Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Otomojok

Yamaha Jupiter Z, Motor Sakral yang Menghadirkan Rasa Takut tapi Ternyata Menjadi Simbol Perjuangan yang Tak Pernah Diceritakan

Andry Setyawan oleh Andry Setyawan
7 Mei 2026
A A
Yamaha Jupiter Z, Motor Sakral yang Hadirkan Rasa Takut MOJOK.CO

Ilustrasi Yamaha Jupiter Z, Motor Sakral yang Hadirkan Rasa Takut. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Yamaha Jupiter Z warna oranye itu menghadirkan rasa takut. Semacam sakral, ia menyimpan sebuah kisah perjuangan yang tak saya pahami.

Dulu, ada satu motor di rumah saya yang statusnya jelas: bukan untuk saya. Intinya, saya tidak boleh memakainya. 

Sekadar memindahkan dari teras ke dalam rumah saja rasanya seperti sedang menguji kesabaran pemiliknya. Sedikit salah gerak, sedikit saja terlihat tidak hati-hati, tatapan tajam langsung mengarah. Bukan marah besar, tapi cukup untuk bikin saya mikir dua kali untuk mendekat lagi.

Motor itu adalah Yamaha Jupiter Z warna oranye. Dan pemiliknya adalah kakak laki-laki saya satu-satunya di antara tiga kakak perempuan. Kalau saya pikir lagi sekarang, mungkin itu motor paling “sakral” yang pernah saya lihat.

Saya kali pertama benar-benar sadar keberadaan motor itu sekitar 2004, waktu saya masih SD. Buat ukuran anak kecil, Yamaha Jupiter Z itu terasa mewah. 

Warnanya mencolok, oranye terang, dan selalu terlihat bersih. Bukan sekadar bersih, tapi kinclong. Bahkan setelah kehujanan, kakak saya tidak akan membiarkannya begitu saja. Dia langsung mencuci motor tersebut. Kena debu dan lumpur jalanan dikit aja, langsung dibersihkan lagi. Pokoknya, motor itu tidak boleh kotor. Titik.

BACA JUGA: Kenangan Manis Bersama si “Bebek Sirkuit” Jupiter Z: Sebuah Kisah yang Tidak Akan Terlupakan

Rasa sayang yang aneh kepada Yamaha Jupiter Z

Sebagai anak kecil, jujur saja saya merasa rasa sayang kakak saya kepada Yamaha Jupiter Z agak berlebihan. Dalam pikiran saya waktu itu, ya namanya motor yang dipakai, kalau kotor sedikit tentu wajar. Tapi tidak dengan motor ini. Kakak saya memperlakukan Yamaha Jupiter Z warna oranye itu seperti sesuatu yang jauh lebih penting dari sekadar alat transportasi.

Dan yang membuat saya makin heran, bukan cuma saya yang tidak boleh menyentuh. Kakak-kakak perempuan saya juga sama. Kami semua seperti punya kesepakatan tidak tertulis: lebih baik tidak usah mendekat daripada nanti dipelototi.

Di titik itu, saya sering berpikir sederhana: “Kakak saya ini kenapa, sih?”

Terlalu sayang sama motor sampai segitunya.

Waktu berjalan, saya tumbuh, tapi status Yamaha Jupiter Z itu tidak berubah. Tetap tidak tersentuh. Tetap kinclong. Tetap “punya kakak saya sepenuhnya”.

Hasil perjuangan

Sampai akhirnya, sekitar 2012, saya tidak bisa menahan rasa penasaran ini. Maka, saya bertanya ke ibu. Awalnya cuma iseng. Tapi jawaban ibu justru membuat saya diam lebih lama dari yang saya kira.

Ternyata, motor itu bukan sekadar motor biasa. Yamaha Jupiter Z warna oranye itu adalah hasil dari perjuangan kakak saya saat merantau ke Jakarta. Waktu itu, dia belum punya apa-apa. Kerja serabutan, pekerjaan kasar, yang penting bisa bertahan hidup. Dan dari semua itu, sedikit demi sedikit dia menabung. Sampai akhirnya, tabungan itu berubah bentuk menjadi Jupiter Z warna oranye itu.

