Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Makanan Khas Sunda Bikin Menderita Orang Jogja, Sama Seperti Perantau Sunda Muak dengan Makanan Jogja yang Serba Manis

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
11 Maret 2026
A A
Makanan Khas Sunda dan Jogja Bikin Muak- Bau Busuk dan Manis (Wikimedia Commons)

Makanan Khas Sunda dan Jogja Bikin Muak- Bau Busuk dan Manis (Wikimedia Commons)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Selasa (10/03) sebuah artikel Liputan tayang di Mojok. Yang menulis adalah Shofiatunnisa Azizah. Katanya, ada perantau Sunda yang muak dengan siksaan makanan khas Jogja. Namun, setelah membaca artikel tersebut, yang saya temukan hanya sebuah kebodohan. Karena pada saat tertentu, makanan khas Sunda dan Jogja itu sama-sama bisa bikin muak.

Namanya Iqbal, usia sudah 30 tahun artinya dia orang dewasa, dan sudah satu tahun tinggal di Jogja. Artikel tersebut tidak menyebutkan apakah Iqbal ini masih sekolah atau sudah bekerja. Saya rasa informasi yang hilang ini penting untuk mengukur kebodohan si Iqbal ini sebagai perantau Sunda yang tidak memahami bahwa makanan khas Sunda dan Jogja itu bisa sama-sama bikin muak.

Baca juga: 3 Makanan Sunda yang Namanya Aneh dan Bikin Nggak Nafsu Makan

Jadi, makanan khas Jogja itu manis atau hambar? Konsisten dong!

Shofiatunnisa Azizah, mengawali tulisannya dengan kalimat begini: “Makanan Jogja, sebagaimana makanan Jawa, rasanya cenderung manis dan kurang berani.”

Sebagai orang asli Jogja, saya mengidentifikasi dua ambiguitas di sini. Pertama, jika “makanan Jawa” merujuk ke spektrum Jawa Tengah, bisa benar. Namun, ambiguitas ini juga bisa saya arahkan ke “makanan Jawa” di bagian timur. Artinya, makanannya jadi cenderung gurih dan asin. Jadi, Azizah mau mengarah ke mana?

Kedua, “cenderung manis dan kurang berani” ini dua hal yang sangat berbeda. Frasa “kurang berani” merujuk kepada si juru masak yang menggunakan bumbu secara minimal sehingga rasanya terasa hambar. Padahal, hambar dan manis itu berbeda. Manis adalah rasa yang distinctive, atau khas, yang membedakannya dengan rasa lain.

Lalu, Azizah mulai masuk ke dalam artikel menggunakan perspektif Iqbal, sang narasumber tunggal. Kata Iqbal, dia “tersiksa dengan rasa makanan di Jogja yang tidak ada rasanya”. 

Lagi-lagi, ini mau bilang makanan Jogja itu manis atau tidak ada rasanya? Iya, saya paham, kok. Makanan khas Jogja seperti gudeg, bisa bikin muak karena manisnya menyengat.

MASALAHNYA, Iqbal tidak menyebutkan nama makanan khas Jogja yang sudah menyiksanya sedemikian rupa sampai dia “muak”. Kata “muak” ini bukan rekaan saya, tapi sebuah kata yang berasal dari seseorang yang merindukan makanan khas Sunda.

Karena tidak ada informasi soal nama makanan, bagaimana kita bisa yakin bahwa yang Iqbal makan adalah makanan Jogja? Jangan-jangan, si perantau yang merindukan makanan khas Sunda ini makan makanan dari daerah lain, yang kebetulan buka warung di Jogja dan rasanya hambar, bukan dominan manis. Karena tidak ada informasi lanjutan, tentu sah saja kalau saya berpikir seperti itu.

Baca halaman selajutnya: Sama-sama bikin muak!

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 12 Maret 2026 oleh

Tags: Bakmi Jawabau busukgudeggudeg merconjawaJogjaMakanan khas Jogjamakanan khas sundamakanan khas yogyakartamangut leleseblakSundaterasi
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Orang Jogja Syok Merantau ke Jakarta karena Nggak Bisa Sarapan Soto Bening yang Enak Mojok.co
Pojokan

Orang Jogja Syok Nggak Bisa Sarapan Soto Bening yang Enak di Jakarta

16 April 2026
Tukang parkir coffe shop di Jogja, parkir liar, desa.MOJOK.CO
Catatan

Tukang Parkir di Desa Lebih Amanah Ketimbang Jukir di Kota, Tak Ada Drama Getok Harga apalagi Makan Gaji Buta

14 April 2026
Gudeg, Kuliner Jogja yang Makin Tak Cocok untuk Orang Miskin (Unsplash)
Pojokan

Harga Gudeg Jogja Naik, Berpotensi Menguatkan Sisi Gelap kalau Kuliner Jogja Ini Memang Bukan Makanan Murah Lagi

9 April 2026
Jogja Bisa Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung MOJOK.CO
Esai

Jogja Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung 

8 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pasang WiFi di rumah desa. Niat untuk kenyamanan dan efisiensi pengeluaran keluarga malah dipalak tetangga MOJOK.CO

Pasang WiFi di Rumah Desa Boncos: Password Dipalak-Dicolong Tetangga, Masih Dicap Egois kalau Mati Disuruh Gali Kubur Sendiri

14 April 2026
Gagal kerja di Jakarta sebagai musisi. MOJOK.CO

Nekat ke Jakarta Hanya Modal Ambisi sebagai Musisi, Gagal dan Jadi “Gembel” hingga Bohongi Orang Tua di Kampung

11 April 2026
kos eksklusif, jakarta, desa, kos.MOJOK.CO

Kabur dari Desa dan Memilih Tinggal di Kos Eksklusif Jakarta demi Ketenangan Batin, Malah Makin Kena Mental karena “Bahagia” di Kota Cuma Ilusi

15 April 2026
Derita perempuan di grup WA mahasiswa FH UI. Isinya kekerasan seksual. MOJOK.CO

Nasib Perempuan di Tongkrongan dan Grup WA yang Isinya Laki-laki Mesum: Jelek Dihina, Cantik Dilecehkan

15 April 2026
Supra X 125, Motor Honda yang Menderita dan Nggak Masuk Akal MOJOK.CO

Supra X 125 Adalah Motor Honda Penuh Penderitaan dan Nggak Masuk Akal, tapi Menjadi Motor Paling Memahami Derita Keluarga Muda

14 April 2026
Buka Usaha dan Niat Slow Living di Desa Malah Dibikin Muak dengan Etos Kerja Pemudanya, Bersikap Semaunya Atas Nama “Kekeluargaan” MOJOK.CO

Buka Usaha dan Niat Slow Living di Desa Malah Dibikin Muak dengan Etos Kerja Pemudanya, Bersikap Semaunya Atas Nama “Kekeluargaan”

10 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.