Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sehari-hari

Gagal Seleksi CPNS Pilih Nikmati Hidup dengan Mancing, Dicap Tak Punya Masa Depan tapi Malah Hidup Tenang

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
9 April 2026
A A
Gagal seleksi CPNS (PNS ASN) pilih nikmati hidup dengan mancing MOJOK.CO

Ilustrasi - Gagal seleksi CPNS (PNS ASN) pilih nikmati hidup dengan mancing. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sudah gagal seleksi CPNS, gagal pula saat mendaftar beasiswa LPDP untuk kuliah di luar negeri. Ya sudah, yang penting masih bisa mancing, walaupun dicap tidak punya masa depan oleh keluarga sendiri karena tidak menjadi PNS atau ASN. 

***

Pada mulanya saya menghubungi Rius (27) untuk berbincang tentang LPDP, sehubungan dengan keramaian awardee LPDP yang memilih menjadikan anaknya sebagai WNA pada Februari 2026 lalu.

Kendati merupakan orang yang pernah gagal LPDP, Rius tidak serta merta menghakimi si awardee tersebut. Ia  justru melihat penyebab dari kenapa seseorang merasa “cukup aku saja yang jadi WNI, anakku jangan.” Grup Facebook menjadi platform tempatnya mencurahkan keresahan tersebut. 

“Tapi gagal LPDP, sekaligus gagal seleksi CPNS, nggak jadi PNS atau ASN, itu jujur saja akhirnya nggak terlalu mengganggu mentalku. Karena kalau toh nggak bisa kuliah di luar negeri atau lulus S1 nggak bisa langsung jadi PNS, ya udah, yang penting bisa mancing,” ujarnya saat dihubungi.

Obrolan kami lantas lebih banyak mengalir pada persoalan bagaimana aktivitas mancing mania justru membuatnya hidup lebih tenang, meskipun dicap sebagai anak muda yang tidak punya masa depan. 

Mancing mania: hobi tak lekang zaman

Mancing, sebagaimana juga kicau mania, rasa-rasanya menjadi hobi yang tidak lekang zaman. Setiap generasi ternyata selalu menggandrungi hobi ini. 

Hal ini terkonfirmasi dalam laporan Good berjudul, “10 classic boomer hobbies that are trending with Gen Z and suddenly cool all over again”. Dalam laporan tersebut disebut, mancing sebelumnya merupakan hobi yang digemari kalangan boomer. Namun, kini Gen Z pun menjadi penikmat hobi tersebut. 

Diperkuat dengan laporan Katadata Insight Center pada 2023, yang menyebut bahwa memancing konsisten masuk dalam lima besar hobi luar ruangan yang paling diminati masyarakat urban maupun rural di Indonesia. Utamanya di kalangan laki-laki yang peminatnya hampir 100% (92%). 

Peminatnya juga dari beragam latar belakang ekomoi-sosial. Tidak hanya orang kelas menengah ke bawah, kelas menengah ke atas pun menemukan kenikmatan dari hobi ini. 

Gagal seleksi CPNS dan beasiswa LPDP dianggap tak punya masa depan

Sialnya memang, kalau kata Rius, ia tumbuh di tengah keluarga yang cukup ambisius terhadap pencapaian. Terutama pendidikan dan prestasi akademik. 

“Ya gimana, orang tua dua-duanya PNS. Saudara-saudara juga anaknya pada S2. Ada yang kuliah S2 di luar negeri sampai ke Belanda,” ujar pemuda asal Jawa Timur tersebut. 

Lulus S1 jurusan Ilmu Hukum pada 2022, Rius sebenarnya sudah mencoba seleksi CPNS. Karena gagal, ia lantas berniat untuk mendaftar LPDP pada 2023. Sayangnya, ternyata gagal juga. 

Overthinking, pasti. Jelas tertekan juga karena kemudian banyak saudara yang mempertanyakan kapasitas otak Rius: CPNS nggak tembus, beasiswa LPDP juga nggak dapet, sebodoh itu kah?

Iklan

Bahkan, dengar-dengar, saudara Rius sampai menggunjing dengan menyebut Rius sepertinya sudah tidak punya masa depan. Karena memang, bagi keluarga besarnya, masa depan itu berarti jadi PNS atau ASN, atau kuliah di luar negeri. 

Padahal, orang tua Rius sendiri sebenarnya tidak ada masalah dengan kegagalan Rius di seleksi CPNS dan beasiswa LPDP. 

“Malah, kalau orang tuaku enteng aja. Misalnya aku mau kuliah S2, mereka masih sanggup bayari. Tapi ya di dalam negeri. Kalau mau ke luar negeri ya cari beasiswa seperti LPDP lagi,” ungkap Rius. 

Baca lanjutannya di halaman selanjutnya…

Asal ada teman mancing, hidup jadi tenang

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 10 April 2026 oleh

Tags: awardee lpdpbeasiswa lpdpbeasiswa s2CpnsKuliah luar negeriLPDPs2 luar negeriseleksi CPNS
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

PNS di desa lebih menyenangkan. MOJOK.CO
Urban

Jadi PNS di Desa Luar Jawa Lebih Sejahtera daripada di Kota, Ilmu Nggak Sia-sia dan Nggak Makan Gaji Buta

20 April 2026
Tidak bisa jadi PNS/ASN kalau tidak mau terima gaji buta sebagai CPNS
Sehari-hari

PNS Dianggap Pekerjaan Mapan karena Bisa Makan Gaji “Buta”, tapi Aslinya Mengoyak Hati Nurani

16 April 2026
Tidak mau ikut CPNS karena tidak mau jadi PNS/ASN atau abdi negara
Urban

PNS Pekerjaan Paling Menjanjikan, tapi Ada Orang yang Memilih Tak Menjadi Abdi Negara karena Tidak Mau Menggadaikan Kebebasan

14 April 2026
Lolos seleksi CPNS dalam sekali coba tanpa bimbel. Setelah jadi PNS ASN malah tersandera stigma MOJOK.CO
Urban

Lolos Seleksi CPNS dalam Sekali Coba, Aman Finansial tapi Hidup “Tersandera” karena Leha-leha Dapat Gaji Buta

13 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, akan beri pendampingan korban daycare Little Aresha dan akan lakukan sweeping MOJOK.CO

Sweeping Daycare di Kota Yogyakarta, Langkah Emergency yang Harus Dilakukan agar Kasus Serupa Little Aresha Tak Terulang

27 April 2026
Menormalisasi pakai jasa porter di stasiun kereta api MOJOK.CO

Pakai Jasa Porter di Stasiun meski Bisa Bawa Barang Sendiri: Sadar 50 Ribu Itu Tak bikin Rugi, Tapi Justru Belum Seberapa

23 April 2026
Jogja Financial Festival 2026 Segera Hadir di Jogja- Beri Literasi Keuangan dengan Cara Menyenangkan MOJOK.CO

Jogja Financial Festival 2026 Segera Hadir di Jogja: Beri Literasi Keuangan dengan Cara Menyenangkan

25 April 2026
kurir dan driver ShopeeFood. MOJOK.CO

Membiasakan Ngasih Tip Kurir ShopeeFood meski Kita Bukan Orang Mapan: Uang 5 Ribu Nggak Bikin Jatuh Miskin, Tapi Sangat Berarti buat Mereka

28 April 2026
Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS

Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS

28 April 2026
Tukang pijat.MOJOK.CO

Lulusan Akuntansi Banting Setir Jadi Tukang Pijat: Dihina “Nggak Keren”, tapi Dapat Rp200 Ribu per Hari, Setara 2 Kali UMR Jogja

24 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.