Raut wajah bahagia tampak jelas pada Kroniah (70), seorang warga Padukuhan Grumbulgede, Kalurahan Selomartani, Kapanewon Kalasan, Sleman. Kediamannya, yang dulu tidak layak untuk ditinggali, kini telah direnovasi menjadi rumah yang jauh lebih aman dan nyaman.
Pembangunan rumah tersebut diinisiasi oleh InJourney Destination Management (IDM) dan diresmikan bertepatan dengan momen perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Langkah ini merupakan wujud tanggung jawab sosial perusahaan, yang juga akrab disapa masyarakat sebagai PT Taman Wisata Candi (TWC), dalam memberikan kontribusi nyata bagi warga di sekitar area wisata yang mereka kelola.
Hunian milik Kroniah ini tercatat sebagai rumah ke-56 yang berhasil dibangun sejak program bantuan tersebut pertama kali digulirkan pada tahun 2016.
Peresmian dilakukan oleh Direktur Utama InJourney Destination Management Febrina Intan beserta jajaran direksi lainnya. Rangkaian perayaan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI ini meneguhkan semangat dan nilai Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.
“Keberadaan kami di sini tidak hanya sekedar mengelola sebuah destinasi, tapi yang terpenting adalah bagaimana keberadaan TWC itu dapat memberikan manfaat terutama bagi masyarakat di sekitar, baik manfaat sosial maupun manfaat ekonomi,” jelasnya, Senin (17/8/2026).
Dari dinding gedhek, kini disulap menjadi rumah berdinding kokoh dan berkeramik
Sebelum direnovasi, rumah Ibu Kroniah merupakan bangunan nonpermanen berukuran 6 x 7 meter dengan dinding berbahan anyaman bambu atau gedhek, lantai plester sederhana, serta genteng yang telah lapuk.
Rumah tersebut juga belum memiliki kamar tidur maupun fasilitas kamar mandi yang memadai.
Melalui program pembangunan RLH, rumah tersebut mengalami peningkatan kualitas bangunan dan fasilitas.

Bangunan permanen ini kini berlantai keramik dengan dua kamar tidur, kamar mandi, ruang keluarga, serta dapur bersih sehingga dapat menjadi tempat tinggal yang lebih aman, sehat, nyaman, dan mendukung kebutuhan dasar keluarga.
Pengerjaan rumah dilakukan selama tiga bulan yang didukung juga oleh masyarakat sekitar, sehingga proses renovasi tidak hanya menghasilkan hunian yang lebih layak, serta memperkuat semangat gotong royong sebagai bagian dari nilai sosial yang tumbuh di tengah masyarakat.
Hunian yang layak meningkatkan kesejahteraan warga
Perwakilan Panewu Kalasan Sidi Nugroho mengapresiasi pembangunan rumah layak huni serta dukungan warga masyarakat sekitar. Hal ini turut meningkatkan kesejahteraan warga serta mendorong solidaritas sosial di antara warga.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua warga masyarakat yang sudah bekerja sama, bahu membahu demi terwujudnya rumah layak huni ini. Tentunya kami sangat mengharapkan program-program ini bisa menyasar masyarakat kami yang membutuhkan. Sehingga nanti kegiatan ini bermanfaat bagi warga masyarakat sekitar,” jelasnya.
Bagi Kroniah, rumah ini menjadi hunian yang lebih layak serta mampu menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi dirinya.
“Dulu kondisi rumah saya masih sederhana, sekarang sudah jauh lebih baik, lebih nyaman, dan lebih aman untuk ditempati. Saya juga senang karena sekarang sudah punya kamar dan kamar mandi. Bantuan ini sangat berarti bagi saya dan keluarga,” jelas Ibu Kroniah.
Pariwisata tidak dapat dipisahkan dari masyarakat di sekitarnya
Direktur Utama IDM Febrina Intan mengatakan bahwa keberadaan destinasi pariwisata tidak dapat dipisahkan dari masyarakat yang hidup dan tumbuh di sekitarnya. Karena itu, pengelolaan destinasi oleh IDM tidak hanya diarahkan pada pengembangan pengalaman wisata, tetapi juga pada upaya menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat.
“Di Hari Kemerdekaan ini, Ibu Kroniah juga diberikan kemerdekaan untuk hidup yang lebih baik lagi, yang lebih layak lagi. Kalau Ilihat rumah sebelumnya cukup memprihatinkan, ya. Tapi alhamdulillah hari ini kita sebagai saksi bersama meresmikan rumah layak ke-56 yang dilakukan oleh TWC,” lanjutnya.
Program RLH merupakan salah satu bentuk nyata komitmen TJSL InJourney Destination Management dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat di sekitar kawasan destinasi. Sejak 2016, program pembangunan rumah layak huni ini telah menjangkau 56 unit rumah milik warga kurang mampu di sekitar kawasan wisata Candi Prambanan maupun Candi Borobudur.
Inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya IDM menerjemahkan semangat HUT Ke-81 Kemerdekaan RI ke dalam aksi nyata. Semangat “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur” tidak hanya diwujudkan melalui perayaan, tetapi juga melalui kontribusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat secara langsung.
Bagi IDM, kemerdekaan merupakan kesempatan untuk terus memperluas kebermanfaatan melalui pengelolaan destinasi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Kehadiran RLH di Dusun Grembulgede diharapkan dapat menjadi salah satu wujud nyata bagaimana sektor pariwisata dapat tumbuh berdampingan dengan masyarakat sekaligus memberikan dampak sosial yang positif.
IDM berkomitmen untuk terus menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat di sekitar destinasi. Keberadaan kawasan wisata tidak hanya menghadirkan pengalaman bagi wisatawan, tetapi juga turut menjadi bagian dari perjalanan masyarakat menuju kehidupan yang lebih layak dan sejahtera.
Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Muchamad Aly Reza
BACA JUGA: Candi Prambanan Tak Sekadar Bagus untuk Selfie, tapi Ruang Belajar yang “Hidup” buat Anak-anak atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan















