Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Cerita Calon Pendeta yang Kaget Diminta Mendoakan Motor Baru: Antara Heran dan Berusaha Memahami Kebiasaan Orang Jawa

Rivaldi Anjar Saputra oleh Rivaldi Anjar Saputra
21 November 2025
A A
Cerita Kebiasaan Orang Jawa yang Bikin Kaget Calon Pendeta MOJOK.CO

Ilustrasi Cerita Kebiasaan Orang Jawa yang Bikin Kaget Calon Pendeta. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Sebetulnya aku juga orang Jawa. Tapi, sebagai calon pendeta, aku tetap saja masih kaget dan heran ada yang minta doa untuk motor barunya. 

Aku memperkenalkan diri sebagai seorang calon pendeta. Anggap saja sudah punya banyak bayangan apa yang akan dilakukan ketika sudah berada di sebuah gereja untuk melayani kerohanian jemaat. 

Iklan

Mulai dari memimpin ibadah, mendoakan keluarga yang sedang berduka, hingga menemani anak-anak sekolah minggu bernyanyi. Namun, satu hal yang tak pernah kuduga datang. Suatu kali, aku diminta datang ke sebuah rumah, yang letaknya jauh dari perkotaan. Tepatnya di satu wilayah pegunungan di kota kabupaten itu.

Awal mula kisah kebiasaan orang Jawa yang bikin heran

Aku akan memulai dari asal tempatku lahir. Ini penting supaya pembaca paham kenapa kisah ini jadi aneh untuk aku.

Jadi, aku berasal dari salah satu kota besar di Jawa Timur. Keluargaku punya latar belakang keluarga Kristen yang taat. Aku memang berdarah Jawa, tapi tidak akrab dengan tradisi-tradisinya. Semata karena memang tidak diperkenalkan dari kecil kecuali mengubur ari-ari sembari memberinya penerangan kecil selama 40 hari. 

Singkat cerita, aku bercita-cita menjadi seorang pendeta. Aku memulai perjalanan ini dengan kuliah di salah satu kampus teologi di Jogja. 

Perjalanan kuliah menjadi unik karena aku berkenalan dengan iman Kristen dengan tradisi yang lain. Contonya Kristen dengan tradisi gereja berdasarkan kesukuan ( batak, gereja Toraja, gereja Jawa, dan lain sebagainya). Dari perkuliahan inilah akhirnya aku mengenal tradisi serta kebiasaan orang Jawa dan mulai berproses di dalamnya.

Hidup di gereja dengan tradisi Jawa yang kental

Pada akhirnya aku berhasil melewati kuliah dan berproses di salah satu gereja yang tidak jauh dari Jogja. Nuansa gerejanya sangat khas Jawa, dengan beberapa peribadatan dilakukan dengan menggunakan Bahasa Jawa. Mulai dari khotbah hingga lagu pujian. 

Tak jarang juga menggunakan musik keroncong dan gamelan yang khas Jawa banget. Aku sebagai orang Jawa yang sudah ilang jawane setengah bingung dan kagum. 

Bingung, karena tidak bisa menggunakan Bahasa Jawa yang baik. Seperti umumnya menggunakan Krama Inggil terhadap orang yang lebih tua. Untuk ibadah juga sama karena menghayati berjumpa dengan Yang Ilahi. 

Kagum, karena akhirnya aku menemukan kembali jati diriku sebagai “Wong Jowo”. Aku memulainya dengan akrab dan belajar dengan Bahasa Jawa yang lebih halus. 

Bagaimanapun, bahasa ini penting dengan status yang aku sandang sebagai calon pendeta gereja Jawa. Meskipun dalam banyak pertemuan, Bahasa Jawa yang aku pakai masih campur aduk dengan ngoko dan dialek “Jawatimuran”. Ngomong dho jadi do, ngomong tha’ jadi ta, dan lain sebagainya. Percayalah, bunyi sesimpel itu ternyata cukup menggelitik bagi orang yang mendengarnya.

Baca halaman selanjutnya: Kebiasaan yang bikin kaget.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 23 November 2025 oleh

Tags: bahasa jawabudaya jawacalon pendetagereja jawaHonda ForzajawaKristenmotor barupendetaslametan orang jawa
Rivaldi Anjar Saputra

Rivaldi Anjar Saputra

Calon pendeta yang hobi menulis.

Artikel Terkait

Kirab pusaka malam 1 Suro di kawasan Pura Mangkunegaran, Surakarta, Jawa Tengah, tidak hanya upaya menjaga warisan budaya-tradisi turun-temurun. Tapi juga jadi penggerak ekonomi daerah MOJOK.CO
Kilas

Nilai Lain Kirab Malam 1 Suro di Surakarta: Jadi Daya Tarik Lintas Zaman, Penggerak Pariwisata dan Ekonomi Daerah Jateng

17 Juni 2026
Sikap atau reaksi pekewuh dan basa-basi ala orang Jawa jadi karakter yang justru merepotkan diri sendiri MOJOK.CO
Catatan

Sikap Pekewuh dan Basa-basi Ala Orang Jawa bikin Repot Diri Sendiri, Sialnya Tak Gampang buat Terus Terang

21 Mei 2026
mudik gratis Lebaran dari Pertamina. MOJOK.CO
Sehari-hari

Program Mudik Gratis Mengobati Rindu Para Perantau yang Merasa “Kalah” dengan Dompet, Kerja Bagai Kuda tapi Nggak Kaya-kaya

19 Maret 2026
Makanan Khas Sunda dan Jogja Bikin Muak- Bau Busuk dan Manis (Wikimedia Commons)
Pojokan

Makanan Khas Sunda Bikin Menderita Orang Jogja, Sama Seperti Perantau Sunda Muak dengan Makanan Jogja yang Serba Manis

11 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi MOJOK.CO

Bupati Pemalang Kena OTT KPK, Mengapa Kasus Korupsi Kepala Daerah Terus Berulang?

29 Juli 2026
Penggagalan perdagangan ilegal burung di Tanjung Perak Surabaya. Satwa dilindungi dimasukkan boks sampai ada yang mati MOJOK.CO

Penggagalan Perdagangan Ilegal Burung di Tanjung Perak Surabaya, Satwa Dilindungi Dimasukkan Boks sampai Ada yang Mati

30 Juli 2026
Pesan Menohok dari Ibu: Saat Doa Menjadi Satu-satunya Kuliah, Permintaan dan Jangan Sampai Tiang Itu Roboh di Perantauan MOJOK.CO

Ortu Rela Melepas Anaknya Kuliah Mengejar Mimpi, tapi Dihantui Rasa Takut Salah Pergaulan di Perantauan

31 Juli 2026
Ilustrasi perantau dari desa.MOJOK.CO

Tangis Sunyi Para Perantau: Uang Habis Untuk Hidupi Keluarga, tapi Dicap Durhaka karena Jarang Pulang dan “Tak Hadir” di Orang Tua

3 Agustus 2026
kekerasan di matraman, kos di jakarta.MOJOK.CO

Warga vs Warga, Mengapa Kekerasan di Tingkat Tapal Terus Berulang?

28 Juli 2026
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Romo Pitoyo dalam acara peresmian Laboratorium Alam SMA Kolese De Britto Yogyakarta. MOJOK.CO

Laboratorium Alam De Britto: Pondok Perenungan Manusia agar Tak Kehilangan Hati Nurani di Tengah “Bahaya” AI

28 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.