Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Tinggalkan Kerja Kantoran demi Jualan Paper Bag di Jogja meski “Kecewakan” Ibu, Malah Sejahtera dengan Omzet Puluhan Juta hingga Beri Lapangan Kerja ke Banyak Orang

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
20 Mei 2024
A A
Lepas Kerja Kantoran Jogja demi Bisnis Paper Bag dan Jadi Kaya MOJOK.CO

Ilustrasi - Lepas kerja kantoran demi jualan paper bag dan jadi kaya. (Aly Reza/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Nekat tinggalkan kerja kantoran di Jogja demi buka bisnis paper bag sendiri. Awalnya orang tua menyayangkan, tapi kini malah bangga karena dari paper bag itu bisa membuka lapangan kerja untuk ibu-ibu rumah tangga. Bahkan membantu keuangan mahasiswa Jogja yang memutuskan kuliah sambil kerja.

***

Tumpukan paper bag memenuhi sudut-sudut rumah kontrakan Iksan (28) di Jl. Werkudara, Wirobrajan, Jogja. Tumpukan paper bag tersebut menunggu diambil oleh pemesannya masing-masing.

“Saya jualnya online, Mas. Lewat marketplace dan Facebook. Kalau orang Jogja sendiri biasanya emang pesen terus ambil sendiri ke sini,” jelas Iksan saat saya temui, Rabu (8/5/2024) pukul 14.34 WIB.

Bisnis paper bag-nya memang terbilang lancar. Pembelinya dari kalangan mahasiswa hingga instansi pemerintahan di Jogja. Namun, sebelum bisnis paper bag-nya tersebut berkembang seperti saat ini, ternyata ia harus berhadapan dengan tuntutan orang tua agar ia kerja kantoran di Jogja.

Iksan (28) tinggal kerja kantoran di Jogja demi bisnis paper bag yang beromzet Rp30 juta MOJOK.CO
Rumah kontrakan yang jadi tempat produksi paper bag Iksan di Wirobrajan, Jogja. (Aly Reza/Mojok.co)

Tinggalkan jual beli HP karena kena teror

Iksan berasal dari Kulon Progo, Jogja. Orang tuanya sehari-hari bekerja sebagai pengusaha tahu kecil-kecilan. Ia mulai tertarik pada dunia bisnis sejak masa SMA. Saat itu ia menjadi reseller HP.

“Dari jual HP itu hasilnya saya tabung buat kulakan sendiri, lalu bikin jual beli HP sendiri,” kata Iksan.

Bisnis jual beli HP itu kemudian berlanjut hingga Iksan kuliah di STIE YKPN, Jogja, dalam rentang 2015-2018. Dari hasil jual beli HP itu Iksan bisa membagi uangnya untuk kebutuhan kuliahnya sendiri (tanpa banyak merepotkan orang tua) dan untuk ia tabung.

Ia sadar betul tak bisa bergantung sepenuhnya pada biaya orang tua. Mengingat, orang tuanya pun harus membiayai adiknya yang masih sekolah.

Iksan lalu memutuskan rehat sejenak pada 2018 karena ingin fokus skripsi. Sebelum akhirnya lanjut lagi pada 2019. Hanya saja, tahun 2019 itu ternyata menjadi masa terakhirnya menjalankan bisnis HP yang sudah ia geluti sejak SMA di Jogja itu.

“Untungnya lumayan, Rp50 ribu. Tapi buat apa untung banyak kalau hidup saya makin nggak tenang,” keluh Iksan.

Pasalnya, Iksan merasa hidupnya penuh dengan teror. Saat itu ia melakukan jual beli HP di Facebook. Yang membuatnya tak tenang adalah, setiap HP sudah ada di tangan pembeli, beberapa hari kemudian si pembeli langsung menghubungi Iksan: mengadu kalau HP yang ia beli dari Iksan mengalami trouble.

“Padahal nggak ada niatan buat nipu. HP yang saya jual kondisinya bagus,” jelas Iksan. Karena merasa hidupnya terus-menerus kena teror pembeli, Iksan pun memutuskan berhenti. Ia lalu mempertimbangkan tuntutan orang tuanya agar ia kerja kantoran di Jogja.

Kerja kantoran di Jogja karena tuntutan orang tua

Dari jual beli HP, Iksan kemudian benar-benar kerja kantoran di salah satu surat kabar mainstream di Jogja. Ia menempati posisi Staf SDM.

