Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sosok

Alumnus ITB Rela Tinggalkan Gaji Puluhan Juta di Jakarta demi Buka Lapangan Kerja dan Gaungkan Isu Lingkungan

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
12 Desember 2025
A A
Alumnus ITB resign kerja di Jakarta dan buka usaha sendiri di Bandung. MOJOK.CO

ilustrasi - Risma Indriyani, alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB). (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Tak ada penyesalan dalam diri Risma Indriyani (31) setelah resign dari anak perusahaan BUMN di Jakarta. Perempuan asal Bandung ini akhirnya pulang kampung untuk membuka usahanya sendiri yakni PT Suhuf Kridasana Nusantara. Toko seni dan kerajinan yang terbuat dari limbah pelepah pisang milik alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) itu kini sukses menghidupi ekonomi warga.

Merasa hampa saat kerja di Jakarta

Perjuangan Risma Indriyani agar diterima di anak perusahaan BUMN tidaklah mudah. Setelah lulus dari Jurusan Biologi ITB tahun 2015, Risma melamar kerja ke perusahaan swasta lebih dulu.

Ia pun diterima dan bertugas sebagai training manager untuk produk handphone hingga fashion. Beberapa bulan kemudian, Risma memutuskan resign dan mengikuti tes jalur professional hire (pro hire) BUMN. 

Sistem pro hire berbeda untuk pelamar yang masih fresh graduate. Tahapan seleksinya mengarah pada kecocokan kompetensi dan budaya perusahaan, bukan hanya tes dasar umum seperti TKD BUMN biasa. 

Setelah melewati berbagai tes dan diterima di anak perusahaan BUMN, Risma yang masih di Bandung akhirnya merantau ke Jakarta. Beberapa tahun kemudian, ia sukses menduduki jabatan sebagai manager termuda di sana dengan gaji puluhan juta.

Siapa sangka, musibah mendatangi dirinya setelah itu. Sepulang bekerja, Risma mengalami kecelakaan hingga membuat tulang lengannya patah. Namun, ia tak ingin dioperasi sehingga harus bed rest selama dua bulan. Ia pun izin work from home dan pulang ke Bandung.

Di sanalah ia merasa tenang tapi juga kosong. Ia menyadari masih banyak orang-orang di sekitarnya yang menganggur karena sulit mencari kerja di era sekarang. Sementara dirinya selama ini hanya bekerja untuk dirinya sendiri.

“Barangkali sakit ini menjadi media agar aku bisa pulang kampung dan menyadari mimpiku yang lama terkubur yakni menjadi seorang entrepreneur,” kata Risma saat dihubungi Mojok, Selasa (9/12/2025).

Akhirnya pulang ke Bandung dan buka usaha sendiri

Sejak dulu, Risma sebetulnya bermimpi menjadi seorang entrepreneur agar bisa membuka lapangan kerja serta bermanfaat untuk banyak orang. Terlebih, selamat dari kejadian kecelakaan yang ia alami juga membuatnya sadar bahwa hidup tak melulu soal duniawi.

“Kelak, saat aku pulang ke rahmatullah nanti, pekerjaanku itu bisa jadi tabungan buatku,” ucap Risma.

Baca Halaman Selanjutnya

Memutuskan resign dan membangun toko kerajinan

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 12 Desember 2025 oleh

Tags: alumnus ITBBandungBUMNinspiratifITBjakartalapangan kerjaresigntoko kerajinan
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

orang kota slow living di desa, jakarta, norak.MOJOK.CO
Urban

Desa adalah Tempat Ideal Buat Nine to Five: Gaji “Utuh”, Mental Sehat, asalkan Memegang 3 Prinsip Ini

28 Juli 2026
Anak penjual tahu kuliah di ITB. MOJOK.CO
Sekolahan

Perjuangan Mutiara Belajar Mandiri dan Andalkan Buku Panduan dari Sang Ayah Penjual Tahu hingga Tembus ITB

27 Juli 2026
Andromeda dan bajaj. MOJOK.CO
Sekolahan

Sempat Larang Anak Kuliah di ITB hingga Akhirnya Luluh, Rela Tempuh Jogja-Bandung dengan Bajaj sebagai Penyemangat

24 Juli 2026
Lulusan s2, susahnya legalisir ijazah setelah wisuda.MOJOK.CO
Sekolahan

Nasib Lulusan S2 di Jakarta: Kuliah Dianggap Nggak Guna karena Kalah Saing dengan Tamatan SMA, tapi Tetap Merasa Bangga

23 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pesan Menohok dari Ibu: Saat Doa Menjadi Satu-satunya Kuliah, Permintaan dan Jangan Sampai Tiang Itu Roboh di Perantauan MOJOK.CO

Ortu Rela Melepas Anaknya Kuliah Mengejar Mimpi, tapi Dihantui Rasa Takut Salah Pergaulan di Perantauan

31 Juli 2026
Anak penjual tahu kuliah di ITB. MOJOK.CO

Perjuangan Mutiara Belajar Mandiri dan Andalkan Buku Panduan dari Sang Ayah Penjual Tahu hingga Tembus ITB

27 Juli 2026
Alasan seorang ibu tak ragu kuliahkan anak di Universitas Terbuka (UT). Perjalanan dan pencapaian anak jadi jawabannya MOJOK.CO

Saat Ibu Dukung Anak Kuliah di Universitas Terbuka (UT): Berbuah Pencapaian Membanggakan

30 Juli 2026
Hal-hal yang bisa ditemukan di warung madura tapi tidak dimiliki di Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih MOJOK.CO

Hal-hal yang Bisa Ditemukan di Warung Madura tapi Tidak Ada di Koperasi Desa (Kopdes), Cukup “Berlainan” jika Disandingkan

28 Juli 2026
Peserta Pekan Budaya Difabel di Jogja. MOJOK.CO

Pekan Budaya Difabel 2026: Saat Anak-anak Terbebas dari Stigma lewat Seni dan Terapi di Ruang Inklusif

29 Juli 2026
Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi MOJOK.CO

Bupati Pemalang Kena OTT KPK, Mengapa Kasus Korupsi Kepala Daerah Terus Berulang?

29 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.