Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sekolahan

Ironi Penerima KIP Kuliah di Jogja: Uang Beasiswa Habis Buat Bayar Utang Keluarga, Rela Makan Rp20 Ribu per Hari Demi Tak Putus Kuliah

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
27 Februari 2026
A A
KIP Kuliah di Jogja.MOJOK.CO

ilustrasi - KIP Kuliah (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Setiap hari, pengeluaran Dimas untuk makan dipatok maksimal Rp20.000. Bagi penerima beasiswa KIP Kuliah ini, ia harus pandai mengatur keuangan seketat mungkin agar bisa bertahan hidup. 

Dimas merupakan satu dari banyak mahasiswa penerima KIP Kuliah yang mengalami ironi. Jangankan buat menikmati uang beasiswa, untuk sekadar memanfaatkannya agar bisa bertahan hidup di perantauan saja susah. 

Iklan

“Uang beasiswa cuma mampir sebentar,” kata dia, bercerita kepada Mojok, Selasa (24/2/2026).

Dapat KIP Kuliah dianggap hidupnya pasti enak

Di mata orang lain, Dimas seharusnya masuk dalam kategori mahasiswa yang aman dan beruntung. Ia adalah penerima KIP Kuliah, sebuah program bantuan pendidikan resmi dari pemerintah yang ditujukan untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Di atas kertas, nasib mahasiswa KIP Kuliah memang terlihat terjamin. Biaya kuliah atau UKT sudah ditanggung penuh oleh negara dari awal masuk sampai nanti mereka lulus–selama empat tahun. 

Selain itu, mereka juga berhak menerima uang saku atau bantuan biaya hidup setiap semesternya. Jumlah uang saku ini bervariasi tergantung letak kotanya, biasanya berkisar antara Rp800 ribu hingga Rp1,4 juta per bulan, yang langsung dicairkan sekaligus setiap enam bulan sekali ke rekening mahasiswa.

“Orang awam mungkin berpikir, dengan semua fasilitas itu, penerima beasiswa kayak aku hanya perlu duduk manis. Tapi ya nyatanya nggak semudah itu,” kata mahasiswa PTN di Jogja ini.

Menurut Dimas, kemiskinan keluarga di kampung tidak berhenti seketika hanya karena salah satu anaknya berhasil mendapat bantuan dari program KIP Kuliah. Kemiskinan itu tetap berwujud utang yang menumpuk, tunggakan cicilan, dan pada akhirnya, mahasiswa sepertinya terpaksa memikul peran sebagai tulang punggung keluarga lebih cepat dari yang seharusnya.

Pencairan uang KIP Kuliah jutaan hanya numpang lewat

Ironi paling menyedihkan sering kali terjadi justru pada hari pencairan dana biaya hidup KIP Kuliah. Dimas masih ingat betul kejadian itu di awal semester ganjil lalu. Notifikasi dari aplikasi m-banking di ponselnya menyala. Uang bantuan biaya hidup dari KIP Kuliah sebesar Rp5,7 juta masuk utuh ke rekeningnya. 

Untuk ukuran mahasiswa dari keluarga pas-pasan, melihat uang jutaan rupiah mengendap di ATM adalah sebuah kemewahan yang luar biasa. Ia sempat tersenyum lega.

Namun, senyum dan rasa lega itu tak bertahan lama. Setelahnya, Dimas duduk dan membuka aplikasi perbankannya lagi, lalu mulai mengetik deretan angka untuk melakukan transfer.

Pertama, ia mentransfer Rp2,5 juta ke ibunya di kampung halaman. Uang itu sangat mendesak untuk menutupi utang keluarga pada rentenir. 

“Utang itu dulu dipakai buat biaya rawat inap bapak setahun yang lalu, dan bunganya terus bengkak kalau nggak segera dicicil bulan itu juga,” jelasnya.

Kedua, ia mentransfer Rp1 juta lagi ke rekening sekolah untuk melunasi tunggakan SPP adik perempuannya di bangku SMA. Jika tidak dibayar minggu itu, adiknya terancam tidak boleh mengikuti ujian akhir.

Iklan

Hanya dalam waktu kurang dari setengah jam, uang beasiswa jutaan rupiah di rekeningnya menyusut drastis menjadi tinggal Rp2,2 juta. Uang sisa yang pas-pasan itulah yang harus ia pakai untuk membiayai sewa kos bulanan, membeli sabun, bensin motor, hingga biaya makan selama enam bulan ke depan. 

Jika dihitung secara kasar, ia hanya punya sisa sekitar Rp360 ribu setiap bulannya. Fakta pahit inilah yang memaksanya bertahan dengan uang makan Rp20.000 sehari.

Baca halaman selanjutnya…

Tuntutan mempertahankan IPK baik, bikin terancam nggak bisa lanjut kuliah.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 28 Februari 2026 oleh

Tags: Beasiswa KIP KuliahBiaya hidup KIP Kuliah cairkip kuliahmahasiswa kip kuliahPencairan KIP Kuliahpenerima kip kuliahpilihan redaksiRealitas mahasiswa KIP KuliahSyarat IPK KIP KuliahUang saku KIP Kuliah
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

cari kerja, UGM.MOJOK.CO
Sehari-hari

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026
Derita Orang Rembang, Makan Mie Gacoan Harus ke Tuban MOJOK.CO
Catatan

Makan Mie Gacoan adalah Kemewahan bagi Anak Muda Desa, Rela Motoran 2 Jam Demi Makanan yang “Menyiksa” Mulut Mereka

14 Juli 2026
donasi ekonomi.MOJOK.CO
Urban

“Rakyat Bantu Rakyat” Menguat, tapi Jangan Jadi Alasan Pemerintah Lepas Tangan dan Abai Pada Nasib Masyarakat

14 Juli 2026
SSB MAS merawat bibit-bibit muda sepak bola Kota Jogja meski dari Lapangan Minggiran yang tidak rata MOJOK.CO
Suara Bawah Tanah

SSB Tertua di Kota Jogja Merawat Bibit-bibit Muda Meski dari Lapangan Bola Tidak Rata

11 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Suzuki S-Presso memang mobil aneh karena jelek tapi keren MOJOK.CO

Ibarat kata, Suzuki S-Presso adalah “Crocs KW” yang jelek tapi keren dan kini menjadi benteng pertahanan terakhir melawan kegilaan dunia yang serba mahal ini

14 Juli 2026
Cerita alumnus Unika, side hustle untuk temukan kebermaknaan. MOJOK.CO

Kisah Alumnus Unika Pilih Side Hustle dengan Mengubah Sampah Plastik Jadi Kerajinan agar Waras dari Kerjaan Freelance

15 Juli 2026
cari kerja, UGM.MOJOK.CO

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026
Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia MOJOK.CO

Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia

15 Juli 2026
Kisah sebuah desa di Kebumen, Jawa Tengah, yang bangkit dari kemiskinan MOJOK.CO

Cerita Desa di Kebumen Bangkit dari Kemiskinan: Punya Rumah Layak Huni, Modal Usaha, hingga Pengembangan Peternakan

14 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kerja sama dengan Australia. MOJOK.CO

Satu Dekade Jogja dengan Melbourne Symphony Orchestra: Bukti Orkestra Nggak Melulu Kaku bahkan Bisa Dinikmati Sambil Lesehan

15 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.