meski Berada di Sekolah Inklusif

21 Juli 2026
Cerita Pencari Kerja Difabel datang ke Job Fair Ditemani Ibu: ‘Semua Orang Punya Kemampuan asal Diberi Kesempatan’.MOJOK.CO

Cerita Jobseeker Difabel datang ke Job Fair Ditemani Ibu: ‘Semua Orang Punya Kemampuan asal Diberi Kesempatan’

17 Juli 2026
Menyerang Jurnalis dengan Umpatan Bukti Pengacara Kehabisan Akal, Tunjukkan Miskinnya Argumen Hukum.MOJOK.CO

Menyerang Jurnalis dengan Umpatan Bukti Pengacara Kehabisan Akal, Tunjukkan Miskinnya Argumen Hukum

20 Juli 2026
kerja, lulusan SMA di keluarga penuh sarjana.MOJOK.CO

Cerita Lulusan SMA yang Berhasil Mapan Tanpa Ijazah S1, tapi Diam-Diam Menyesalinya dan Merasa Iri pada Sarjana

21 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.