• 356
    Shares

MOJOK.CO – Honda Forza memang menarik, fiturnya terasa lengkap. Serta bakal melengkapi hari-hari saya. Namun pas lihat harganya, kok, langsung ciut, ya?

Setelah panggilan interview kerja berakhir manis karena berujung dengan undangan untuk training, saya langsung memberi kabar kepada ibu dan bapak di rumah—yang mencak-mencak, karena setelah yudisium saya tak juga kunjung pulang. Tentu saja mereka bahagia. Ibu tidak henti-hentinya mengucap syukur. Sementara bapak malah menantang, “Wani kredit motor ora? Sinau menderita sik pokoke!”

Begitulah bapak saya, jadi jangan disamain pakai standar orang pada umumnya. Mana ada orang tua yang nyuruh anaknya kredit? Kenapa kok nggak langsung lunas aja? Utang kok bangga. Halah, dapuranmu kaya ora ngutang wae!

Sebagai anak yang tidak terlalu berbakti, tentu saja saya menolaknya. Yang benar aja, masak baru training udah langsung kredit aja. Ya kali. Tapi saat itu, saya iseng-iseng mencoba cari produk motor baru yang akan keluar di akhir 2018 atau awal 2019-an. Siapa tahu saya dapat proyekan gede. Iya nggak?

Dimulai dengan baca-baca tentang bocoran R25 yang baru dan juga menimbang-nimbang kalau Honda PCX nampak benar-benar cantik, tiba-tiba saya menemukan artikel tentang Honda Ferza eh Forza yang baru, Ini gimana sih, Honda ngasih nama mirip-mirip gini?!

Kalau kamu masih bingung tentang Honda Forza itu kayak apa, sebenernya Honda Forza lebih mirip sama Yamaha XmaX. Sama-sama punya cc besar, sama-sama menjual kesan sporty. Walaupun saya lebih suka motor sport 150cc.

Tapi mari kita lihat realita, kalau jalanan macet ternyata bukanlah hal yang ingin kamu temui saat mengendari motor sport. Maka, Forza mungkin jadi jawaban kamu ketika ingin nyaman berkendara namun juga nggak pengin kalah kebut-kebutan lawan motor sport sejuta umat—macam Vixion.

Honda Forza ini memang masih asing, karena baru diperkenalkan di Gaikindo Indonesia International Auto Show 2018 kemarin. Tapi untuk kabar dan reviewnya, memang sudah gampang ditemui karena lebih dulu diluncurkan di Thailand. Gampangnya gini, kalau kamu pengin ngecek motor baru yang bakal keluar di Indonesia, kamu bisa cek motor Thailand aja dulu.

Baca juga:  Nggak Cuma Nmax, Hampir Semua Konvoi Biasanya Menyebalkan

Forza memang dilepas ke seluruh dunia dengan banyak penyesuaian. Di Eropa, Forza yang dijual berkapasitas 300cc, nah kalau di Indonesia bisa dipastikan 250cc. Mungkin ini juga menyesuaikan cara berkendara orang Indonesia yang kebanyakan malah tambah ngebut saat lampu lalu lintas berwarna kuning. Jadinya, cc-nya dikurangi.

Dari tampilan sih, motor ini sepertinya memang serius berusaha menginjak-injak dominasi Nmax dan Xmax. Dari fitur windshield, tinggal pencet dan diatur otomotis, sudah menandakan kalau Forza nggak setengah-setengah untuk terjun ke medan perang.

Selain itu, ada pula fitur Honda Selectable Torque Control (HTSC) yang berfungsi untuk mengurangi risiko ban selip dengan mendeteksi perbedaan tekanan ban depan dan belakang. Sebenarnya Yamaha Xmax juga punya sih, cuma beda nama saja.

