Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sekolahan

Mahasiswi Madura Kuliah di Jakarta: Jualan Risol demi Biaya Kuliah, Bisa Mandiri Finansial hingga Lulus Terbaik Tanpa Skripsi

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
24 Mei 2026
A A
Cerita Mafatihatul Maghfirah: Mahasiswi Madura kuliah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan jualan risol hingga lulus tanpa skripsi MOJOK.CO

Cerita Mafatihatul Maghfirah: Mahasiswi Madura kuliah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan jualan risol hingga lulus tanpa skripsi. (Dok. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Berangkat dari Madura untuk kuliah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Mafatihatul Maghfirah sadar bahwa ia harus berusaha keras di Ibu Kota. Tidak hanya hidup sebagai mahasiswi biasa (duduk manis di kelas), tapi juga harus mengupayakan finansialnya sendiri.

Mahasiswi Madura di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta: jualan risol untuk biaya kuliah

Tidak ingin bergantung biaya dari orang tua di kampung halaman, Mafa (sapaan akrabnya), harus berpikir untuk menghidupi dirinya di perantauan.

Oleh karena itu, tanpa rasa gengsi Mafa mencoba berwirausaha. Melalui brand Kedai Kita yang dipasarkan lewat TikTok dan Instagram, Mafa aktif membuat dan menjual aneka jajanan, seperti risol, brownies, hingga bolu ketan yang sempat viral.

Dari hasil jualan itu, ia sudah mampu membiayai kuliahnya di jurusan Bahasa dan Sastra Arab UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sejak semester 2. Memasuki semester 6, ia semakin fokus menjalankan bisnisnya demi mengejar target biaya kuliah dan persiapan wisuda.

“Tidak ada kata gengsi dalam berwirausaha selama proses yang dijalani halal dan jujur,” ujar Mafa sebagaiman diceritakan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Jualan jalan, akademik jalan: bisa lulus jalur non-skripsi

Kendati disibukkan dengan urusan jualan untuk membiayai kuliahnya di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, sejak awal berangkat dari Madura ke Jakarta Mafa sudah bertekad tidak ingin menjadi mahasiswi biasa-biasa saja.

“Sejak semester satu, saya sudah menanamkan pola pikir untuk menjadi yang terbaik. Rasanya rugi kalau sudah merantau jauh-jauh tapi tidak berprestasi,” ungkap Mafa.

Pola pikir itu lah yang membuatnya selalu konsisten menjaga dan mempertahankan nilai IPK-nya tetap tinggi. Sudah jauh-jauh dari Madura, maka ia tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan pendidikannya. Karena itu lah tujuannya: memperjuangkan pendidikan.

Hasilnya, Mafa sampai pada puncak pencapaian akademiknya di semester enam. Saat itu ia mengambil peluang program kelulusan cepat non-skripsi melalui jalur publikasi jurnal terakreditasi SINTA.

Mafa mengaku, saat itu ia mendapat motivasi besar dari Ketua Program Studi Bahasa dan Sastra Arab.  Ketua Prodi meyakinkan Mafa bahwa ia bisa menjadi wisudawan terbaik jika mampu menyelesaikan jurnal dan lulus di semester 7.

Mafa menyambut tantangan tersebut dengan kerja keras, hingga akhirnya resmi menyandang gelar sarjana dalam waktu 7 semester sekaligus meraih predikat sebagai wisudawan terbaik setelah merampungkan jurnal berjudul: “Pemberdayaan Santri Melalui Pembelajaran Fiqih Ubudiyah di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi’in Wedi Kapas Bojonegoro”.

Cerita Mafatihatul Maghfirah: Mahasiswi Madura kuliah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan jualan risol hingga lulus tanpa skripsi MOJOK.CO
Cerita Mafatihatul Maghfirah: Mahasiswi Madura kuliah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan jualan risol hingga lulus tanpa skripsi. (Dok. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)

Pelajaran dari menjadi wisudawan terbaik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta: jangan remehkan hal kecil

Mafa pada akhirnya dinobatkan sebagai salah satu Wisudawan Terbaik pada Wisuda ke-140 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

​Di akhir ceritanya, Mafa memberikan sebuah analogi mengenai kedisiplinan dan proses menghargai hal-hal kecil yang selama ini menjadi pegangan hidupnya selama berjuang di Jakarta.

“Jangan pernah meremehkan hal sekecil apa pun. Uang seratus ribu rupiah tidak akan pernah menjadi seratus ribu tanpa adanya uang seratus rupiah,” tuturnya.

