Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Mahasiswa Penerima Beasiswa KIP Kuliah ISI Jogja Dihujat karena Flexing dan Dianggap Glamor, padahal Hidupnya Nelangsa

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
30 Oktober 2025
A A
mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah ISI Jogja dihujat. MOJOK.CO

ilustrasi - dihujat karena punya iPhone padahal mahasiswa KIP Kuliah. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Seorang penerima mahasiswa KIP Kuliah di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta ini sempat dihujat warga net, karena “pamer” bisa membeli iPhone 13. Padahal, dulu terancam tidak bisa kuliah tanpa beasiswa.

***

Iklan

Al Barr (19) menceritakan pengalaman hidupnya bisa kuliah di ISI Yogyakarta berkat beasiswa KIP Kuliah lewat media sosial Instagram. Ia berujar kini bisa membeli iPhone berkat menerima beasiswa tersebut. 

Tak pelak konten tersebut bikin warga net terbelah menjadi dua kubu. Ada yang menganggapnya flexing, tapi ada pula yang merasa terharu dengan cerita perempuan asal Aceh tersebut.

“KIP Kuliah itu memang untuk keperluan pribadi, untuk mengembangkan diri bukan hidup mewah glamor sana sini. IPhone? Apa itu? Gw malah mikir, selagi HP itu punya kamera bagus, memori aman, udah selesai. Bisa dipakai udah lumayan, nggak perlu glamor sana-sini…” Tulis akun Instagram @mol*** di kolom komentar, dikutip Kamis (30/10/2025).

“iPhone 13 itu bukan kebutuhan primer, kalau memang dirasa mampu ya ngundurin diri aja dari KIP Kuliah.” Ucap @sep***.

“Lu bilang orang nggak mampu, tapi gaya hidup lu kayak orang yang banyak duit njir.” Tulis @kak***.

“KIP Kuliah itu untuk orang yang belum mampu tapi orang flexing iPhone dan punya penghasilan 2 digit. Orang tidak mampu mana yang penghasilannya 2 digit? Kalau sekiranya sudah mampu dan menghasilkan, harap mengundulkan diri…” tulis @gib***.

Menurut pantauan Mojok, konten Al Barr tersebut sudah tayang 2 juta kali dengan likes 211 ribu dan 1.757 komentar pada Kamis (30/10/2025). Beragam pertanyaan pun muncul, termasuk bagaimana standar mahasiswa penerima KIP Kuliah seharusnya dan apa yang tidak boleh dilanggar oleh mereka?.

Dana KIP Kuliah nyatanya nggak cukup penuhi kebutuhan mahasiswa

Sejatinya, KIP Kuliah adalah program bantuan biaya pendidikan dari pemerintah untuk lulusan SMA atau sederajat yang berasal dari keluarga kurang mampu tapi punya potensi akademik yang baik. Al Barr sendiri mengaku nyaris gagal kuliah di Jurusan Perfilman ISI Yogyakarta karena kondisi ekonomi keluarganya.

“Aku dan ibu tinggal di rumah ayah tiriku. Ayah tiriku ini seorang buruh tani yang gajinya sekitar Rp500 ribu per bulan. Sedangkan, ibuku guru bakti yang gajinya Rp500 – Rp600 per bulan,” jelas Al Barr kepada Mojok, Senin (25/8/2025).

Namun akhirnya, ia lolos sebagai penerima mahasiswa KIP Kuliah dan berhasil mengumpulkan modal awal untuk merantau. Sejak saat itu, Al Barr memutuskan kuliah sambil bekerja guna mencukupi kebetuhan hidupnya sehari-hari.

Sebab jujur saja, KIP Kuliah nyatanya masih belum cukup memenuhi kebutuhan hidup Al Barr. Mengacu pada hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS), bantuan biaya hidup per bulan untuk mahasiswa dibagi menjadi 5 klaster wilayah yakni Rp800 ribu, Rp950 ribu, Rp1,1 juta, Rp1,25 juta, dan Rp1,4 juta.

“Aku butuh tambahan biaya, apalagi biaya untuk pengerjaan tugas film terbilang mahal untukku,” kata Al Barr, “belum lagi aku harus ekstra putar otak untuk biaya makan, kos, dan lain-lain,” lanjutnya.

Beasiswa bisa dicabut sewaktu-waktu

Selama kuliah, Al Barr pun mencoba beragam usaha mulai dari jualan online hingga jualan bunga secara offline. Ia sering begadang untuk membungkus paket, mengantar produknya sendiri ke tempat ekspedisi.

Hingga akhirnya ia punya ide membeli iPhone guna menunjang bisnis online-nya. Menurut mahasiswa ISI Yogyakarta tersebut, iPhone adalah investasi terbaik untuk membuat hasil foto dan video promosinya lebih ciamik.

Sembari bekerja, ia pun harus mempertahankan prestasi akademiknya agar KIP Kuliahnya tidak dicabut. Melansir dari laman resmi UMSU, KIP dapat dicabut karena beberapa faktor.

Pertama, kondisi ekonomi keluarga mahasiswa yang sudah membaik. Kedua, mahasiswa tidak memenuhi standar minimum Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Ketiga, kejadian darurat seperti kematian, putus kuliah, atau pindah ke perguruan tinggi lain.

Iklan

Selain itu, perguruan tunggi dan LLDIKTI juga berhak melakukan evaluasi per semester terhadap kemampuan ekonomi keluarga dan akademik mahasiswa penerima KIP.

Apakah punya iPhone bisa mengancam beasiswa mahasiswa?

