Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Pidato Ekonomi Jokowi Soal Avenger dan Dicibir Gerindra Itu Analogi yang Milenial Butuhkan

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
13 September 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Analogi pertarungan Avengers melawan Thanos ala Jokowi untuk menggambarkan perang dagang Amerika Serikat dan China itu cocok untuk milenial.

Presiden Indonesia, Joko Widodo, selama ini dikenal sebagai orang yang luwes. Terutama ketika beliau berkomunikasi di acara-acara semi-formal. Bahkan, tidak jarang, di acara yang resmi pun, Jokowi tidak kaku. Seperti ketika mengajak bos IMF untuk blusukan ke Pasar Tanah Abang bulan Februari 2018 yang lalu.

Iklan

Terakhir, ketika berbicara di acara World Economic Forum, Jokowi menggunakan cara pengampaian yang out of the box. Analogi yang digunakan oleh mantan Walikota Solo tersebut membuat seisi gedung tertawa dan menyambutnya dengan baik. Sebuah cara yang cerdik untuk menyampaikan sebuah masalah pelik.

Saat itu, Jokowi tengah berbicara soal bahayanya perang dagang yang tengah dilakukan Amerika Serikat dan China. Perang dagang tersebut punya pengaruh besar terhadap perekonomian dunia. Beberapa dunia sudah merasakan dampaknya, mulai dari Turki hingga Argentina. Indonesia pun sempat merasakan dampak perang dagang tersebut ketika dolar mengamuk dan rupiah melemah.

Ketika menyampaikan isi pidatonya, Jokowi menggunakan analogi pertarungan antara Avengers melawan Thanos. Pembaca pasti sudah paham soal apa itu Avengers dan Thanos. Betul, saya merujuk kepada kalian milenial, para pemilik suara potensial di kontestasi Pilpres 2019 nanti.

Menurut kader PDIP itu, perang dagang antara Amerika Serikat dan China hanya akan mengarah kepada “infinity war” atau perang tanpa kesudahan. Akibatnya akan membuat sengsara banyak manusia jika tidak segera diredam.

“Sejak depresi ekonomi tahun 1930an, kita tidak menghadapi perang dagang sebesar saat ini. tapi yakinlah, saya dan rekan Avengers saya akan siap sedia mencegah Thanos melenyapkan separuh polupasi dunia,” ungkap Jokowo seperti dikutip dari Reuters. Sontak, analogi yang out of the box itu memancing tawa dan sambutan meriah dari peserta World Economic Forum.

Amerika sendiri diyakini sudah memicu perang dagang yang berdampak global ketika mengenakan tarif setinggi mungkin untuk barang-barang dari China. Dalih Amerika adalah untuk melindungi sumber daya. China tidak terima diperlakukan seperti itu dan sudah meniatkan diri untuk membalas. Ketegangan dua raksasa ekonomi dunia ini memicu gejolak di bumi ini.

“Thanos bukan individu. Maaf mengecewakan kalian. Thanos ada di diri kita semua. Thanos adalah keyakinan sesat bahwa agar kita berhasil, yang lain harus menyerah. Dia adalah kesalahpahaman bahwa kebangkitan yang satu berarti kehancuran pihak lain,” tegas Jokowi.

Saya rasa, analogi ini adalah sesuatu yang kita butuhkan, terutama untuk kami milenial semua. Mengapa? Saya yakin, sangat banyak milenial di luar sana yang apatis dengan situasi global karena masalah berdampak sistemik itu disampaikan dengan retorika yang jelimet dan susah dipahami.

Ketika milenial ini baru merasakan dampaknya, yang diproduksi adalah makian dan keluhan. “Negara nih kerjanya ngapain aja, sih?” kira-kira begitu. Padahal, sebetulnya, Indonesia bisa bertahan dari perang dagang yang tengah terjadi.

Milenial juga banyak terpengaruh oleh informasi sesat bahwa perang dagang antara Amerika dan China yang berdampak kepada melemahnya rupiah akan menyeret Indonesia ke krisis 1998. Narasi seperti itu banyak diproduksi tidak dengan dasar ilmiah, namun sebatas menjadi amunisi menyerang pemerintah. Atau dalam ini, lebih spesifik adalah menyerang Jokowi karena Pilpres 2019 sudah sangat dekat.

Supaya milenial tidak terseret ke dalam arus informasi yang salah, komunikator harus bisa menyampaikan bahwa “kita baik-baik saja” dengan bahasa yang ringan. Analogi yang digunakan Jokowi dengan Avengers vs Thanos ini menurut saya sangat cerdik. Analogi ringan dan mudah dipahami membuat komunikan tidak sesat pikir. Komunikasi menjadi jernih tanpa retorika yang ruwet khas politikus.

