Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sekolahan

Mahasiswa Pura-Pura Miskin demi Dapat KIP Kuliah Memang Ada, Uang Beasiswa Habis buat Hedon agar Diakui di Tongkrongan

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
14 Mei 2026
A A
KIP Kuliah.MOJOK.CO

Ilustrasi - KIP Kuliah (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Mahasiswa yang pura-pura miskin demi mendapatkan KIP Kuliah memang benar adanya. Parahnya lagi, uang beasiswa habis bukan untuk kebutuhan kuliah. Ada yang buat beli barang mahal, nonton konser seharga jutaan, sampai buat nraktir teman agar diakui di tongkrongan.

***

Iklan

Bagi sebagian mahasiswa di perguruan tinggi negeri (PTN) Jogja, uang kuliah tunggal (UKT) golongan dua sebesar Rp1,2 juta mungkin dianggap angka yang sangat murah. Namun, bagi Rian (20), nominal itu adalah memberatkan.

Rian adalah mahasiswa perantau asal Jawa Timur yang mengadu nasib dengan kantong pas-pasan. Ayahnya adalah seorang buruh serabutan yang sempat menjadi korban PHK beberapa tahun lalu. 

“Bisa dibilang penghasilan orang tua itu hanya cukup buat makan sehari-hari. Nggak bersisa buat kuliah saya,” ujar Rian, Rabu (13/5/2026).

Miskin beneran tapi tak dapat KIP Kuliah

Di perantauan, Rian harus memutar otak setiap hari agar uang kiriman yang tidak seberapa itu bisa cukup untuk membayar kos, bensin, dan makan. Dengan kondisinya ini, ia sebenarnya masuk kriteria layak dibantu negara melalui beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. 

Sayangnya, nasib berkata lain. Beasiswa tak dia dapatkan, pengajuannya pun selalu mental.

Rasa sesak di dada Rian bukan karena ia tidak bersyukur, tetapi karena apa yang ia saksikan setiap hari di kampusnya. Di kelas, ia melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana beberapa teman seangkatannya yang secara kasat mata jauh lebih mampu, justru menikmati kucuran dana KIP Kuliah.

“Tambah nyesek itu kalau lihat teman yang HP-nya iPhone keluaran terbaru, laptopnya bagus, tapi statusnya penerima KIP Kuliah,” cerita Rian dengan nada getir. 

Kepahitannya memuncak saat mendengar beberapa temannya secara terang-terangan bercerita bahwa uang tunai dari beasiswa tersebut baru saja mereka pakai untuk belanja baju merek ternama, sepatu mahal, hingga liburan ke luar kota saat jeda semester. 

“Pernah ada yang terang-terangan bilang mau ke Bali pakai uang KIP. Apa nggak gila saya dengarnya?”

Di titik itu, Rian sadar bahwa keadilan seringkali hanya omon-omon.

Uang beasiswa dipakai buat dugem

Apa yang dialami Rian bukanlah kasus tunggal. Jika kita membuka aplikasi Threads atau X (Twitter), isu penyalahgunaan KIP Kuliah ini adalah “langganan” viral setiap tahun ajaran baru. 

Banyak mahasiswa dari berbagai penjuru Indonesia mengeluhkan fenomena mahasiswa yang berpura-pura miskin demi mendapatkan bantuan biaya pendidikan dari negara.

Bahkan, sempat beredar sebuah unggahan penyalahgunaan KIP Kuliah untuk hal-hal di luar nalar. Uang negara yang seharusnya dipakai untuk membayar biaya pendidikan, malah lari ke meja-meja kelab malam untuk dugem.

Dari berbagai respons netizen, tak sedikit yang menyebut bahwa “oknum-oknum” ini tidak lagi menganggap KIP Kuliah sebagai bantuan, tetapi “uang jajan tambahan”. 

KIP Kuliah bukan bonus prestasi, tapi jaring pengaman

Sebagai seseorang yang sering menulis liputan mengenai dunia pendidikan, saya telah bertemu dengan banyak penerima KIP Kuliah yang memang benar-benar susah. Mereka adalah anak-anak yang makan sehari dua kali saja sudah syukur, atau mahasiswa yang tetap harus nyambi menjadi ojek online hingga dini hari demi menutupi biaya hidup.

KIP Kuliah bagi mereka adalah napas tambahan.

Iklan

Baca juga:

(1) Ironi Penerima KIP Kuliah di Jogja: Uang Beasiswa Habis Buat Bayar Utang Keluarga, Rela Makan Rp20 Ribu per Hari Demi Tak Putus Kuliah

(2) Ironi Penerima KIP Kuliah di Jogja: Uang Beasiswa Habis Buat Bayar Utang Keluarga, Rela Makan Rp20 Ribu per Hari Demi Tak Putus Kuliah

(2) Kompleks Kos Karangmalang, Saksi Bisu Mahasiswa KIP Kuliah UGM-UNY Kelaparan dan Makan Sampah Gara-Gara Beasiswa Cairnya Molor

Namun, saya juga tidak bisa menutup mata terhadap praktik-praktik penyalahgunaan yang makin berani. Ada kesalahpahaman fatal di pikiran para oknum mahasiswa “hedon” ini. 

Mereka sering berargumen, “Kan saya berprestasi, wajar dong saya dapat beasiswa dan uangnya terserah mau saya pakai buat apa.”

