Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Cara Terbaik Buat Melihat Sisi Buruk Manusia adalah Kerja di FnB

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
19 Maret 2024
A A
Kerja di Jakarta, Cara Terbaik Buat Melihat Sisi Buruk Manusia adalah Kerja di F&B.mojok.co

Ilustrasi Kerja di F&B (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Banyak orang bilang, kalau mau melihat karakter asli temanmu, mendaki gunung adalah cara terbaik. Namun, kalau kamu mencari cara termudah buat melihat sisi buruk orang lain, jadilah pegawai food and beverage service (FnB). 

FnB sendiri merupakan lini usaha pelayanan, yang tugasnya adalah menyajikan makanan dan minuman bagi para konsumen. Bisnis layanan ini memiliki orientasi utama untuk memberikan kepuasaan pada pelanggan saat menikmati makanan dan minuman, baik dari segi pelayanan maupun penyajian.

Iklan

Kendati berbisnis di lini kuliner, bukan berarti kerja di FnB bikin para pegawainya libur atau mengalami penyesuaian jam kerja saat bulan puasa. Thoriq (23), misalnya, salah satu pegawai FnB di restoran makanan Jepang, yang tak kenal waktu libur selama bulan suci Ramadan tahun ini. Bahkan, boleh dibilang, jam kerjanya malah makin melar tanpa ada penyesuaian upah. 

“Hari-hari biasa masuk jam delapan pagi, pulang Maghrib,” kata Thoriq, saat Mojok temui di sela-sela santap sahurnya, Minggu (17/3/2024) dini hari, “Pas Bulan Ramadan memang masuk jam 12 siang. Prepare beberapa jam, tapi pulangnya bisa sampai jam 11 malam,” lanjutnya.

Kerja di FnB ada enaknya, sih, bisa nyicip makanan mahal yang susah terbeli

Saya mengenal Thoriq pada 2017 lalu. Kala itu, kami sama-sama kerja di salah satu tempat futsal yang lokasinya ada di Umbulharjo. Setelah saya resign delapan bulan berselang karena mau fokus kuliah, saya mulai jarang lagi ke mampir futsalan. Namun, hubungan saya dengan Thoriq tetap berjalan baik dan masih sering ketemu.

Thoriq sendiri kerja di FnB sudah dua tahun. Setelah sempat lama nganggur karena pandemi Covid-19, pada 2022 lalu ia memutuskan melamar kerja ke sebuah kedai makanan mancanegara di mal ternama di Jogja.

“Kalo dari cerita teman-teman yang pernah kerja di sana, katanya enak. Bisa nyicip makan-makanan mahal,” kata Thoriq menjelaskan alasannya kerja ke FnB. Saya tanya demikian karena tahu kalau dia tak punya latar belakang perkulineran. Setelah lulus SMA pada 2016 lalu, lelaki asli Jogja ini langsung kerja di tempat futsal sebelum dirumahkan gara-gara Covid-19.

“Bayangin aja, sepaket pesanan kalau beli nyampai 80 ribuan. Aku mana mampu. Setelah kerja di sini malah rada bosen aja karena keseringan makan,” guraunya.

Tiap hari, ada saja orderan yang ter-cancel dan tak jadi diantar. Itu biasanya jadi rebutan para pegawai. Namun, karena Thoriq biasa shift malam sampai closingan, jatah itu jelas untuknya.

Jam kerja di FnB sering overtime tanpa duit lembur

Thoriq dapat upah Rp65 ribu per shift. Khusus buat weekend dan tanggal merah, upahnya bisa lebih besar, mencapai Rp86 ribu per shift. Meski dalam kacamatanya penghasilan ini sudah lumayan, yang kerap ia keluhkan adalah jam kerjanya.

Kalau buruh umumnya bekerja 8 jam per hari, hal itu tak berlaku di FnB tempat Thoriq bekerja. Sebagai informasi, kedai makan membagi jam kerja karyawan ke dalam dua shift. Shift I mulai pukul 7 pagi sampai pukul 3 sore, dan shift II dari pukul 1 siang sampai 10 malam.

“Tapi kenyataannya enggak gitu. Shift I kadang sampai habis maghrib baru pulang. Apalagi yang closingan, pulang jam 12 malam itu masih untung-untungan, karena kudu beres-beres dulu,” ujarnya.

Kata Thoriq, semua itu suka-suka manajer. Kalau situasi kedai masih ramai, beberapa pegawai dilarang pulang meski jam kerja sudah habis. Kemoloran ini bahkan bisa sampai 2 atau 3 jam.

Cara Terbaik Buat Melihat Sisi Buruk Manusia adalah Kerja di F&B.mojok.co
Ilustrasi kerja di FnB (Wikimedia Commons)

“Tapi enggak pernah ada uang lembur. Itukan hitungannya udah di luar jam kerja,” jelas Thoriq. “Kalau sales di atas target, boro-boro pegawai dapat bonus. Manajernya yang dapat bonus 4 juta sehari, padahal kerjaannya cuma nyuruh-nyuruh.” 

