Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

3 Kuliner Khas Sunda yang Nggak Cocok di Lidah Wisatawan

Acep Saepulloh oleh Acep Saepulloh
3 Desember 2024
A A
3 Kuliner Khas Sunda yang Nggak Cocok di Lidah Wisatawan

3 Kuliner Khas Sunda yang Nggak Cocok di Lidah Wisatawan (Gunawan Kartapranata via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Lalapan atau lalap selalu terlintas pertama kali apabila membicarakan kuliner khas Sunda. Mayoritas orang Sunda memang sangat menyukai lalapan sebagai teman makan. Di lidah orang Sunda, lalapan begitu enak ketika dinikmati dengan cocolan sambal. Selain lalapan, sebenarnya masih banyak kuliner khas Sunda yang menggoyang lidah ketika dinikmati.

Akan tetapi, cita rasa kuliner khas Sunda itu tidak selamanya cocok dengan lidah para wisatawan. Ada beberapa kuliner yang rupanya kurang cocok buat para wisatawan yang ketika mengunjungi Bumi Pasundan. Alasannya bisa sangat beragam. Berikut beberapa kuliner khas Sunda yang kurang cocok di lidah wisatawan:

ADVERTISEMENT

#1 Karedok leunca, kuliner khas Sunda yang rasanya aneh menurut wisatawan

Kuliner satu ini berbahan dasar leunca (ranti) biasanya yang masih berwarna hijau. Bumbunya tergolong sangat sederhana terdiri dari garam, terasi, kencur, gula, bawang putih, serta daun kemangi. Seluruh bumbu dilembutkan dalam cobek, disusul leunca dan kemangi digerus tapi tidak sampai lembut betul. Kalau sudah padu, karedok leunca siap disantap.

Karedok leunca biasanya disandingkan bersama sambal terasi atau sambal goang yang bercita rasa pedas asin. Kuliner khas Sunda satu ini akan semakin nikmat jika disajikan bersama makanan yang digoreng. Selain itu, karedok leunca akan memiliki sensasi berbeda saat dicampurkan dengan oncom atau fermentasi kacang kedelai yang mirip tempe.

Karedok leunca sangat populer bagi orang Sunda, apalagi karedok leunca dijadikan judul lagu yang judulnya sama “Karedok Leunca”. Sayangnya, ada banyak orang yang justru kurang menyukai perpaduan rasa leunca yang pahit, sambal yang pedas, dan sedikit rasa asin. Kata saudara saya dari Jakarta, rasa kuliner ini sangat aneh.

#2 Meski sangat populer, sayangnya tidak semua orang menyukai seblak

Ketika mendengar seblak, hampir semua orang mengetahui kuliner Sunda satu ini. Seblak berbahan dasar kerupuk yang direbus, kemudian dicampur dengan bumbu khas, yakni cikur (kencus), baawang putih, penyedap rasa, dan sambal, memang sempat ramai diperbincangan beberapa tahun lalu.

Btw, kuliner seblak sebenarnya sudah ada sejak zaman dulu, namun variannya masih sederhana, hanya berisikan kerupuk. Beda dengan seblak zaman sekarang yang dimodifikasi, misalnya ditambah telur, sosis, tahu, ceker ayam, bakso, seafood, dll. Salah satu daya tarik kuliner ini adalah tingkat kepedasannya bisa disesuaikan dengan keinginan kita.

Dibalik kepopuleran seblak, nyatanya masih banyak orang yang tidak menyukai kuliner khas Sunda satu ini. Umumnya mereka tidak menyukai seblak karena aneh melihat kerupuk yang direbus, teksturnya benyek, dan rasanya yang pedas dan menyengat.

Baca Juga:

Culture shock tinggal di Papua: hari-hari makan daging rusa dan listrik dijadwal 12 jam sehari

Sebagai orang Sunda, jujur saya iri banget sama orang Jawa

#3 Sate maranggi tidak cocok bagi lidah wisatawan yang terbiasa dengan sate yang kaya bumbu kacang dan kecap

Sate maranggi adalah kuliner khas Sunda yang banyak ditemukan di Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Cianjur. Yang membedakan sate maranggi dengan sate lainnya adalah proses perendaman daging dalam bumbu sebelum daging dibuat menjadi sate dan dimasak. Bumbu rendamannya sendiri antara lain jahe, ketumbar, kunyit, lengkuas, dan sedikit cuka. Karena proses perendaman itulah sate maranggi memiliki cita rasa gurih dengan bumbu yang meresap.

