Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Guru-guru Wiro Sableng Tak Cuma Cocok Ngajar Silat tapi Juga Cocok Ngajar di Fakultas Filsafat

Mohammad Ibnu Haq oleh Mohammad Ibnu Haq
25 November 2020
A A
Guru-guru Wiro Sableng Tak Cuma Cocok Ngajar Silat tapi Juga Cocok Ngajar di Fakultas Filsafat

Guru-guru Wiro Sableng Tak Cuma Cocok Ngajar Silat tapi Juga Cocok Ngajar di Fakultas Filsafat

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Bastian Tito tak hanya membekali Wiro Sableng dengan jurus dan senjata sakti mandraguna, tetapi juga guru-guru yang cocok ngajar di filsafat.

Jika Amerika memiliki Superman dan di Jepang ada Naruto, maka Wiro Sableng adalah jagoan kebanggaan Nusantara. Namanya tersohor melintasi tiga generasi.

Pendekar jebolan Akademi Fantasi Silat Gunung Gede ini umumnya dikenal karena sepak terjangnya di dunia persilatan. Ada juga yang mengidentifikasikannya sebagai playboy kelas kakap yang merajalela jauh sebelum era Boy dalam Catatan Si Boy dan Boy di sinetron Anak Jalanan.

Namun, dari sekian banyak cara kita memahami karakter ikonik itu, jarang ada yang memerhatikan peran dan jasa guru-gurunya. Apalagi memelajari ilmu-ilmunya. Hambok yakin, banyak yang lebih hafal jurus Kunyuk Melempar Buah, kan, ketimbang makna dari simbol angka 212 di dada?

Padahal berbeda dengan tokoh-tokoh pahlawan fiktif belakangan, Bastian Tito tidak hanya membekali Wiro Sableng dengan jurus-jurus dan senjata yang sakti mandraguna, tetapi juga dengan nilai-nilai filosofis yang sarat akan pembelajaran. Yang mana peran dan fungsi ini sering kali diejawantahkan lewat kegiatan belajar mengajar si murid sableng dengan guru-gurunya yang gendeng.

Pertama, Sinto Gendeng

Kurang afdol rasanya jika kita mengidolakan Wiro Sableng tanpa mencintai gurunya, Sinto Gendeng. Lah wong blio-lah yang paling bertanggung jawab dalam pembentukan karakter si Wiro.

Seperti yang kita ketahui, sebagian besar jurus dari Wiro merupakan ilmu-ilmu yang diturunkan Sinto Gendeng. Bahkan mustika sakti yang berupa kapak, bermata dua, bermulut satu, berkepala naga, Kapak Naga Geni 212 namanya—hayo siapa yang nyanyi?—adalah warisan darinya.

Lalu, dari semua itu, yang paling top markotop sebenarnya justru makna di balik angka 212.

Tentu angka tersebut tidak sembarangan dirajah di dada Wiro hanya untuk keren-kerenan semata, biar terlihat lebih badass. Bukan juga nomor keberuntungan yang sewaktu-waktu bisa digunakan Wiro untuk berjudi.

Di buku pertama serial Wiro Sableng yang berjudul Empat Berewok Dari Goa Sanggreng, dikisahkan sebelum Sinto Gendeng mewariskan Kapak Naga Geni 212, dia terlebih dahulu menerangkan arti dan makna dari angka 212 tersebut.

Bahwa segala yang ada di dunia ini diciptakan berlainan sekaligus berpasangan yang merupakan unsur keduniawian. Dan di atas itu semua ada satu yang tertinggi, yakni Sang Pencipta.

Gendeng betul kan petuahnya?

Alih-alih menjelaskan secara mudah dan ringkas, Sinto Gendeng justru membungkusnya dengan analogi yang mengerutkan dahi. Padahal bisa saja blio menyuruh muridnya untuk jangan mencuri, jangan membunuh sembarangan, jangan lupa salat atau semacamnya, tapi Sinto Gendeng lebih memilih metode diskusi dan analogi dengan tujuan agar ada insight dari dalam hati muridnya sendiri.

Dari buku pertama saja saya sudah bingung, sebenarnya ini cerita silat atau cerita filsafat?

Iklan

Kedua, Tua Gila

Kalau Sinto Gendeng adalah guru Wiro sejak kecil, lain halnya dengan Tua Gila. Pertemuan antara Wiro dengan Tua Gila baru terjadi di serial Banjir Darah Di Tambun Tulang.

Dikisahkan bahwa pertemuan mereka merupakan ketidaksengajaan. Wiro yang ingin berterima kasih kepada Tua Gila karena telah menyelamatkan nyawanya, justru dibuat kesal dan bingung dengan segala tingkah laku ganjil dari orang tua tersebut.

Si Tua Gila ini selalu memaksa Wiro melakukan sesuatu tanpa diberikan penjelasan apa pun sebelumnya. Barulah setelah semua ujian berakhir dan kesabaran Wiro hampir habis, dia menerangkan semuanya dengan gamblang.

Mirip-mirip seperti kisah antara Musa dan Khidir lah. Dan memang begitulah metode yang digunakan Tua Gila untuk menurunkan ilmunya. Daripada menceramahi si bocah sableng dengan petuah-petuah yang berat, lebih baik membiarkannya bertanya-tanya dan mencari sendiri kebenarannya.

Tidak sampai di situ saja, bahkan jurus yang diberikan kepada Wiro pun merupakan jurus yang tidak biasa, yaitu Ilmu Silat Orang Gila. Jurus itu mengajari Wiro untuk berpikir dan bergerak layaknya orang gila. Karena dengan menjadi orang gila—baik secara harfiah maupun batiniah—manusia justu akan melupakan kegilaan dunia.

