Untung punya teman mancing mania, jadi pelarian dari tekanan gagal seleksi CPNS dan beasiswa LPDP
Dalam tekanan saudara-saudara yang memuakkan itu, untungnya Rius punya teman semasa S1 yang memang punya hobi mancing.
Rius sendiri sebenarnya awalnya tidak begitu minat pada hobi tersebut. Namun, karena butuh healing di luar kebiasaannya, maka ia mengiyakan ajakan temannya itu.
“Jancuk. Ternyata asyik ya mancing itu. Awalnya ya kesel lah, kayak susah nggak dapat-dapat. Tapi kalau dapat, itu bener-bener jadi kayak stress release,” ungkap Rius.
“Selain itu, tiap kali mancing itu jadi happy aja ketemu orang. Apalagi sama bapak-bapak, bercandaan absurd bapak-bapak itu biarpun cringe tapi kan gayeng dan gerrr ya,” kata Rius.
Dari pertama nyoba di kolam pemancingan, Rius lantas ketagihan untuk ikut mancing temannya dari sungai ke sungai. dari satu kolam pemancingan ke kolam pemancingan lain. Terutama di hari Minggu atau tanggal merah, saat temannya libur bekerja.
Bagaimana respons keluarga Rius? Jelas menganggap Rius makin tidak punya masa depan. Karena ironis saja, ketika anak saudara mengunggah foto suasana di Belanda, Rius justru mengunggah joran pancing dan ikan hasil tangkapan. Sementara aktivitas mancing mania selalu diidentikkan dengan kegiatan tidak produktif dan tempat pelarian pengangguran.
“Kalau orang tuaku sendiri cuma tanya aja, sejak kapan aku jadi suka mancing? Nggak yang gimana-gimana. Mereka takutnya aku tertekan dengan omongan saudara, aku juga sebenarnya takut mereka tertekan. Kalau situasinya kayak gini kan bisa tenang. Yang penting ortu nggak ada masalah denganku yang belum bisa jadi PNS atau ASN maupun kuliah S2 ke luar negeri,” ucap Rius.
Setelah kuliah S2 di luar negeri emang mau apa?
Sejak gagal tembus beasiswa LPDP pada 2023 itu, dan berkat insight yang ia dapat dari temannya saat mancing, Rius akhirnya bisa melihat hidup secara lebih proporsional.
Tidak semua orang bisa jadi PNS atau ASN, atau kuliah S2 di luar negeri dengan beasiswa. Tapi bukan berarti hidupnya tidak lebih baik. Itu membuat Rius menjadi tenang.
Sejak 2024 lalu, Rius memutuskan untuk tidak dulu mengejar seleksi CPNS. Ia memilih mencari pekerjaan sedapatnya terlebih dulu. Itung-itung untuk nambah pengalaman di dunia kerja.
“Aku kerja di leasing sih akhirnya. Ya tetap saja dianggap kerjaan nggak keren bagi saudara-saudara. Sejauh ini masih belum kepikiran ngejar LPDP lagi, walaupun sebenarnya sudah persiapan. Kalau CPNS, kayaknya tahun depan (2027) masih bakal nyoba,” ucap Rius.
Rius saat ini memang cenderung bimbang untuk kuliah S2 atau tidak. Sebab, kenyataan di lapangan, S2 sekali pun masih susah cari kerja dengan gaji layak. Menjadi dosen pun cuma keren di label, tapi kere di kantong (karena gaji tak seberapa).
“Ya nanti kupikir lagi lah, cari petunjuknya sambil mancing,” seloroh Rius sembari terkekeh.
Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi
BACA JUGA: Lulusan S3 di Jogja Tolak Tawaran Jadi Dosen karena Takut Kehilangan Waktu Luang untuk Mancing atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan














