Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

3 Makanan Sunda yang Namanya Aneh dan Bikin Nggak Nafsu Makan

Acep Saepulloh oleh Acep Saepulloh
29 Januari 2026
A A
3 Makanan Sunda yang Namanya Aneh dan Bikin Nggak Nafsu Makan Mojok.co

3 Makanan Sunda yang Namanya Aneh dan Bikin Nggak Nafsu Makan (wikipedia.org)

Share on FacebookShare on Twitter

Ada banyak makanan Sunda yang rasanya enak, tapi namanya bikin geleng-geleng kepala saking uniknya. Ada yang nama makanannya mirip penyakit kulit hingga nama yang tabu atau vulgar. Dengar namanya saja bikin selera makan lenyap. 

Akan tetapi, jangan salah, ketika mencicipi makanan atau camilan secara langsung, dijamin akan ketagihan. Nah, di bawah ini beberapa makanan atau camilan Sunda yang punya penamaan aneh:

Putri noong, camilan yang dari namanya terdengar tidak meyakinkan

Kue putri noong tidak boleh dilewatkan ketika membicarakan makanan Sunda dengan nama unik. Diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, putri noong berarti putri yang sedang mengintip. Orang-orang yang baru pertama kali mendengarnya pasti tidak punya bayangan bagaimana tampilan dan rasa kue ini. 

Walau namanya sangat absurd, tampilan dan rasa kue ini sebenarnya tidak aneh-aneh amat lho. Kuenya berbahan dasar parutan singkong yang diberi pewarna makanan warna hijau atau merah muda. Kemudian di bagian tengahnya disisipkan pisang lalu dikukus dan ditaburi kelapa parut. 

Tekstur kue putri noong sedikit kenyal-legit. Rasanya manis karena ada singkong dan pisang. Ada sedikit rasa gurih juga dari parutan kelapa. Mirip dengan pisang rai dari Bali tapi beda bahan dasarnya (parutan singkong vs tepung beras).

Lalu, kenapa makanan sunda ini diberi nama putri noong alias putri yang sedang mengintip ya? Konon katanya, saat kue ini dipotong kecil-kecil, bulatan pada pisang di tengahnya terlihat menonjol keluar. Seolah-olah ada mata yang sedang noong atau engintip dari balik taburan kelapa. Sedangkan kata putri sendiri, untuk menggambarkan keindahan warna kue ini dan menyerupai bola mata yang sedang mengintip.

Di zaman sekarang kue putri noong sudah mulai langka dan hampir punah. Kalau kita ingin mencicipinya biasanya dijual di pasar-pasar tradisional yang jualan kue basah atau disaat hajatan masyarakat Sunda saat nikahan, khitanan dan selamatan. Soal harga, tergolong murah. Mulai dari Rp2.000 sampai Rp5.000 per potongnya. 

Baca juga 3 Kuliner Khas Sunda yang Nggak Cocok di Lidah Wisatawan.

Baca Juga:

5 Kuliner Semarang yang Namanya Nyeleneh dan Kerap Mengecoh Wisatawan 

Makanan Superindo Rp15 Ribuan Penolong Pekerja Miskin yang Kecewa akan Mahalnya Harga Warteg

Kerupuk rorombeheun yang teksturnya seperti telapak kaki pecah-pecah

Bagi orang Jawa Barat, kata rorombeheun berarti kulit kaki yang pecah-pecah, biasanya ada di bagian tumit. Sangat nggak cocok untuk nama makanan kan? Lantas, kenapa istilah ini malah jadi nama kerupuk ya? Bukankah itu membuat orang jadi kehilangan selera makan? 

Jawabannya akan kalian tahu ketika melihat langsung bagaimana bentuk makanan Sunda satu ini. Kerupuk rorombeheun punya permukaan yang tidak rata dan bertekstur kasar, berpori-pori lagi. Memang mirip telapak kaki yang pecah-pecah. 

Kerupuk rorombeheun terbuat dari bahan dasar tepung tapioka dan tepung terigu ditambah penyedap rasa seperti garam, bawang putih, dan bumbu lain. Kerupuk ini biasanya digoreng dengan teknik sangrai (goreng pasir) hingga permukaannya merekah tidak beraturan dan kasar seperti kaki pecah-pecah.

Tampilannya memang mirip tumit yang lupa diberi lotion. Tapi, jangan salah, sekali kriuk, rasa gurihnya bikin kita lupa kalau namanya diambil dari penyakit kulit pada tumit kaki. Di pasar-pasar banyak dijual berbagai varian kerupuk rorombeheun, termasuk yang sudah jadi atau setengah jadi untuk digoreng di rumah. Tersedia juga di warung makanan khas Sunda. Estimasi harga kerupuk rorombeheun ini sekitar Rp 5.000 sampai Rp12.000 per bungkus.