Edan betul! Nggak papa sih asal nggak kebablasan aja kayak kredo mahasiswa bangkotan di fakultas filsafat Beni Satryo, penulis Pendidikan Jasmani dan Kesunyian.

“Anak filsafat pasti ngomongin Tuhan. Tahun kedua ngomongin kedirian, eksistensi, kesendirian—yang galau-galau gitulah. Tahun ketiga nggak ngomongin filsafat. Tahun terakhir nggak ngomongin apa-apa.”

Ya sama kayak ujung-ujung cerita Wiro Sableng, yang udah kayak pepatah lama, “Tuhan menciptakan dua tangan dan satu mulut semata-mata agar ketika baku hantam adu jurus silat, tak perlu lagi ada debat soal filsafat.”

Ketiga, Kakek Segala Tahu

Untuk urusan baku hantam, memang kakek ini tidak menurunkan satu pun ilmu silat. Namun, di berbagai situasi genting, blio-lah rujukan Wiro yang paling bisa diandalkan. Meskipun kedua matanya buta, tetapi Kakek Segala Tahu dapat mengetahui lokasi dan posisi siapa pun yang ada di dunia.

Coba kita resapi. Ketika orang-orang normal bertanya “di mana” dan “ke mana” lalu yang ditanya selalu bisa menjawab keduanya padahal ia tidak memiliki penglihatan lagi, bukankah itu sangat ironis?

Ada satu pesan dari Kakek Segala Tahu yang sangat epik. Yaitu ketika Wiro memberikan pujian padanya dan malah dibalas dengan kalimat nylekit. Kakek Segala Tahu mengatakan bahwa semakin dalam manusia memelajari sesuatu, maka semakin dia tidak tahu.

Ini Bastian Tito mengutip novel Dunia Sophie-nya Jostein Gaarder atau malah sebaliknya? Atau jangan-jangan keduanya sama-sama seorang filusuf, ya?

Sebenarnya masih banyak lagi karakter lain yang menjadi sosok guru di kisah Wiro Sableng. Hanya saja mereka sekadar menurunkan ilmu silat semata. Perkara gelut tok. Berbeda dengan ketiga tokoh di atas yang selain jago silat, saya mencurigai kalau mereka ini diam-diam juga merupakan dosen di fakultas filsafat.

BACA JUGA Menerjemahkan Perilaku Patrick Star Melalui Pseudo-filsafat dan tulisan Mohammad Ibnu Haq lainnya.

Terakhir diperbarui pada 17 Desember 2020 oleh

Tags: fakultas filsafatfilsafatguruvino g sebastianwiro sableng
Mohammad Ibnu Haq

Mohammad Ibnu Haq

Domisili di mBantul. Spesialis hal-hal umum.

Artikel Terkait

Prabowo kasih guru honorer insentif saat HUT RI. MOJOK.CO
Pendidikan

JPPI Kritik SE Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026, Sebut Pemerintah Lebih Peduli Karyawan SPPG daripada Guru Honorer

12 Mei 2026
Guru PPPK Paruh Waktu, guru honorer, pendidikan.MOJOK.CO
Aktual

JPPI Kritik Aturan Baru SE Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026: Nasib 2,3 Juta Guru Non-ASN Terancam di Ujung Tanduk

8 Mei 2026
Gaji Dosen Belum Sejahtera, Sekarang Prodinya Mau Ditutup Pula. Negara Ini Sebetulnya Mau Apa? MOJOK.CO
Esai

Gaji Dosen Belum Sejahtera, Sekarang Prodinya Mau Ditutup Pula. Negara Ini Sebetulnya Mau Apa?

6 Mei 2026
Hidup mati pekerja Jakarta harus tetap masuk, menerjang arus dari Bekasi
Urban

Menjadi Guru Honorer di Jakarta Tetap Sama Susahnya dengan di Daerah: Gajinya Cuma Seperempat UMR, Biaya Hidupnya 2 Kali Pendapatan

29 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Anak Tantrum di Kereta Ekonomi bikin Saya Iba ke Ortu. MOJOK.CO

Tangisan Anak Kecil di Kereta Ekonomi Bikin Saya Sadar di Usia 25, Betapa Kasih Ibu Diuji Lewat Rasa Lelah

11 Mei 2026
Tips hadapi teman toxic dalam pertemanan: tidak akrab tapi selalu datang kalau ada butuhnya MOJOK.CO

Lepas dari Teman Tak Akrab yang Selalu Merepotkan pas Ada Butuhnya, Dibenci tapi Perasaan Tidak Enakan Lebih bikin Rugi!

13 Mei 2026
Kos kamar mandi luar memang murah. Tapi mending cari kamar mandi dalam kalau tidak mau kena mental MOJOK.CO

Kos Kamar Mandi Luar Memang Lebih Murah, Tapi bikin Repot Sendiri karena Dipakai Bareng Penghuni Lain Tak Tahu Diri (Kemproh dan Pemalas)

14 Mei 2026
Nasihat rezeki dan keuangan dari ibu-ibu penjual angkringan di Jogja yang bisa haji 2 kali MOJOK.CO

Wejangan Rezeki dan Uang dari Ibu Penjual Angkringan, Membalik Logika Ekonomi Anak Muda yang Anxiety in this Economy

11 Mei 2026
Veda Ega Pratama Buktikan Mental Comeback, Start P20 Finis 8 Besar di Catalunya

Veda Ega Pratama Buktikan Mental Comeback di Moto3, Start P20 Finis 8 Besar di Catalunya

17 Mei 2026
Kos di Jogja, kos campur, dapur.MOJOK.CO

Dapur Bersama Memang Membantu Anak Kos, Tapi Sering Menimbulkan Konflik kalau Ada Penghuni Jorok dan Suka Nyolong

12 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.