Iklan

Saya nggak langsung bereaksi waktu itu. Tapi ada satu hal yang pelan-pelan berubah di kepala saya.

Motor yang dulu saya anggap “lebay banget dijaganya” ternyata bukan cuma soal motor. Ada keringat, ada capek, mungkin juga ada hal-hal yang kakak saya tidak bisa cerita ke kami. Dan anehnya, sejak tahu itu, saya jadi tidak pernah lagi melihat Yamaha Jupiter Z itu dengan cara yang sama.

Kalau sebelumnya saya melihatnya sebagai benda, sejak saat itu saya mulai melihatnya sebagai hasil. Hasil dari proses yang tidak saya jalani.

Baca halaman selanjutnya: Motor sakral, hasil perjuangan keras yang tak pernah saya tahu.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 7 Mei 2026 oleh

Tags: gunungkiduljakartaJogjajupiter zmotor yamahaWonosariyamahaYamaha Jupiteryamaha jupiter zYamaha Jupiter Z oranye
Andry Setyawan

Andry Setyawan

Seorang profesional di bidang Quality Assurance dengan pengalaman di fintech, e-commerce, dan perbankan. Tertarik menulis tentang keresahan dunia kerja dan dinamika kehidupan sehari-hari.

Artikel Terkait

Nasihat rezeki dan keuangan dari ibu-ibu penjual angkringan di Jogja yang bisa haji 2 kali MOJOK.CO
Sosok

Wejangan Rezeki dan Uang dari Ibu Penjual Angkringan, Membalik Logika Ekonomi Anak Muda yang Anxiety in this Economy

11 Mei 2026
Kos di Jogja, kos campur, dapur.MOJOK.CO
Urban

Tinggal di Kos Campur: Lebih Murah dan Layak, tapi Harus Kuat dengan Kelakuan Minus Penghuninya, Jorok dan Berisik

5 Mei 2026
Sarjana Jogja Tanpa Nurani: Fenomena Buang Anabul Setelah Wisuda MOJOK.CO
Tajuk

Sarjana Jogja Tanpa Nurani: Fenomena Buang Anabul Setelah Wisuda

4 Mei 2026
Hidup mati pekerja Jakarta harus tetap masuk, menerjang arus dari Bekasi
Urban

Menjadi Guru Honorer di Jakarta Tetap Sama Susahnya dengan di Daerah: Gajinya Cuma Seperempat UMR, Biaya Hidupnya 2 Kali Pendapatan

29 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jebakan Ilusi PayLater: Anak Muda Pilih Bayar Gengsi dengan Pendapatan yang Belum Ada MOJOK.CO

Jebakan Ilusi PayLater: Anak Muda Pilih Bayar Gengsi dengan Pendapatan yang Belum Ada

11 Mei 2026
Guru PPPK Paruh Waktu, guru honorer, pendidikan.MOJOK.CO

JPPI Kritik Aturan Baru SE Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026: Nasib 2,3 Juta Guru Non-ASN Terancam di Ujung Tanduk

8 Mei 2026
Anak Tantrum di Kereta Ekonomi bikin Saya Iba ke Ortu. MOJOK.CO

Tangisan Anak Kecil di Kereta Ekonomi Bikin Saya Sadar di Usia 25, Betapa Kasih Ibu Diuji Lewat Rasa Lelah

11 Mei 2026
Kerja kantoran di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel): terlihat elite tapi Work Life Balance sulit MOJOK.CO

Kerja di Kebayoran Baru Jaksel: Cuma Kelihatan Elite tapi Work Life Balance Sulit, Resign Tak Selesaikan Masalah

10 Mei 2026
Tidak memberi utang saat teman pinjam uang selalu dicap jahat dan dijauhi dari pertemanan MOJOK.CO

Pertemanan Memuakkan: Tak Beri Utang Teman Dijauhi dan Dicap Jahat, Berteman Cuma Diperalat Jadi Dana Darurat

8 Mei 2026
Joki UTBK SNBT di Surabaya raup cuan Rp700 juta demi kebutuhan hidup. Kedokteran jadi incaran MOJOK.CO

Joki UTBK SNBT Bisa Raup Rp700 Juta: Buat Kebutuhan Hidup karena Keterbatasan, Cuan Gede dari Jurusan Kedokteran

10 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.