Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Kedermawanan Alumni IPB bikin Asrama Gratis untuk Mahasiswa Kurang Mampu

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
16 Mei 2025
A A
Alumnus Institut Pertanian Bogor (IPB), Rico Juni Artanto. MOJOK.CO

Kedermawanan alumni IPB membantu mahasiswa bangkit. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Beberapa mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) yang mengikuti program beasiswa bidikmisi terancam tak punya tempat tinggal dan kesulitan memenuhi hidup mereka sembari kuliah. Sebab nyatanya, dana yang diberikan oleh pemerintah itu masih tak bisa menalangi kebutuhan mereka. Namun, berkat aksi heroik alumnusnya, para mahasiswa itu dapat tinggal di asrama bahkan mendapat bimbingan belajar tanpa ditarik biaya. 

***

Setelah kuliah hampir 6 tahun di Institut Pertanian Bogor (IPB), Rico Juni Artanto (37) akhirnya lulus sebagai Sarjana Kedokteran Hewan pada tahun 2012. Alih-alih melanjutkan mimpinya sebagai dokter hewan, Rico justru banting setir ke jalur pemberdayaan anak muda. 

Bukan tanpa alasan, Rico mengaku motivasinya lahir saat melihat kesulitan adik tingkatnya pontang-panting memenuhi kehidupan hidup sembari berkuliah. Saat kuliah, Rico ditunjuk sebagai PIC program beasiswa bidikmisi dari pemerintah.

Dari sanalah ia banyak mendengar curhatan dari adik-adik tingkatnya yang mengikuti program tersebut. Memang betul, dari program tersebut, mahasiswa mendapat tambahan uang saku sekitar Rp600 ribu per bulan tapi jumlah itu dinilai belum cukup.

Banyak mahasiswa, terutama perantau, yang masih kesulitan bertahan hidup. Lebih-lebih, ketika dana bidikmisi yang dijanjikan belum cair selama berbulan-bulan. Mendengar curhatan itu, hati Rico jadi terenyuh sebab ia sendiri pernah mengalaminya semasa kuliah.

Mahasiswa IPB kesulitan memenuhi kebutuhan hidup

Sejak kecil, Rico tinggal dan diasuh oleh neneknya. Untuk kuliah saja, ia harus ngotot dengan orang tuanya perkara biaya. Namun, Rico tak putus asa. Ia tetap melanjutkan mimpinya.

“Saya pernah menunggak bayar Sumbangan Pembinaan Pendidikan atau SPP karena tidak bisa bayar. Jadi beberapa kali saya dibantu oleh dosen,” ucap alumnus IPB tersebut.

Boro-boro membayar SPP, pemuda asal Tuban itu mengaku untuk makan saja kepayahan. Sangking susahnya, ia sering makan satu kali sehari. Kadang-kadang, tidak sama sekali. Untuk menambah uang saku, Rico mencari pekerjaan part time seperti mengajar les dan jualan sukulen alias tanaman hias berukuran kecil.

Kejadian yang Rico alami ternyata juga terjadi di mahasiswa IPB lainnya, terutama mahasiswa penerima bidikmisi. Sampai-sampai, mereka harus mengajukan pinjaman dana kepada para alumni IPB untuk menalangi ongkos tempat tinggal. 

Alumnus IPB, Rico Juni Artanto. MOJOK.CO
Rico Juni Artanto selaku mentor training anak muda di GIK UGM. (Dok. Ruber Innovation Lab)

Rico juga sering meminjamkan uang pribadinya untuk membantu adik-adik tingkatnya, meski kebanyakan tidak kembali. Namun, setelah dipikir-pikir, Rico merasa solusi tersebut kurang tepat karena terkesan mengajari mahasiswa berhutang.

Baca Halaman Selanjutnya

Bikin asrama khusus mahasiswa bidikmisi

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 17 Mei 2025 oleh

Tags: alumni IPBbeasiswa kuliahipbmahasiswa bidikmisiparagonpondok inspirasi
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

KIP Kuliah.MOJOK.CO
Sekolahan

Mahasiswa Pura-Pura Miskin demi Dapat KIP Kuliah Memang Ada, Uang Beasiswa Habis buat Hedon agar Diakui di Tongkrongan

14 Mei 2026
Jurusan Kebidanan Unair tolong saya dari kekecewaan gagal kuliah di Kedokteran. MOJOK.CO
Sekolahan

Tinggalkan Mimpi Jadi Dokter karena Merasa Bodoh dan Miskin, Lulus dari Jurusan Kebidanan Unair Malah Bikin Hidup Lebih Bermakna

6 April 2026
Nurul Fajriatussaadah, lulusan terbaik S2 di UIN Semarang
Sekolahan

Dihina karena Hanya Anak Petani dari Pelosok Desa, Kini Berhasil Jadi Lulusan Terbaik S2 UIN Semarang berkat Doa Ayah

30 Maret 2026
Diancam Pihak Resto karena Telat Antar Makanan Lebih Mudah Diterima daripada Gagal Jadi Sarjana Hukum UGM MOJOK.CO
Sekolahan

Perjuangan Ojol sambil Kuliah: Pernah Diancam Pihak Resto karena Telat Antar Makanan, Kini Lulus Jadi Sarjana Hukum UGM

5 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Fun Football, Cara Pria Dewasa untuk Tetap Waras dan Punya Alasan untuk Hidup Lebih Lama

Fun Football, Cara Pria Dewasa untuk Tetap Waras dan Punya Alasan untuk Hidup Lebih Lama

2 Juni 2026
Kenapa Hidup di Jogja Membuat Saya Terlalu Santai Menghadapi Tagihan yang Seharusnya Bikin Panik MOJOK.CO

Kenapa Hidup di Jogja Membuat Saya Terlalu Santai Menghadapi Tagihan yang Seharusnya Bikin Panik

3 Juni 2026
Hasil riset FEB UGM: workaholic alias kera berlebihan tidak selalu merusak kebahagiaan MOJOK.CO

Riset: Kerja Berlebihan (Workaholic) Tidak Selalu Merusak Kebahagiaan, Asalkan Dapat 2 Situasi Ini di Lingkungan Kerja

6 Juni 2026
Rooftop kos kerap jadi tempat blangkrah, tapi jadi ruang healing terbaik bagi anak kos overthinking MOJOK.CO

Tinggal di Kos dengan Rooftop, Meski Kemproh tapi Jadi Tempat Healing Terbaik dari Tekanan Hidup yang Bisa bikin Gila

3 Juni 2026
Peluncuran program pendidikan koperasi (perkoperasian) untuk sekolah-sekolah yang dipelopori Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) MOJOK.CO

Jawa Tengah Bikin Pendidikan Koperasi di Sekolah: Bekal Kewirausahaan dan Alternatif Lapangan Kerja untuk Gen Z-Gen Alpha

5 Juni 2026
pekerja kantoran.MOJOK.CO

Akal-akalan “Kantor adalah Keluarga”, Menguras Mental dan Menggerogoti Karier

4 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.