Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Terima Kasih No Na! “Udah Siap Belum?” Akhirnya Mengalahkan “Mas Bahlil Ganteng” di Kepala Bocil

Anwar Kurniawan oleh Anwar Kurniawan
6 Juli 2026
A A
Terima Kasih No Na! "Udah Siap Belum?" Akhirnya Mengalahkan "Mas Bahlil Ganteng" di Kepala Bocil

Ilustrasi Terima Kasih No Na! "Udah Siap Belum?" Akhirnya Mengalahkan "Mas Bahlil Ganteng" di Kepala Bocil. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Lagu “Mas Bahlil Ganteng” kini sudah tersingkir dalam ingatan anak-anak, berganti dengan lirik “Udah siap belum?” milik No Na.

Watak budaya populer memang seperti kondisi kelistrikan kita akhir-akhir ini: byar-pet. Peluang viralnya secepat peluang terbenamnya.

Rasanya baru kemarin lusa linimasa kita dijajah frasa “Buah apa yang paling manis? Buahlil”. Tapi, belum sempat kita mentas dari sarkasme digital itu, telinga kita kini disergap denting gamelan yang tiba-tiba berubah haluan menjadi musik kelab jedag-jedug dengan lirik “Udah siap belum..”

Seorang kawan yang anaknya masih SD mengeluhkan betapa hegemoninya lagu My Little Bolu Ketan kala itu, hingga mencemari memori internal buah hatinya yang latah menyanyikan MBG: Mas Bahlil Ganteng.

No Na menyelamatkan anak-anak dari kampanye politik terselubung

Katanya, menerapkan disiplin konsumsi medsos untuk anak di rumah rasanya nihil belaka. Di sekolahan, anaknya tetap saja terpapar konten tidak ramah anak dari teman anaknya yang tentu masih kanak-kanak. Memang, pendidikan anak itu tidak murah. Kalau bukan mahal secara ekonomi, ya mahal ongkos sosialnya.

Kini, kawan saya sedikit berlega hati karena anaknya tak lagi merapal lagu ‘MBG’ yang sudah tentu sarat konteks politik. Buatan AI pula. Sebagai gantinya, kini lagu “Rollerblade” yang dibawakan girl group asal Indonesia, No Na menjejali kita semua, termasuk Generasi Z dan anak-anak Gen Alpha.

Beberapa netizen tampak sumringah. Juga kawan saya tentu saja.   

Pergantian takhta konsumsi budaya pop dari lirik “MBG: Mas Bahlil Ganteng” ke “Udah siap belum?” disambut suka cita publik di ruang media. Beberapa bahkan melontarkan ungkapan terima kasih di media sosial kepada No Na yang dianggap telah menyelamatkan bocil-bocil  Nusantara dari penetrasi kampanye politik terselubung di balik lagu MBG. 

Kenapa hal ini terjadi?

Lagu MBG adalah puncak komedi nihilis internet. Sumbernya dari plesetan program “Makan Bergizi Gratis” yang, oleh netizen, diarahkan kepada Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. 

Yang membuat lagu MBG ganjil adalah ia murni dilahirkan oleh rahim kecerdasan buatan, berbekal komentar-komentar random warganet. AI ini terbukti jago meracik earworm algoritmik yang menempel di kepala layaknya permen karet di sol sepatu.

Lebih ganjil lagi, ternyata lagu MBG digunakan oleh pendukung Bahlil untuk semakin mengerek popularitas tuannya di ruang media. Termasuk Bahlil sendiri yang sempat keranjingan lagu MBG, hingga penasaran ingin bertemu penciptanya.

Meski begitu, estetika lagu yang sekadar mengandalkan ironi dan kelucuan tanpa kedalaman emosional ternyata gampang basi. Lagu MBG kini dipaksa pensiun dari algoritma media sosial oleh single Rollerblade milik No Na yang datang dengan presisi bak penembak jitu. 

Anak-anak suka Rollerblade bukan karena paham liriknya

Orang dewasa sering mengira anak-anak menyukai lagu karena memahami liriknya. Padahal, yang pertama kali ditangkap anak justru bukan makna, melainkan bunyi. Dalam kajian pemerolehan bahasa, anak lebih dahulu mengenali ritme, intonasi, pengulangan, dan pola fonetik daripada isi pesan. 

Iklan

Itulah sebabnya balita bisa menyanyikan lagu berbahasa Inggris tanpa mengerti sepatah kata pun.

Kalimat “Udah siap belum?” bekerja sangat efektif karena menggunakan pola percakapan yang sudah akrab di telinga anak. 

Mereka setiap hari mendengar pertanyaan seperti “Udah mandi belum?”, “Udah makan belum?”, atau “Udah selesai belum?”. 

No Na meminjam struktur bahasa yang telah tertanam dalam memori mereka, lalu meletakkannya tepat sebelum ledakan musik dimulai. Otak anak pun menganggap lagu itu seperti ajakan bermain.

