Sakit hati uang beasiswa dipakai buat nonton konser sampai jutaan rupiah
Penyalahgunaan KIP Kuliah bukan sekadar soal gaya-gayaan. Bagi Rian sendiri, itu seperti sebuah permainan zero-sum. Artinya, ada pihak yang menang karena ada pihak lain yang dirugikan secara telak.
Setiap tahun, pendaftar KIP Kuliah di seluruh Indonesia bisa mencapai hampir 1 juta orang. Namun, kuota yang disediakan pemerintah biasanya hanya berkisar 200 ribu mahasiswa baru.
Artinya, persaingannya adalah 1 berbanding 5. Setiap satu kuota yang disalahgunakan, di detik yang sama, ada satu masa depan anak miskin asli di luar sana yang sedang dibunuh. Rian adalah salah satu korbannya.
“Nggak sedikit dari oknum ini pakai uang beasiswa buat diakui ditongkrongan. Makanya buat beli iPhone lah, traktir teman di tongkrongan, bahkan ada yang buat ngonser di Jakarta sampai jutaan,” kata Rian.
Tak dapat KIP Kuliah sampai harus utang buat bayar UKT
Sementara Rian sendiri pernah mencoba mengajukan ulang beasiswa tersebut di semester ganjil, tapi gagal. Upayanya meminta penurunan golongan UKT pun selalu ditolak oleh pihak kampus dengan alasan administrasi.
Puncaknya terjadi pada satu semester yang lalu, ketika Rian nyaris tidak bisa membayar UKT Rp1,2 juta tersebut. Ia sudah pasrah dan berniat mengambil cuti kuliah karena tidak ingin menambah beban orang tuanya.
Namun, ayahnya yang hanya buruh serabutan itu menolak keras. Ayah Rian akhirnya nekat mencari pinjaman ke sana-kemari dan berutang demi menyelamatkan studi anaknya.
“Di luar sana banyak mahasiswa pura-pura miskin demi dapat beasiswa. Sementara saya yang miskin beneran, malah nggak dapat.”
Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Muchamad Aly Reza
BACA JUGA: Mahasiswa Penerima Beasiswa KIP Kuliah Banting Tulang Belajar sambil Kerja Pakai iPhone, Malah Dikira Flexing dan Nggak Cocok Hidup Layak atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan














