Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Penjaskes

Waspada Sinusitis yang Mirip Pilek Terus-terusan

Redaksi oleh Redaksi
28 Agustus 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Ingusan terus kayak pilek, tapi kok nggak sembuh-sembuh, ya? Apakah ini yang dinamakan cinta, eh sinusitis?!

Pernah mengalami gejala pilek berkepanjangan dan rasanya nggak sembuh-sembuh? Waspadalah, jangan-jangan kamu sebenarnya sedang bertarung dengan penyakit sinusitis!

Iklan

Apa, sih, sinusitis itu?

Mirip seperti pilek, orang dengan radang sinus akan merasa produksi ingusnya berlebih dan kerap membutuhkan bantuan tisu. Sesungguhnya, ia merupakan bentuk peradangan pada dinding sinus, yaitu rongga kecil di antara saluran-saluran udara dalam tulang hidung bagian atas. Tugas sinus sendiri adalah menghasilkan lendir atau mukus untuk menyaring dan membersihkan bakteri dalam udara yang dihirup. Nah, kalau dinding sinus ini infeksi, pembengkakan selaput lendir akan terjadi sehingga cairan bakal sulit keluar dan masuk. Akibatnya? Tentu saja: penyumbatan.

Meski mirip dengan pilek, penyakit ini jelas tidak bisa dibiarkan. Lama-kelamaan, ia bakal mengganggu aktivitasmu sehari-hari. Maksud saya, ya mana seru jalan-jalan bareng teman, tapi sedikit-sedikit harus srat-srot-srat-srot?!

Eh, tapi, bagaimana caranya membedakan pilek dengan sinusitis?

Pilek umumnya dimulai dengan sakit tenggorokan dan flu. Tapi, paling lama, gejala ini hanya akan berlangsung 4 sampai 5 hari. Saat flu disertai bersin dan pilek, waktunya mungkin akan jadi lebih panjang, hingga 10 hari, sebelum akhirnya sembuh.

Sementara itu, gejala sinusitis, meski mirip dengan pilek biasa, umumnya diikuti pula dengan pembengkakan di sekitar mata, nyeri wajah (terutama di daerah T), ingus berwarna kuning kehijauan, dan menurunnya fungsi indera penciuman.

Pertanyaannya, siapa saja yang punya risiko terkena sinusitis? Disebutkan, penyebab penyakit ini beragam, bisa virus, bakteri, ataupun alergi. Namun, setidaknya ada beberapa faktor penentu lain yang menjadi pemicu radang sinus ini muncul, misalnya:

1. kontak dengan pencemaran lingkungan secara langsung,

2. adanya gangguan kekebalan tubuh, dan

3. merokok

Ditulis oleh Alodokter, ada beberapa tipe sinusitis jika dilihat dari lama berlangsungnya pada tubuh penderita, yaitu:

1. Sinusitis akut, yaitu tipe paling umum dan biasanya berlangsung selama 2-4 minggu.

2. Sinusitis subakut, yaitu sinusitis yang berlangsung selama 4-12 minggu.

3. Sinusitis kronis, berlangsung selama lebih dari 12 minggu, bahkan hingga berbulan-bulan atau bertahun-tahun.

4. Sinusitis kambuhan, terjadi setidaknya 3 kali atau lebih dalam satu tahun.

Kalau kamu nggak aware dengan gejala sinusitis dan cenderung mengabaikannya saat terserang si penyakit, berhati-hatilah. Pasalnya, penyakit ini ternyata bisa saja menghilangkan kemampuan indera penciuman secara permanen. Dalam beberapa kasus, ia bisa ditanggulangi dengan obat, tapi pada banyak kasus tertentu, tindakan operasi juga mungkin diperlukan.

Iklan

Dikutip dari Detik.com, setidaknya ada beberapa cara pengobatan tradisional yang bisa kamu lakukan saat menyadari terserang gejala ini, yaitu:

1. menghirup uap panas, dengan tujuan mengeluarkan lendir yang “terjebak” di lubang sinus,

2. membilas hidung dengan air garam, yang juga dilakukan untuk mengeluarkan lendir. Tapi, cara ini sedikit berisiko jika kamu tanpa sengaja menghirup air larutan garam sehingga diperlukan pengawasan dokter,

3. menghangatkan area hidung, masih dengan tujuan untuk mencairkan lendir yang kental.

Selain ketiga cara di atas, kamu juga bisa menggunakan dekongestan, yaitu obat sinusitis semprot untuk menghilangkan lendir dari hidung. Tapi ingat, gunakanlah obat ini hanya dengan resep dokter—atau kamu malah bisa saja memperparah keadaan.

Yah, maksud saya, memangnya nggak cukup, ya, yang parah hidupmu aja? Nggak usah ditambahin jadi hidung yang parah, dong, ah.

BACA JUGA Cara Menyembuhkan Pilek dalam Sehari

Terakhir diperbarui pada 28 Agustus 2019 oleh

Tags: inguspilekradangsinusitis
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Suara Bindeng Itu Muncul Gara-Gara Apa, sih?

13 Juni 2019
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

TPU Farm: Ketika Kematian Menumbuhkan Kehidupan MOJOK.CO

TPU Farm: Ketika Cabai Tumbuh di Area Makam

17 Agustus 2026
fisiologi pohon, walhi kerusakan lingkungan mojok.co

Hadapi Krisis Iklim, Ilmu Fisiologi Pohon Jadi Kunci Selamatkan 12 Juta Hektare Lahan Kritis

13 Agustus 2026
Agustusan momen bikin mahasiswa KKN kelihatan jadi orang bingung, kalah pamor dengan anak muda Karang Taruna desa MOJOK.CO

Momen Agustusan bikin Mahasiswa KKN di Desa Jadi Orang Bingung, Lebih Sigap Karang Taruna

17 Agustus 2026
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X memimpin Upacara Peringatan HUT ke-81 RI di Gedung Agung.(MOJOK.CO)

Pesan Kemerdekaan Sri Sultan: Jogja Dibangun Tanpa Tergesa, tapi Juga Tidak Berhenti Melangkah

17 Agustus 2026
Ta'awun, Takaful, dan Masjid Al Muharram Brajan yang Menebar Manfaat dari Sampah Sisa Warga.MOJOK.CO

Taawun, Takaful, dan Masjid Al Muharram Brajan yang Menebar Manfaat dari Sampah Sisa Warga

19 Agustus 2026

Sarjana BK Kebingungan Tentukan Arah Masa Depan: Tak Otomatis Jadi Guru BK, Jadi Dosen pun Susah

19 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.