Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Cuan

Tips Memulai Usaha dari Mantan Lulusan CPNS yang Memilih Menyiksa Diri Menjadi Pengusaha Coffee Shop

Moddie Alvianto W. oleh Moddie Alvianto W.
21 Juni 2026
A A
Tips Memulai Usaha Coffee Shop yang Tahan Disiksa Negara MOJOK.CO

Ilustrasi Tips Memulai Usaha Coffee Shop yang Tahan Disiksa Negara. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Inilah tips memulai usaha dari saya, yang menyiksa diri, dengan membuka coffee shop. Baca, supaya kamu lebih waspada sebelum berbisnis. 

Setelah gagal dua kali, akhirnya saya lolos ujian CPNS di percobaan ketiga. Namun, karena satu dan lain hal, saya malah tidak ambil kesempatan itu. Saya mengundurkan diri dan memilih menjadi pengusaha coffee shop di daerah Sleman utara. Namanya: Kopi Pandan Arang.

Lalu, apakah keputusan tersebut tepat? Saya tidak tahu. Tetapi, yang saya tahu dan telah menjalaninya hampir dua tahun, menjadi pengusaha coffee shop itu rumit dan menantang. Kadang plus, tetapi lebih banyak minus, yang tidak terlihat. Hahaha. 

Akan tetapi, begitulah lika-liku menjadi penguasa, eh pengusaha. Dikritik dan dicaci, tidak tumbang. Terus membuat inovasi meskipun tahu terkadang bisa jadi salah langkah. Dan, saya mengalaminya setidaknya sampai tulisan ini selesai saya ketik. 

BACA JUGA: Street Bar Coffee, Konsep Jualan Kopi yang Susah Bangkrut, Nggak kayak Coffee Shop Fancy yang Pasti Bangkrut!

Tips memulai usaha coffee shop: Memahami bahwa hidup penuh tantangan

Kata seorang teman, in this economy, bisa bertahan atau setidaknya mampu menutup biaya operasional sudah hebat. Apalagi jika usaha atau bisnis kamu berbentuk FnB coffee shop kayak saya. 

Pasang surut harga bahan hingga dilema menaikkan harga jual adalah lika-liku yang sangat menantang, khususnya di Indonesia. Dan inilah tips memulai usaha yang pertama dari saya, yaitu memahami kenyataan yang sangat menantang. 

Bagaimana tidak? Kalau era dulu, rivalitas atau kompetitor terjadi antara sesama coffee shop. Apalagi jika produknya mirip dan lokasinya berdekatan. Sekarang, rivalitas bukan lagi sesama pebisnis melainkan sama pemerintah. Kok bisa? 

Yak, sorry to say, MBG menjadi momok bagi pebisnis coffee shop yang menyediakan makan berat, lho. Seketika harga telur ayam atau daging ayam meroket. Susu UHT langka. Bahkan, salah satu supplier susu di tempat saya, mengeluh. Mereka biasanya mendapat kiriman 50 karton, eh sekarang menjadi 20 karton. 

Itu baru satu supplier. Di tempat ritel lain malah lebih unik dan dahsyat. Maksimal pembelian susu UHT, untuk ukuran satu liter, hanya satu karton dan bahkan ada pula yang menerapkan hanya enam kotak! 

Makanya, ketika beberapa hari yang lalu pasokan UHT lancar dan harga telur ayam turun, supplier langsung berkata, “MBG lagi berhenti, Mas.” Jadi, sebelum mempelajari soal angka dan bahan, tips memulai usaha dari saya adalah waspada dengan kondisi negara.

Kondisi global sangat berpengaruh kepada pebisnis

Nah, itu baru harga UHT dan telur ayam. Sudah MBG itu rumit, lha kok masih ditambah perang Amerika Serikat dan Iran. Alhasil, harga minyak melangit. Tambahan lagi, harga plastik meroket. Inilah tips memulai usaha yang kedua, yaitu kamu juga harus waspada dengan dinamika global.

Tahukah kamu. Salah satu toko plastik ternama di Jogja harus bikin ilustrasi bergambar untuk meyakinkan pembeli bahwa harga plastik pantas naik. Edukasi nyata.

Buat pebisnis FnB, segala macam bahan baku mengalami kenaikan harga. Sangat sulit untuk menahan harga. Namun, inilah kenyataan yang terjadi. Jadi, tips memulai usaha ini memang bukan soal menghitung untung-rugi dulu. Tapi, pelajari dulu segala kemungkinan yang bisa terjadi.

Tips memulai usaha yang ketiga: Memprediksi kondisi yang sulit diantisipasi pebisnis coffee shop

Nah, setelah era MBG, yang sebentar lagi terjadi efisiensi, dan perang AS-Iran, yang keduanya telah meneken perjanjian damai, timbul masalah baru lagi. Siapa itu? Perusahaan Listrik Negara (PLN). Buat pebisnis coffee shop, ini celaka banget.

