Sebelumnya, di Terminal Mojok saya pernah membahasa kata-kata dalam bahasa Jawa untuk menyebut hujan. Ternyata satu situasi itu bisa diterjemahkan dalam 12 kata yang berbeda.
Bahasa Jawa itu memang kaya. Setiap situasi atau kegiatan punya istilah sendiri-sendiri. Bahkan, kadang, kegiatan atau situasi yang sama bisa punya istilah yang berbeda tergantung konteksnya.
Nah, kali ini, saya akan membahas istilah-istilah penyakit dalam bahasa Jawa. Istilah-istilahnya tidak kalah unik di telinga:
#1 Lara untuk menggambarkan berbagai macam penyakit dalam bahasa Jawa
Istilah paling umum untuk menyebut sakit dalam bahasa Jawa adalah lara. Dibacanya loro. Lara untuk menggambarkan atau mengungkapkan sakit apa saja. Jadi lawan bicara belum tahu penyakit spesifik yang dirasakan atau diderita oleh orang yang sakit. Misalnya, “Aku rasido melu dolan, palah lara” yang artinya Aku nggak jadi ikut main karena sakit.
Nah, dari contoh percakapan tersebut lawan bicara tahu jika sakit tapi belum tahu sakit apa yang diderita. Penggunaan kata lara digunakan untuk teman sebaya atau yang lebih mudah. Tidak digunakan untuk orang yang lebih tua.
#2 Gerah bahasa Jawa krama dari lara
Untuk menjelaskan atau menanyakan rasa sakit ke yang lebih tua menggunakan bahasa Jawa krama gerah. “Ngapunten jenengan nembe gerah punapa?” yang artinya Maaf kamu lagi sakit apa? Itu contoh penggunaan gerah dalam dialog sehari-hari.
#3 Boyoken untuk menyebut sakit punggung dalam bahasa Jawa
Paling sering yang dirasakan saat sudah berumur atau kecapekan adalah sakit pinggang atau punggung. Dalam bahasa Jawa istilah untuk mengungkapkan ini disebut boyoken. Contohnya jika dipakai dalam dialog sehari-hari, “aku rasido melu malah boyoken” Maknanya aku nggak jadi ikut karena sakit pinggang.
#4 Nggreges untuk menyebut tidak enak badan
Saat musim hujan biasanya badan terasa nggak enak. Apalagi jika hampir setiap hari kehujanan di jalan. Badan akan tidak nyaman, badan terasa lemas dan badan mulai panas. Kalau dalam bahasa Jawa ini disebut nggreges.
Intinya untuk menggambarkan badan yang nggak enak, panas, flu, dan menggigil. “Aku arep prikso sek soale awake nggreges,” yang artinya aku mau periksa ke dokter dulu karena badan nggak enak.
#5 Cumpleng-cumpleng mirip dengan nggreges
Cumpleng-cumpleng hampir mirip dengan greges. Perbedaannya jika ini biasanya didominasi dengan flu dan pusing.
#6 Geliyeng untuk menggambarkan rasa pusing yang berlebih dalam bahasa Jawa
Istilah satu ini masih mirip dengan 2 istilah sebelumnya. Bedanya, geliyeng spesifik mendeskripsikan rasa pusing saat berjalan, seperti akan pisang. Mereka yang geliyeng biasanya punya rasa pusing berlebih.
#7 Suduken, bahasa Jawa untuk sakit perut setelah makan
Orang tidak disarankan untuk langsung beraktivitas berat setelah makan supaya perutnya tidak sakit. Nah, rasa sakit perut seperti nyeri tersebut disebut dengan suduken dalam bahasa Jawa. Bisa digunakan dalam kalimat seperti ini, “Aduh, aku bar playon malah suduken” yang artinya aduh setelah lari aku jadi sakit perut.
#8 Pilek parah disebut juga dengan sentrepen
Sentrepen adalah istilah untuk menggambarkan kondisi pilek parah sering mengganggu pernapasan dan harus sedia tisu banyak. Contoh kalimatnya seperti ini, “Aku rasido melu bukber, wong malah sentrepen” yang berarti “Aku tidak jadi ikut bukber karena pilek parah”.
#9 Gomen adalah sariawan
Sepertinya istilah ini sudah jarang lagi terdengar yaitu gomen. Gomen digunakan untuk menjelaskan sariawan. “Lagi gomen lara tenan” yang artinya sedang sariawan yang sangat menyakitkan.
#10 Trimbilen atau bisul mata
Istilah bahasa Jawa satu ini mungkin terdengar lucu, trimbilen. Namun, ketika mengalami penyakitnya, kalian sungguh menderita. Trimbilen adalah istilah digunakan untuk orang yang lagi sakit di bagian mata, tepatnya bisul yang ada di kelopak mata. “Si Andi ra mangkat sekolah amarga trimbilen” yang artinya “Si Andi tidak berangkat sekolah karena bisul di matanya.
#11 Pancingen, istilah lain dari radang tenggorokan
Pancingen juga termasuk istilah yang terdengar lucu. Pancingen digunakan untuk mengungkapkan radang tenggorokan yang sakit banget. “Adek lagi pancingen, dadi nangis terus,” yang berarti Adik sedang radang tenggorokan jadi dari tadi nangis terus.
Itulah tadi beberapa istilah sakit dalam bahasa Jawa yang banyak dan terdengar lucu. Kira-kira masih ada istilah sakit lainnya yang populer di daerahmu nggak?
Penulis: Wulan Maulina
Editor: Kenia Intan
BACA JUGA 8 Istilah Bahasa Jawa yang Masih Bikin Sesama Orang Jawa Salah Paham.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.













