Sudah gagal seleksi CPNS, gagal pula saat mendaftar beasiswa LPDP untuk kuliah di luar negeri. Ya sudah, yang penting masih bisa mancing, walaupun dicap tidak punya masa depan oleh keluarga sendiri karena tidak menjadi PNS atau ASN.
***
Pada mulanya saya menghubungi Rius (27) untuk berbincang tentang LPDP, sehubungan dengan keramaian awardee LPDP yang memilih menjadikan anaknya sebagai WNA pada Februari 2026 lalu.
Kendati merupakan orang yang pernah gagal LPDP, Rius tidak serta merta menghakimi si awardee tersebut. Ia justru melihat penyebab dari kenapa seseorang merasa “cukup aku saja yang jadi WNI, anakku jangan.” Grup Facebook menjadi platform tempatnya mencurahkan keresahan tersebut.
“Tapi gagal LPDP, sekaligus gagal seleksi CPNS, nggak jadi PNS atau ASN, itu jujur saja akhirnya nggak terlalu mengganggu mentalku. Karena kalau toh nggak bisa kuliah di luar negeri atau lulus S1 nggak bisa langsung jadi PNS, ya udah, yang penting bisa mancing,” ujarnya saat dihubungi.
Obrolan kami lantas lebih banyak mengalir pada persoalan bagaimana aktivitas mancing mania justru membuatnya hidup lebih tenang, meskipun dicap sebagai anak muda yang tidak punya masa depan.
Mancing mania: hobi tak lekang zaman
Mancing, sebagaimana juga kicau mania, rasa-rasanya menjadi hobi yang tidak lekang zaman. Setiap generasi ternyata selalu menggandrungi hobi ini.
Hal ini terkonfirmasi dalam laporan Good berjudul, “10 classic boomer hobbies that are trending with Gen Z and suddenly cool all over again”. Dalam laporan tersebut disebut, mancing sebelumnya merupakan hobi yang digemari kalangan boomer. Namun, kini Gen Z pun menjadi penikmat hobi tersebut.
Diperkuat dengan laporan Katadata Insight Center pada 2023, yang menyebut bahwa memancing konsisten masuk dalam lima besar hobi luar ruangan yang paling diminati masyarakat urban maupun rural di Indonesia. Utamanya di kalangan laki-laki yang peminatnya hampir 100% (92%).
Peminatnya juga dari beragam latar belakang ekomoi-sosial. Tidak hanya orang kelas menengah ke bawah, kelas menengah ke atas pun menemukan kenikmatan dari hobi ini.
Gagal seleksi CPNS dan beasiswa LPDP dianggap tak punya masa depan
Sialnya memang, kalau kata Rius, ia tumbuh di tengah keluarga yang cukup ambisius terhadap pencapaian. Terutama pendidikan dan prestasi akademik.
“Ya gimana, orang tua dua-duanya PNS. Saudara-saudara juga anaknya pada S2. Ada yang kuliah S2 di luar negeri sampai ke Belanda,” ujar pemuda asal Jawa Timur tersebut.
Lulus S1 jurusan Ilmu Hukum pada 2022, Rius sebenarnya sudah mencoba seleksi CPNS. Karena gagal, ia lantas berniat untuk mendaftar LPDP pada 2023. Sayangnya, ternyata gagal juga.
Overthinking, pasti. Jelas tertekan juga karena kemudian banyak saudara yang mempertanyakan kapasitas otak Rius: CPNS nggak tembus, beasiswa LPDP juga nggak dapet, sebodoh itu kah?
Bahkan, dengar-dengar, saudara Rius sampai menggunjing dengan menyebut Rius sepertinya sudah tidak punya masa depan. Karena memang, bagi keluarga besarnya, masa depan itu berarti jadi PNS atau ASN, atau kuliah di luar negeri.
Padahal, orang tua Rius sendiri sebenarnya tidak ada masalah dengan kegagalan Rius di seleksi CPNS dan beasiswa LPDP.
“Malah, kalau orang tuaku enteng aja. Misalnya aku mau kuliah S2, mereka masih sanggup bayari. Tapi ya di dalam negeri. Kalau mau ke luar negeri ya cari beasiswa seperti LPDP lagi,” ungkap Rius.
Baca lanjutannya di halaman selanjutnya…
Asal ada teman mancing, hidup jadi tenang














