Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Bahasa Sunda yang Kaya Punya Banyak Istilah untuk Menyebut Hujan

Acep Saepulloh oleh Acep Saepulloh
9 Mei 2026
A A
Bahasa Sunda yang Kaya Punya Banyak Istilah untuk Menyebut Hujan Terminal

Bahasa Sunda yang Kaya Punya Banyak Istilah untuk Menyebut Hujan (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya baca salah satu tulisan Terminal Mojok berjudul 12 Istilah Hujan yang Terdengar Aneh dalam Bahasa Jawa, Ada “Tlenik-Tlenik” hingga “Kethek Ngilo”.  Saya jadi kepikiran untuk menulis hal serupa, tapi dalam Bahasa Sunda yang terdengar tidak kalah unik. 

Dalam Bahasa Sunda, hujan bisa diterjemahkan dalam banyak istilah tergantung konteks dan kondisinya. Di kuping saya istilah-istilah ini tidak aneh karena sering digunakan sehari-hari. Namun, di kuping orang-orang bukan Sunda, macam-macam istilah ini mungkin terdengar unik. 

#1 Berbagai istilah dalam Bahasa Sunda untuk hujan yang datang perlahan

‘Pras-pris’ adalah istilah untuk hujan rintik-rintik di awal sebelum hujan deras. Hujan yang seolah-olah jadi “peringatan” bagi orang-orang.  Tak lama setelah itu, suasana bisa berubah menjadi ‘miripis’, sebuah jenis hujan gerimis kecil, tapi rapat yang mulai membasahi permukaan tanah.

Jika beruntung, kita mungkin merasakan istilah ‘muruhpuy’, yaitu jenis hujan yang paling lembut karena tetesannya sangat halus seperti debu yang melayang di udara, nyaris tak terasa di kulit, tapi mampu membuat suasana menjadi syahdu. Namun, terkadang, hujan gerimis justru datang dengan tetesan yang lebih besar namun jatuh dengan jeda yang jauh, sebuah fenomena dalam Bahasa Sunda disebut ‘cukclak’.

#2 Istilah hujan ketika langit seakan tumpah dan marah

Ketika langit mulai kehilangan kesabarannya, turunlah hujan yang datang tiba-tiba yang dalam Bahasa Sunda disebut ‘ngagebrét’. Istilah ini untuk kondisi di mana air hujan tumpah dengan derasnya seolah-olah bendungan jebol. 

Suasana hujan dalam Bahasa Sunda akan semakin mencekam sekaligus megah kalau berubah jadi hujan angin dordar gelap. Dalam kondisi ini, hujan lebat bukan lagi satu-satunya aktor, ada indikator lain seperti angin kencang yang menggoyangkan pepohonan, sementara guntur dan kilat bersahut-sahutan (suara dordar).

#3 Istilah hujan dalam bahasa Sunda membingungkan

Alam seringkali menunjukkan sisi jenakanya melalui istilah hujan dalam Bahasa Sunda yakni hujan ‘poyan’, sebuah kontradiksi di mana air jatuh dari langit tepat saat matahari sedang bersinar dengan teriknya (hujan panas).

Misteri lainnya muncul dalam bentuk hujan ‘luluwukan’ atau hujan yang bersifat sektoral. Biasanya begini, kampung A hujan, tapi di Kampung B yang berdekatan tidak hujan. Anda mungkin sedang basah kuyup di satu sisi kampung, tapi hanya beberapa meter di depan, kampung tetangganya tampak kering kerontang seolah-olah hujan memiliki garis batas yang tegas.

Baca Juga:

11 Istilah Penyakit dalam Bahasa Jawa yang Terdengar Lucu

Saya Memilih Pindah dari Indonesia dan Hidup di Jepang, Salah Satunya karena Kepastian Hidup yang Lebih Jelas

#4 Istilah hujan yang awet dan bertahan lama

Ada kalanya hujan tidak mencari perhatian dengan suara keras, melainkan dengan ketabahan. Itulah ‘ngecrek’ atau ‘ngeucrek’ yang memiliki arti  hujan kecil yang tak kunjung usai, bertahan dari pagi buta hingga larut malam, atau bahkan berhari-hari tanpa jeda, hingga menciptakan suasana yang lembab dan dingin yang menusuk tulang.

