Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Video

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Redaksi oleh Redaksi
6 April 2026
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Episode Putcast kali ini kita kedatangan Prof. Al Makin, seorang intelektual otoritatif yang mengajak kita menyelam ke jagat batin peradaban Persia. Ia tidak melihat Persia sekadar sebagai negara modern, tetapi sebagai simpul peradaban tua yang berpengaruh besar dalam teologi, filsafat, dan kebudayaan dunia.

Dalam obrolan yang padat ini, Prof. Al Makin membongkar akar monoteisme yang sering dianggap muncul begitu saja. Padahal, dalam perspektif sejarah, ia memiliki keterkaitan kuat dengan tradisi Zoroastrianisme. Ia juga menjelaskan bagaimana gagasan tentang Tuhan, cahaya, dan pertarungan antara kebaikan dan kejahatan berkembang lintas peradaban.

Iklan

Melampaui isu politik, Prof. Al Makin menunjukkan bahwa sejarah Islam tidak berdiri sendiri. Banyak aspek penting justru dipengaruhi tradisi Persia. Misalnya, penulisan Sirah Nabawiyah oleh Ibnu Ishaq. Lalu perkembangan tafsir oleh Al-Tabari. Termasuk juga pembentukan nahwu dan sharaf oleh para sarjana non-Arab.

Hal ini menunjukkan bahwa peradaban Islam tumbuh dari interaksi panjang. Ia bukan muncul dari ruang kosong, melainkan dari tradisi yang lebih tua dan kompleks.

Diskusi ini juga menyinggung fenomena unik di Nusantara. Ada ratusan figur “nabi” lokal yang muncul dalam berbagai periode. Dalam perspektif sosiologis, ini bisa dibaca sebagai ekspresi keberanian spiritual. Sekaligus sebagai respons atas kegelisahan sosial masyarakat.

Fenomena “600 nabi” ini bukan sekadar kontroversi teologis. Ia juga mencerminkan cara masyarakat Indonesia membentuk makna dan otoritas. Sayangnya, fenomena ini sering tidak mendapat ruang. Bahkan kerap berujung pada represi.

Pada akhirnya, obrolan ini membawa kita pada kesadaran penting. Konflik di kawasan seperti Iran bukan hanya soal geopolitik atau ekonomi. Ada ancaman besar terhadap warisan intelektual dunia.

Sebab ketika peradaban setua Persia terguncang, yang hilang bukan hanya stabilitas kawasan. Dunia juga berisiko kehilangan jejak panjang pemikiran yang membantu manusia memahami Tuhan, dunia, dan dirinya sendiri.

Tags: kontroversi teologisperadaban perrsiaPutcasttradisi Zoroastrianisme

Terpopuler Sepekan

WiFi di Kos MOJOK.CO

Ngekos Murah Ber-WiFi Malah Tekor: Berisik, Teras Berubah Jadi Warnet Gratisan, Berujung Terusir dan Ngungsi demi Ketenangan

24 Juli 2026
Peserta Pekan Budaya Difabel di Jogja. MOJOK.CO

Pekan Budaya Difabel 2026: Saat Anak-anak Terbebas dari Stigma lewat Seni dan Terapi di Ruang Inklusif

29 Juli 2026
Usaha jasa kebersihan, Ready Clean Jogja sampai ke Turki. MOJOK.CO

Berawal dari Kegabutan dan UMK Jogja yang “Ngenes”, Kini Mampu Kirim Pegawai ke Turki agar Gelar Sarjana Tak Sia-sia

28 Juli 2026
Lulusan SMK buka jasa cleaning service. MOJOK.CO

Lulusan SMK Pernah Kerja Jadi Cleaning Service dengan Upah Rp20 per Jam, Kini Buka Usaha Sendiri hingga Hasilkan Omzet Rp70 Juta

29 Juli 2026
Di Antara Teriakan Maling dan Sunyinya Nurani: Seorang Anak Menangisi Bapaknya yang Tewas Dikeroyok Massa MOJOK.CO

Di Antara Teriakan Maling dan Sunyinya Nurani: Seorang Anak Menangisi Bapaknya yang Tewas Dikeroyok Massa

27 Juli 2026
Festival Transmigrasi 2026 Fun Run 6K: Event lari yang tawarkan sensasi berbeda di Kaliurang Sleman MOJOK.CO

Transmigrasi Festival 2026 Fun Run 6K: Tawarkan Sensasi Lari di Kaliurang yang Beda dari Event Lari Perkotaan

27 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.