Lalu di panel speedometer, Honda Forza menggabungkan sistem analog dan digital. Di panel digital, ditampilkan panel jam, suhu, sisa bahan bakar, dan juga voltase aki. Beneran nih, kalau sampai aki kamu rusak karena kelupaan ngecek, berarti itu kebangetan!

Motor ini juga punya alarm dan keyless system. Akhirnya Honda mendengar keluh kesah konsumen yang sudah cukup lama tidak disuarakan tapi baru direalisasikan. Maling pasti gigit jari mendengar ini…

…setidaknya sampai mereka menemukan metode mbobol lagi.

Dari bodi, ada perbedaan yang jelas antara Xmax dan Forza. Jika Xmax itu semacam Captain America, gahar dan siap tempus. Maka Forza mungkin lebih mirip Mark L. Itu loh, suit-nya Iron Man waktu lawan Thanos. Yap, karena Forza mengedepankan keanggunan dan terlihat amat futuristik, namun tetap tajam jika dilihat dari bentuk lampu depannya.

Untuk dapur pacu, motor dengan kapasitas 250 cc ini menggunakan  4 stroke, 4 valve lquid-coold system­ dengan sistem bahan bakar PGM-FI khas Honda. Jadi sangat bisa dipastikan, motor ini irit dan tidak mencekik kantong meski kapasitas tangkinya cukup besar, yakni 11,5 liter.

Baca juga:  All New NMAX, Generasi Baru dengan Cita Rasa PCX

Selain itu, dengan tenaga yang mencapai 16,9 kW dan torsi puncak mencapai 24,3 Nm, motor ini bisa dipastikan kenceng untuk kelasnya. Hayooo, sudah kencang, irit lagi! Idaman banget, kan?

Lanjut, di sektor kaki-kaki, kedua ban Forza ini sudah menggunakan tubeless—ya iyalah, kudu. Teknologi pengereman sudah menggunakan cakram depan belakang. Meski masih single, namun sudah menerapkan ABS 2 channel. Ehm, tapi kenapa masih pakai telescopic fork, sih? Why Honda? Why?

Forza Indonesia ini memang bisa dikatakan versi downgrade dari Forza Eropa. Namun bukan berarti motor ini ecek-ecek. Itu semua hanya untuk menyesuaikan postur tubuh orang Asia saja. Pasalnya, motor ini tetap kelihatan punya dimensi yang lumayan besar, tidak jauh berbeda dengan Forza Eropa.

Untuk motor segede ini, bagasinya sanggup menampung 2 helm full face, alias muat banyak. Bisalah dipakek buat madiin anak nampung skripsi yang sudah dijilid rapi, belanjaan, make up, sepatu, dan juga kenangan bersama gebetan perlengkapan lainnya. Ehm, mungkin juga bisa jadi tambahan refrensi untuk para musisi~

Dari deskripsi yang menggiurkan di atas, pasti dari kamu-kamu sekalian ada yang kepincut untuk membelinya. Coba tebak berapa harganya?

Motor ini dibanderol dengan harga…

…tujuh puluh juta. Ya, lebih mahal dari CBR 250RR, dan bisa dapet 2 motor GSX R 150 plus satu motor bekas. Bisa juga buat modal nikah. Buat DP rumah juga bisa, atau sewa ruko buat jualan Thai Tea.

Tapi kalau kamu kadung cinta sih, sepertinya masuk akal aja Forza dibanderol dengan harga segitu. Sebab ya, rata-rata motor dengan kapasitas 250cc memang harganya sekitar itu. Cuma ya, coba dipikir-pikir lagi, apakah pantas uangmu dibelanjakan dengan harga segitu? Kalau saya sih pantas-pantas saja, jika memang punya dananya.

Kata orang Jawa sih, ana rega ana rupa. Well, harganya memang pantas kok dengan fitur yang ditawarkan.

Untuk saya, tentu saja niat membeli motor ini tetap saya urungkan. Lah, gaji mung UMR kok ya nggaya. Ora pantes blas.