Itulah beberapa istilah hujan dalam Bahasa Sunda. Dengan mengenal istilah setiap jenis hujan, kita tidak hanya belajar tentang cuaca saja, akan tetapi juga merawat kekayaan bahasa yang menjadi warisan identitas kita sebagai orang Sunda dan bagi warga Indonesia.

Penulis: Acep Saepulloh
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Panduan Belajar Bahasa Sunda yang Tidak Baik dengan Benar.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 8 Mei 2026 oleh

Tags: Bahasabahasa indonesiaBahasa SundahujanIndonesiaistilah hujanSunda
Acep Saepulloh

Acep Saepulloh

Aa-aa milenial Bandung yang ngojol membelah kemacetan di pagi hari, berjibaku dengan debu sebagai petugas kebersihan di siang hari, hingga akhirnya melabuhkan lamunan menjadi sebuah tulisan di malam hari.

ArtikelTerkait

sudah merdeka

Yakin Sudah Merdeka? Nyinyiran Tetangga dan Kenangan Mantan Saja Masih Sering Menjajah

20 Agustus 2019
kondangan saweran pernikahan dinda hauw MOJOK.CO

Saweran, Tradisi Pernikahan Sunda yang Sebaiknya Dihilangkan

5 Februari 2021
Bahasa Palembang, Bahasa Daerah yang Gampang Dipelajari

Bahasa Palembang, Bahasa Daerah yang Gampang Dipelajari

8 November 2023
3 Dosa Serial Upin Ipin kepada Penoton Indonesia Mojok.co

3 Dosa Serial Upin Ipin kepada Penonton Indonesia

15 November 2024
Bagi Orang Madura, Bahasa Madura Tak Kalah Njelimetnya dengan Bahasa Inggris madura united bahasa daerah

Mata Pelajaran Bahasa Daerah Itu Lebih Sulit daripada Bahasa Inggris

5 Oktober 2020
Jepang Bikin Standar Transportasi Umum Jadi Terlalu Tinggi

Jepang Bikin Standar Transportasi Umum Jadi Terlalu Tinggi

5 November 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ditolak Universitas Trunojoyo Bukan Akhir dari Segalanya, Masih Ada 3 Kampus di Madura Lain yang Layak Jadi Plan B Terminal

Ditolak Universitas Trunojoyo Bukan Akhir dari Segalanya, Masih Ada 3 Kampus di Madura Lain yang Layak Jadi Plan B

27 Mei 2026
Kebiasaan di Hajatan Pedesaan yang Nggak Masuk Akal kondangan jawa tengah

Seni Bertahan Hidup di Musim Kondangan: Panduan Strategis agar Dompet Tak Sekarat dan Berakhir Melarat

24 Mei 2026
Jakarta yang Keras di Dalam Ingatan Arek Surabaya (Unsplash)

Bagi Warga Kabupaten, Orang Jakarta Terlihat Terlalu Buru-buru dan Terlalu Punya Tujuan

25 Mei 2026
Mengenal Kabupaten Bungo, Tempat Awal Mula Sumber "Sumatera Blackout" yang Bikin Satu Pulau Geger

Mengenal Kabupaten Bungo, Tempat Awal Mula “Sumatera Blackout” yang Bikin Satu Pulau Geger

23 Mei 2026
Generasi Sandwich Bajingan Bikin Saya Tak Lagi Cinta Keluarga (Unsplash)

Generasi Sandwich Adalah Takdir Bajingan yang Bikin Muak: Saya Baik pada Keluarga Bukan karena Cinta, tapi karena Sudah Lupa Hidup Sebenarnya untuk Apa

24 Mei 2026
UIN Malang, Kampus Terbaik yang Bisa Bikin Kamu Patah Hati (Wikimedia Commons)

UIN Malang Adalah Kampus Terbaik di Kota Malang yang Bisa Bikin Kamu Patah Hati Jika Memasang Ekspektasi Terlalu Tinggi

24 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.