Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan Kuliah S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
12 Januari 2026
A A
Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa. MOJOK.CO

ilustrasi - Aprilea Sofiastuti Ariadi. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Perempuan asal Semarang, Jawa Tengah itu bernama Aprilea Sofiastuti Ariadi atau yang akrab dipanggil Lea. Ia menjadi salah salah seorang wisudawan terbaik di Institut Teknologi Bandung (ITB) Program Studi Magister (S2) Arsitektur pada Oktober 2025 lalu. Tesisnya tercipta karena ketertarikannya menyusuri kampung-kampung tua di pulau Jawa.

Kuliah S2 di ITB ketika 5 tahun terjun di dunia kerja

Sejak dulu, Lea memang menyukai arsitektur. Studi arsitektur pertamanya ia tempuh di Universitas Diponegoro. Setelah lulus kuliah, ia bekerja di salah satu biro arsitektur di Kota Bandung. Dari sanalah terlibat dalam berbagai publik, mulai dari perancangan alun-alun sampai perpustakaan.

Iklan

Tugas itu ia lakoni selama 5 tahun hingga ia sadar tanggung jawab yang ia emban semakin besar. Lea merasa perlu memperdalam ilmunya, karena proyek-proyek yang ia kerjakan pun semakin tak mudah. Apalagi, proyek tersebut berdampak langsung pada masyarakat.

“Saya ingin belajar lebih banyak untuk memberi lebih banyak,” ujarnya dikutip dari laman resmi ITB, Senin (12/1/2025).

Selain tanggung jawab yang besar, Lea membutuhkan gelar kuliah S2 sebagai syarat memperoleh legalitas profesi arsitek. Maka dari itu, ia melanjutkan studi S2 di ITB Jurusan Arsitektur.

Setelah 5 tahun bekerja di dunia profesional dan kembali melanjutkan studi S2 di perguruan tinggi negeri ITB, Lea semakin merasakan perbedaan keduanya. 

Lea ITB. MOJOK.CO
Aprilea Sofiastuti Ariadi atau Lea saat Wisuda Oktober 2025 di Sabuga ITB. (Ariadi Atmoko)

Di ruang akademik, ia merasa bebas dalam mengeksplorasi gagasannya bersama dengan bimbingan dosen. Sementara di dunia kerja, ada banyak faktor eksternal yang memengaruhi keputusannya seperti kebutuhan klien atau masalah anggaran.

Namun, berkat pembelajaran S2-nya di ITB, Lea merasa jauh lebih percaya diri. Bahkan ia mengaku pikirannya jadi lebih fresh, karena berjumpa dengan orang-orang baru, ide-ide segar, dan referensi anyar yang belum pernah ia tahu sebelumnya.

Salah satunya kesempatan mengikuti beberapa studio bersama mahasiswa pertukaran pelajar. Dengan mereka, Lea mendapatkan pengalaman kolaborasi lintas budaya dan perspektif.

Lomba merancang pulau di Singapura

Kuliah S2 di ITB tak hanya memotivasinya untuk belajar. Lea juga terdorong untuk mengikuti lomba di luar negeri. Salah satunya kompetisi desain di Singapura yang menantang pesertanya untuk merancang sebuah pulau besar.

Dalam lomba tersebut para peserta harus memikirkan bagaimana pulau tersebut dapat menghidupkan kembali nuansa “kehangatan” dan nilai-nilai kemanusiaan melalui arsitektur.

“Itu pertama kali saya merancang skala yang sebesar itu. Itu benar-benar besar banget dan ternyata skala itu harusnya multidisiplin, ada rancang kota, ada Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) segala macam. Tapi karena waktu itu kita hanya dari arsitektur saja, jadi yang didesain arsitekturnya,” tutur Lea.

Lea di atas mimbar. MOJOK.CO
Lea memberikan pidatonya sebagai wisudawan terbaik ITB. (Dok. ITB)

Pengalaman tersebut mendorong Lea memperluas sudut pandangnya. Ia kemudian mengikuti workshop bersama dosen-dosen PWK ITB, hingga muncul ide untuk terjun langsung ke Kampung Lebak Siliwangi.

Bermula dari mengunjungi kampung bersejarah di Bandung

Melansir dari laman resmi Provinsi Jawa Barat, Kampung Lebak Siliwangi adalah lokasi administratif dari Babakan Siliwangi (Baksil) di Kota Bandung. Kawasan ini terkenal dengan pepohonan dan sungai-sungai yang masih dijaga kelestariannya oleh masyarakat sekitar sampai sekarang.

Iklan

Salah satunya Sungai Cikapundung yang dianggap warisan alam oleh warga lokal sejak puluhan ribu tahun yang lalu. Di tahun 1920, muncul sebuah wacana untuk menjadikannya hutan kota dan perkebunan terbuka bagi masyarakat umum. 

Setelah Indonesia mereka, wilayah ini hampir beralih fungsi menjadi pusat kegiatan komersial jika masyarakat tidak berbondong-bondong menolak. Hingga akhirnya, Baksil tercatat sebagai hutan kota dunia oleh PBB pada tahun 2011. 

Lea saat melakukan penelitian. MOJOK.CO
Salah satu objek penelitian (Pohon Pamrih Kelurahan Sewu) bersama salah seorang narasumber, Surakarta, 16 November 2025. (Brigita Theora Mega)

Lewat kisah tersebut, Baksil menjadi saksi bisu perjuangan warga Bandung mempertahankan ruang hijau di tengah perkembangan kota yang makin padat. Di sanalah, Lea melakukan wawancara kepada warga lokal serta melakukan pemetaan. Ia pun makin tertarik pada kampung tersebut. 