Iklan

“Sayangnya cuma bertahan setahun. Nggak betah karena udah kebiasaan cari uang sendiri. Jadi nggak enak aja ikut orang,” ucap Iksan.

Berhenti kerja kantoran di Jogja pada 2020, Iksan pun kembali merintis bisnis baru, yakni membuka Warmindo. Namun, alih-alih membuat Iksan untung, Warmindo  justru bisni yang membuat Iksan harus tombok-tombokan.

“Baru tiga minggu buka langsung tutup karena Corona lagi parah-parahnya, nangis banget,” kenang Iksan yang disambung dengan isapan rokok dalam-dalam.

Saat pandemi Covid-19 berangsur mereda, Iksan sebenarnya masih membuka Warmindo-nya. Hanya saja, sial bagi Iksan karena ia punya karyawan nakal.

Perlahan tapi pasti, Warmindo Iksan sebenarnya sudah memiliki banyak pelanggan. Namun anehnya, omzet hariannya tak sepadan sama sekali. Setelah ia investigasi, ternyata uangnya raib ditilap keryawannya sendiri. Singkat cerita Iksan memilih menutup Warmindo-nya tersebut pada pertengahan 2022.

Baca halaman selanjutnya…

Buka lapangan kerja lewat bisnis paper bag

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 21 Mei 2024 oleh

Tags: bisnis menguntungkan di jogjaJogjakantor di jogjaloker di jogjalowongan kerja di jogjapaper bag jogjastie ykpn jogja
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, akan beri pendampingan korban daycare Little Aresha dan akan lakukan sweeping MOJOK.CO
Aktual

Sweeping Daycare di Kota Yogyakarta, Langkah Emergency yang Harus Dilakukan agar Kasus Serupa Little Aresha Tak Terulang

27 April 2026
Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik MOJOK.CO
Pojokan

Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik, Membuat Derak Roda Ekonomi Bergerak ke Seluruh Pelosok DIY

26 April 2026
Dugaan penganiayaan anak di daycare Little Aresha, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Jogja MOJOK.CO
Aktual

Hancur Hati Ibu: Amat Percaya ke Daycare LA Jogja dan Suka Kasih Tip ke Pengasuh, Anak Saya Justru Dibuat Trauma Serius

25 April 2026
Tips Makan Soto Bening Jogja bagi Para Pendatang yang Selalu Gagal Menikmatinya Mojok.co
Pojokan

Tips Makan Soto Bening Jogja bagi Para Pendatang yang Selalu Gagal Menikmatinya

24 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Romantisasi bunuh diri di Jembatan Cangar Mojokerto harus dihentikan MOJOK.CO

Ironi Jembatan Cangar Mojokerto: Berubah Jadi Titik Bunuh Diri Gara-gara Salah Kaprah Diromantisasi hingga Menginspirasi

24 April 2026
Jurusan kuliah di perguruan tinggi yang kerap disepelekan tapi jangan dihapus karena relevan. Ada ilmu komunikasi, sejarah, dakwah, dan manajemen MOJOK.CO

4 Jurusan Kuliah yang Kerap Disepelekan tapi Jangan Dihapus, Masih Relevan dan Dibutuhkan di Bisnis Rezim Manapun

27 April 2026
Tukang pijat.MOJOK.CO

Lulusan Akuntansi Banting Setir Jadi Tukang Pijat: Dihina “Nggak Keren”, tapi Dapat Rp200 Ribu per Hari, Setara 2 Kali UMR Jogja

24 April 2026
Tahlilan ibu-ibu di desa: acaranya positif tapi ternodai kebiasaan gibah dan maido MOJOK.CO

Tahlilan Ibu-ibu di Desa: Kegiatan Positif tapi Sialnya Jadi Kesempatan buat Flexing Perhiasan, Mengorek Aib, hingga Saling Paido

28 April 2026
Stigma yang Membuat Saya Menderita: Menikah dengan Bule adalah Jalur Cepat Jadi Seleb Medsos MOJOK.CO

Stigma yang Membuat Saya Menderita: Menikah dengan Bule adalah Jalur Cepat Jadi Seleb Medsos

24 April 2026
Menikmati Kenyamanan di Candi Plaosan, Hidden Gem Klaten dengan Nuansa Magis nan Elok untuk Healing Mojok.co

Menikmati Kenyamanan di Candi Plaosan, Hidden Gem Klaten dengan Nuansa Magis nan Elok untuk Healing

24 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.