Salah satu bukti nyata perguruan tinggi berhak mencabut KIP Kuliah adalah, kasus mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) yang dicabut karena ketahuan dugem.

Sementara itu, dalam kasus Al Barr, niatnya justru ingin memberikan inspirasi kepada khalayak lewat perjuangannya sebagai penerima mahasiswa KIP Kuliah. Tak jarang juga banyak warga net yang mendukungnya.

“Nggak semua iPhone itu mahal dan nggak semua Androit itu murah. Kalau anak KIP tapi hobinya flexing sana-sini, nongkrong di tempat-tempat boikot, beli barang mewah yang padahal bukan kebutuhan dia melainkan sebatas keinginan, nah itu baru salah…” Tulis @pag***.

“Tujuan pemerintah ngasih beasiswa KIP-kan agar masyarakat yang kurang mampu bisa tetap kuliah dengan membantu perekonomian mereka? Dan dengan harapan bisa memberantas kemiskinan di Indonesia. Nah kalau kalian inginnya penerima KIP tetap miskin, nggak ada kemajuan dalam hidupnya, artinya pemerintah gagal dong buat menyukseskan program tersebut?…” Ucap @aer***.

“KIP layaknya investasi dan semua penerima berhak mengelola uang yang diberikan untuk keperluan yang bisa digunakan untuk perkembangan diri kita yang akan memberi dampak pada khalayak. Semoga tidak ada efisiensi untuk program pendidikan kedepannya.” Ucap @moe***.

Sejauh ini, Al Barr pun masih menjalani aktivitas kuliahnya sambil bekerja. Selama ia bisa mempertahankan nilai akademiknya, status beasiswa KIP Kuliahnya terbilang aman alias lolos evaluasi.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Maksa Beli iPhone demi Gaya sampai Diamkan Bapak Berhari-hari, iPhone 14 Pro Terbeli tapi Hidup Jadi “Berantakan dan Menderita” atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 30 Oktober 2025 oleh

Tags: beasiswaflexingiPhoneisi jogjaISI Yogyakartakip kuliah
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

perubahan desil membuat penjual ayam potong menderita

Perubahan Desil Tak Masuk Akal Membuat Penjual Ayam Potong Menderita

21 Agustus 2026
Ide bisnis sewa HP flagship, ide aneh raup omzet 20 juta per bulan MOJOK.CO

Ide bisnis sewa HP flagship ternyata begitu menguntungkan, modal 3 HP bisa raup omzet 20 juta per bulan

20 Agustus 2026
Perjuangan orang haven't ingin jadi mahasiswa baru (maba) tanpa sponsor orang tua melalui beasiswa KIP Kuliah MOJOK.CO

Nasib Orang Haven’t: Ingin Jadi Maba Tanpa Sponsor Orang Tua, Harus Alami Kerja di Warung Mie Ayam 16 Jam Upah 30 Ribu

7 Agustus 2026
Anak penjual tahu kuliah di ITB. MOJOK.CO

Perjuangan Mutiara Belajar Mandiri dan Andalkan Buku Panduan dari Sang Ayah Penjual Tahu hingga Tembus ITB

27 Juli 2026
Bisa kuliah di ITB berkat beasiswa ojol. MOJOK.CO

Menangis di Hadapan Bapak yang Sehari-hari Ngojol agar Diizinkan Kuliah di ITB, Gadis Malah Dapat Beasiswa dari Pekerjaan Sang Ayah

24 Juni 2026
Rasyiid, mahasiswa penerima Beasiswa KIP Kuliah UMSURA yang sisihkan uang untuk modal usaha MOJOK.CO

Sisihkan Uang Beasiswa KIP Kuliah buat Modal Usaha, Kuliah Sambil Topang Ekonomi Keluarga hingga bikin Ibu Bangga

2 Juni 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

S2, sarjana nganggur MOJOK.CO

Curhatan Lulusan Sarjana Lanjut Kuliah S2 Modal FOMO yang Justru Berujung Kesulitan Mencari Kerja

26 Agustus 2026
Proyek Hutan Tanaman Energi (HTE) untuk co-firing biomassa di PLTU langgengkan praktik perampasan tanah ala kolonial MOJOK.CO

Proyek Bioenergi Kayu di Jawa Langgengkan Praktik Perampasan Lahan ala Kolonial

21 Agustus 2026
Alfamart dan PGMM beri bantuan seragam ke 7 madrasah di Magelang sebagai wujud kepedulian sosial MOJOK.CO

Alfamart dan PGMM Beri Bantuan Seragam Sekolah di 7 Madrasah Magelang, Jadi Penunjang Semangat dan Kepercayaan Diri Siswa

24 Agustus 2026
Gelandang Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi Ayla Dva Khala Ahisma, Kepala Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi Timo Scheunemann, Pelatih Kepala Timnas Putri U-16 Thailand Thidarat Wiwasukhu dan Kapten Timnas Putri U-16 Thailand Kawinthida Kukintod.

Di Lapangan Jadi Lawan, di Luar Jadi Teman: Ayla Bertukar Kaos, Kapten Thailand Bertukar Medsos

23 Agustus 2026
Khotbah Bunyi-bunyian Senyawa di Candi Prambanan.MOJOK.CO

Khotbah Bunyi-bunyian Senyawa di Candi Prambanan

26 Agustus 2026
ilustrasi MBG

Kisah Pilu Pegawai SPPG: Sering Dicap Ikut Korupsi Anggaran MBG, Padahal Niat Bekerja Sepenuh Hati

21 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.