Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sekolahan

Sempat Larang Anak Kuliah di ITB hingga Akhirnya Luluh, Rela Tempuh Jogja-Bandung dengan Bajaj sebagai Penyemangat

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
24 Juli 2026
A A
Andromeda dan bajaj. MOJOK.CO

Andromeda berfoto dengan bajaj ayahnya. (sumber: ITB)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Basuni Yusuf mengaku sempat khawatir saat putranya Andromeda Sufi Anggoro menyampaikan keinginannya untuk kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB). Bagaimana tidak, sebagai sopir bajaj, pendapatan Basuni tidak menentu. Namun, dia akhirnya luluh setelah melihat keinginan kuat anaknya secara langsung.

***

Untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya saja, Basuni sudah kelimpungan. Apalagi, jika harus membayar kuliah Andro di Bandung. Tak hanya biaya kuliah, Basuni juga harus mengirim uang rutin bulanan untuk mencukupi kebutuhan hidup Andro.

“Waktu itu saya mengatakan kepada Andro, kalau kuliah di Bandung, saya belum mampu membiayainya. Akhirnya dia mencoba kuliah di Jogja” ucap Basuni Yusuf dikutip dari laman resmi ITB, Kamis (23/7/2026).

Namun, jauh dari lubuk hati Andro, keinginannya kuliah di ITB sudah tumbuh sejak dirinya masih duduk di kelas X SMA Negeri 4 Yogyakarta. Andro pun tidak tutup mata, dia paham akan kondisi ekonomi keluarganya pada saat itu.

Alhasil, Andro mengikuti saran dari orang tuanya untuk mengambil jeda satu tahun dan menjalani perkuliahan di Jogja. Siapa sangka, meski punya keinginan besar kuliah di ITB, Andro tak menyia-nyiakan kesempatannya tes hingga diterima kuliah di Jogja.

Diam-diam belajar UTBK untuk ikut tes di ITB

Andromeda. MOJOK.CO
Andromeda yang menggemari Astronomi. (sumber: ITB)

Setelah semester kedua berjalan, rupanya hati Andro tetap tidak sreg. Bayang-bayang dirinya bisa kuliah di ITB masih terus menghantui. Karena keinginannya itu sudah tidak bisa lagi dibendung, Andro akhirnya belajar UTBK lagi tanpa sepengetahuan keluarganya.

Di sela-sela menjalani perkuliahan di Jogja, Andro menyempatkan waktu untuk belajar mandiri lewat YouTube, sebab pada saat itu dia masih tidak punya tabungan untuk ikut bimbingan belajar. 

Namun baginya, latihan dan uji coba tes secara daring sudah lebih dari cukup hingga dirinya ditanyakan lolos di ITB. 

“Saya sangat mengandalkan YouTube dan tryout online. Saya mencari materi yang ingin dipelajari, menyelesaikannya, kemudian melanjutkan ke materi berikutnya,” tutur Andro.

Istri yakinkan suami agar anak bisa kuliah di ITB

Antar anak dari Jogja ke Institut Teknologi Bandung. MOJOK.CO
Basuni antarkan putranya sekeluarga dari Jogja ke ITB. (sumber: ITB)

Ketika mengetahui dirinya lolos, Andro memberanikan diri untuk memberitahu kedua orang tuanya. Toh, waktu itu mereka menyarankan Andro untuk jeda satu tahun dan kuliah di Jogja. Saran itu pun sudah dilakoninya.

Jujur saja, Basuni Yusuf pun kebingungan saat Andro menyodorkan pengumuman bahwa dia diterima di ITB. Alih-alih senang, lagi-lagi Basuni khawatir tidak bisa memenuhi kebutuhan kuliah Andro di Bandung.

Beruntung, istrinya mendukung penuh mimpi Andro. Dia pun meyakinkan suaminya untuk tetap yakin, pasti ada jalan. Tanpa maksud menghalangi mimpi putranya, Basuni Yusuf tetap berupaya mengantar mimpi Andro menggunakan bajaj kesayangannya.

“Istri saya bilang, ‘Ayah, bismillah’. Akhirnya, saya mengizinkan dan mendukung Andro berangkat ke Bandung,” ujar Basuni Yusuf.

Iklan

Berangkat ke ITB sekeluarga pakai bajaj

Rektor ITB menyalami Basuni Yusuf. MOJOK.CO
Rektor ITB, Tatacipta Dirgantara (kanan) menyalami Basuni Yusuf, orang tua Andromeda Sufi Anggoro, saat tiba di Wisma Rektor, Senin (20/7/2026). (sumber: ITB)

Hari itu, Andro tak akan melupakan kenangannya berangkat bersama keluarganya menggunakan bajaj sang ayah. Saat dia lelah atau bahkan ingin menyerah selama melanjutkan program studi Astronomi di pertengahan jalan nanti, Andro akan selalu ingat restu dari kedua orang tuanya.