Sebagai perusahaan satu-satunya penyedia listrik di Indonesia, kondisi PLN sedang carut marut. Listrik padam bergilir. Konon, pasukan batu bara sedang sulit dan kekurangan hampir 20 juta ton metrik 

Yaa, sebenarnya itu urusan pemerintah yang menyediakan listrik bagi warga yang sudah membayar setiap token berbunyi. Itu seharusnya bukan masalah kita sebagai pebisnis yang sudah membayar. Kan gitu logikanya.

Masalahnya, karena padam bergiliran, dan terus menerus, akhirnya berdampak ke bisnis. Beberapa teman yang juga membuka coffee shop, mengeluh beberapa bahan jadi tidak lagi bagus untuk dipakai. Kedai juga jadi sepi karena pelanggan tidak nyaman.

Iklan

Akhirnya, ya terpaksa cari dan beli genset. Kemudian, cari bahan bakar. Eh, ndilalah, harga Pertamax naik. Sudah jatuh tertimpa tangga, bukan, pebisnis Indonesia? 

Tips memulai usaha satu ini menegaskan pentingnya kamu membaca gelagat negara. Perhatikan semua hal yang mungkin bisa mengganggu bisnis yang sedang kamu tekuni. Buat pebisnis coffee shop, yang semangat.

Kalau sudah begitu, apakah daya beli menurun? Di tempat saya, di Kopi Pandan Arang, iya. Namun, bukan menurun, sih, tetapi lebih beralih ke harga yang masuk akal di kantong konsumen. Konon, fenomena itu disebut sebagai lipstick effect. 

Apa itu lipstick effect? 

Adalah Leonard Lauder yang memperkenalkan istilah lipstick effect setelah terjadi peristiwa 9/11. Saat itu, tulisannya yang dimuat di Wall Street Journal dengan judul “Lipstick Sales Rise Despite Economic Downturn”, mengunggah fakta menarik. 

Di tengah krisis ekonomi, penjualan lipstik justru meningkat hampir 11% pada 2001. Artinya apa? Ternyata orang-orang masih tetap butuh kemewahan kecil di saat belanja besar atau kebutuhan macro luxury tidak terpenuhi.

Di Indonesia, sepertinya kecenderungannya begitu. Harga tiket pesawat dalam negeri mahal, akhirnya tidak jadi liburan yang wah. Kemudian, substitusinya adalah menikmati kopi premium. Dan barangkali, itulah yang membuat kedai kopi, meski banyak yang tumbang, tetap dan selalu ada yang baru. 

Harga secangkir kopi di coffee shop, barangkali tidak masuk akal bagi sebagian konsumen. Tetapi, bagi yang tidak bisa liburan mewah, dan kemudian butuh self reward, minum kopi premium menjadi solusi. 

Antisipasi perubahan minat konsumen

Tips memulai usaha selanjutnya adalah antisipasi perubahan minat konsumen. Misalnya di coffee shop saya, terjadi substitusi preferensi konsumen dalam tiga bulan terakhir. Menu-menu signature kami mulai tergeser oleh menu-menu kopi yang sudah umum seperti coffee latte.

Saya menduga, dan mencoba membaca data, pergeseran konsumsi disebabkan pencarian harga yang lebih masuk akal. Namun, dengan harga masuk akal, konsumen masih tetap bisa menikmati suasana di tempat saya. 

Mungkin mereka enggan pindah tempat. Sudah terlanjur nyaman. Tetapi kenyamanannya dikurangi dengan memesan menu yang berbeda. Barangkali, inilah lipstick effect di tempat saya.

Kamu harus bisa mengantisipasi perubahan ini. Kalau bisnis FnB, ya sediakan menu-menu yang lebih murah, tapi setidaknya tetap memuaskan pelanggan. Minimal familier buat konsumen.

BACA JUGA: Cerita Saya Memulai Usaha Rumahan Kecil-kecilan Tanpa Utang Hingga Raup Omzet Puluhan Juta per Bulan, Kamu Mau Coba?

Antisipasi brand besar (?)

Di tempat-tempat lain sepertinya mengalami hal yang sama. Saya melihat jenama sebesar Nescafe sampai turun. Mereka, meskipun menolak dikaitkan, membikin kedai kopi pinggir jalan dengan harga mulai dari lima ribu rupiah. 

Bejibun, dan rata-rata ramai. Salah seorang konsumen, yang ternyata teman saya sendiri, mengatakan bahwa daripada ke coffee shop, lebih baik pesen Nescafe. Harga murah dan kualitas terjamin. 

