ADVERTISEMENT

Alumnus ITB Rela Tinggalkan Gaji Puluhan Juta di Jakarta demi Buka Lapangan Kerja dan Gaungkan Isu Lingkungan

Alumnus ITB resign kerja di Jakarta dan buka usaha sendiri di Bandung. MOJOK.CO

Setelah melewati berbagai gejolak hati yang panjang, Risma akhirnya mantap untuk resign. Meninggalkan Jakarta sekaligus gaji puluhan juta demi membangun PT Suhuf Kridasana Nusantara di Bandung. sebuah toko seni dan kerajinan yang terbuat dari limbah pelepah pisang.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by PT Suhuf Kridasana Nusantara (@suhuf_official)

“Perusahaan itu sebetulnya sudah berdiri sejak tahun 1994 oleh alumnus di ITB, terus sempat vakum dan sekarang aku teruskan. Jadi seperti melakukan reaktivasi dan rekonsep model bisnis dan inovasi di berbagai produk,” ujar lulusan ITB tersebut.

Untuk melakukan reaktivasi tersebut, Risma bekeliling ke berbagai desa di Bandung dan melakukan edukasi tentang limbah. Selanjutnya, ia mengajak kerjasama masyarakat sekitar mulai dari lansia, ibu-ibu, hingga bapak-bapak.

“Jadi ada yang mengumpulkan limbah terus dibakar untuk kami beli dan kami olah jadi produk kerajinan,” kata Risma. 

Dari 5 orang awal yang membantu, kini Risma sudah punya 10 karyawan. Guna mengembangkan produknya, Risma juga bekerjasama dengan 5 orang freelancer serta ratusan komunitas lokal yang tersebar di Jawa Barat dan Jawa Tengah sebagai pengumpul limbah. 

Suarakan isu lingkungan 

Di awal-awal membangun toko kerajinannya, Risma pernah mendapat cemooh dari orang-orang sekitar sehingga sering membuatnya overthinking. Banyak yang menyayangkan keputusannya untuk resign padahal sudah punya gaji puluhan juta di Jakarta, apalagi hanya untuk memungut sampah di sebuah desa di Bandung.

Namun, Risma kembali menuruti kata hatinya. Ia ingat-ingat lagi perjuangannya dulu selama kuliah di ITB. Saat itu, ada kebermaknaan tersendiri ketika ia dan dosennya berfokus melakukan penelitian bioteknologi tumbuhan.

“Bisa dibilang, dosen saya itu juga merupakan founder. Semasa kuliah, saya belajar banyak tentang serat tanaman sehingga punya ide membangun bisnis ini,” kata Risma. 

Kini, produk kerajinan miliknya sudah terkenal baik di dalam negeri maupun luar negeri. Mereka bekerjasama dengan berbagai retail offline seperti toko buku dan toserba. Serta punya rekanan yang membantu penetrasi khususnya Kanada dan Finlandia.

“Sampai saat ini, kami masih membawa campaign sustainability dan mengajak orang untuk peduli lingkungan, serta memakai produk eco friendly,” ujarnya.

“Kami juga terus menggaungkan pentingnya masyarakat untuk peduli lingkungan lewat aksi sederhana di media sosial,” lanjutnya.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Nekat Resign usai 8 Tahun Kerja di BUMN, Nggak Betah Hidup di Jakarta dan Baru Sadar Bawa Trauma Keluarga Terlalu Lama atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 12 Desember 2025 oleh .

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.