Yang terjadi kemudian adalah rasa ingin tahu yang bangkit. Ketika presiden sebuah negara berikrar bahwa ia siap melawan dampak perang dagang dua raksasa ekonomi dunia, rasa ingin tahu para milenial seharusnya terbangun. “Kok bisa, sih, Indonesia mau melawan Amerikan dan China? Seberapa kuat ekonomi kita?”

Iklan

Lewat pertanyaan-pertanyaan seperti itu, kewaspadaan akan situasi global akan muncul. Keinginan untuk belajar adalah dasar untuk berkembang. Ketika Jokowi menegaskan rasa optimisnya, teman-teman Indonesia di luar sana juga sadar bahwa hegemoni Amerika dan China bisa dilawan. Bersatu, untuk kesejahteraan populasi dunia.

Kubu opisisi ingin Jokowi melawan “asing” dan “aseng”. Nah, ketika beliau menuruti tuntutan kalian dengan berikrar untuk melawan Amerika dan China, kenapa masih di-nyinyirin juga?

Gerindra menyebut Jokowi hanya meniru gaya Sandiaga Uno untuk menjaring suara milenial. Lalu kenapa kalau memang meniru? Bukankah meniru sesuatu yang baik itu bukan dosa? Apalagi ketika sang petahana ingin Indonesia tidak lagi susah diterpa dampak perang dagang Amerika dan China.

Jadi, analogi Avenfers dan Thanos untuk menggambarkan perang dagang itu adalah sesuatu yang kita butuhkan. Bukankah mampu menjelaskan masalah secara sederhana juga ciri orang cerdas?

Terakhir diperbarui pada 13 September 2018 oleh

Tags: avengersInfinity Warsjokowijokowi avengersmilenialperang dagangthanos
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Nasib Yamaha Byson Baru yang Dicintai Setelah Tak Bisa Dimiliki MOJOK.CO
Otomojok

Nasib Yamaha Byson dan Paradoks Benda yang Baru Dicintai Setelah Berhenti Diproduksi dan Tak Bisa Dimiliki Lagi

2 Juli 2026
Anak muda alias gen z dan milenial kini tolak kejar jabatan. MOJOK.CO
Urban

Anak Muda Tolak Karier Elite dengan Jabatan Tinggi, Pilih Side Job yang Jamin Gaji Stabil di Masa Kini

19 Mei 2026
Anak Muda Ogah Angkat Panggilan Telepon, Dianggap Ganggu dan Cuma Bikin Cemas Mojok.co
Pojokan

Anak Muda Ogah Angkat Panggilan Telepon, Dianggap Ganggu dan Cuma Bikin Cemas

18 Mei 2026
Gen Z dihakimi milenial
Urban

Nasib Gen Z: Sudah Susah, Malah Serbasalah hingga Dicap “Gila” padahal Hadapi Krisis dan Hanya Mencoba Bertahan Hidup

30 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pilih jadi tukang cukur rambut rumahan dan barbershop saat teman sebaya kerja di luar negeri. Dicap pemalas tetangga, hidup berkecukupan malam dicurigai MOJOK.CO

Pilih Jadi Tukang Cukur Rumahan saat Teman Kerja di Luar Negeri: Dicap Pemalas Tetangga, Terlihat Berkecukupan Malah Dicurigai

22 Juli 2026
Nasi Kuning Muna Cung dan Kisahnya yang Membuat Wisatawan Rela Berjalan Kaki dari Malioboro MOJOK.CO

Nasi Kuning Muna Cung dan Kisahnya yang Membuat Wisatawan Rela Berjalan Kaki dari Malioboro

22 Juli 2026
Pemuda lulusan SMK tidak menyerah mencari kerja dengan modal ijazah SMK demi orang tua MOJOK.CO

Modal Ijazah SMK dan Pengalaman Tak Nyerah Cari Kerja demi Orang Tua, Meski Sering Terima “Penolakan” karena Fisik

21 Juli 2026
Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan MOJOK.CO

Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan

16 Juli 2026
Mahindra Scorpio, mobil pick up mewahnya Koperasi Merah Putih MOJOK.CO

Pengalaman mengendarai dan mengomentari Mahindra Scorpio, mobil pick up Koperasi Merah Putih yang terlalu bagus di depan Pak Babinsa langsung

21 Juli 2026
Pakai jastip Mie Gacoan di Jombang: bayar lebih mahal untuk menu membagongkan MOJOK.CO

Pakai Jastip Mie Gacoan Ala Orang Jombang Pinggiran: Niat Hindari Kenorakan, Yang Datang Menu Membagongkan

20 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.