Rollerblade sebenarnya bukan lagu anak-anak. Lagu ini ditulis untuk pasar remaja dan dewasa muda. Namun, algoritma media sosial tidak mengenal kategori umur. Yang dihitung hanyalah seberapa cepat sebuah audio dipakai, ditiru, dan diputar ulang. Akibatnya, lagu yang tidak pernah diniatkan menjadi lagu anak justru bermigrasi ke ruang bermain bocah-bocah SD melalui TikTok, Instagram Reels, hingga grup WhatsApp orang tua.

Ada alasan lain mengapa frasa itu sangat mudah menempel. “Udah siap belum?” bukan sekadar kalimat tanya. Dalam musik populer, ia berfungsi sebagai call, yakni aba-aba yang mengundang respons pendengar. 

Pertanyaan itu sebenarnya tidak menunggu jawaban. Ia hanya memberi sinyal bahwa sesuatu yang menyenangkan akan segera dimulai. Mekanisme psikologis semacam ini membuat anak merasa sedang diajak ikut bermain, bukan sekadar mendengarkan lagu.

“Udah siap belum?” 

Frasa itu terdengar sepele, tetapi secara musikal bekerja seperti aba-aba sebelum permainan dimulai. Ia bukan pertanyaan yang benar-benar menunggu jawaban, melainkan ajakan agar pendengar ikut masuk ke dalam lagu.

Bagi anak-anak, frasa seperti ini terasa sangat akrab. Mereka sudah biasa mendengar, “Udah makan belum?”, “Udah mandi belum?”, atau “Udah siap belum berangkat sekolah?”. 

Pola bahasa sehari-hari itu membuat otak anak langsung merasa sedang diajak berbicara, bukan sekadar mendengarkan musik. Belum lagi kata rollerblade sendiri identik dengan bermain, bergerak, dan bersenang-senang.

Baca halaman selanjutnya

Glokalisasi yang menggeser lagu MBG

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 6 Juli 2026 oleh

Tags: Bahlil LahadaliaMas Bahlil GantengMBGNo Narollerblade
Anwar Kurniawan

Anwar Kurniawan

Anwar Kurniawan, atlet ketik di bidang media and cultural studies; tertarik sama isu dan konten receh, apalagi dolar; dosen di kampus paling kalcer se-Solo Raya, ISI Surakarta.

Artikel Terkait

Malang Santai Sayang, tapi Kritik Tak Lagi Santai MOJOK.CO
Esai

Malang Santai Sayang, tapi Kritik Tak Lagi Santai 

26 Juni 2026
Tips Memulai Usaha Coffee Shop yang Tahan Disiksa Negara MOJOK.CO
Cuan

Tips Memulai Usaha dari Mantan Lulusan CPNS yang Memilih Menyiksa Diri Menjadi Pengusaha Coffee Shop

21 Juni 2026
Jika kantin sekolah dilibatkan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), maka bisa meningkatkan efektivitas dan memberi dampak ekonomi nyata. MOJOK.CO
Kabar

Jika Kantin Sekolah Dilibatkan MBG: Bisakah Tekan Anggaran dan Apa Dampaknya bagi Ekonomi Warga?

17 Juni 2026
Jingle MBG Mas Bahlil Ganteng: ejekan ke figur politik tapi jadi alat reproduksi popularitas, buktinya Partai Golkar senang MOJOK.CO
Kabar

MBG Mas Bahlil Ganteng Sudah Over-eksposur: Bahasa Kritik tapi Jadi Alat Reproduksi Popularitas, Bikin Golkar Senang

28 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lika-Liku Meredam Tantrum Siswa Autis di Balik Keseruan Hari Anak Nasional Prambanan.MOJOK.CO

Lika-Liku Meredam Tantrum Siswa Autis di Balik Keseruan Hari Anak Nasional di Candi Prambanan

22 Juli 2026
Konten Kreator Perjalanan dapat pelajaran hidup di Lombok. MOJOK.CO

Konten Kreator Perjalanan Nyaris Luntang-lantung karena Tak Punya Uang, Malah Menangis Saat Meninggalkan Lombok

21 Juli 2026
Perilaku meresahkan pengunjung di Indomaret Point Coffee MOJOK.CO

Ngopi Enak di Indomaret Point Coffee Jadi Terganggu karena Perilaku Pengunjung yang Meresahkan tapi Tak Sadar Diri

24 Juli 2026
Punya teman si paling cashless yang sama sekali tidak pegang uang tunai (cash) merepotkan. Karena tidak semua hal bisa dibayar pakai QRIS MOJOK.CO

Teman Si Paling Cashless Pemuja QRIS bikin Repot Kita yang Sedia Tunai, Kepraktisan Semu di Balik Tren Dompet Kosong

24 Juli 2026
sarjana muda gusar mencari kerja. MOJOK.CO

Realita Sarjana Muda Gusar Mencari Kerja: 4 Tahun Lamanya Berkutat dengan Buku, Lulus Kuliah Memilih Pasrah

23 Juli 2026
Bintang Lima untuk Kemasan Paket: Konsumen Puas, Sampah Bubble Wrap Jadi Petaka Lingkungan MOJOK.CO

Bintang Lima untuk Kemasan Paket: Konsumen Puas, Sampah Bubble Wrap Jadi Petaka Lingkungan

22 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.