“Permukiman manusia itu bermula dari kampung, bahkan di kota pun kampung itu masih ada. Dan sebenarnya, kampung (adalah) suatu entitas yang unik,” tutur wisudawan ITB tersebut.

Pilih Kampung Sewu di Solo sebagai bahan tesis di ITB

Tak berhenti sampai di Kampung Lebak Siliwangi, Bandung. Lea kemudian menelusuri asal-usul kampung-kampung di kota-kota Pulau Jawa yang umumnya berkembang dari kawasan sungai menuju permukiman. 

Menurutnya, sungai merupakan aspek penting yang menghubungkan wilayah pesisir dengan daratan. Dari penelusuran tersebut, ia menemukan Kampung Sewu di Solo sebagai objek penelitian yang menarik perhatiannya.

“Ada kampung yang diapit oleh Bengawan Solo, dan sungai yang menghubungkannya bernama Kali Pepe. Dulunya terdapat kedua sungai yang menghubungkan kota Solo dengan major port di Pulau Jawa,”

“Dari situ akhirnya saya memulai tesis S2 saya,” kata Lea yang memutuskan Kampung Sewu sebagai prototipe penelitiannya di ITB berjudul Regenerating Spaces Perancangan Ruang Publik dan Fasilitas Wisata Ekobudaya Berbasis Komunitas di Kampung Sewu Melalui Ecopuncture.

Pada masa lalu, Kampung Sewu merupakan salah satu bandar penting yang menghubungkan wilayah dalam Kota Solo dengan kawasan di sekitar sungai, lengkap dengan jembatan sebagai penghubung. Namun, seiring berubahnya moda transportasi, fungsi bandar pun perlahan memudar.

Dari sejarah dan budaya yang begitu banyak dari kampung tersebut, ia menilai banyak kampung-kampung di Indonesia memiliki kekayaan nilai dan keunikannya sendiri. Melalui penelitiannya, Lea berupaya menemukan formula yang dapat diaplikasikan pada kampung-kampung lain agar nilai sejarah, budaya, dan identitas lokal tetap terjaga.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor:

BACA JUGA: Alumnus ITB Rela Tinggalkan Gaji Puluhan Juta di Jakarta demi Buka Lapangan Kerja dan Gaungkan Isu Lingkungan atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 12 Januari 2026 oleh

Tags: arsitekturide topik tesisITBJurusan Arsitekturkuliah s2s2tesis S2wisudawan terbaik
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Anak penjual tahu kuliah di ITB. MOJOK.CO
Sekolahan

Perjuangan Mutiara Belajar Mandiri dan Andalkan Buku Panduan dari Sang Ayah Penjual Tahu hingga Tembus ITB

27 Juli 2026
Andromeda dan bajaj. MOJOK.CO
Sekolahan

Sempat Larang Anak Kuliah di ITB hingga Akhirnya Luluh, Rela Tempuh Jogja-Bandung dengan Bajaj sebagai Penyemangat

24 Juli 2026
Lulusan s2, susahnya legalisir ijazah setelah wisuda.MOJOK.CO
Sekolahan

Nasib Lulusan S2 di Jakarta: Kuliah Dianggap Nggak Guna karena Kalah Saing dengan Tamatan SMA, tapi Tetap Merasa Bangga

23 Juli 2026
Bisa kuliah di ITB berkat beasiswa ojol. MOJOK.CO
Eksplor

Menangis di Hadapan Bapak yang Sehari-hari Ngojol agar Diizinkan Kuliah di ITB, Gadis Malah Dapat Beasiswa dari Pekerjaan Sang Ayah

24 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

MBG untuk sahur dan berbuka di bulan Ramadan

Putusan MK Perlu Diapresiasi, tapi Anggaran MBG Harus Tetap Keluar dari Dana Pendidikan Mulai 2027

30 Juli 2026
KAFEIN Gelar Workshop Kritik Film di DIY, Sasar Pelajar hingga Komunitas MOJOK.CO

KAFEIN Gelar Workshop Kritik Film di DIY, Sasar Pelajar hingga Komunitas

3 Agustus 2026
Alasan seorang ibu tak ragu kuliahkan anak di Universitas Terbuka (UT). Perjalanan dan pencapaian anak jadi jawabannya MOJOK.CO

Saat Ibu Dukung Anak Kuliah di Universitas Terbuka (UT): Berbuah Pencapaian Membanggakan

30 Juli 2026
Ruang Publik dan Hak untuk Tidak Dijadikan Konten Influencer MOJOK.CO

Ruang Publik dan Hak untuk Tidak Dijadikan Konten Influencer

3 Agustus 2026
Pesan Menohok dari Ibu: Saat Doa Menjadi Satu-satunya Kuliah, Permintaan dan Jangan Sampai Tiang Itu Roboh di Perantauan MOJOK.CO

Ortu Rela Melepas Anaknya Kuliah Mengejar Mimpi, tapi Dihantui Rasa Takut Salah Pergaulan di Perantauan

31 Juli 2026
Derita lansia pakai cashless seperti QRIS. MOJOK.CO

Derita Lansia Tak Bisa Beli Roti Hanya karena QRIS yang Menghantui

4 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.