Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

5 Kuliner Sekitar Stasiun Tugu Jogja yang Sudah Teruji Lidah Warlok, Layak Dicoba Sebelum atau Sesudah Naik Kereta

Kenia Intan oleh Kenia Intan
27 Maret 2026
A A
5 Kuliner Dekat Stasiun Tugu Jogja yang Sudah Teruji Lidah Warlok, Layak Dicoba Sebelum atau Sesudah Naik Kereta, Mojok.co

5 Kuliner Dekat Stasiun Tugu Jogja yang Sudah Teruji Lidah Warlok, Layak Dicoba Sebelum atau Sesudah Naik Kereta, (unsplash.com)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Entah sudah berapa kali saya mendapat pertanyaan soal kuliner sekitar Stasiun Tugu Jogja. Pertanyaan ini muncul dari kawan-kawan dari luar kota sedang mampir ke Jogja naik kereta. Mereka ingin mencari makanan enak untuk bekal selama perjalanan atau mengisi perut kosong setelah perjalanan panjang.

Saya yang sehari-hari lebih banyak beraktivitas di sisi utara Jogja tidak banyak tahu soal kuliner tengah kota. Tahu sih beberapa, tapi lokasinya terhitung jauh dari Stasiun Tugu. Itu mengapa, ketika pertanyaan soal kuliner sekitar stasiun ini muncul, saya jadi sibuk bertanya ke teman-teman lain yang sering wara-wiri daerah sana. 

Iklan

Sedikit catatan, lanskap kuliner sekitar Stasiun Tugu Jogja banyak berubah seiring pengembangan stasiun. Misal, kata teman saya, dahulu selatan stasiun ada soto lamongan enak yang selalu ramai pembeli. Itu jadi andalan penumpang kereta yang naik atau turun di Stasiun Tugu. Sayang,  kini warung itu sudah tiada karena penataan.

Akan tetapi, tenang saja, tulisan ini dibuat berdasar kondisi terbaru Stasiun Tugu Jogja dari kacamata dan lidah warga lokal sekitar sana. 

#1 Nasi kuning Muna Cung, cuma 5 menit dari Stasiun Tugu Jogja

Kalau kamu tiba atau berangkat di Stasiun Tugu Jogja di pagi hari, sarapan Nasi Kuning Muna Cung bisa jadi pilihan yang pas. Tempat ini cukup populer, baik di kalangan wisatawan maupun warga lokal, karena rasanya yang enak dan porsinya yang melimpah.

Selain itu, harganya juga ramah di kantong, mulai dari Rp16.000 saja. Lokasinya berada di sekitar pintu selatan Pasar Pathuk Jogja, dan biasanya sudah buka sejak pukul 06.30 WIB hingga habis. Catatannya satu, tidak ada tempat makan yang nyaman di sana, jadi nasi kuning bisa dibungkus atau kalian bawa tempat makan sendiri.

Dari Stasiun Tugu, jaraknya sekitar 3,8 kilometer ke arah selatan. Memang agak jauh jika ditempuh dengan berjalan kaki, tapi kamu bisa sampai dengan cepat menggunakan kendaraan pribadi, transportasi umum, atau ojek online.

#2 Yammie Pathuk dengan harga ramah di kantong

Masih di sisi selatan Stasiun Tugu Jogja, tepatnya di kawasan Pasar Pathuk, kalian bisa menemukan Yammie Pathuk yang sudah melegenda sejak 1999. Tempat makan sederhana ini terkenal dengan mie pipihnya yang disajikan dengan potongan ayam, daun bawang, bawang goreng, dan pangsit. Menariknya, mie dan pangsit di sini dibuat sendiri, sehingga cita rasanya khas dan sulit ditiru.

Awalnya, Yammie Pathuk hanya menyajikan menu yamie. Namun, seiring waktu, pilihannya semakin beragam dengan tambahan bakso goreng dan siomay yang juga tak kalah lezat.

Kalau ingin mencicipi Yammie Pathuk, sebaiknya datang di pagi hingga siang hari, antara pukul 07.00–12.00 WIB. Harganya pun ramah di kantong, cukup siapkan sekitar Rp15.000 untuk menikmati seporsi kelezatan ini.

#3 Mie Ayam Bandung 59 yang masih di kawasan Pasar Pathuk

Buat kamu pencinta mi, Mie Ayam Bandung 59 di kawasan Pasar Pathuk bisa jadi pilihan yang menarik. Warung ini buka dalam dua sesi, yaitu pagi hari pukul 06.00–11.00 WIB dan sore hingga malam pukul 16.30–21.00 WIB. Jadi, kalau kalian melakukan perjalanan dari Stasiun Tugu Jogja malam hari, kalian masih punya kesempatan untuk mencicipinya. 

Walau nama warungnya Mie Ayam Bandung, tempat ini terkenal akan yammie yang tersedia dalam dua varian, manis dan asin. Pilihan topping-nya pun beragam, sehingga bisa disesuaikan dengan selera. Dengan harga yang ramah di kantong, mulai dari Rp12.000, kalian sudah bisa menikmati seporsi mi yang lezat.

Iklan

#4 Gudeg Mbah Lindu bisa diakses dengan jalan kaki dari Stasiun Tugu Jogja

Ingin mencicipi makanan khas Jogja di sekitar Stasiun Tugu? Gudeg Mbah Lindu yang legendaris bisa jadi pilihan. Konon katanya gudeg ini sudah ada sejak zaman kolonial. Tidak heran kalau warung ini sempat masuk tayangan dokumenter Street Food Asia (2019) di Netflix. 