Iklan

Mafa pun mengingatkan, ada hal-hal kecil yang sering disepelekan mahasiswa padahal sangat berpengaruh dalam hidup. Mafa mencontohkan: Tertib di kelas, datang tepat waktu tanpa telat 5 menit, atau menahan diri tidak main HP saat dosen mengajar.

Hal-hal itu mungkin terlihat sepele. Namun, bagi Mafa, kedisiplinan pada hal kecil itu lah yang justru membentuk karakter kuat setelah lulus nanti.

Sumber: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

BACA JUGA: Mahasiswa Autis UGM Sulit Berinteraksi Sosial, tapi Buktikan Bisa Lulus usai 6 Tahun Lebih dan Buka Usaha Ternak Kambing di Kampung Halaman atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 25 Mei 2026 oleh

Tags: jakartakuliah di jakartaMaduraorang madura di jakartaUIN Jakartauin syarif hidayatullah
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

kebayoran baru, jakarta selatan, jakarta.MOJOK.CO
Urban

Punya Kos Murah di Kebayoran Baru adalah Kemewahan, Biar Berisik tapi Setidaknya Menyelesaikan 3 Masalah Besar Perantau di Jakarta

3 Juli 2026
Naik BYD Menyusuri Jalanan Jakarta Bikin Saya Jadi Kampungan MOJOK.CO
Otomojok

Pengalaman Menahan Rasa Penasaran di Dalam Kabin Mewah BYD demi Tidak Terlihat Kampungan ketika Menyusuri Jalanan Jakarta

30 Juni 2026
Nasib desainer grafis di desa kabupaten: jasa desain logi dianggap gratisan, pindah Jakarta kaget ternyata cuannya menjanjikan MOJOK.CO
Sehari-hari

Jasa Desain Logo di Desa Kabupaten Dianggap Sepele hingga Jadi Gratisan, Pindah Jakarta Kaget 1 Logo Cuannya Menjanjikan

23 Juni 2026
Kerja di Jakarta, Cara Terbaik Buat Melihat Sisi Buruk Manusia adalah Kerja di F&B.mojok.co
Urban

FnB di Jakarta Bikin Sengsara Pekerjanya: Bisnis Elite tapi Gaji Karyawannya Seuprit, yang Dimiliki Artis bahkan Lebih Tak Manusiawi

2 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tahlilan jadi acara yang tidak empati pada perempuan. Tak punya jeda untuk berduka karena harus mikir suguhan hingga amplop kiai-tamu undangan MOJOK.CO

Tahlilan Jadi Beban Fisik dan Mental bagi Perempuan: Tidak Diberi Ruang Berduka karena Tuntutan Amplop hingga Suguhan

1 Juli 2026
Nasib Yamaha Byson Baru yang Dicintai Setelah Tak Bisa Dimiliki MOJOK.CO

Nasib Yamaha Byson dan Paradoks Benda yang Baru Dicintai Setelah Berhenti Diproduksi dan Tak Bisa Dimiliki Lagi

2 Juli 2026
Kisah pemilik Yamaha Fazzio hitam di Jogja. MOJOK.CO

Gelontorkan Tabungan Jutaan Rupiah demi Modifikasi Fazzio: Cara Manis Anak Muda Jogja Menghargai Kepedulian Orang Terdekat

30 Juni 2026
Banyak Sekolah Menahan Ijazah Siswa, Masalah Sistemik yang Bisa Hancurkan Masa Depan Anak.MOJOK.CO

Banyak Sekolah Menahan Ijazah Siswa, Masalah Sistemik yang Bisa Hancurkan Masa Depan Anak

3 Juli 2026
Transisi salon dari sistem pencatatan buku kucel ke aplikasi praktis MOJOK.CO

Generasi Baru Aplikasi Salon: Penunjang Salon UMKM dengan Harga Masuk Akal, Sistem Mudah, dan Berkesan bagi Pelanggan

30 Juni 2026
Jalan Lintas Sumatra Dibuat untuk Mengangkut Kekayaan ke Jawa: Tempat Lahirnya Shinobi Kriminal Jalinsum MOJOK.CO

Jalan Lintas Sumatra Dibuat untuk Mengangkut Kekayaan ke Jawa: Tempat Lahirnya Shinobi Kriminal Jalinsum

1 Juli 2026

Video Terbaru

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.