Di sinilah logika mereka keliru. Sebagaimana disinggung dalam laman Kemenristekdikti, KIP Kuliah adalah jaring pengaman sosial atau bantuan sosial (bansos), bukan “bonus prestasi” seperti beasiswa dari perusahaan swasta. 

Sebagai bansos, dana ini diambil dari APBN, pajak rakyat yang kita bayar setiap hari. Dana ini ditujukan agar mahasiswa tidak putus kuliah karena kendala ekonomi.

Secara teknis, pemerintah membagi bantuan biaya hidup KIP Kuliah ke dalam lima klaster wilayah, mulai dari Rp800.000 hingga Rp1.400.000 per bulan. Artinya, dalam satu semester, seorang mahasiswa bisa memegang uang tunai sekitar Rp4,8 juta hingga Rp8,4 juta. 

Angka yang sangat besar bagi mereka yang benar-benar tidak mampu. Namun, seringkali dianggap sebagai “modal gaya hidup” oleh oknum yang menyalahgunakan KIP Kuliah.

Baca halaman selanjutnya…

Bikin sakit hati. Uang beasiswa dipakai nonton konser seharga jutaan rupiah.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 14 Mei 2026 oleh

Tags: Beasiswa KIP Kuliahbeasiswa kuliahbeasiswa s1kartu indonesia pintarKartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliahkip kuliahMahasiswaMahasiswa Jogjapenyalahgunaan kip kuliahpilihan redaksi
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Yamaha Fazzio Cuma Sebatas Skutik Spek Orang Manja MOJOK.CO kredit motor yamaha

Fazzio, Motor “Anak Skena” yang Bikin Perjalanan Sejam Menembus Kemacetan buat Ngonser Tetap Terasa Chill

24 Agustus 2026
Fikih Hijau ala Masjid Walidah Dahlan UNISA Yogyakarta. MOJOK.CO

Fikih Hijau ala Masjid Walidah Dahlan UNISA: Masjid sebagai Mercusuar Peradaban dan Konservasi Lingkungan

22 Agustus 2026
perubahan desil membuat penjual ayam potong menderita

Perubahan Desil Tak Masuk Akal Membuat Penjual Ayam Potong Menderita

21 Agustus 2026
Nasib rentan warga pesisir Kabupaten Batang karena ancaman abrasi dan PLTU MOJOK.CO

Nasib Rentan Warga Pesisir Kabupaten Batang: Rumah Terancam Abrasi Sewaktu-waktu, Nafkah “Tersumbat” PLTU

19 Agustus 2026
Ta'awun, Takaful, dan Masjid Al Muharram Brajan yang Menebar Manfaat dari Sampah Sisa Warga.MOJOK.CO

Taawun, Takaful, dan Masjid Al Muharram Brajan yang Menebar Manfaat dari Sampah Sisa Warga

19 Agustus 2026
gaya rambut pria, barbershop, potong rambut mojok.co

Alasan Potongan Rambut Jadi “Jelek” setelah Pulang dari Barbershop, Tukang Cukur Sering Disalahkan meski Problemnya Ada di Pelanggan

18 Agustus 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Realitas pasangan muda di Jogja: tak sanggup bermimpi punya rumah sendiri, pasrah menua di kosan makan tahu-tempe untuk bertahan MOJOK.CO

Realita Pasangan Muda di Jogja: Tak Sanggup Punya Rumah, Pasrah Menua di Kosan Makan Tahu-Tempe buat Bertahan

21 Agustus 2026
gaya rambut pria, barbershop, potong rambut mojok.co

Alasan Potongan Rambut Jadi “Jelek” setelah Pulang dari Barbershop, Tukang Cukur Sering Disalahkan meski Problemnya Ada di Pelanggan

18 Agustus 2026
Kiprah dosen pembimbing mahasiswa KKN UGM di Sangurejo. MOJOK.CO

Dulu Dicap Kampung Kumuh, Kini Produk Kulit Salak Kampung Sangurejo Sampai Belanda

21 Agustus 2026
GVD Resmi Rilis Single Perdana "VII", Bawa Konsep Post-Black Berbalut Visual Kei Cerah.MOJOK.CO

GVD Resmi Rilis Single Perdana “VII”, Bawa Konsep Post-Black Berbalut Visual Kei Cerah

23 Agustus 2026
Ide bisnis sewa HP flagship, ide aneh raup omzet 20 juta per bulan MOJOK.CO

Ide bisnis sewa HP flagship ternyata begitu menguntungkan, modal 3 HP bisa raup omzet 20 juta per bulan

20 Agustus 2026
Magang pemerintah, rencana mendirikan Universitas Republik Indonesia (URI) dinilai belum bisa jadi solusi fenomena pengangguran dari lulusan perguruan tinggi (sarjana). Apalagi selama ini kuliah cuma dibekali teori MOJOK.CO

Magang Pemerintah Belum Jadi Solusi Pengangguran dari Lulusan Perguruan Tinggi, Apalagi Kuliah cuma Dibekali Teori

18 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026
Bukan Sekadar Beternak Karang Taruna Bono dan Upaya Menghidupkan Ekonomi Warga

Dari Ternak untuk Desa: Geliat Karang Taruna Bono Menghidupkan Ekonomi Warga

31 Juli 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.