Andro pun berjanji akan mengupayakan yang terbaik pada saat Tahap Persiapan Bersama (TPB) di ITB nanti. Dia akan fokus belajar dan menghubungkannya pada tanda-tanda alam. 

Ketertarikannya terhadap astronomi tumbuh dari kegemarannya mempelajari fisika dan pengalamannya mengikuti pengajian yang membahas langit serta luasnya alam semesta.

“Saya pernah mengikuti pengajian yang menjelaskan tentang langit. Dari sana saya semakin tertarik karena ciptaan Tuhan Yang Maha Esa begitu luas. Saya ingin mendalaminya,” kata Andro yang sejak dulu sudah tertarik dengan astronomi dan fisika.

Arti nama Andromeda yang terinspirasi dari galaksi

Jauh dari yang Andro sangka, Basuni Yusuf sendiri telah memberikan nama Andromeda karena terinspirasi dari galaksi. Ia sering disebut sebagai ‘kembaran Bima Sakti’ karena bentuknya sama-sama berupa galaksi spiral dengan ukuran sekitar 2 kali lipat lebih besar.

Basuni Yusuf berujar, nama diberikannya sebagai perwujudan doa agar anaknya memiliki pemikiran yang luas. 

“Harapan saya,, dia mempunyai jangkauan pemikiran yang luas, seluas galaksi,” ujar Basuni Yusuf.

Andro pun mengamininya. Bagi dia, kesempatan berkuliah di ITB bukan hanya pencapaian pribadi, tetapi juga amanah untuk membalas perjuangan orang tua dan dukungan berbagai pihak yang telah membantunya.

“Saya pasti sangat bersyukur dan senang karena sudah ingin berkuliah di ITB sejak lama. Saya juga ingin menjadi bagian dari ITB,” ujarnya.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Gagal Menembus ITB Berkali-kali hingga Bisa Kuliah UGM Nyambi Kerja Part Time atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 24 Juli 2026 oleh

Tags: Bandunggap yearInstitut Teknologi BandungITBkuliah di bandungKuliah di jogjaperjuangan bapak
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Bisa kuliah di ITB berkat beasiswa ojol. MOJOK.CO
Eksplor

Menangis di Hadapan Bapak yang Sehari-hari Ngojol agar Diizinkan Kuliah di ITB, Gadis Malah Dapat Beasiswa dari Pekerjaan Sang Ayah

24 Juni 2026
Lulus S3 Jurusan Rekayasa Nuklir di ITB. MOJOK.CO
Sekolahan

Pesan dari Lulusan ITB yang Raih Gelar S3 di Usia 62 Tahun: Jangan Lupa Menikmati Hidup

25 Mei 2026
Gedebage, Bandung.MOJOK.CO
Urban

Bandung Kota Overrated dan Penuh Masalah, Anak Mudanya Tetap Waras karena Persib

24 Mei 2026
Mahasiswa UGM hidup nomaden sambil kuliah di Jogja demi gelar sarjana
Sekolahan

Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

17 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bintang Lima untuk Kemasan Paket: Konsumen Puas, Sampah Bubble Wrap Jadi Petaka Lingkungan MOJOK.CO

Bintang Lima untuk Kemasan Paket: Konsumen Puas, Sampah Bubble Wrap Jadi Petaka Lingkungan

22 Juli 2026
Beli Saham karena Finfluencer, Rugi Ditanggung Sendiri? MOJOK.CO

Beli Saham karena Finfluencer, Rugi Ditanggung Sendiri?

20 Juli 2026
Mahindra Scorpio, mobil pick up mewahnya Koperasi Merah Putih MOJOK.CO

Pengalaman mengendarai dan mengomentari Mahindra Scorpio, mobil pick up Koperasi Merah Putih yang terlalu bagus di depan Pak Babinsa langsung

21 Juli 2026
Saya Hanya Ingin Kuliah, tetapi Crab Mentality di Desa Menganggap Saya Lupa Diri MOJOK.CO

Saya Hanya Ingin Kuliah, tetapi Crab Mentality di Desa Menganggap Saya Lupa Diri

23 Juli 2026
Pakai jastip Mie Gacoan di Jombang: bayar lebih mahal untuk menu membagongkan MOJOK.CO

Pakai Jastip Mie Gacoan Ala Orang Jombang Pinggiran: Niat Hindari Kenorakan, Yang Datang Menu Membagongkan

20 Juli 2026
Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan MOJOK.CO

Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan

19 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.