Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Sarjana Akuntansi Nekat Pilih Jualan Penyetan di Tengah Keluarga PNS, Direndahkan karena Tak Berseragam, Nggak Tahu Aja Hidupnya Lebih Makmur

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
29 Mei 2024
A A
Sarjana Akuntansi Jualan Penyetan, Cuannya di Atas Gaji PNS MOJOK.CO

Ilustrasi - Sarjana Akuntansi jualan penyetan, cuan di atas gaji PNS. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sarjana Akuntansi nekat pilih buka warung penyetan di tengah keluarga PNS. Dari dulu sampai sekarang masih diremehkan keluarga, padahal tak banyak yang tahu kalau ia memiliki pemasukan yang mengalahkan PNS.

***

Sehari-hari Miko (29) hanya terlihat bekerja dengan celana pendek dan kaos oblong. Satu sisi ada kekecewaan dari pihak keluarga Miko yang mayoritas adalah PNS. Karena keluarga menghendaki Miko juga bekerja dengan mengenakan seragam.

Hanya saja, Miko tak bisa menyangkal bahwa ia sendiri memang tidak punya minat untuk menjadi PNS. Ia punya perhitungan sendiri soal profesi yang hendak ia jalani.

“Keluarga merasa jadi PNS itu lebih aman. Nggak ada PHK, ada pensiunan. Di mata keluarga, pekerjaan yang mapan itu ya jadi PNS,” ujar Sarjana Akuntansi itu kepada Mojok, Rabu (15/05/2024).

Sarjana Akuntansi yang ingin jualan sempolan

Miko sendiri merupakan Sarjana Akuntansi alumnus IAIN Surakarta atau sekarang bernama UIN Raden Mas Said Surakarta (seterusnya kita sebut saja UIN Solo). Ia kuliah dalam rentang 2015-2019. Ia lulus dengan IPK 3,49.

“Saya beranikan diri untuk merantau ke Kota Solo seorang diri karena memang sudah menjadi keinginan saya kuliah di Solo sejak saya masih SMP,” ungkap Sarjana Akuntansi asal Bengkulu tersebut.

Sejak menjadi mahasiswa Akuntansi di Solo, Miko memang mengaku sudah punya bayangan kalau lulus mau buka usaha kecil-kecilan di Bengkulu. Misalnya dengan menjual jajanan seperti sempolan, jajanan yang kerap ia jumpai di Solo.

Sebab, dari pengalamannya ngobrol dengan beberapa penjual sempolan di Solo, penghasilannya mengimbangi bahkan bisa di atas gaji PNS.

“Penjual sempolan untuk dapat Rp3 juta sampai Rp5 juta itu nggak sulit,” jelas Miko.

Sarjana Akuntansi yang nekat buka warung penyetan

Setelah lulus sebagai Sarjana Akuntansi UIN Solo, Miko pun memutuskan kembali ke Bengkulu. Ia lalu mulai memikirkan rencana bisnis apa yang bakal ia jalankan. Hanya saja ia mendapat tekanan demi tekanan dari keluarganya yang PNS.

Miko mencoba menjelaskan niatnya secara baik-baik kepada keluarga bahwa ia pengin bikin usaha kecil-kecilan. Mislanya dengan jualan sempolan seperti yang ia rencanakan dari Solo. Akan tetapi, ia justru mendapat tanggapan yang kurang enak didengar.

“Kalau cuma jualan kecil-kecil seperti itu, kenapa harus kuliah jauh-jauh di Solo? Toh ujung-ujungnya hanya jualan. Lulusan SD atau SMP pun bisa kalau cuma jualan kecil-kecilan seperti itu,” tutur Sarjana Akuntansi UIN Solo itu mencoba menirukan ucapan dari keluarganya yang PNS.

“Nanti bagaimana dengan penilaian orang lain kalau seorang Sarjana Akuntansi dari Solo balik Bengkulu hanya jualan sempolan? Pasti akan direndahkan,” sambung Miko masih menirukan respons keluarga tentang rencananya untuk jualan.