Saya pernah mencoba dan kebetulan belum cocok di lidah saya. Namun, tiap sore-malam terjadi antrian, sepertinya orang tetap butuh micro luxury atau semacam self reward agar tidak larut dengan suasana negara yang semakin carut marut. 

Sebab, kita masih butuh penyelamat di waktu-waktu yang semakin berat. Setidaknya sampai empat tahun ke depan. 

Begitulah tips memulai usaha dari saya. Ini bukan tips berisi meraup keuntungan sebesar mungkin. Ini soal bertahan hidup. 

Penulis: Moddie Alvianto W

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Orang-orang Tetap Nonton Konser di Tengah Kondisi Ekonomi yang Nggak Baik-baik Aja, Inikah Fenomena Lipstick Effect? dan artikel finansial yang menginspirasi lainnya di rubrik CUAN.

Terakhir diperbarui pada 21 Juni 2026 oleh

Tags: bisnis kopicoffee shopide bisniskedai kopiKopi Pandan ArangMBGsusu uhttips memulai usahausaha
Moddie Alvianto W.

Moddie Alvianto W.

Analis di RKI. Tinggal di Yogyakarta.

Artikel Terkait

Ide bisnis sewa HP flagship, ide aneh raup omzet 20 juta per bulan MOJOK.CO

Ide bisnis sewa HP flagship ternyata begitu menguntungkan, modal 3 HP bisa raup omzet 20 juta per bulan

20 Agustus 2026
JPPI, MBG, buku siswa sekolah.MOJOK.CO

RAPBN 2027: Anggaran Pendidikan Tersandera Rp240 Triliun demi Program yang Tak Penting

17 Agustus 2026
MBG untuk sahur dan berbuka di bulan Ramadan

Putusan MK Perlu Diapresiasi, tapi Anggaran MBG Harus Tetap Keluar dari Dana Pendidikan Mulai 2027

30 Juli 2026
Terima Kasih No Na! "Udah Siap Belum?" Akhirnya Mengalahkan "Mas Bahlil Ganteng" di Kepala Bocil

Terima Kasih No Na! “Udah Siap Belum?” Akhirnya Mengalahkan “Mas Bahlil Ganteng” di Kepala Bocil

6 Juli 2026
Kedai Kopi Dinasty di Surabaya milik alumnus Unesa. MOJOK.CO

Bukan Sekadar Cari Cuan, Alumnus Unesa Ini Sukses Bikin Kedai Kopi Murah Sekaligus Berdayakan Ibu-ibu untuk Jual Kopi Keliling

30 Juni 2026
Malang Santai Sayang, tapi Kritik Tak Lagi Santai MOJOK.CO

Malang Santai Sayang, tapi Kritik Tak Lagi Santai 

26 Juni 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Penyesalan mahasiswa kiri dan naif: tolak kerja (jadi budak) korporat karena melanggengkan kapitalisme, tapi sadar orang tua belum bahagia MOJOK.CO

Sesal Mahasiswa Sok Kiri Anti Kapitalisme dan Naif: Tolak Kerja (Jadi Budak) Korporat, Tapi Sadar Belum Bantu Ekonomi Orang Tua

20 Agustus 2026
Telat 3 Hari Perpanjang SIM, Pak Guru Ahmad Melawan Aturan yang Tak Kenal Ampun MOJOK.CO

Telat 3 Hari Perpanjang SIM, Pak Guru Ahmad Melawan Aturan yang Tak Kenal Ampun

14 Agustus 2026
Kebisingan-kebisingan di desa yang sebenarnya wajar tapi kini dipermasalahkan karena narasi desa sebagai tempat slow living ideal MOJOK.CO

Hal-hal Wajar di Desa Jadi Dianggap Mengganggu Gara-gara Narasi Slow Living, Padahal Jadi Bumbu Kehidupan

14 Agustus 2026
InJourney Bangun Rumah Layak Huni bagi Warga Kalasan, Wujud Kepedulian kepada Warga di Sekitar Destinasi Wisata.MOJOK.CO

InJourney Bangun Rumah Layak Huni bagi Warga Kalasan, Wujud Kepedulian kepada Warga di Sekitar Destinasi Wisata

18 Agustus 2026
Kelebihan Daikin sebagai AC terbaik untuk hunian modern dengan listrik terbatas MOJOK.CO

Daikin Multi-S, Pilihan AC Terbaik untuk Rumah Hemat Energi

15 Agustus 2026
Sikap-sikap sederhana ke pelayan rumah makan atau restoran yang seharusnya jadi kewajaran MOJOK.CO

Sikap-sikap Sederhana ke Pelayan Rumah Makan atau Restoran yang Kita Abaikan karena Ego, Padahal Bermakna Memanusiakan

20 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.