Untuk menambah kenikmatan, sate maranggi biasanya disajikan ditemani nasi ketan, lontong, acar tomat, oncom, bahkan bisa juga didampingi nasi timbel. Sayangnya, beberapa orang yang terbiasa mengonsumsi sate dengan balutan bumbu kacang ditambah kecap biasanya kurang cocok dengan kuliner khas Sunda satu ini.

Itulah tiga kuliner khas Sunda yang kurang cocok di lidah wisatawan. Sebenarnya ketidakcocokan itu karena wisatawan tidak terbiasa saja. Setelah terbiasa makan kuliner Sunda, dijamin ketagihan, deh. Kan ada peribahasa nggak terbiasa saja. Setelah terbiasa makan kuliner khas Sunda, pasti rasanya bakal enak dan dijamin ketagihan. Kan ada pribahasa alah bisa karena biasa.

Penulis: Acep Saepulloh
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Sungguh Merugi Orang-orang yang Tidak Pernah Makan Nasi Tutug Oncom Khas Sunda.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 3 Desember 2024 oleh

Tags: karedok leuncakuliner khaskuliner khas sundakuliner sundasate maranggiseblakSunda
Acep Saepulloh

Acep Saepulloh

Aa-aa milenial Bandung yang ngojol membelah kemacetan di pagi hari, berjibaku dengan debu sebagai petugas kebersihan di siang hari, hingga akhirnya melabuhkan lamunan menjadi sebuah tulisan di malam hari.

ArtikelTerkait

3 Dosa dari Inovasi Seblak yang Malah Bikin Resah Orang Sunda (Unsplash)

3 Dosa dari Inovasi Seblak yang Membuat Melenceng Jauh dari Kodratnya, Bikin Resah Saya Sebagai Orang Sunda

22 Juli 2025
Combro Versi Banyumas Isinya Dage, Menyalahi Kaidah Filosofi Kata "Combro"

Combro Versi Banyumas Isinya Dage, Menyalahi Kaidah Filosofi Kata “Combro”

26 November 2023
kondangan saweran pernikahan dinda hauw MOJOK.CO

Saweran, Tradisi Pernikahan Sunda yang Sebaiknya Dihilangkan

5 Februari 2021
Muak 30 Tahun Menyandang Nama Acep Saepulloh dan Diejek “Abdi Kasep Sumpah Demi Allah” Mojok.co

Muak 30 Tahun Menyandang Nama Acep Saepulloh karena Sering Diejek “Abdi Kasep Sumpah Demi Allah”

6 Januari 2026
Dilema Orang Cikarang: Terlalu Betawi untuk Disebut Sunda, Terlalu Sunda untuk Disebut Betawi

Dilema Orang Cikarang: Terlalu Betawi untuk Disebut Sunda, Terlalu Sunda untuk Disebut Betawi

20 Januari 2024
8 Kuliner Khas Riau yang Perlu Dicoba Terminal Mojok

8 Kuliner Khas Riau yang Perlu Dicoba

11 Februari 2022
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

4 tips menghindari tempat kursus red flag di Kampung Inggris Pare, saya bagikan tipsnya agar kunjungan kalian tidak berakhir kecewa Mojok.co

4 tips menghindari tempat kursus red flag di Kampung Inggris Pare, saya bagikan tipsnya agar kunjungan kalian tidak berakhir kecewa

26 Agustus 2026
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyepelekan mahasiswa Administrasi Pemerintahan bukti dia keliru memahami jurusan ini Mojok.co

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyepelekan mahasiswa Administrasi Pemerintahan bukti dia keliru memahami jurusan ini 

22 Agustus 2026
Pengalaman pertama kali menginap di hotel kapsul dekat Stasiun Tugu Jogja. Nyaman sih, tapi nggak cocok untuk berlama-lama Mojok.co

Pengalaman pertama kali menginap di hotel kapsul dekat Stasiun Tugu Jogja. Nyaman sih, tapi nggak cocok untuk berlama-lama

22 Agustus 2026
Selain rumah makan Padang, usaha fotokopi juga identik dengan orang Minang Mojok.co

Selain rumah makan Padang, usaha fotokopi juga identik dengan orang Minang

23 Agustus 2026
30 menit ngopi di angkringan, puluhan info bawah tanah saya dapat (Shutterstock)

30 menit ngopi di angkringan, saya bisa mengakses puluhan informasi bawah tanah

23 Agustus 2026
Hal-hal yang bisa dilakukan di Kopdes Merah Putih selain belanja Mojok.co

Hal-hal yang bisa dilakukan di Kopdes Merah Putih selain belanja

23 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.