Kalau kalian berminat menyantapnya, kalian tinggal meluncur sejauh sekitar 700 meter ke sisi selatan Stasiun Tugu, tepatnya di Jalan Sosrowijayan, depan Hotel Grage Ramayana.  

Keunikan gudeg ini adalah cara memasak yang tradisional, masih dipertahankan dari zaman dahulu hingga sekarang. Salah satunya, alat masak yang masih menggunakan kayu bakar. Katanya, rasa masakan akan lebih keluar dengan cara ini. Buat kalian yang penasaran, siapkan duit minimal Rp20.000, harganya bisa beragam tergantung lauk yang kalian pilih. 

#5 Mencicipi Coto Makassar La Capila Kota Baru

Kuliner satu ini berada di kawasan Kota Baru, 800 meter ke arah timur dari Stasiun Tugu. Di sana ada warung kaki lima La Capila yang menyediakan masakan Makassar. Lokasi persisnya ada di Jalan Krasak, jalan di seberang Gereja Katolik Kota Baru. 

Warung ini menyajikan berbagai makanan Sulawesi Selatan mulai dari coto makassar, sop konro, hingga pisang ijo. Di antara banyaknya menu yang disajikan, Coto Makassar masih jadi favorit pelangan. Kalian bisa menyantapnya dengan berbagai makanan pendamping seperti sate-satean.

La Capila Kota Baru  buka dari pagi hingga sore hari saja, sekitar pukul 10.00-16.30 WIB. Tidak perlu khawatir soal harga, makanan di sana dipatok belasan hingga Rp20-an. Sementara makanan pendampingnya di bawah Rp10.000.

Itulah beberapa kuliner yang disarankan warlok sekitar Stasiun Tugu Jogja, dengan cita rasa khas, harga terjangkau, dan lokasi mudah dijangkau, cocok untuk disinggahi saat datang atau sebelum melanjutkan perjalanan. Lebih penting dari itu, sudah teruji lidah warlok.

Penulis: Kenia Intan
Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA 4 Oleh-Oleh Khas Bantul yang Sebaiknya Dipikir Ulang Sebelum Dijadikan Buah Tangan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 27 Maret 2026 oleh

Tags: JogjaKulinerKuliner Jogjakuliner stasiunstasiun jogjaStasiun TuguStasiun Tugu Jogjatugu
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Olive Chicken di Jogja sama saja dengan Karen Chicken di Surabaya. MOJOK.CO

Olive Chicken Menyelamatkan Lidah Orang Surabaya dari Kuliner Khas Jogja yang Overrated

6 Agustus 2026
Biaya kos, kisah mahasiswa.MOJOK.CO

Bertahan di Kos Tanpa Jendela yang Berisik dan Sepanas Oven, Semua Demi Ngirit dan Lolos Ancaman DO Kampus

30 Juli 2026
Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian.MOJOK.CO

Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian

29 Juli 2026
Usaha jasa kebersihan, Ready Clean Jogja sampai ke Turki. MOJOK.CO

Berawal dari Kegabutan dan UMK Jogja yang “Ngenes”, Kini Mampu Kirim Pegawai ke Turki agar Gelar Sarjana Tak Sia-sia

28 Juli 2026
Nikahkan anak di Lapas Wirogunan Yogyakarta. MOJOK.CO

Penuhi Tanggung Jawab sebagai Ayah, Seorang Napi Nikahkan Putrinya di Lapas Wirogunan Jogja

28 Juli 2026
Yamaha Sigma motor kelas bawah tapi paling bisa diandalkan MOJOK.CO

Yamaha Sigma adalah Motor pertama di Jogja hasil lungsuran dari bapak dan jadi saksi momen-momen paling serius dalam hidup saya

28 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Magang pemerintah, rencana mendirikan Universitas Republik Indonesia (URI) dinilai belum bisa jadi solusi fenomena pengangguran dari lulusan perguruan tinggi (sarjana). Apalagi selama ini kuliah cuma dibekali teori MOJOK.CO

Magang Pemerintah Belum Jadi Solusi Pengangguran dari Lulusan Perguruan Tinggi, Apalagi Kuliah cuma Dibekali Teori

18 Agustus 2026
Kebisingan-kebisingan di desa yang sebenarnya wajar tapi kini dipermasalahkan karena narasi desa sebagai tempat slow living ideal MOJOK.CO

Hal-hal Wajar di Desa Jadi Dianggap Mengganggu Gara-gara Narasi Slow Living, Padahal Jadi Bumbu Kehidupan

14 Agustus 2026
Minus punya rumah di sekitar Jalan Tunjungan, Surabaya Pusat. MOJOK.CO

Jujur Janggal, Saat Orang Lain Bilang Punya Rumah di Pusat Kota Surabaya Itu Menguntungkan

19 Agustus 2026
Fenomena sarjana jadi pengangguran karena ijazah kuliah memang bulan modal ekonomi dan persoalan ketimpangan kapital MOJOK.CO

Bedah Penyebab Sarjana Pengangguran: Ijazah Kuliah Tak Bisa Jadi Modal Ekonomi, Dapat Kerja Ditentukan Privilege Keluarga

15 Agustus 2026
Tinggal di Belanda 21 tahun, akhirnya menyerah jadi WNI dengan jalur naturalisasi kewarganegaraan. MOJOK.CO

Menyesal Jadi WNI Setelah 21 Tahun Tinggal di Belanda, Ternyata Pindah Kewarganegaraan Itu Mudah

14 Agustus 2026
Telat 3 Hari Perpanjang SIM, Pak Guru Ahmad Melawan Aturan yang Tak Kenal Ampun MOJOK.CO

Telat 3 Hari Perpanjang SIM, Pak Guru Ahmad Melawan Aturan yang Tak Kenal Ampun

14 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.