Baca juga Seaneh-Anehnya Nama Makanan di Sunda, Nggak Ada yang Seaneh Kentang Mustofa.

Ewe deet, makanan Sunda yang bikin salah paham

Nama  makanan satu ini termasuk vulgar. Dalam bahasa Indonesia, ewe berarti bersenggama atau bersetubuh, sementara deet berarti dangkal. Kue ewe deet ini bisa kita temukan di wilayah Priangan Timur seperti Garut, Tasikmalaya, dan Ciamis. Di daerah asalnya, ewe deet jarang dijajakan di pasaran. Warga di sana membuatnya untuk konsumsi sendiri. 

Makanan Sunda ini terbuat dari daging kelapa dan gula aren/merah. Daging kelapanya yang biasa, jangan terlalu tua atau muda supaya memiliki tekstur renyah. Perpaduan kelapa dan aren menghasilkan rasa gurih, manis dan tekstur renyah. Enak deh pokoknya. 

Itulah camilan Sunda dengan nama yang unik atau aneh. Walau namanya terdengar absurd, rasanya tetap menggoyang lidah kok. Jadi, kalau mampir ke Jawa Barat, jangan lupa untuk mencicipinya ya. 

Penulis: Acep Saepulloh
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Kasta Tertinggi Onde-Onde Mojokerto yang Pantas Dijadikan Oleh-oleh.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 29 Januari 2026 oleh

Tags: camilan sundaEwe deetKerupuk rorombeheunMakananmakanan sundaputri noongSunda
Acep Saepulloh

Acep Saepulloh

Aa-aa milenial Bandung yang ngojol membelah kemacetan di pagi hari, berjibaku dengan debu sebagai petugas kebersihan di siang hari, hingga akhirnya melabuhkan lamunan menjadi sebuah tulisan di malam hari.

ArtikelTerkait

Olahan Kecombrang Tidak Cocok untuk Semua Orang, di Lidah Saya Rasanya Aneh Mojok.co

Olahan Kecombrang Tidak Cocok untuk Semua Orang, di Lidah Saya Rasanya Aneh

25 Oktober 2025
Tips Anak Rantau Jawa Timur yang Cari Makan di Jogja terminal mojok.co

Tips Anak Rantau Jawa Timur yang Cari Makan di Jogja

13 Desember 2021
Saya Nggak Tau Seenak Apa Nasi Blue Band, tapi Nasi Jelantah dan Garam Juga Enak mojok.co

Alternatif Olahan Nasi Sisa Biar Nggak Mubazir

30 April 2020
bakso lagi

Menu di Warung Makan Itu Beragam, Tapi Kenapa yang Selalu Dipesan Bakso Lagi?

5 September 2019
5 Kuliner Tersembunyi di Kabupaten Jember yang Cocok untuk Pelancong terminal mojok.co

5 Kuliner Tersembunyi di Kabupaten Jember yang Cocok untuk Pelancong

30 Januari 2022
Tiba-tiba Basi: Misteri Warung Makan yang Sering Dikaitkan dengan Mistis

Tiba-tiba Basi: Misteri Warung Makan yang Sering Dikaitkan dengan Mistis

15 Januari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Warteg, Gambaran Soal Tegal Paling Ideal yang Ada di Kota-Kota Besar Mojok.co

Warteg, Representasi Tegal Paling Ideal yang Ada di Kota-Kota Besar

9 Juni 2026
Andai Suzuki Burgman Street 125 Ganti Logo Jadi Honda, Pasti Laris di Indonesia

Saya Kira Orang Bilang Suzuki Burgman Jelek Itu Cuma Lebay, ternyata Memang Sejelek Itu

9 Juni 2026
Strategi Nongkrong di Usia 40, Perlu Pertimbangkan Pilihan Tempat sampai Ritual Minum Obat Mojok.co

Strategi Nongkrong di Usia 40, Perlu Pertimbangkan Pilihan Tempat sampai Ritual Minum Obat

12 Juni 2026
Bekas Pasar Burung dan Hal-hal Lain yang Jarang Dibicarakan Soal Pasar Ngasem, Tempat Sarapan Paling Kalcer di Jogja Mojok.co

Bekas Pasar Burung dan Hal-hal Lain yang Jarang Dibicarakan Soal Pasar Ngasem, Tempat Sarapan Paling Kalcer di Jogja

7 Juni 2026
Debu Jalur Pantura Kendal Makin Meresahkan Pengendara Motor, Sebaiknya Sedia Masker kalau Nggak Mau Sesak Napas Terminal

Debu Jalur Pantura Kendal Makin Meresahkan Pengendara Motor, Sebaiknya Sedia Masker kalau Nggak Mau Sesak Napas

9 Juni 2026
6 Alasan Kota Tegal Lebih Istimewa Dibanding Bayangan Banyak Orang Mojok.co

6 Alasan Kota Tegal Lebih Istimewa Dibanding Bayangan Banyak Orang

10 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.