Iklan

Pihak keluarga pun menyarankan agar Miko mencari-cari kerja dulu di perusahaan-perusahaan swasta. Tentu sambil menunggu adanya informasi pendaftaran CPNS. Miko pun manut saja.

Sarjana Akuntansi UIN Solo itu kemudian bekerja di sebuah lembaga keuangan syariah di Bengkulu. Pekerjaan yang masih ia jalani sampai tahun 2024 ini. Seiring waktu, Miko juga mewujudkan keinginannya untuk membuka usaha.

“Saya buka usaha warung ayam penyetan di kantin salah satu kampus swasta di Bengkulu,” terang Miko.

Baca halaman selanjutnya…

Penghasilan di atas gaji PNS

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 30 Mei 2024 oleh

Tags: gaji PNSpendaftaran pnsPNSsarjana akuntansiuin solouin surakartawarung penyetanwarung penyetan enak jogjawarung penyetan enak solo
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

PNS tetap WFO saat WFH
Sehari-hari

PNS Lebih Pilih Tetap Pergi ke Kantor saat WFH, Takut Tergiur “Godaan” Kelayapan Malah Berujung Gagal Hemat BBM

8 April 2026
Ribetnya lolos seleksi CPNS dan jadi PNS/ASN di desa: dibayangi standar hidup sukses yang merepotkan MOJOK.CO
Urban

Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi

8 April 2026
Ikuti paksaan orang tua kuliah jurusan paling dicari (Teknik Sipil) di sebuah PTN Semarang biar jadi PNS. Lulus malah jadi sopir hingga bikin ibu kecewa MOJOK.CO
Edumojok

Kuliah di Jurusan Paling Dicari di PTN, Setelah Lulus bikin Ortu Kecewa karena Kerja Tak Sesuai Harapan

7 April 2026
Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Orang Kota yang Datang Buat Sok Slow Living: Arogan, Tak Membaur, Anggap Warga Asli Cuma “Figuran” MOJOK.CO
Urban

Tiga Kali Gagal Seleksi CPNS, Pas Sudah Diterima Jadi ASN Malah Tersiksa karena Makan “Gaji Buta”

7 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Slow living di desa, jakarta.MOJOK.CO

Orang Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Salatiga Selama Masih Anti-Srawung, Modal Financial Freedom pun Tak Cukup

6 April 2026
Punya rumah besar di desa jadi simbol kaya tapi terasa hampa MOJOK.CO

Punya Rumah Besar di Desa: Simbol Kaya tapi Percuma, Terasa Hampa dan Malah Iri sama Kehidupan di Rumah Kecil-Sekadarnya

2 April 2026
Hasutan dan jebakan orang minta donasi di Stasiun Tugu Jogja, ternyata berkedok penipuan MOJOK.CO

Turun Stasiun Tugu Jogja Muak sama Orang Minta Donasi: Tidak Jujur Sejak Awal, Jual Kesedihan Endingnya Jebakan

5 April 2026
Kerja di Pabrik, Kuliah S2, dan Dihajar Asam Lambung MOJOK.CO

Kerja di Pabrik, Kuliah S2, dan Dihajar Asam Lambung

6 April 2026
Jurusan Antropologi Unair selamatkan saya usai ditolak UGM. MOJOK.CO

Ditolak UGM Jalur Undangan, Antropologi Unair Selamatkan Saya untuk Tetap Kuliah di Kampus Bergengsi dan Kerja di Bali

6 April 2026
User kereta api (KA) ekonomi naik bus Sumber Selamat: sebenarnya kursi lebih nyaman, tapi ogah tersiksa lebih lama MOJOK.CO

User Kereta Ekonomi Naik Bus Sumber Selamat karena Tak Ada Pilihan: Kursi Lebih Nyaman, Tapi Dibuat Hampir Pingsan

2 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.