Iklan

Kerja nonstop sampai muntaber gara-gara bos culas

Pengalaman paling tidak mengenakkan kerja di FnB Thoriq alami pada lebaran tahun 2023 lalu. Saat itu, sebenarnya Thoriq sudah minta libur. Namun, karena pegawai lain banyak yang sudah mudik dan status Thoriq adalah akamsi Jogja, manajer menyuruhnya tetap masuk. 

“Abis salat ied, halal bi halal sama keluarga dan tetangga, langsung berangkat kerja lagi. Waktu itu kedai emang ramai-ramainya sih.”

Masalahnya, ia harus bekerja 10 hari nonstop lebih dari 12 jam sehari. Thoriq pernah mengajukan libur, tapi manajer selalu menolaknya. Alhasil, seminggu kerja nonstop, kakinya bengkak.

“Gimana enggak bengkak, kerja dari jam 9 pagi sampai 10 malam pakai safety shoes. Belum lagi nyuci, nyapu, ngepel pas closingan. Gila enggak tuh?,” kisahnya.

Di hari ke sepuluh, Thoriq izin pulang lebih awal, sekitar waktu Maghrib. Awalnya, manajer tak mengiyakan. Tapi setelah melihat muka Thoriq yang sudah pucat dan tak lama kemudian muntah-muntah, ia akhirnya memberi izin.

Tiga hari lamanya Thoriq hanya bisa berbaring di kasur karena muntaber. Lebaran tahun lalu pun sama sekali tak ada yang berkesan baginya karena harus jadi sapi perah bosnya. Setelah pulih dari sakitnya, rutinitas itu kembali ia jalani.

“Aku yang kerja sampe mau mati, tetep aja si manajer yang dapat bonus sales.”

Baca halaman selanjutnya…

Pembeli yang rewel masih lebih baik ketimbang rekan kerja yang jorok

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 20 Maret 2024 oleh

Tags: fnb jogjakerja di fnbKulinersuka duka kerja di fnb
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Pegawai Bank Jualan Mie Ayam Malam Hari, Istri Bahagia dan Rumah Idaman jadi Tujuan MOJOK.CO
Kuliner

Kisah Pegawai Bank Jualan Mie Ayam Malam Hari, demi Istri Bahagia dan Rumah Idaman

21 Mei 2026
Seni Bertahan Hidup Penjual Mie Ayam Menghadapi Pindah Harga dan Tangisan di Hari Senin MOJK.CO
Esai

Seni Bertahan Hidup Penjual Mie Ayam Menghadapi Pindah Harga dan Tangisan di Hari Senin

8 Mei 2026
usaha mie ayam wonogiri.MOJOK.CO
Kuliner

Buka Usaha di Luar Pulau Jawa Kerap Gagal Bukan karena Klenik “Dikerjain” Akamsi, Ada Faktor Lain yang Lebih Masuk Akal

6 Mei 2026
5 Kuliner Dekat Stasiun Tugu Jogja yang Sudah Teruji Lidah Warlok, Layak Dicoba Sebelum atau Sesudah Naik Kereta, Mojok.co
Pojokan

5 Kuliner Sekitar Stasiun Tugu Jogja yang Sudah Teruji Lidah Warlok, Layak Dicoba Sebelum atau Sesudah Naik Kereta

27 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Menunggu Jogja Punya Sirkuit Balap Motor Permanen MOJOK.CO

Lahirkan Pembalap Kelas Dunia, Tapi Jogja Tak Punya Sirkuit Balap Permanen

15 Juni 2026
Punya rumah dengan gazebo di halaman: tempat terbaik untuk me time hingga deep talk MOJOK.CO

Punya Gazebo di Halaman: Meski Rumah Tak Megah tapi Bikin Betah karena Jadi Spot Terbaik Relaksasi dan Macam-macam Fungsi

18 Juni 2026
Parenting ala orang tua desa sering ngawur di mata orang tua Gen Z MOJOK.CO

Salah Kaprah Parenting Ala Orang Tua Desa di Mata Ortu Gen Z: Malah Hambat Tumbuh Kembang Bayi, Cium Sana-Sini Tanpa Tahu Konsekuensi

16 Juni 2026
penyakit, cuci darah.MOJOK.CO

‘Gaji Habis buat Cuci Darah’ – Yang Perlu Kamu Ketahui soal “Tren” Penyakit Lansia yang Menyerang Generasi Muda

19 Juni 2026
kambing yang tergencet dan gagal dalam upaya perlindungan hewan. MOJOK.CO

Ekspor Hewan Ternak Jarak Jauh Sama dengan Menyiksa Hewan Secara Perlahan hingga Mati

15 Juni 2026
Perjuangan Lily usai lulus dari manajemen dakwah. MOJOK.CO

Kisah Anak Tukang Tambal Ban yang Setahun Nganggur usai Wisuda, Kini Bisa Kerja di Sekolah Internasional setelah Ratusan Penolakan

17 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.